BAHAN
SERMON
Minggu
Misericordiasdomini
EVANGELIUM : LUKAS 24 : 13 – 35
Thema
: “KRISTUS YANG BANGKIT ADALAH ALLAH KITA
YANG SETIA”
1.
IA
HADIR BUKAN KARENA KITA LAYAK ATAU MENGENAL_NYA DENGAN BENAR.
Saudara
saudari tahukah anda, apakah yang terjadi pada para murid murid setelah Yesus
di salibkan ?
Dalam
Matius pasal 26:31 dituliskan “Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba
itu akan tercerai berai”. Sesungguhnya hal inilah yang sedang dialami para
murid, sebab setalah kematian Yesus Kristus mereka sedang di selimuti rasa
takut, kesal bahkan kecewa, kekecewaan mereka terjadi atas pengharapan yang
salah akan Yesus Kristus. Termasuk dalam perikop kita hari ini, Kleopas adalah
seorang dari antara murid yang berharap bahwa Yesus adalah seorang pemimpin
politis “mesias duniawi” yang akan membebaskan bangsa Israel, dan secara
umum bangsa Yahudi berharap bahwa Yesus adalah mesias yang mereka nantikan yang
akan menjadi pemimpin politik untuk mengusir para penjajah romawi. Itu sebabnya
setelah kematian Yesus Kristus, sesungguhnya Kleopas sedang dalam perjalanan
pulang dari Jerusalem setelah perayaan paskah dan ingin Kembali ke kampungnya karena
Yesus telah mati, mereka sungguh kecewa karena Yesus Kristus telah disalibkan. Pengenalan
seperti ini banyak terjadi dan masih sering merasuki orang orang percaya, contoh
: Sering kita menempatkan pembebasan yang di bawa oleh Yesus jauh lebih
tinggi kemerdekaan social politik dari pada kemerdekaan dari dosa “kuasa maut”.
Jikalau
kita perhatikan dengan jelas, seiring perjalanan pelayanan Yesus bersama dengan
seluruh para murid muridNya,sesungguhnya Yesus sendiri telah berulang ulang memberitahukan
tentang diriNya, bahkan Ia telah menyampaikan kepada para murid muridNya akan kematian
dan kebangkitanNya dari kematian pada hari yang ketiga. Namun disinilah letak
kelemahan kita manusia dalam hal yang sama seperti para murid murid “kita tidak
dapat percaya pada Yesus Kristus tanpa Kuasa Allah sendiri lewat Roh kudusNya
dan Kuasa Injil yang mengumpulkan dan menerangi hati kita”.
Dalam
perikop kita hari ini, Kleopas dan salah sseorang temannya yang tidak di
tuliskan namanya secara langsung dalam Alkitab sedang berjalan dengan Yesus di jalan
menuju ke Emau. Berita akan kematian Yesus Kristus sesungguhnya sedang menjadi
berita yang hangat atau istilah sekarang viral, hal itulah sebabnya Kleopas
mengatakan kepada Yesus “adakah engkau satu satunya orang asing di Yerusalem
yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari hari belakangan ini??. Sungguh
tidak sedikit pun Kleopas tidak mengenali Rupa Yesus yang sedang berdialog
dengannya. Apakah yang membuat Kleopas tidak mengenali Yesus ?. Dalam ayat 16 “ada
sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga tidak dapat mengenal Yesus” sesungguhnya
Tuhan sedang menahan pengenalan mereka agar Yesus bisa menjelaskan seluruh isi
kita suci “injil” sebab Yesus ingin mereka percaya berdasarkan Firman Tuhan,
bukan sekedar karena melihat penampakan Fisik Tuhan seperti yang sedang di
nantikan oleh kleopas sendiri. Dan termasuk juga, dalam kondisi duka dan putus
asa yang sedang menhampiri para murid, termasuk Kleopas karena terlalu jauh
jatuh dalam focus akan kematian Yesus Kristus sehingga janji akan kebangkitan
Kristus tidak ada dalam pikiran mereka. Dan jikalau kita baca dalam perikop
Markus 16:12 dijelaskan disana bahwa Yesus menampakkan diri kepada mereka dalam
rupa yang lain, tubuh yang lain artinya bukan dengan menggunakan tubuh orang
lain, melainkan karna setelah kebangkitan Yesus tubuh Yesus berbeda dari tubuh
jasmaniNya sebelum disalibkan, sehingga dalam kekudusan Yesus Kristus, mereka
yang berjumpa denganNya termasuk Kleopas hidup dengan penuh ketakutan dan
keraguan dan keberdosaan tidak dapat mengenali Yesus dengan benar.
Saudara
saudari, satu hal penting yang ingin saya sampaikan lewat injil ini “Yesus
telah membuktikan kesetianNya”. Lewat perikop ini, kisah Kleopas yang
sedang meninggalkan Yerusalem “pusat persekutuan para murid” karena putus asa,
Yesus justru malah hadir dan menguatkanNya kembali lewat kehadiranNya
memberitakan Injil dan Sakramen “Yesus membagi bagikan roti”. Yesus tidak
menunggu mereka Kembali ke Yerusalem atau bertobat lebih dahulu kemudian menjumpai
kleopas. Melainkan dalam keadaan gagal dan penuh duka murid itu, Yesus datang
dan menunjukkan kesetiaanNYa. Yesus berjalan bersama mereka sekitar 12 km
berjalan kaki dan sambil menjelaskan isi kitab suci, ini adalah bukti kesetiaan
Yesus. Di sepanjang perjalanan itu, Yesus membiarkan Kelopas menceritakan isi
hatinya yang di warnai dengan rasa kecewa, Yesus menjadi pendengar baik, dan
kemudian Yesus menjadi pengajar dan memulihkannya lewat membuktikan kehadiranNYa
yang nyata lewat memberkati dan membagi bagi roti. Percayakah saudara bahwa
Yesus sedang dan terus akan melakukan hal yang sama ini dalam hidup kita ?.
Para
penafsir memang mengatakan bahwa salah seorang dari teman Kleopas adalah Lukas,
namun karena dia yang menuliskan kitab ini, ia tidak menuliskan namanya sebagai
bentuk dari kerendahan hati. Namun dalam konsep Lutheran “kita percaya bahwa seluruh
yang tertulis dalam Alkitab tidak dipisahkan dari kita, oleh karena itu, para
Lutheran mengatakan bahwa orang yang tidak dituliskan namanya tersebut adalah
diri kita sendiri, sebab hal itu kita harus sadari bahwa Allah juga sungguh setia
kepada kita, meskipun dalam kegagalan dan bimbang kita, Allah tetap setia dan
selalu hadir untuk mengutkan dan mendengar isi hati kita terlebih memulihkan
kita agar menjadi saksi Kristus.
2.
Tetapi
karena JanjiNya dalam Firman dan Sakramen (Anugerah)
Saudara
saudari, bagi kita para kaum Lutheran atau seluruh jemaat GKLI, perikop ini
adalah dasar yang kuat bagi Gereja Lutheran bahwa perjamuan Kudus adalah sarana
keselamatan (Means of Grace) sebab setelah Yesus Kristus bangkit, Ia hadir
untuk menguatkan dan mengajarkan Kleopas akan sarana anugerah keselamatan lewat
Ia terlebih dahulu menjelaskan seluruh isi kitab suci di sepanjang perjalanan
dan kemudian membagi bagikan roti yang dengan hal itu terbukalah mata mereka
dan dapat mengenal Yesus.
Perikop
ini mengingatkan kita kembali bahwa Yesus Kristus sungguh bangkit dan Dia
adalah Allah yang setia. Seperti Kleopas dan temannya yang di pulihkan oleh
Yesus, demikianlah kita seharusnya harus penuh dengan sukacita dan pengharapan
datang kepada Yesus dan menjadi saksiNya, sebagaimana para murid bangun kembali
dan pergi ke Yerusalem untuk memberitakan perbuatan kasih Kristus bagaimana
Yesus menuntun mereka untuk dapat mengenalNya.
Saudara
saudari, apakah saudara sungguh percaya akan injil dan anugerah anugerhNya?
