Senin, 24 November 2025

Tuhan meninggikan orang Rendah - Mazmur 113

Salam kasih Kristus. 


Firman Allah untuk kita. 
Mazmur 113 : 3
Dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari terpujilah nama TUHAN.
Mazmur 113 : 4
TUHAN tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit.
Mazmur 113 : 7
Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur,


Saudara saudari, Mazmur ini adalah merupakan rangkuman dari kedua mazmur sebelumnya dan menjadi satu pujian bersama yang dinaikkan oleh jemaat-hamba hamba Tuhan kepada Allah. 
Pemazmur menyebut jemaat dengan sebutan hamba-hamba-Nya. Hamba di sini dikaitkan dengan ketaatan kepada tuannya. Hanya mereka yang taat kepada Tuhanlah yang dapat memuji-Nya dengan benar. 

" *Terpujilah nama Tuhan*" Nam Tuhan akan selalu terpuji jikalau kita hidup dalam pertobatan yang sejati, sebab pertobatan akan mendorong kita untuk selalu memuji nama Allah, dan pujian kepada Allah adalah respons pujian kita atas berkat berkatnya yang lebih dulu kita terima. Dalam konteks ini dapat kita lihat bahwa Pemazmur berkomitmen untuk memulai memuji Tuhan dan berkomitmen tak akan henti-henti memuji-Nya sampai selamanya (ayat 2-3). Ini berarti bahwa ibadah adalah merupakan satu gaya hidup yang menjadi kebutuhan dalam hidup orang percaya. Kemudian, dalam perikop ini dapat kita lihat juga bahwa pemazmur menyatakan kemuliaan Tuhan yang jauh lebih tinggi daripada kemuliaan bangsa-bangsa. Ia lebih tinggi daripada kemuliaan terbesar yang dapat diraih oleh manusia, daripada langit, yang mewakili ketinggian maksimal dalam ciptaan (ayat 4). 

Kekaguman pemazmur kepada Tuhan semakin bertambah dengan merenungkan kenyataan-kenyataan paradoks. Allah yang Mahatinggi sudi merendah ke bumi demi manusia (ayat 5-6) dengan maksud untuk memperhatikan orang miskin, hina, dan tersingkir, serta mengangkat mereka sederajat dengan orang-orang yang kaya, mulia, dan terpandang (ayat 7-9) di dalam anugerahNya. Inilah berkat Tuhan yang dialami oleh orang-orang yang sadar dirinya tak berdaya dalam kerendahannya. Hal itu tidak mungkin dipahami atau dinikmati oleh orang-orang yang merasa "kaya," "mulia," dan "terpandang" oleh usaha sendiri (tidak membutuhkan Tuhan). 

Oleh karena itu, marilah kita selalu merendahkan diri di hadapan Tuhan, memandang terus kepadaNya, sebab dialah sumber kehidupan dan pertolongan kita. Tidak ada respons yang lebih tepat selain memuji Tuhan atas semua perbuatan tangan-Nya yang ajaib, tak terduga, dan indah. Kita tak perlu merasa hina di dunia yang mengutamakan kemegahan lahiriah, karena kesukaan kita ada di dalam Kristus. 
Tetaplah merendah di hadapan Tuhan dengan puji pujian atas anugerahNya. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Berbahagialah Yang Takut Akan Tuhan - Mazmur 112

Salam kasih Kristus. 

Firman Tuhan untuk kita. 
Mazmur 112 : 1
Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.
Mazmur 112 : 2
Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati.
Mazmur 112 : 3
Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya.
Mazmur 112 : 9
Ia membagi-bagikan, ia memberikan kepada orang miskin; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.


Saudara saudari, Apa yang menjadi jaminan orang benar bahwa hidupnya akan berbahagia? Bukan siapa dirinya dan apa perbuatannya, melainkan bagaimana relasinya dengan Allahnya. Yaitu relasi yang merespons segala karya Allah yang sudah dinyatakan atas dirinya.

