Setelah bangsa Yehuda kembali dari pembuangan di Babel. Melalui penguasa Persia, Koresh, mereka telah menetap kembali di tanah perjanjian. Mereka membangun kembali Bait Suci, meskipun tidak semegah Bait Suci Sulaiman. Mereka membangun kembali tembok Yerusalem dan beserta pemulihan kehidupan mereka. Kemudian, bangsa itu merasa terlupakan dan terisolasi, menjadi provinsi kecil dari kekaisaran asing yang luas dan mendunia. Kemudian Allah mengutus nabi Maleakhi. Namanya berarti Utusan, Malaikat.
Maleakhi sebagai nabi utusan Allah berjuang dengan kuasa tuntunan Allah untuk meyakinkan Yehuda akan kasih Allah, menyerukan agar mereka bertobat, dan terutama kepada para imam. Kemudian Ia mengangkat pandangan mereka untuk menatap masa depan. Sebab Allah akan mengutus Maleakhi yang lain seorang utusan - Elia, untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Ia akan mengarahkan hati mereka satu sama lain, sehingga Tuhan tidak perlu membinasakan mereka sepenuhnya. Dengan demikian, suara para nabi pun terdiam. Setidaknya butuh empat ratus tahun sebelum Tuhan akan berbicara lagi melalui seorang nabi. Seluruh umat tidak akan melupakan masa ini. Sebab mereka akan mengumpulkan semua nubuat dan gambaran tentang Mesias dan utusannya. Mereka datang untuk menantikan kerajaan duniawi dan hari Tuhan. Namun, mereka melewatkan kedatangan para Nabi_Putra Lewi dan Daud_Zakharia kedua dan putranya, nabi terakhir dan terbesar.
Kiranya Damai Sejahtera Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara kamu sekalian.... Amin
Rabu, 15 Oktober 2025
MALEAKHI SEBAGAI NABI TERAKHIR
Selasa, 14 Oktober 2025
HIDUPLAH DI DALAM DOA - LUKAS 18 : 1 - 8 "Penjelasan Khotbah minggu XVIII Setelah Trinitatis"
Penjelasan Khotbah minggu XVIII Setelah Trinitatis
Evangelium : LUKAS 18 : 1 – 8
Thema : “HIDUPLAH DI DALAM DOA”
Ø Apakah yang di maksud dengan Doa ??
Dalam sejarah Alkitab, Ketika Enos lahir “anak Set” (Kej.4:26) sejak saat itu memanggil nama Tuhan, jadi dalam sejarah ini Alkitab mengajarkan bahwa Doa adalah jalan satu satunya bagi kita untuk memanggil nama Tuhan.
Bagi kaum Lutheran, Dr. Martin Luther mengatakan tentang doa “Berdoa seolah olah semuanya bergantung kepada Tuhan, lalu setelah selesai, bekerjalah seolah olah semuanya bergantung kepadamu”. Lutheran berpandangan bahwa doa adalah perintah dari Tuhan, sebagai repon Iman terhadap panggilanNya, dan doa adalah sarana penting untuk menuntun kita bertumbuh dalam iman, sebab orang percaya tidak boleh terlepas dari doa sebagai napas dari pada Iman kepada Kristus.
Dalam pandangan Islam, Doa adalah inti dari pada Ibadahm sebuah sarana penting untuk menjalin hubungan spiritual dengan Allah, untuk mengungkapkan ketaatan, ketergantungan, dan kerendahan hati.
Dalam kalangan orang percaya, Doa doa adalah napas kehidupan rohani yang menjadi sarana komunikasi dan hubungan intim dengan Tuhan, doa dilihat sebagai perintah dari Tuhan yang di sertai dengan janji untuk di kabulkan, dan merupakan bentuk ketaatan akan perintahNya dan kerendahan hati untuk memohon pertolongan dari Tuhan, bukan untuk memaksa Tuhan.
Kitab Matius menuliskan bahwa Yesus memerintahkan murid murid dan kita untuk berdoa, jadi Doa adalah perintah Allah, sebab dengan berdoa kita akan sadar bahwa segala sesuatunya dating dan di beri oleh Tuhan, dalam doa kita akan melihat Janji Tuhan, dan di dalam Doa Iman akan bekerja untuk menuntun kita mengerti segala kehendak Tuhan baik yang berkenan untuk kita maupun tidak termasuk untuk bertahan dalam menantikan janjiNya.
Lalu bagaimanakah cara kita berdoa ?
Tentang hal Berdoa sebenarnya Yesus telah mengajarkan kita untuk berdoa dengan benar sesuai dengan konsep Yesus Kristus maka patutlah kita harus mempelajari dan menghidupi Doa Bapa kami.
“Mat. 6:9-15;Luk.11:2-4).
Dalam Perikop ini, Yesus membuat suatu perumpamaan untuk menegaskan agar :
v Berdoa tanpa bosan 1
v Allah akan membenarkan orang yang berseru siang dan malam 7
v Doa adalah dorongan dari Iman 8 “tanpa Iman orang tidak akan mungkin mau berdoa”
Dalam hal berdoa, Allah juga mendengarkan doa kita meskipun tanpa suara seperti yang di lakukan oleh Hana (1 Sam.1:12-13). Dan dalam berdoa sesungguhnya bukanlah semata mata pekerjaan daging “pikiran atau kehendak” melainkan Roh yang telah Tuhan tanamkan dalam diri kitalah yang memohon kepadaNya (1 Kor.14:14).
Dalam injil lain (Matius) Yesus juga mengajarkan agar :
Ø Tidak berdoa seperti orang munafik (Mat.6:5)
Ø Jangan bertele tele (Mat. 6:7)
“Iman dapat di lihat dari kualitas kata kata dalam Doa”
Ø SEBAB ORANG BENAR AKAN HIDUP DI DALAM DOA
Suatu kepastian “Orang percaya akan selalu hidup bergantung kepada Allah baik siang dan malam lewat membangun komunikasinya dengan Allah lewat Doa yang tidak terputus putus.
Dalam hidup ini, mungkin sebagian kita pernah mengalami fenomena seperti yang di alami oleh seorang janda ini terhadap Tuhan, Kita sudah berseru siang dan malam, tetapi jawaban doa tak pernah tiba.
Dalam hal ini, Yesus mengatakan suatu perumpamaan tentang seorang janda yang selalu datang kepada hakim. Janda itu meminta hakim tersebut untuk membela haknya. Awalnya, hakim itu menolak. Akan tetapi, janda itu terus datang kepadanya hingga akhirnya si hakim tersebut merespon permintaanya.
Dalam sejarah masa Yesus Kristus Pada zaman itu, tak ada yang bisa melindungi seorang janda selain hakim. Keluarganya tidak lagi bisa menjaganya. Sebab, setelah seorang perempuan menikah, ia bukan lagi anggota keluarga orang tuanya. Keluarga almarhum suaminya pun tidak bisa melindungi haknya. Pasalnya, setelah suami meninggal, ia tak lagi dianggap sebagai keluarga. Oleh karena itulah, janda itu terus-menerus datang kepada hakim. Mungkin saja, janda tersebut mengikuti hakim itu ke mana pun ia pergi. Perumpamaan dalam Alkitab ini sesungguhnya telah menjelaskan bahwa hakim itu tidak takut akan Allah. Hatinya sama sekali tidak tergerak, meskipun janda itu memohon agar ia sudi membela haknya. Namun, karena janda itu sering datang, hakim tersebut menjadi risih. Hakim itu merasa janda itu sudah menyusahkannya. Akhirnya, hakim pun menolong perkara janda itu supaya ia berhenti mengganggunya (5).
Perumpamaan ini menunjukkan bahwa betapa besar kuasa yang timbul dari kegigihan. Usaha dan berdoa dengan tidak jemu-jemu, tanpa mengenal rasa bosan, sesungguhnya akan membuahkan hasil (Mat.7:7-8), baik jawaban ia maupun tidak semuanya bergantung kepada Allah dan hasil dari doa yang benar tidak akan pernah membuat kita menderita. Yesus memberikan contoh bagaimana hal itu bisa berhasil di hadapan seorang hakim yang lalim, tidak takut akan Allah, dan tak menghormati seorang pun. Dan Yesus sendiri mengungkapkan bahwa orang benar yang berseru tiap siang dan malam akan beroleh dari padaNya (7). Jadi, apabila kita berdoa dengan tidak jemu-jemu, maka doa itu akan menuntun kita semakin dekat dengan Tuhan hingga dapat mengenal-Nya lebih dalam.
Oleh karena itu, selagi Tuhan memberikan nafas hidup bagi kita, tetaplah hidup di dalam Doa, berdoalah sambil bekerja “ora et labora”. Biarlah Iman bekerja untuk menuntun kita agar hidup di dalam doa dengan tidak jemu jemu.
“Doakanlah apa yang kamu kerjakan dan kerjakanlah apa yang kamu doakan”.
Amin .
Pdt. Ardianus Situmorang S.Th
Senin, 13 Oktober 2025
Hiduplah di dalam Kasih Kristus - Roma 12
KELAHIRAN YUDAISME
Sabtu, 11 Oktober 2025
Acara Hesek esek SYUKURAN ANAK LAHIR
GEREJA KRISTEN LUTHER INDONESIA (GKLI)
(INDONESIAN CHRISTIAN LUTHERAN CHURCH)
Didirikan : 18 Mei 1965, Akte Notaris Nomor 30
S. K. Dep. Agama RI : Dp/II//137,1967, Nomor 148 Tahun 1988 Tanggal, 2-7-1988
BATU AJI - RESORT PJB BATU AJI
Jalan Katamso Taman Batu Aji indah II, Kel. Sagulung kota, Kec. Sagulung, Batam.
Anggota persekutuan Gereja Gereja Indonesia (PGI)
12 Oktober 2025
Acara Syukuran Anak Lahir
Kel. Amg Simanjuntak/Br.Lumban Gaol
1. BUKU ENDE NO 4 : 1 – 3 (SAI PUJI DEBATA)
1. Sai puji Debata Dibaen asi rohaNa
Huhut tongtong basa Di nasa tinompaNa
Ria ma hita be Mamuji Debata
Ai sesa do nuaeng Dosanta i dibaen
2. Disuru Debata AnakNa Jesus
Kristus
Jadi mansai arga do hita on ditobus
Diporsan Jesus i Dosanta sasude
Asa mudarNa i Paias hita be
3.
Dibahen i tama Pujion ni rohanta
Tuhanta Debata Nang Jesus pe AnakNa
Nang pangondian i Naung ro tu hita on
Manggonti Jesus i Pujion do tongtong
2. VOTUM – INTROITUS - COLLECTA
3. Buku Ende No 23 : 1 – 3 (Jesus Hami Ro dison)
1. Jesus hami ro dison Asa masihangoluan
I pe ro ma Ho tuson Jala baen ma pardomuan
Ni TondiM tu tondinami Unang mampar rohanami
2. Holom rohanami be Nang
parbinotoannami
Molo so ro TondiMi Manondangi rohanami
Ingkon Ho do paturehon Dalannami sidegeon
3. Sondang sian Debata Hatiuron sian
ginjang
Baen ture sondangi ma Rohanami asa sonang
Lao manjalo hangoluan PinatupaMi O Tuhan
4. JAMITA
5. BUKU ENDE NO. 194 : 1 – 4 (AUT SO ASI ROHAM)
1. Aut so asi rohaM Aut
so godang basaM Tu dia au?
Alai dibaen basaM Dohot asi rohaM Tu Surgo au
2. Mauliate ma Di Ho o
Debata Ala basaM
Sibahen dalan i Marhite AnakMi Tu banuaM
3. Anggiat ma holong Rohangku
sai tongtong Burju tu Ho
Sai dongananMu au Manang tu dia lao sonang tutu
4. Disuru AnakMi Tu au
TondiNa i Na sian Ho
Manogu tondingki Tu hasonangan i Pinuji Ho
6. TANGIANG PANGONDIANAN
7. MARENDE BUKU ENDE NO. 147 : 1,3,5 (JESUS HAMI RO DISON) atau no 366
1. Jesus hami ro dison
Mangihuthon na nidokMu
Ro do posoposo on Ala na pinatikkonMu
Ingkon do tu Ho boanon Lao manjalo Parpadanan
3. Ala ni hapogan do
hami ro tu Ho, o Tuhan
Asa sahat ma tu Ho Posoposo on
Sai suan hangoluan tu rohana asa tong di Ho ibana
5. Parmahani on
tongtong Ho parmahan di huria
On pe jalo ruasMon Baen pintor huhut badia
Dame lehon tu rohana dohot haporseaonna
Buku ende no 366 : 1 – 5 (O ale Jesus Tuhanki)
1. O
ale Jesus Tuhanki Ho Tuhan ni dakdanak i
Ro paluahon sasude naeng Ho nampuna hami be
2. Ho
sondang sian Surgo i, ditopot Ho na holom i
Sai tatap hami on sude, patiur rohanami be
3. O
ale Jesus Tuhanki, di ari hatutubuMi
Na las tongtong do roha ni dakdanak na di tano i
4. O
pasupasu ma au on, na metmet na di joloMon