Di
dalam rasa kecewa kita sekalipun bahkan dalam keadaan hati kita yang meragukan
kuasa Tuhan, sungguh Ia hadir menguatkan dan memelihara kita, terlebih menuntun
kita untuk dapat mengenal dan percaya kepadaNya. Oleh karena itu, Percayalah
bahwa Yesus sungguh Allah yang setia. Dia adalah sumber anugerah yang berlimpah
bagi kita. Seperti nama minggu kita pada saat ini, MISERICORDIAS DOMINI “Kasih
setia Tuhan yang berarti juga bahwa Bumi penuh dengan kasih setia Tuhan”. Dalam
Liturgi Gerejawi bagi kalangan Lutheran minggu misericordias domini adalah
bagian dari minggu paskah yang dapat di sebut juga minggu paskah ke III. Nama misericordias
domini di ambil dari nyanyian pembuka “introit” dalam Bahasa latin yang
berbunyi “misericordias domini plena est terra” yang berarti Bumi penuh dengan
kasih setia Tuhan (Maz.33:5).
Dalam
Evangelium kita minggu ini (Lukas 24:13-35) Yesus sungguh hadir sebagai gembala
yang baik, dan itulah sebabnya minggu ini juga dapat disebut sebagai Good
Shephard Sunday. Sebagaimana dalam khotbah kita ini, Yesus hadir sebagai
gembala yang baik, yang menyatakan kasih setiaNya yang tak berubah di tengah
ketidak setiaan manusia, seperti Kleopas yang hendak bebalik ke kehidupannya
yang awal. Lewat injil kita hari ini, Yesus hadir memberikan kita ingatan yang
dipulihkan akan kehidupan baru dalam Kristus, kita di ajak untuk mengenali
suara Kristus dalam kesusahan hidup, lewat melihat kuasa Tuhan dalam menuntun dan
memelihara hidup kita. Sungguh Allah berkuasa dan Dia selalu bersuara kepada
kita lewat Injil agar kita tidak tersesat dalam lembah kekelaman atau kematian
kekal karna ketidak setiaan.
Melalui
Injil ini, sekarang kita sedang tidak menantikan Kristus yang bangkit seperti
para murid murid, melainkan kita sedang dan akan terus menantikan Yesus yang
akan datang Kembali untuk mengakhiri dunia dan daging kita yang fana. Oleh karena
itu, bagaimanakah sikap kita sebagai orang orang percaya dalam mensyukuri kebangkitan
Yesus Kristus dan menantikan kedatanganNya?. Dalam minggu misericordias domini hari
ini saya harus mengatakan akan hal yang penting bahkan yang sangat penting dalam
menantikan Yesus adalah dengan setia dan hidup di dalam Gereja Kristus, hal ini
berarti bahwa kita tidak dapat terpisah dari Gereja, tetapi bukan bangunanNya,
melainkan Tubuh Kristus yang telah di bangun dalam diri kita dan Firman Allah
dan sakramen sakramenNya yang tetap di layankan di dalam Gereja haru terus menerus
kita terima dan kita hidup dari sana. Kristus sungguh hadir dalam Firman, dan
perlu kita tahu bahwa Iman tidak didasarkan atas perasaan atau penglihatan
kasat mata, tetapi sungguh pada janji Allah dalam Injil yang kita dengar dalam
ibadah ini, dan hati yang berkobar kobar adalah hasil dari Firman yang diberitakan
dengan benar seperti dalam ayat 32.
Ketika
kita menerima sakramen, Kristus juga sungguh hadir di dalam, dengan dan melalui
sakramen sakramenNya. Sungguh mata kedua murid terbuka saat Yesus “mengambil
roti, mengucap berkat, memecahkannya dan memberikannya seperti dalam ayat 30,
hal ini adalah pemahaman yang sama akan Iman kita bahwa Kristus juga sungguh
hadir dalam Perjamuan Kudus (real presence) yang kita percayai bahwa Kristus
sungguh hadir secara nyata dalam roti dan anggur, yang kita terima sebagai sarana
keselamatan akan kita dan penguatan Iman kita akan Yesus Kristus.
Oleh
karena itu, marilah kita setia kepada Yesus Kristus dengan tetap setia di dalam
Firman dan sakramen sakramenNya, sebagaimana Kristus setia untuk kita,
demikianlah kita setia kepadaNya, sebab hari ini kita di ingatkan dan dipulihkan
Kembali bahwa keselamatan adalah anugerah Allah bagi kita yang harus kita
pegang teguh dan kita beritakan kepada orang lain.
Demikianlah
Firman Tuhan untuk kita, kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus
memelihara dan menolong kita semua. Amin
Pdt. Ardianus Situmorang S.Th