Bagian kedua trio mazmur Haleluya (111-113) ini menguraikan perbuatan orang benar dan akibat dari merespons dengan tepat segala karya Tuhan yang sudah dipujikan dalam Mazmur 111 (lih. ayat 10). Mazmur ini bercirikan sastra hikmat melihat tekanan kepada "takut akan Tuhan" (lih. Ams. 1:7) dan kesukaan akan Taurat Tuhan, "yang sangat suka kepada segala perintah-Nya" (lih. Mzm. 119:16, 24, 47, dst.). Pembukaan mazmur ini "Berbahagialah orang..., " maupun isinya yang membandingkan orang benar (2-9) dan orang fasik (10), mirip dengan Mazmur 1. Seperti Mazmur 111, Mazmur 112 ini bersifat puisi akrostik, setiap baris dimulai dengan huruf-huruf yang sesuai dengan urutan abjad Ibrani.

Panggilan anak Tuhan bukan hanya memuji Tuhan karena karya-Nya yang dahsyat, yang keluar dari karakter-Nya yang luar biasa, tetapi bagaimana mewujudkan karakter tersebut dalam hidupnya. Oleh karena sikap hidup yang meneladani Tuhan inilah, kehidupan anak Tuhan disebut berbahagia. Seluruh hidupnya diabdikan untuk hal-hal baik, seperti selalu melakukan hal yang baik bagi orang lain (5, "mujur" lebih tepat diterjemahkan "adalah baik"; 9). Orang yang demikian tidak akan goyah (6), bahkan dalam situasi yang sulit "gelap" ia akan keluar sebagai pemenang "terang" (4), dan ia dapat memercayakan hidup sepenuhnya kepada Tuhan (7).

Mazmur ini mengajak kita mewujudkan karakter Allah dalam hidup keseharian kita: di dalam keluarga kita sebagai orang tua yang baik (2-3), dalam relasi kita sebagai sahabat dengan sesama manusia, berbelas kasih dan berlaku adil kepada orang miskin (4-5, 9). Dengan demikian kita akan disebut orang yang berbahagia.

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh memelihara dan menolong kita semuanya. Amin 🙏

Rabu, 19 November 2025

Apakah Tuhan meng kehendaki PERCERAIAN?? Markus 10:1-13

Damai sejahtera Allah Bapa, Anak dan Roh kudus yang memelihara kamu sekalian, amin 🙏. 
Firman Allah untuk kita
Markus 10 : 6
Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan,
Markus 10 : 7
sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya,
Markus 10 : 8
sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.
Markus 10 : 9
Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."


Saudara saudari, Pernikahan Kristen adalah ikatan yang kudus dan eksklusif. Namun, pada kenyataannya, pernikahan Kristen juga diperhadapkan pada berbagai persoalan rumit, salah satunya adalah perceraian.

Sampai saat ini, perceraian adalah satu topik penting yang terus dibicarakan dan diperdebatkan di kalangan Kristen. Gereja gereja Tuhan terus menggumuli bagaimana mengatasi persoalan ini. Namun, persoalan ini semakin pelik dan sulit dicarikan titik temunya karena masing-masing gereja memiliki persepsi sendiri. Lalu bagaimanakah Alkitab memandang hal ini? 

Dalam perikop ini dapat kita lihat, bahwa sesungguhnya ahli ahli taurat hendak menguji apakah Yesus sepandangan dengan Musa tentang perceraian. Namun usaha pengujian itu menjadi sia-sia karena ternyata Yesus justru bertanya balik mengenai apa yang Musa perintahkan. Sesungguhnya, Yesus sudah tahu maksud orang-orang Farisi yang ingin mengadunya dengan pandangan Musa. Tetapi, orang-orang Farisi itu tidak menjawab apa yang diperintahkan tetapi apa yang diperbolehkan Musa. Memang, menurut Ulangan 24:1, Musa memperbolehkan perceraian dengan syarat ada surat perceraian. Yesus tidak menyangkal hal itu, tetapi ketentuan itu diberikan bukan berdasarkan perintah Allah, yang diberikan sejak awal penciptaan, tetapi untuk memuaskan kedegilan hati orang-orang zaman itu. 

