Tampilkan postingan dengan label Minggu Misericordiasdomini EVANGELIUM : LUKAS 24 : 13 – 35 Thema : “KRISTUS YANG BANGKIT ADALAH ALLAH KITA YANG SETIA”. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Minggu Misericordiasdomini EVANGELIUM : LUKAS 24 : 13 – 35 Thema : “KRISTUS YANG BANGKIT ADALAH ALLAH KITA YANG SETIA”. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 April 2026

Minggu Misericordiasdomini EVANGELIUM : LUKAS 24 : 13 – 35 Thema : “KRISTUS YANG BANGKIT ADALAH ALLAH KITA YANG SETIA”

 

BAHAN SERMON

Minggu Misericordiasdomini

 

EVANGELIUM : LUKAS 24 : 13 – 35

 

Thema :  “KRISTUS YANG BANGKIT ADALAH ALLAH KITA YANG SETIA”

 

1.      IA HADIR BUKAN KARENA KITA LAYAK ATAU MENGENAL_NYA DENGAN BENAR.

Saudara saudari tahukah anda, apakah yang terjadi pada para murid murid setelah Yesus di salibkan ?

Dalam Matius pasal 26:31 dituliskan “Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai berai”. Sesungguhnya hal inilah yang sedang dialami para murid, sebab setalah kematian Yesus Kristus mereka sedang di selimuti rasa takut, kesal bahkan kecewa, kekecewaan mereka terjadi atas pengharapan yang salah akan Yesus Kristus. Termasuk dalam perikop kita hari ini, Kleopas adalah seorang dari antara murid yang berharap bahwa Yesus adalah seorang pemimpin politis “mesias duniawi” yang akan membebaskan bangsa Israel, dan secara umum bangsa Yahudi berharap bahwa Yesus adalah mesias yang mereka nantikan yang akan menjadi pemimpin politik untuk mengusir para penjajah romawi. Itu sebabnya setelah kematian Yesus Kristus, sesungguhnya Kleopas sedang dalam perjalanan pulang dari Jerusalem setelah perayaan paskah dan ingin Kembali ke kampungnya karena Yesus telah mati, mereka sungguh kecewa karena Yesus Kristus telah disalibkan. Pengenalan seperti ini banyak terjadi dan masih sering merasuki orang orang percaya, contoh : Sering kita menempatkan pembebasan yang di bawa oleh Yesus jauh lebih tinggi kemerdekaan social politik dari pada kemerdekaan dari dosa “kuasa maut”.

 

Jikalau kita perhatikan dengan jelas, seiring perjalanan pelayanan Yesus bersama dengan seluruh para murid muridNya,sesungguhnya Yesus sendiri telah berulang ulang memberitahukan tentang diriNya, bahkan Ia telah menyampaikan kepada para murid muridNya akan kematian dan kebangkitanNya dari kematian pada hari yang ketiga. Namun disinilah letak kelemahan kita manusia dalam hal yang sama seperti para murid murid “kita tidak dapat percaya pada Yesus Kristus tanpa Kuasa Allah sendiri lewat Roh kudusNya dan Kuasa Injil yang mengumpulkan dan menerangi hati kita”.

Dalam perikop kita hari ini, Kleopas dan salah sseorang temannya yang tidak di tuliskan namanya secara langsung dalam Alkitab sedang berjalan dengan Yesus di jalan menuju ke Emau. Berita akan kematian Yesus Kristus sesungguhnya sedang menjadi berita yang hangat atau istilah sekarang viral, hal itulah sebabnya Kleopas mengatakan kepada Yesus “adakah engkau satu satunya orang asing di Yerusalem yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari hari belakangan ini??. Sungguh tidak sedikit pun Kleopas tidak mengenali Rupa Yesus yang sedang berdialog dengannya. Apakah yang membuat Kleopas tidak mengenali Yesus ?. Dalam ayat 16 “ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga tidak dapat mengenal Yesus” sesungguhnya Tuhan sedang menahan pengenalan mereka agar Yesus bisa menjelaskan seluruh isi kita suci “injil” sebab Yesus ingin mereka percaya berdasarkan Firman Tuhan, bukan sekedar karena melihat penampakan Fisik Tuhan seperti yang sedang di nantikan oleh kleopas sendiri. Dan termasuk juga, dalam kondisi duka dan putus asa yang sedang menhampiri para murid, termasuk Kleopas karena terlalu jauh jatuh dalam focus akan kematian Yesus Kristus sehingga janji akan kebangkitan Kristus tidak ada dalam pikiran mereka. Dan jikalau kita baca dalam perikop Markus 16:12 dijelaskan disana bahwa Yesus menampakkan diri kepada mereka dalam rupa yang lain, tubuh yang lain artinya bukan dengan menggunakan tubuh orang lain, melainkan karna setelah kebangkitan Yesus tubuh Yesus berbeda dari tubuh jasmaniNya sebelum disalibkan, sehingga dalam kekudusan Yesus Kristus, mereka yang berjumpa denganNya termasuk Kleopas hidup dengan penuh ketakutan dan keraguan dan keberdosaan tidak dapat mengenali Yesus dengan benar.

