BAHAN
SEMON MINGGU LETARE
15 Maret
2026
Evangelium :
YOHANES 9 : 1 – 7
Pendahuluan
: Jikalau kita kumpulkan dari ungkapan dan
pandangan banyak orang hingga saat ini, sesungguhnya cukup begitu orang yang
berpendapat bahwa penderitaan di bumi, termasuk sakit penyakit disebabkan oleh DOSA.
Bagi kalangan orang-orang Yahudi pun mereka berpendapat demikian. Dengan demikian
dalam perikop ini dapat kita lihat bahwa para murid Yesus juga mempertanyakan
akibat dosa siapakah kebutaan yang dialami oleh orang buta dalam bacaan kita
(ayat 2). Dalam keadaan yang sama seperti ini, sering juga kita asal menghakimi
atas apa yang terjadi dalam kehidupan sesama kita, oleh karena itu bagaimanakah
pandangan Tuhan atas kehidupan, dan segala penderitaan yang terjadi dalam kehidupan
kita ??
Melalui Khotbah Ini Firman Tuhan
mengingatkan kita :
Thema : Kuasa
Allah dinyatakan dalam kelemahan Kita
Dibagasan
Hagaleon lam patar do huaso ni Debata
Yesus secara tegas menyatakan bahwa
kebutaan itu bukan karena dosa orang itu sendiri, bukan juga dosa
orang tuanya (ayat 3). Dalam perikop ini, Yesus menolak pendapat dan
pertanyaan para murid bahwa penyakit itu bukan disebabkan oleh dosa seseorang. Dengan
sesungguhnya segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita tentu Tuhan tau,
terlebih penyakit yang ada dalam diri kita Tuhan akan lebih tau dari pada para
medis. Seperti dalam khutbah minggu lalu “Okuli” perjumpaan antara Yesus dengan
orang samaria membuktikan bahwa di hadapan Yesus sungguh tidak ada yang dapat
di sembunyikan dari diri manusia. Jadi hal positif yang perlu kita pahami dan
yang diharapkan oleh Firman ini, hendaklah melalui penderitaan yang terjadi,
kita berpengharapan bahwa segala bentuk penderitaan itu bukanlah Kutuk atau
balasan atas dosa dosa kita, melainkan cara Tuhan dalam hidup setiap orang untuk
menyatakan pekerjaan-pekerjaan-Nya, kemuliaan dan kemahakuasaan-Nya, terlebih
untuk mengarahkan kita agar Kembali ke jalan yang benar dan datang bersandar
kepada Tuhan.
Melalui peristiwa penyembuhan orang
buta oleh Yesus, banyak pihak yang berpendapat bahwa ini adalah kesempatan untuk
melihat karya Allah dan meresponsnya dengan benar. Si buta yang baru saja dapat
melihat, memberikan kesaksian bahwa Yesus adalah nabi (ayat 11, 17). Melalui kuasa
kesembuhan yang telah dinyatakan oleh Yesus kepadanya, banyak orang yang bertobat
dan datang kepada Yesus. Seluruh tetangganya yang menyaksikan bahwa dia dulu
mengemis dalam kebutaan, kini telah celik (ayat 8-9). Demikian juga orang
Farisi yang telah menyaksikan kuasa Yesus dalam kesembuhan itu membawa penguatan
Iman untuk semakin percarya, walau sikap mereka terpecah antara yang kagum
karena kuasa Allah dinyatakan dan yang sebagian lain mencerca Yesus sebagai
pelanggar hari Sabat (ayat 16). Apa pun respons mereka, yang pasti karya Allah
telah dinyatakan dan sesungguhnya Ia telah membuktikan bahwa Yesus sungguh anak
Allah!
Jadi, pekerjaan-pekerjaan Allah tidak
cukup hanya melalui hal-hal yang menyenangkan, tetapi juga melalui penderitaan.
Penderitaan, kesengsaraan, sakit, kekecewaan, kehilangan, seluruhnya merupakan
kesempatan dalam melihat pekerjaan-pekerjaan Tuhan. Dalam minggu minggu passion
ini, Inilah juga yang perlu kita renungkan dan lihat di dalam perjalanan Yesus
menuju salib yang ditempuh Yesus. Ia memilih jalan penderitaan untuk menyatakan
pekerjaan-pekerjaan Allah. Supaya setiap orang yang percaya kepadaNya beroleh
hidup yang kekal.
Apakah kita juga belajar melihat
bahwa semua yang kita alami adalah dalam rangka pekerjaan-pekerjaan Allah yang
akan dinyatakan?
Oleh karena itu, marilah kita
belajar untuk bersyukur dan berharap atas kesempatan yang Tuhan berikan kepada
kita. Selagi Tuhan memberikan napas kehidupan itu artinya Tuhan juga akan menunjukkan
kasih setiaNya kepada kita. Kalaupun di dalam dunia ini kita letih, ingatlah bahwa
dengan datang kepada Tuhan adalah hal yang terpenting. Mari kita jangan
menghakimi atas kehidupan orang, tetapi tetaplah berharap dan setia kepada
Tuhan baik dalam susah maupun sukacita sebab Ia adalah sumber terang yang
sesungguhnya.
Amin .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar