Rabu, 22 April 2026

Apakah yang dimaksud dengan KUDUS ??

Kudus adalah salah satu kata yang paling umum digunakan di gereja. Kata ini merupakan bagian dari bahasa Inggris yang sering digunakan bahkan oleh non-Kristen sekalipun. Sering kita menggunakan kata Kudus untuk menghubungkan sesuatu dengan Tuhan atau sebagai kata "frasa" untuk menekankan sesuatu, bahkan paling sering kita memakai kata ini sebagai cara lain untuk mengatakan “Allah". Yaitu Allah yang Kudus, Trinitatis yang Kudus.

Kata Ibrani untuk kudus adalah קָדֹושׁ (kadosh, Terpisah, dikhususkan, murni). Ketika kita mengatakan bahwa Tuhan itu kudus, kita maksudkan bahwa Dia sepenuhnya terpisah dari segala sesuatu, tinggi di atas segala sesuatu. Para teolog menggunakannya untuk menggambarkan semua sifat (atribut) Tuhan. Segala sesuatu tentang Tuhan benar-benar murni dan tidak bercampur dengan apa pun. Ketika berbicara tentang kehendak dan tindakan Tuhan, kata "kudus" berarti bahwa Tuhan benar-benar baik dan tanpa dosa, tidak ada yang najis di hadapan-Nya. Itulah mengapa orang berdosa tidak dapat melihat kemuliaan Tuhan dan tetap hidup. Itulah mengapa, di bait suci, hanya Imam Besar yang telah disucikan yang dapat memasuki tempat Mahakudus (Mahakudus) sekali setahun hanya untuk membawa darah kurban untuk pengampunan dosa bagi umat Israel.

Karena Allah itu kudus, maka segala sesuatu yang dikhususkan untuk penggunaan-Nya juga harus disebut kudus seperti Bait Suci, kurban-kurban, serta para umat-Nya. 
Dalam Perjanjian Baru, Firman Allah dan Sakramen-sakramen disebut kudus, yang artinya keduanya menghubungkan Allah dan umat-Nya. Keduanya adalah Sarana Kasih Karunia, bagaimana Allah, dalam kasih karunia dan belas kasihan-Nya, menciptakan iman di dalam hati kita, mengampuni dosa-dosa kita, menjadikan kita menjadi anak-anak-Nya sendiri (ciptaan yang baru-quasimodogeniti), dan memberi kita hidup serta keselamatan demi pengorbanan penebusan Anak Allah di kayu salib. 
Dalam Baptisan kudus, Allah bekerja lewat perkataan pendeta yang berbicara tentang janji Allah dalam Firman yang dipadukan dengan Air yang menguduskan kita (Efesus 1:4 , 5:27) Sekarang kita adalah orang-orang kudus-Nya ("Orang-orang Kudus") dan sesungguhnya kita semua yang telah dibaptis kepada Kristus yang tersalib dan bangkit ita adalah bangsa yang kudus yang dipanggil untuk memberitakan kabar baik-Nya kepada seluruh dunia.

Hingga sampai sekarang dan sampai Kristus datang, Allah akan selalu memanggil kita untuk hidup dalam kekudusan oleh Kristus lewat Firman dan sakramen, agar kita tetap berdiam dan tinggal didalam kekudusan Allah dan menjadi kudus seperti Bapa Surgawi kita yang kudus dan sempurna. (Imamat 19:2 , Matius 5:48) Sebagai orang berdosa, memang sesungguhnya kita tidak akan dapat dengan sepenuhnya kudus selama kita masih hidup di dunia, tetapi dengan Iman yang tetap percaya kepada Kristus, kita juga harus berada dalam perbuatan yang Kudus, yaitu melakukan perbuatan baik berdasarkan pekerjaan Roh Allah. Dihadapan Allah, Allah hanya melihat perbuatan-perbuatan ini dan tidak lagi mengingat dosa-dosa kita. Ketika kita mati dan masuk ke hadirat Kristus yang kekal, kita akan disucikan dari dosa-dosa kita - sekali dan untuk selamanya, dan hidup sebagai orang kudus dalam persekutuan dengan Allah kita yang Kudus selamanya.