Yesus menjelaskan dua hal penting tentang cita-cita Allah menciptakan laki-laki dan perempuan (lih. Kej. 1:27 dan 2:24).
1. Pernikahan adalah rencana Allah. Di dalamnya laki-laki dan perempuan hidup dalam suatu persekutuan yang tak terpisahkan, saling berbagi, saling mengisi, saling menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing, dan harus berlangsung seumur hidup, sebab keduanya telah menjadi satu. 
2. Laki-laki harus meninggalkan ayah dan ibunya untuk menjadi "satu daging" dengan istrinya. Artinya, mereka berada dalam persekutuan hidup yang utuh dan permanen. Karena itu tidak dapat dipisahkan, bahkan dengan alasan apa pun! 

Oleh karena itu, sekalipun karena kerasnya hati ataupun karna ketidak cocokan, firman Tuhan berkata bahwa perceraian bukanlah solusi, dan solusi yang sesungguhnya dalam menghadapi isu atau konflik yang menimbulkan perceraian adalah Pertobatan sejati. Jika laki laki dan perempuan hidup di dalam pertobatan, berada dalam keadaan merendahkan diri di hadapan Allah, maka sesungguhnya perceraian tidak akan ada terjadi.
Ingatlah, perceraian tidak diizinkan dan diperkenankan oleh Allah. Karena pernikahan Kristen adalah bersifat kudus dan ekslusif.

Maka, marilah kita menghormati kekudusan dan ke_eksklusivitasan pernikahan dalam hidup kita. Sebab, pernikahan yang setia dan penuh dengan kasih adalah rancangan Allah bagi manusia sejak awal penciptaan, tetaplah berkomitmen untuk memperbaiki dan menjaga pernikahan sampai akhir hidup. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Selasa, 18 November 2025

Tuhan meninggikan orang rendah_Hina - Mazmur 113

Shalom.... 
Firman Allah untuk kita. 
Mazmur 113 : 3
Dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari terpujilah nama TUHAN.
Mazmur 113 : 4
TUHAN tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit.
Mazmur 113 : 7
Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur,


Saudara saudari, Mazmur ini adalah merupakan rangkuman dari kedua mazmur sebelumnya dan menjadi satu pujian bersama yang dinaikkan oleh jemaat-hamba hamba Tuhan kepada Allah. 
Pemazmur menyebut jemaat dengan sebutan hamba-hamba-Nya. Hamba di sini dikaitkan dengan ketaatan kepada tuannya. Hanya mereka yang taat kepada Tuhanlah yang dapat memuji-Nya dengan benar. 

" *Terpujilah nama Tuhan*" Nam Tuhan akan selalu terpuji jikalau kita hidup dalam pertobatan yang sejati, sebab pertobatan akan mendorong kita untuk selalu memuji nama Allah, dan pujian kepada Allah adalah respons pujian kita atas berkat berkatnya yang lebih dulu kita terima. Dalam konteks ini dapat kita lihat bahwa Pemazmur berkomitmen untuk memulai memuji Tuhan dan berkomitmen tak akan henti-henti memuji-Nya sampai selamanya (ayat 2-3). Ini berarti bahwa ibadah adalah merupakan satu gaya hidup yang menjadi kebutuhan dalam hidup orang percaya. Kemudian, dalam perikop ini dapat kita lihat juga bahwa pemazmur menyatakan kemuliaan Tuhan yang jauh lebih tinggi daripada kemuliaan bangsa-bangsa. Ia lebih tinggi daripada kemuliaan terbesar yang dapat diraih oleh manusia, daripada langit, yang mewakili ketinggian maksimal dalam ciptaan (ayat 4). 

Kekaguman pemazmur kepada Tuhan semakin bertambah dengan merenungkan kenyataan-kenyataan paradoks. Allah yang Mahatinggi sudi merendah ke bumi demi manusia (ayat 5-6) dengan maksud untuk memperhatikan orang miskin, hina, dan tersingkir, serta mengangkat mereka sederajat dengan orang-orang yang kaya, mulia, dan terpandang (ayat 7-9) di dalam anugerahNya. Inilah berkat Tuhan yang dialami oleh orang-orang yang sadar dirinya tak berdaya dalam kerendahannya. Hal itu tidak mungkin dipahami atau dinikmati oleh orang-orang yang merasa "kaya," "mulia," dan "terpandang" oleh usaha sendiri (tidak membutuhkan Tuhan). 

Oleh karena itu, marilah kita selalu merendahkan diri di hadapan Tuhan, memandang terus kepadaNya, sebab dialah sumber kehidupan dan pertolongan kita. Tidak ada respons yang lebih tepat selain memuji Tuhan atas semua perbuatan tangan-Nya yang ajaib, tak terduga, dan indah. Kita tak perlu merasa hina di dunia yang mengutamakan kemegahan lahiriah, karena kesukaan kita ada di dalam Kristus. 
Tetaplah merendah di hadapan Tuhan dengan puji pujian atas anugerahNya. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Jumat, 14 November 2025

PORSEA MA HITA JESUS DO ANAK NI DEBATA - Jamita minggu Judika tahun 2026

 

JAMITA MINGGU JUDIKA – PASSION V

22/03/2026

Evangelium : Johanes 11 : 46 – 53

Patujolo :  Angka dongan sahaporseaon, dung lam sar barita halongangan na pinatupa ni Jesus, marhite na pinahehe ni Jesus si Lazarus sian na mate gabe lam torop angka jolma na porsea, jala mangihuthon Kristus Jesus i. Molo di horong ni angka na masihol di haroro ni sipalua tontu gabe sada barita las ni roha do i, alai di turpuk jamita on, di namasa di halak Jahudi nang di horong ni halak Parise ala so porsea nasida di Jesus Kristus gabe dipungka nasida do parrapotan bolon laho pados tahi nasida manangkup Jesus, ai biar situtu do roha nasida molo lam torop na mangihuthon Kristus Jesus. Di ari parpudi on pe molo taparohahon do denggan, sasintongna lam torop do nang halak naso mangharingkothon angka barita na denggan, barita haluaon, lumobi ma na olo manghatindanghon nang manghaporseai Jesus Kristus. Nga lam torop be angka pangajari na sala, na manghatindahon na sala taringot tu Jesus Kristus. Sialani i, marhite hata ni Debata di minggu Judika sadari on ondol paingothon hita marhite tema ni Jamitanta na mandok :

Thema : PORSEA MA HITA JESUS DO ANAK NI DEBATA

1.      ALANI UNANG TALEHON BE ROHANTA DI RAJAI SIBOLIS

Molo tapaihut ihut do pardalanan pelayanan ni Jesus Kristus marhite surat ni si Lukas, tung mansai maol do tarjalo ni halak Parise nang angka sintua ni malim taringot tu hadirion ni Jesus Kristus(Mat.23:1-36;Mat.12:24;Luk.7:30). Ndang tarjalo nasida angka halongangan na pinatupa ni Jesus Kristus i ala so porsea nasida, Jala tung maralo situtu do haporseaon nasida maradophon Tuhan Jesus Kristus. Alani do molo tajaha nakin di turpuk jamita on, martuptup/marrapot do halak parise nang sintua ni malim naeng pados tahi laho manangkup Jesus Kristus, ai biar situtu do roha nasida molo lam tung torop na mangihuthon Kristus Jesus, jala biar do nang nasida molo gabe di rajai halak rom jala di buat angka ugasan “arta” nasida (47,48). Alani disangkapi nasida do dalan laho manangkup Jesus asa unang lam sar angka barita na pinatupa ni Jesus, lumobi ma songon di topik na parjolo “dipangolu Tuhan Jesus si Lazarus” manambai sogo ni roha nasida do i, sotung lam torop na porsea.

Sasintongna, ringkot do jumolo ingkon ta teliti jala ta antusi, aha do umbahen ndang lomo roha ni halak jahudi “parise nang sintua ni malim” i di hasintongan taringot tu hadirion ni Jesus ??.