 

Saudara saudari, satu hal penting yang ingin saya sampaikan lewat injil ini “Yesus telah membuktikan kesetianNya”. Lewat perikop ini, kisah Kleopas yang sedang meninggalkan Yerusalem “pusat persekutuan para murid” karena putus asa, Yesus justru malah hadir dan menguatkanNya kembali lewat kehadiranNya memberitakan Injil dan Sakramen “Yesus membagi bagikan roti”. Yesus tidak menunggu mereka Kembali ke Yerusalem atau bertobat lebih dahulu kemudian menjumpai kleopas. Melainkan dalam keadaan gagal dan penuh duka murid itu, Yesus datang dan menunjukkan kesetiaanNYa. Yesus berjalan bersama mereka sekitar 12 km berjalan kaki dan sambil menjelaskan isi kitab suci, ini adalah bukti kesetiaan Yesus. Di sepanjang perjalanan itu, Yesus membiarkan Kelopas menceritakan isi hatinya yang di warnai dengan rasa kecewa, Yesus menjadi pendengar baik, dan kemudian Yesus menjadi pengajar dan memulihkannya lewat membuktikan kehadiranNYa yang nyata lewat memberkati dan membagi bagi roti. Percayakah saudara bahwa Yesus sedang dan terus akan melakukan hal yang sama ini dalam hidup kita ?.

Para penafsir memang mengatakan bahwa salah seorang dari teman Kleopas adalah Lukas, namun karena dia yang menuliskan kitab ini, ia tidak menuliskan namanya sebagai bentuk dari kerendahan hati. Namun dalam konsep Lutheran “kita percaya bahwa seluruh yang tertulis dalam Alkitab tidak dipisahkan dari kita, oleh karena itu, para Lutheran mengatakan bahwa orang yang tidak dituliskan namanya tersebut adalah diri kita sendiri, sebab hal itu kita harus sadari bahwa Allah juga sungguh setia kepada kita, meskipun dalam kegagalan dan bimbang kita, Allah tetap setia dan selalu hadir untuk mengutkan dan mendengar isi hati kita terlebih memulihkan kita agar menjadi saksi Kristus.

 

2.      Tetapi karena JanjiNya dalam Firman dan Sakramen (Anugerah)

Saudara saudari, bagi kita para kaum Lutheran atau seluruh jemaat GKLI, perikop ini adalah dasar yang kuat bagi Gereja Lutheran bahwa perjamuan Kudus adalah sarana keselamatan (Means of Grace) sebab setelah Yesus Kristus bangkit, Ia hadir untuk menguatkan dan mengajarkan Kleopas akan sarana anugerah keselamatan lewat Ia terlebih dahulu menjelaskan seluruh isi kitab suci di sepanjang perjalanan dan kemudian membagi bagikan roti yang dengan hal itu terbukalah mata mereka dan dapat mengenal Yesus.

Perikop ini mengingatkan kita kembali bahwa Yesus Kristus sungguh bangkit dan Dia adalah Allah yang setia. Seperti Kleopas dan temannya yang di pulihkan oleh Yesus, demikianlah kita seharusnya harus penuh dengan sukacita dan pengharapan datang kepada Yesus dan menjadi saksiNya, sebagaimana para murid bangun kembali dan pergi ke Yerusalem untuk memberitakan perbuatan kasih Kristus bagaimana Yesus menuntun mereka untuk dapat mengenalNya.

 

Saudara saudari, apakah saudara sungguh percaya akan injil dan anugerah anugerhNya?