#vdma

Senin, 20 April 2026

Berharap pada Kasih setia Allah yang kekal

Shalommm

Firman Allah untuk kita. 
Mazmur 102:1
Doa seorang sengsara, pada waktu ia lemah lesu dan mencurahkan pengaduhannya ke hadapan TUHAN (102:2) 
TUHAN, dengarkanlah doaku, dan biarlah teriakku minta tolong sampai kepada-Mu.
Mazmur 102:3
Janganlah sembunyikan wajah-Mu terhadap aku pada hari aku tersesak. Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku; pada hari aku berseru, segeralah menjawab aku!
Mazmur 102:4
Sebab hari-hariku habis seperti asap, tulang-tulangku membara seperti perapian.

Saudara saudari, renungan kita hari ini adalah firman Tuhan yang menceriterakan permohonan pemazmur agar TUHAN mendengar teriakan minta tolongnya dan memberkatinya (Bil. 6:26). Keluhan itu muncul karena pemazmur sedang merasa ada sesuatu yang salah dalam hidupnya. Hal itu tampak dari kata yang digunakan oleh pemazmur, contoh : dirinya lemah, menderita, lesu, dan terkucil, Dia merasa dirinya tak berdaya dan penuh dengan penderitaan (9-10), serta menduga Tuhan telah marah, geram, dan melemparkannya (11).

Di tengah pergumulan itu, Pemazmur menggambarkan dirinya layu seperti rumput dan hari-harinya berlalu seperti asap. 
Dalam teologi Lutheran, ini menunjukkan realitas keberdosaan dan ketidakberdayaan manusia di bawah murka Allah atau penderitaan duniawi. 
Dalam keadaan demikian,  Allah sesungguhnya tetap setia, bahkan dalam kelemahan itu, justru RohNya yang kudus akan menuntun dan mengajarkan kita untuk berani berseru kepada Tuhan lewat itu sebabnya dalam perikop kira ini, pemazmur berseru "Janganlah sembunyikan wajah-Mu terhadap aku" (Ayat 3), seruan ini juga menunjukkan dan mengingat kepada kita akan  ketergantungan mutlak kepada Tuhan, bukan dengan mengandalkan kekuatan diri sendiri. 

Oleh karena itu, lewat renungan ini, kiranya "Di tengah kerapuhan dan penderitaan kita yang fana, marilah tetap berharap pada  kasih setia Allah yang kekal dan tidak berubah." Da  percayalah bahwa Yesus juga turut merasakan penderitaan dan kesusahan kita (Ibr. 4:15). Dan ia selalu menghibur dan menguatkan kita agar kita bisa jadi berkat bagi orang lain (2Kor. 1:3-4). Dan marilah tetap berpusat pada kepastian kasih setia Allah yang tidak berubah di tengah kehancuran dan kerapuhan manusia. 


Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kira semua. Amin 🙏

Minggu, 19 April 2026

Tuhan menawarkan Keselamatan kepada semua orang - Renungan harian GKLI - Lukas 13:22-30

Shalom

Firman Allah untuk kita. 
Lukas 13:22
Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.
Lukas 13:23
Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: "Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?"
Lukas 13:24
Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.
Lukas 13:30
Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir."

Saudara saudari, lewat renungan kita pada saat ini, bacaan injil hari ini adalah kabar sukacita, sebab Pintu anugerah masih terbuka, dan Tuhan Yesus terus mengundang kita. Marilah jangan mengeraskan hati dengan "dalih" duniawi. 
Marilah kita datang kepada Tuhan dengan penuh penyesalan akan dosa dan penuh sukacita sebab Allah mengampuni dosa kita. 

Dan perlu kita tahu, meskipun dunia atau bahkan kita menolak kabar sukacita yang dari Tuhan. 
Tuhan Allah akan tetap setia bagi umatNya, Tuhan tidak akan membatalkan rencanaNya hanya karena penolakan. Dalam ketidak setiaan kita itu, Allah akan tetap memerintahkan para hambanya, untuk memberitakan kabar sukacita injil dan sakramen lewat Gereja Tuhan dan orang orang kudusNya akan di mampukan untuk hidup sesuai dengan tuntutan Roh kudus, dan Allah bekerja terus menerus lewat Firman, Ini adalah bukti Allah yang setia, sebab Allah juga sungguh aktif menemukan dan merangkul kembali manusia berdosa orang-orang "miskin" secara rohani agar menerima keselamatan. Sungguh Keselamatan itu sepenuhnya adalah inisiatif dan karya Allah, bukan usaha kita.

Dalam pengharapan yang sama LUTHERAN menekankan bahwa keselamatan ditawarkan kepada semua orang, tanpa kecuali. Tidak ada dosa yang terlalu besar yang membuat seseorang tidak bisa masuk dalam kerjaan Allah. Kita masuk ke dalam kerajaan-Nya bukan karena perbuatan baik kita, melainkan karena undangan-Nya dan iman kepada Kristus yang telah membayar kita lunas dengan darahNya yang kudus. 

Oleh karena itu, marilah bersyukur atas keselamatan yang cuma-cuma dan panggilan untuk bersaksi bahwa keselamatan itu tersedia bagi semua orang.

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Sabtu, 18 April 2026

Acara Ibadah Pemuda/i lutheran minggu Quasimodogeniti

 

Acara Ibadah Kebaktian Muda Mudi GKLI

Quasimodogeniti - 18 – April – 2026

 

1.      Bernyanyi Kidung Jemaat No. 08 : 1 – 3 (BAGIMU TUHAN NYANYIAN KU)

1. BagiMu, Tuhan, nyanyianku, kar'na setaraMu siapakah ?
Hendak kupuji Kau selalu; padaku Roh Kudus berikanlah,
Supaya dalam Kristus, PutraMu,
kidungku berkenan kepadaMu.

2. O tuntun aku ke PutraMu,
agar padaMu 'ku dituntunNya:
dan RohMu diam dalam rohku,
membuat mata hatiku cerah,
sehingga kurasakan damaiMu
dan kuungkapkan dalam kidungku.

3. Beri berkatMu, Maha Tuhan,
gar benar kudus puianku,
dan doa juga kulagukan
di dalam Roh dan kebenaranMu,
jiwaku pun padaMu bersyukur,
bersama bala sorga bermazmur.

 

2.      Doa Pembuka

Bapa kami yang ada di Surga, kini kami datang dengan penuh rendah hati kehadapanMu, mengucap syukur atas segala Anugerah Mu dalam hidup kami satu minggu ini. Terimaksih atas kesehatan dan kekuatan yang telah Engkau berikan kepada kami, dan terimakasih juga pada saat ini Engkau telah mengingatkan kami, agar kami datang ke tempat ini untuk dengar-dengaran akan FirmanMu. Sebentar kami akan mendengarkan, belajar dan ingin melakukan FirmanMu, kiranya tuntun dan ajarlah kami, agar kami selalu setia untuk melakukan kehendakMu. Kami juga berdoa untuk teman teman kami yang tidak dapat datang di malam hari ini, berkatilah juga mereka dan ingatkanlah mereka agar jangan menjauh dari hadapanMu, agar kiranya kami dapat bersama sama di tempat ini untuk belajar akan kebenaran Firman Mu.

 Bapa kami yang di Surga, kami juga memohon, kiranya Engkau selalu memberkati kedua orang tua kami, berikan mereka kesehatan dan kesabaran dalam mengajari kami, mendidik kami terlebih dalam mendoakan kami. Atas segala dosa pelanggaran kami, Tuhan ampunilah kami dan kuatkan jugalah kami agar kami kuat untuk melawan kuasa iblis yang membuat kami menjauh dari hadapanMu. 

Inilah doa dan permohonan kami, Dalam nama bapa dan Putera dan Roh Kudus kami telah berdoa. Amin

 

3.      Benyanyi Kidung Jemaat No. 402 : 1 – 2 (Ku perlukan Juru selamat)

1.      Kuperlukan Jurus'lamat, agar jangan 'ku sesat;
s'lalu harus kurasakan bahwa Tuhanku dekat.

Reff : Maka jiwaku tenang, takkan takut dan enggan;
          Bila Tuhanku membimbing, 'ku di malam pun tent'ram.

2.      Kuperlukan Jurus'lamat, kar'na imanku lemah.
HiburanNya menguatkan; sungguh tiada bandingnya.

Reff : Maka jiwaku tenang, takkan takut dan enggan;
          Bila Tuhanku membimbing, 'ku di malam pun tent'ram.

 

 

 

4.      RENUNGAN

 Nats     : 1 Petrus 3 - 9

Thema : Kebangkitan Yesus memberi kita Hidup

Tujuan : Supaya kita percaya bahwa kita ikut dibangkitkan oleh Yesus  :

1.      Bersukacita oleh karena kebangkitanNYa

2.      Kita juga ikut dibangkitakn dalam kebangkitan Yesus Kristus.

3.      Percaya dan kasihilah Dia yang memberi kebangkitan

Hafalan : 1 Petrus 1 : 9 “Karena kamu telah mencapai tujuan Imanmu, yaitu keselamtan

     jiwamu”.

 

5.      Bernyanyi Kidung Jemaat No. 340 : 1 – 3 (Hai Bangkit Bagi Yesus)

1. Hai bangkit bagi Yesus, pahlawan salibNya! Anjungkan panji
Raja dan jangan menyerah. Dengan semakin jaya Tuhanmu ikutlah,
Sehingga tiap lawan berlutut menyembah.

2. Hai angkit bagi Yesus, dengar panggilanNya! Hadapilah tantangan,
hariNya inilah! Dan biar tak terbilang pasukan kuasa g'lap,
semakin berbahaya, semakin kau tegap.

3. Hai bangkit bagi Yesus, pohonkan kuatNya; tenagamu sendiri tentu
tak cukuplah. Kenakan perlengkapan senjata Roh Kudus;
berjaga dan berdoa supaya siap t'rus!

 

6.      Doa penutup + Doa Bapa Kami + Berkat

7.      Latihan Koor

 

 

Selasa, 14 April 2026

Apakah Manfaat Pernyataan Tomas??

Kalau menurut sumber Lutheran konvensional yang pernah saya Baca. 
Sesungguhnya pernyataan Tomas bukanlah suatu kebebalan atau teguran atas ketidak percayaan, melain cara Allah memakai Tomas dalam mewartakan hak prioritas Tuhan, dimana Ia datang kepada orang orang gagal, sebagaimana Tuhan menjumpai manusia dalam kelemahannya, terlebih seperti khotbah kita minggu misericordias domini, Tuhan datang menjumpai Kleopas dan teman dalam perjalanan, Kleopas dan temannya sedang dalam duka mendalam karna pengharapan mereka salah akan Tuhan dan ingin kembali ke kehidupan awalnya, namun Tuhan datang, memulihkan, mengampuni dan menguatkannya sehingga bangkit kembali dan memberitakan Tuhan yang bangkit kepada teman temannya yang artinya Suddat mulak tu emmaus ala di pahot jesus panjouonna marhite Injil+sakramen.

Dan menurut saya, Keinginan Thomas untuk menyentuh luka-luka Yesus menunjukkan bahwa keselamatan datang melalui tubuh dan darahNya yang nyata (real presence) , bukan sekadar ide spiritual yang abstrak. kita memang tidak bisa menyentuh luka Yesus secara langsung sekarang, tetapi ketika Tuhan memberikan Sakramen ( Perjamuan Kudus) di mana kita bisa "menyentuh" Kristus melalui elemen lahiriah. 

Meskipun Tomas gagal percaya kepada Yesus, namun ingatlah bahwa Yesus tidak mengusir Thomas karena keraguannya; Ia justru datang kembali secara khusus untuk Thomas. Ini menunjukkan bahwa iman bukanlah hasil usaha keras manusia untuk percaya, melainkan anugerah yang diberikan Tuhan saat Ia menyatakan diri-Nya kepada kita.

Dan meskipun Tomas sering menjadi slogan bagi kita "songon si Tomas do ho".

Tapi tentang Tomas sangat penting kita renungkan, sebab meskipun Yesus mengakomodasi Thomas, Ia berkata, "Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." 
Kita harus yakin bahwa Alkitab dan Konfesi kita menekankan bahwa saat ini, IMAN datang melalui pendengaran akan Firman, yang memiliki otoritas yang sama kuatnya dengan sentuhan fisik Thomas. 


Penjelasan Akan dosa Asali

penjelasan akan dosa asali yang di paparkan oleh pastor dari Lutheran Church Misoury Sinode (LCMS) dari amerika di hadapan seluruh Pendeta pendeta GKLI.

sumber pengajaran Lutheran dari Alkitab dan Buku konkord sebagai kita kedua bagi gereja Lutheran.

KHOTBAH Minggu Misericordias domini LUKAS 24 : 13 – 35 “KRISTUS YANG BANGKIT ADALAH ALLAH KITA YANG SETIA”

 

Khotbah

Minggu Misericordias domini



EVANGELIUM : LUKAS 24 : 13 – 35

Thema :  “KRISTUS YANG BANGKIT ADALAH ALLAH KITA YANG SETIA”

1.      IA HADIR BUKAN KARENA KITA LAYAK ATAU MENGENAL_NYA DENGAN BENAR.

Saudara saudari tahukah anda, apakah yang terjadi pada para murid murid setelah Yesus di salibkan ?

Dalam Matius pasal 26:31 dituliskan “Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai berai”. Sesungguhnya hal inilah yang sedang dialami para murid, sebab setalah kematian Yesus Kristus mereka sedang di selimuti rasa takut, kesal bahkan kecewa, kekecewaan mereka terjadi atas pengharapan yang salah akan Yesus Kristus. Termasuk dalam perikop kita hari ini, Kleopas adalah seorang dari antara murid yang berharap bahwa Yesus adalah seorang pemimpin politis “mesias duniawi” yang akan membebaskan bangsa Israel, dan secara umum bangsa Yahudi berharap bahwa Yesus adalah mesias yang mereka nantikan yang akan menjadi pemimpin politik untuk mengusir para penjajah romawi. Itu sebabnya setelah kematian Yesus Kristus, sesungguhnya Kleopas sedang dalam perjalanan pulang dari Jerusalem setelah perayaan paskah dan ingin Kembali ke kampungnya karena Yesus telah mati, mereka sungguh kecewa karena Yesus Kristus telah disalibkan. Pengenalan seperti ini banyak terjadi dan masih sering merasuki orang orang percaya, contoh : Sering kita menempatkan pembebasan yang di bawa oleh Yesus jauh lebih tinggi kemerdekaan social politik dari pada kemerdekaan dari dosa “kuasa maut”.

Jikalau kita perhatikan dengan jelas, seiring perjalanan pelayanan Yesus bersama dengan seluruh para murid muridNya,sesungguhnya Yesus sendiri telah berulang ulang memberitahukan tentang diriNya, bahkan Ia telah menyampaikan kepada para murid muridNya akan kematian dan kebangkitanNya dari kematian pada hari yang ketiga. Namun disinilah letak kelemahan kita manusia dalam hal yang sama seperti para murid murid “kita tidak dapat percaya pada Yesus Kristus tanpa Kuasa Allah sendiri lewat Roh kudusNya dan Kuasa Injil yang mengumpulkan dan menerangi hati kita”.