Molo tajaha do di surat ni si Johanes “Joh.17:25” di na martangiang Jesus tu Ama i didok Jesus do ndang di tanda portibi on Debata. Jala molo ta patudos muse tu Johanes 8:44 didok do disi bahwa “na mar ama tu sibolis do ganup angka na olo mian di bagasan sangkap na jahat, ai angka lomo ni roha ni sibolis ido di sangkapi jala di ulahon”. Alani dapot astuanta bahwa na umbahen ndang porsea halak jahudi di hadirion ni Jesus sasintongna angka ima ulaon ni SIBOLIS na sai tongotng mangarajai di roha nang di pikkiran nasida. Alani do, molo tabereng di turpuk jamita on (49), di na martuptup/marrapot nasida, jongjong do si Kayapas ima sahalak sian horong ni yahudi golongan saduse na gabe uluan di sanhedrin “majelis tertinggi yahudi” na mambaen keputusan, tumagonan do mate sahalak dari pada torop jolma. Pandohan on sasintongna pandohan na jahat do on, ai holan sibolis do na marsangkap na roa, lumobi ma na naeng pasidunghon hosa ni Jesus (Joh.8:44;1Yoh.3:8).

Marhite jamita on, dipaingot hita asa ganup angka na porsea, naung manjalo asi ni roha marhite pandidion na badia nang hataNa unang be olo hita mamelehon dirinta di pangke si bolis gabe ula ulana. Ingkon barani do hita maninggalhon saluhut angka sangkap ni sibolis sian nasa rohanta. Songon sangkap ni Debata naung pinatupaNa di hita, dipaias jala di gotaphon nasa dosa hamatean i sian hita marhite Aek di pandidion i, nang marhite Jesus Kristus naung mate jala hehe sian hamatean i, sasintongna ingkon olo ma hita mangalehon ganup dirinta gabe pelean na mangolu tu Debata marhite, na manjangkon hasintongan dohot manghatindanghonsa tu ganup jolma.

2.      AI NGA RO JESUS SIPALUA I TU PORTIBI ON PALUAHON ANGKA NA PORSEA

Ganup hita na porsea di Debata, ta antusi jala ta haporsea do Jesus ro tu portibi on laho papatarhon holong ni roha ni Debata do tu portibi on (Joh.3:16) lumobi ma tu ganup hita jolma na tinoppaNa(Yoh.14:6). Sian mula ni mula ni portibi on (masa panompaon) ditahi Debata do, asa ganup jolma i nian mian di bagasan hasonangon, jala marsonang sonang di bagasan panggomgomion ni Debata, ido asa jumolo sandok na ringkot di jolma i di tompa Debata dung pe asa jolma i tumiru rupa dohot pangalahoNa (imagodei), dung i pe di bahen ma jolma na parjolo i di porlak Eden, ima inganan hasonagan. Alai, ala so tangi jolma i di Debata, di oloi do sangkap ni sibolis i, gabe madabu ma tu bagasan dosa na mambahen holang hita sian Debata(Kej.3:4). Di na holang jolma i sian Debata ndang adong na boi ise pe pajonokhon diri tu Ibana, lumobi ma na padomuhon hita mulak tu Debata ianggo so Ibana sandiri na padomuhon DiriNa tu hita marhite Jesus Kristus(Efe.1:4). Di na punjun jolma i sian Debata ala ni dosa, ndang adong na boi paluahon jolma i sian gonggoman ni dosa hamatean i, ianggo so Debata sandiri na paluahon hita marhite Jesus Kristus(Yoh.14:6). Debata do napaluahon hita, ai ndang adong jolma na boi paluahon dirina sian gomgoman hamatean i. Nunga di palua hita marhite hamamate dohot haheheon ni Jesus Kristus, sae do utang ni dosa hamatean i holan marhite mudar ni Jesus Kristus sambing(1Joh.2:2), jala ganup na porsea angka na mian di bagasan pangkirmon nasintong i, holan ido muse na partohap di asi ni roha ni Debata.