ias ma didi tondingki naeng sahat au tu SurgoMi
5. Suman
tu Pardisurgo i, burju serep ma rohangki
Jonok ma au di lambungMi, o Jesus, alealengki
8. MARENDE BUKU ENDE NO 36 : 1 – 3 (PASU PASU HAMI)
1. Pasupasu hami o
Debatanami
Sai sondangkon bohiMi Tu na pungu on sude
2. Lehon ma di hami
Dame ganup ari
Sai pasaor ma TondiMi Tu na pungu on sude
3. Amen hudok hami Ale Tuhannami
Na marasi roha i Sangap ma di goarMi
9. TANGIANG PANUTUP (T. Pelean + Ale Amanami + Pasu Pasu)
** Pasahathon Hata Selamat dohot Amplop Kasih Sian Huria + Mangampu**
Acara Ibadah muda mudi Lutheran - GKLI
TERTIB ACARA IBADAH PARTANGIANGAN
MUDA MUDI LUTHER
20 September 2025
Saat Teduh (Berdoa di dalam hati)
1. Bernyanyi KJ No 40 : 1-3 (Ajaib Benar Anugerah)
• Ajaib benar anugerah pembaru hidupku! Ku hilang buta bercela olehnya ku sembuh
• Ketika insaf ku cemas, sekarang ku lega! Syukur bebanku tlah lepas berkat anugerah
• Di jurang yang penuh jerat terancam jiwaku; anugrah kupegang erat dan aman pulangku
2. Doa Pembuka
3. Bernyanyi KJ No 39 : 1-2 (Ku Diberi Belas Kasihan)
• Ku diberi belas kasihan walau tak layak hatiku
Tadi ku angkuh kini heran; Tuhan besarlah rahmatMu
Kidung imanku bergema rahmatmu sungguh mulia
Kidung imanku bergema rahmatmu sungguh mulia
• Walau ku patut dihukumkan, kaulah penuh anugerah
Darah putramu dicurahkan membasuh dosa dan cela
Dimanakah selamatku? Hanyalah dalam rahmatmu
Dimanakah selamatku? Hanyalah dalam rahmatmu
4. KHOTBAH : Kisah Para Rasul 16:25-34
Tema : Baptisan Kudus – “Berkat dan Kuasa untuk Bertumbuh (Hal 132-133)”
Tujuan : Supaya anak atau remaja/pemuda percaya bahwa :
• Melalui baptisan Allah mengampuni
• Melalaui baptisan Allah melepaskan kita dari kematian dan iblis
• Melalui baptisan Allah memberi kita kehidupan kekal
HAFALAN : Baptisan bagian yang kedua, Kolose 2:12-13
5. Bernyanyi KJ NO 407 : 1-2 (Tuhan Kau Gembala Kami)
(Persembahan)
• Tuhan kau gembala kami tuntun kami dombamu
Brilah kami menikmati nikmat pengorbananmu
Tuhan Yesus juruslamat kami ini milikmu
Tuhan Yesus Juruslamat kami ini milikmu
• Kau pengawal yg setia kawan hidup terdekat
Jauhkan kami dari dosa panggil pulang yang sesat
Tuhan Yesus Juruslamat kami mohon bri berkat
Tuhan Yesus Juruslamat kami mihon bri berkat
6. Doa Penutup
7. Latihan Koor
Kamis, 09 Oktober 2025
Allah memulihkan hidup kita - Mazmur 81
theologi Lutheran
PENGERTIAN PENTAKOSTA DAN SEJARAHNYA
Perayaan Pentakosta adalah salah satu perayaan yang ditetapkan Allah di Gunung Sinai. Juga disebut Perayaan Minggu, itu adalah semacam ucapa...
what about theologi luther ?
-
PROLOG DAN LITURGI NATAL Liturgi I (Puji Pujian) Prolog : Puji pujian bagi Allah y a ng telah menciptakan Lang...
-
Pengertian Liturgi di Gereja Lutheran GKLI Sebagai Gereja Lutheran memahami bahwa : Ibadah adalah Pesta Al...
-
Markus 6 : 14 - 29 Thema : BARANI MA HITA MANGHATINDANGKON NA NASINTONG Patujolo : Jamita minggu VII dung Trinitatis di...