Di dalam rasa kecewa kita sekalipun bahkan dalam keadaan hati kita yang meragukan kuasa Tuhan, sungguh Ia hadir menguatkan dan memelihara kita, terlebih menuntun kita untuk dapat mengenal dan percaya kepadaNya. Oleh karena itu, Percayalah bahwa Yesus sungguh Allah yang setia. Dia adalah sumber anugerah yang berlimpah bagi kita. Seperti nama minggu kita pada saat ini, MISERICORDIAS DOMINI “Kasih setia Tuhan yang berarti juga bahwa Bumi penuh dengan kasih setia Tuhan”. Dalam Liturgi Gerejawi bagi kalangan Lutheran minggu misericordias domini adalah bagian dari minggu paskah yang dapat di sebut juga minggu paskah ke III. Nama misericordias domini di ambil dari nyanyian pembuka “introit” dalam Bahasa latin yang berbunyi “misericordias domini plena est terra” yang berarti Bumi penuh dengan kasih setia Tuhan (Maz.33:5).

 

Dalam Evangelium kita minggu ini (Lukas 24:13-35) Yesus sungguh hadir sebagai gembala yang baik, dan itulah sebabnya minggu ini juga dapat disebut sebagai Good Shephard Sunday. Sebagaimana dalam khotbah kita ini, Yesus hadir sebagai gembala yang baik, yang menyatakan kasih setiaNya yang tak berubah di tengah ketidak setiaan manusia, seperti Kleopas yang hendak bebalik ke kehidupannya yang awal. Lewat injil kita hari ini, Yesus hadir memberikan kita ingatan yang dipulihkan akan kehidupan baru dalam Kristus, kita di ajak untuk mengenali suara Kristus dalam kesusahan hidup, lewat melihat kuasa Tuhan dalam menuntun dan memelihara hidup kita. Sungguh Allah berkuasa dan Dia selalu bersuara kepada kita lewat Injil agar kita tidak tersesat dalam lembah kekelaman atau kematian kekal karna ketidak setiaan.

 

Melalui Injil ini, sekarang kita sedang tidak menantikan Kristus yang bangkit seperti para murid murid, melainkan kita sedang dan akan terus menantikan Yesus yang akan datang Kembali untuk mengakhiri dunia dan daging kita yang fana. Oleh karena itu, bagaimanakah sikap kita sebagai orang orang percaya dalam mensyukuri kebangkitan Yesus Kristus dan menantikan kedatanganNya?. Dalam minggu misericordias domini hari ini saya harus mengatakan akan hal yang penting bahkan yang sangat penting dalam menantikan Yesus adalah dengan setia dan hidup di dalam Gereja Kristus, hal ini berarti bahwa kita tidak dapat terpisah dari Gereja, tetapi bukan bangunanNya, melainkan Tubuh Kristus yang telah di bangun dalam diri kita dan Firman Allah dan sakramen sakramenNya yang tetap di layankan di dalam Gereja haru terus menerus kita terima dan kita hidup dari sana. Kristus sungguh hadir dalam Firman, dan perlu kita tahu bahwa Iman tidak didasarkan atas perasaan atau penglihatan kasat mata, tetapi sungguh pada janji Allah dalam Injil yang kita dengar dalam ibadah ini, dan hati yang berkobar kobar adalah hasil dari Firman yang diberitakan dengan benar seperti dalam ayat 32.

Ketika kita menerima sakramen, Kristus juga sungguh hadir di dalam, dengan dan melalui sakramen sakramenNya. Sungguh mata kedua murid terbuka saat Yesus “mengambil roti, mengucap berkat, memecahkannya dan memberikannya seperti dalam ayat 30, hal ini adalah pemahaman yang sama akan Iman kita bahwa Kristus juga sungguh hadir dalam Perjamuan Kudus (real presence) yang kita percayai bahwa Kristus sungguh hadir secara nyata dalam roti dan anggur, yang kita terima sebagai sarana keselamatan akan kita dan penguatan Iman kita akan Yesus Kristus.

 

Oleh karena itu, marilah kita setia kepada Yesus Kristus dengan tetap setia di dalam Firman dan sakramen sakramenNya, sebagaimana Kristus setia untuk kita, demikianlah kita setia kepadaNya, sebab hari ini kita di ingatkan dan dipulihkan Kembali bahwa keselamatan adalah anugerah Allah bagi kita yang harus kita pegang teguh dan kita beritakan kepada orang lain.

 

Demikianlah Firman Tuhan untuk kita, kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin

 

 

 

Pdt. Ardianus Situmorang S.Th

theologi Lutheran

Apakah Manfaat Pernyataan Tomas??

Kalau menurut sumber Lutheran konvensional yang pernah saya Baca.  Sesungguhnya pernyataan Tomas bukanlah suatu kebebalan atau teguran atas ...

what about theologi luther ?