Haroro ni Jesus tu portibi on, naung sinangkapan ni Debata do i, jala na ingkon mate do Jesus Kristus di hau pinorsilang songon naung ni aturhon ni Debata tu Ibana, alai di hata ni Debata di dok do marjea ma angka naung na manjehehon Jesus Kristus (Luk.22:22). Marhite turpuk jamita sadari on, di minggu Judika on paingothon hita gomos asa manongtong ma tapelehon dirinta holan tu Debata sambing. Memang selama di hasiangan on ndang adong hita jolma na boi secara sempurna 100% mamelehon diriNa tu Debata ala mangula dope si bolis di portibi on. Alai songon na nidok ni tokoh Reformasi “pertobatan setiap hari”. Ringkot do ingkon ulahononta i di ngolunta ganup marsada sada, ai ido hataridaan ni ngolu ni jolma na manontong marpangkirimon tu Debata, siganup ari – ganup tingki ro mangido ampun tu Debata di sandok dosa na taulahon. Molo boi do tarulahon hita di ganup tingki pajonokhon diri tu Debata, tontu ndang adong be tingki di sibolis i laho manegai pingkiranta mangalo Debata, lumobi ma manundalhon asi ni rohaNa.

Sialani i, marhite goar ni minggunta sadari on, minggu Judika “Luluhon au ale Debata Jahowa”maz.17:23. Porsea ma hita, lehonon ni Debata do di ujungna muse Hasintongan-Keadilan di ganup angka na manongtong marpangkirimon tu Debata. Ai nunga di pasintong Debata hita marhite diriNa sandiri na pasidunghon dosa hamatean i. Alani mian ma hita di bagasan hasintongan naung ni lehon ni Debata di hita, porsea hita sintong do Jesus i anak ni Debata na gabe jolma jala Debata situtu. Jala anggiat ma nian di masa mingu minggu pra paskah on, ta pangke ma tingki gabe masa perenungan di hita marningot haluaon ta naung pinatupa ni Jesus, marhite sitaonon na parir mate Ibana di hau pinorsilang jala hehe sian hamatean i holan humongkop hita jolma, manongtong ma hita marhaporseaon tu Jesus Kristus, Amen !.

                                                                                                   Pdt. Resort Baloi kolam Batam

Pdt. Ardianus Situmorang S.Th


kisah Ayub

Ayub adalah orang yang baik. Ia mengasihi Tuhan dan melayani-Nya dengan baik. Ketika Ayub kehilangan segalanya, teman-temannya mengira ia pasti telah melakukan sesuatu yang sangat jahat. Namun Ayub bersikeras bahwa ia tidak melakukan kesalahan apa pun. Ia tidak mengerti mengapa semua ini terjadi padanya. Ayub sungguh hidup di jalan yang benar. Tuhan mengizinkan Setan menyerang Ayub untuk menguji imannya, bukan untuk menghukumnya.

Ketika Adam dan Hawa tidak menaati Tuhan , dosa, penyakit, bencana, dan kematian merasuki dunia. Seringkali, orang-orang yang tidak bersalah menderita karenanya. Tetapi karena Tuhan mengasihi kita, Dia tidak ingin orang-orang menderita dan mati karena hal-hal ini. Dia ingin kita hidup sebagaimana yang Dia inginkan ketika Dia menciptakan dunia dan menyebutnya "sungguh baik." Maka Dia mengutus Putra-Nya untuk mati menggantikan kita dan menebus dosa-dosa kita. Kini dosa-dosa kita diampuni dan kita akan hidup selamanya bersama-Nya. Suatu hari nanti, Yesus akan kembali untuk mengakhiri dosa, penderitaan, kesedihan, dan kematian. Dalam hidup yang kekal, Dia akan menghapus setiap air mata dari mata kita.

Meskipun dosa, penderitaan, kesedihan, dan kematian masih terus berlanjut di dunia ini bahkan bagi kita. Tetapi ingatlah, Ketika Ayub kehilangan kesehatannya, ia datang mengeluh kepada Tuhan bahwa itu tidak adil. Bagaimanapun, ia adalah memang orang baik. Tuhan telah menunjukkan bahwa Ayub sungguh percaya kepada-Nya, meskipun Ayub tidak dapat memahami mengapa ia menderita. Tetapi Tuhan sungguh tahu yang terbaik dan terkadang Tuhan membiarkan kejahatan terjadi karena mengakhirinya lebih buruk daripada membiarkannya terjadi begitu saja. Tuhan dapat menggunakan kejahatan didunia untuk memperkuat iman kita — kepercayaan kita — keyakinan kita kepada-Nya dan pengharapan penuh akan janji-janji-Nya. Ayub telah bertobat dari keraguannya terhadap Tuhan dan menaruh kepercayaannya pada kasih Tuhan. Dan lihatlah pada akhirnya, Tuhan memulihkan kemakmuran Ayub.



#Vdma

Senin, 10 November 2025

Lengkap Prolog dan liturgi natal Pemda/i

PROLOG DAN LITURGI NATAL 
 Liturgi I (Puji Pujian) 
Prolog : Puji pujian bagi Allah yang telah menciptakan Langit dan bumi beserta segala isinya, Dia adalah yang Awal dan Akhir. Dia adalah Allah yang hidup yang bertahta di Sorga. Karena itu, kita sebagai Manusia ciptaanNya marilah kita melihat dan merenungkan bagaimana Karya Allah dalam kehidupan kita, Sehingga kita didorong untuk selalu bersyukur dalam segala hal serta mau memuji dan memuliakan nama_Nya. Marilah kita mendengarkan liturgi yang I. 
 1. Mazmur 148 : 1-3
 2. Mazmur 148 : 4-5 
 3. Mazmur 150 : 1-2 
 4. Mazmur 150 : 3-4 
 5. Mazmur 150 : 5-6 
 6. Mazmur 149 : 3-4 
 7. Mazmur 145 : 2-3 
 8. Mazmur 145 : 8-9 
 9. Mazmur 145 : 18-19 
 10. Mazmur 145 : 21 
 11. Mazmur 146 : 1-2 
 12. Mazmur 148 : 1 - 4 

 LITURGI II (Penciptaan) 
Prolog : Tuhan Allah adalah Raja Yang Maha Kuasa, Dialah yang menciptakan langit dan bumi serta segala isinya. Cakrawala yang luas dan elok, gunung-gunung yang menjulang tinggi, dan burung-burung yang berkicau dengan merdu, semuanya itu menunjukkan keindahan hasil karya tangan Tuhan Allah. Bagaimanakah semua ini bisa terjadi ?…… Mari kita dengarkan LITURGI ke II. 
Liturgi IIa : (Pada Mulanya) 
1. Kejadian 1 : 1 
2. Kejadian 1 : 1 
3. Kejadian 1 : 1 
4. Kejadian 1 : 1 

 Liturgi IIb : (Penciptaan)
 1. Kejadian 1 : 1 - 2 
 2. Kejadian 1 : 26 
 3. Kejadian 2 : 4 – 5 
 4. Kejadian 2 : 6 – 7 
 5. Mazmur 19 : 2 – 4 
 6. Mazmur 19 : 5 – 7 
 7. Mazmur 89 : 12 – 13 
 8. Mazmur 147 : 8 – 9 
 9. Mazmur 92 : 5 – 6 
 10. Mazmur 95 : 4 – 7 
 11. Roma 11 : 33 – 34 
12. Roma 11 : 35 – 3 

 LITURGI III (Kejatuhan Manusia Ke Dalam Dosa) 
Prolog : Setelah Manusia jatuh kedalam dosa pada saat itulah manusia tidak benar lagi dihadapan Allah, Dosa itu semakin merajalela, Pembunuhan, perampokan, kebejatan, hawa nafsu, Kedegilan, ketidakadilan, pelanggaran hak azasi manusia, dan perbuatan-perbuatan daging lainnya telah merusak bahkan membuat persekutuan manusia dengan Allah menjadi pudar. Bagaimanakah dosa itu menggerogoti hidup manusia?……. Mari kita dengarkan LITURGI III. 
1. Kejadian 3 : 1 
 2. Kejadian 3 : 2 - 3 
 3. Kejadian 3 : 6 - 7 
 4. Kejadian 6 : 5 – 7 
 5. Roma 1 : 18 – 19 
 6. Roma 1 : 20 – 21 
 7. Roma 1 : 22 – 24 
 8. Roma 1 : 29 – 30 
 9. Roma 1 : 31 – 32 
 10. Roma 3 : 10 – 13 
 11. Roma 3 : 14 – 18 
 12. Mazmur 94 : 3 – 4 
 13. Mazmur 94 : 5 – 6 

 LITURGI IV (Panggilan Pertobatan) 
Prolog : Pengharapan manusia akan dikabulkan oleh Tuhan Allah jika manusia yang berdosa itu mau mengakui dosa dan kesalahannya lalu Bertobat dan hidup Baru. Maka tidak ada lagi perhambaan dan perbudakan, dosa-dosa manusia akan diampuni oleh Tuhan Allah, keadilan dan damai sejahterah akan diberikan……… Mari kita dengarkan LITURGI IV. 
1. Yesaya 40 : 3 – 5 
 2. Yesaya 43 : 18 – 19 3. Yehezkiel 18 : 21 – 23 4. Yesaya 1 : 27 – 28 5. Yeremia 31 : 31 – 32 6. Yeremia 31 : 33 – 34 7. Yesaya 46 : 12 – 13 8. Yesaya 1 : 16 – 17 9. Yesaya 1 : 18 – 20 10. Markus 1 : 4 LITURGI V (Janji Tentang Kedatangan Juruselamat) Prolog : Sesungguhnya segala penderitaan dan kesengsaraan akan berlalu, jika Tuhan Allah senantiasa bersama kita. Namun melalui inisiatif Tuhan Allah sendiri, Janji Keselamatan diberitakan; Tuhan Allah, Bapa di sorga akan menyerahkan Anak-Nya yang tunggal sebagai Ganti dari dosa-dosa manusia. Ia membrikan pengharapan kepada dunia dan kepada siapa saja yang percaya kepada-Nya…… Marilah kita dengarkan LITURGI V. 1. Yohanes 3 : 16 – 17 2. Mazmur 24 : 7 - 8 3. Yesaya 9 : 1 + 5 4. Yesaya 11 :1 - 2 5. Yesaya 60 : 1 – 3 6. Yesaya 61 : 1 – 2 7. Yesaya 61 : 3 – 4 8. Mika 5 : 1 – 3 9. Yesaya 7 : 14 10. Maleakhi 3 : 1 LITURGI VI (Kelahiran Juruselamat) Prolog : Kini Juruselamat kita itu telah lahir ke dunia, Ia terlahir di tempat yang teramat hina… Kandang domba, itulah tanda kesederhaan Allah. Namun lihatlah! Para ahli perbintangan, orang-orang terpelajar dan terpandang dari Timur Jauh, datang untuk menyembah Sang Raja. Harta berharga mereka bawa sebagai tanda penghormatan bagi Juruselamat dunia bagaimanakah itu terjadi ?.……… Marilah kita dengarkan LITURGI VI. 1. Lukas 2 : 1 – 5 2. Lukas 2 : 6 – 9 3. Lukas 2 : 10 – 12 4. Lukas 2: 13 – 15 5. Lukas 2 : 16 – 18 6. Lukas 2 : 19 – 20 7. Matius 2 : 1 – 2 8. Matius 2 : 3 – 5 9. Matius 2 : 6 10. Matius 2 : 11 Liturgi VII (Pengutusan) Prolog Sebagai orang orang yang telah dibenarkan karna Iman dihadapan Allah, Allah sangat menginginkan supaya manusia itu berbuah dalam kehidupannya . Bagaimanakah kerinduan Allah itu ?… 1. Maleakhi 3 : 17 2. Efesus 6 : 5 - 7 3. 1 korintus 12 : 28 4. Matius 28 : 19 - 20 5. Markus 16 : 15 6. Kisah para Rasul 13 : 47 7. Kisah para Rasul 1 : 8 8. Galatia 5 : 13 9. 1 Petrus 4 : 10 - 11 10. Yesaya 6 : 8 11. Kolose 3 : 23 - 24 12. Kolose 3 : 25

theologi Lutheran

acara ibadah pemuda minggu invocavit - dosa menjauhkan kita dari Allah

  Acara Ibadah Kebaktian Muda Mudi GKLI 28 Februari 2026   1.       Bernyanyi dari KJ No. 02 : 1 – 3 (Suci suci suci) Ø Suci, suci,...

what about theologi luther ?