Dalam perikop kita hari ini, Kleopas dan salah sseorang temannya yang tidak di tuliskan namanya secara langsung dalam Alkitab sedang berjalan dengan Yesus di jalan menuju ke Emau. Berita akan kematian Yesus Kristus sesungguhnya sedang menjadi berita yang hangat atau istilah sekarang viral, hal itulah sebabnya Kleopas mengatakan kepada Yesus “adakah engkau satu satunya orang asing di Yerusalem yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari hari belakangan ini??. Sungguh tidak sedikit pun Kleopas tidak mengenali Rupa Yesus yang sedang berdialog dengannya. Apakah yang membuat Kleopas tidak mengenali Yesus ?. Dalam ayat 16 “ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga tidak dapat mengenal Yesus” sesungguhnya Tuhan sedang menahan pengenalan mereka agar Yesus bisa menjelaskan seluruh isi kita suci “injil” sebab Yesus ingin mereka percaya berdasarkan Firman Tuhan, bukan sekedar karena melihat penampakan Fisik Tuhan seperti yang sedang di nantikan oleh kleopas sendiri. Dan termasuk juga, dalam kondisi duka dan putus asa yang sedang menhampiri para murid, termasuk Kleopas karena terlalu jauh jatuh dalam focus akan kematian Yesus Kristus sehingga janji akan kebangkitan Kristus tidak ada dalam pikiran mereka. Dan jikalau kita baca dalam perikop Markus 16:12 dijelaskan disana bahwa Yesus menampakkan diri kepada mereka dalam rupa yang lain, tubuh yang lain artinya bukan dengan menggunakan tubuh orang lain, melainkan karna setelah kebangkitan Yesus tubuh Yesus berbeda dari tubuh jasmaniNya sebelum disalibkan, sehingga dalam kekudusan Yesus Kristus, mereka yang berjumpa denganNya termasuk Kleopas hidup dengan penuh ketakutan dan keraguan dan keberdosaan tidak dapat mengenali Yesus dengan benar.

Saudara saudari, satu hal penting yang ingin saya sampaikan lewat injil ini “Yesus telah membuktikan kesetianNya”. Lewat perikop ini, kisah Kleopas yang sedang meninggalkan Yerusalem “pusat persekutuan para murid” karena putus asa, Yesus justru malah hadir dan menguatkanNya kembali lewat kehadiranNya memberitakan Injil dan Sakramen “Yesus membagi bagikan roti”. Yesus tidak menunggu mereka Kembali ke Yerusalem atau bertobat lebih dahulu kemudian menjumpai kleopas. Melainkan dalam keadaan gagal dan penuh duka murid itu, Yesus datang dan menunjukkan kesetiaanNYa. Yesus berjalan bersama mereka sekitar 12 km berjalan kaki dan sambil menjelaskan isi kitab suci, ini adalah bukti kesetiaan Yesus. Di sepanjang perjalanan itu, Yesus membiarkan Kelopas menceritakan isi hatinya yang di warnai dengan rasa kecewa, Yesus menjadi pendengar baik, dan kemudian Yesus menjadi pengajar dan memulihkannya lewat membuktikan kehadiranNYa yang nyata lewat memberkati dan membagi bagi roti. Percayakah saudara bahwa Yesus sedang dan terus akan melakukan hal yang sama ini dalam hidup kita ?.

Para penafsir memang mengatakan bahwa salah seorang dari teman Kleopas adalah Lukas, namun karena dia yang menuliskan kitab ini, ia tidak menuliskan namanya sebagai bentuk dari kerendahan hati. Namun dalam konsep Lutheran “kita percaya bahwa seluruh yang tertulis dalam Alkitab tidak dipisahkan dari kita, oleh karena itu, para Lutheran mengatakan bahwa orang yang tidak dituliskan namanya tersebut adalah diri kita sendiri, sebab hal itu kita harus sadari bahwa Allah juga sungguh setia kepada kita, meskipun dalam kegagalan dan bimbang kita, Allah tetap setia dan selalu hadir untuk mengutkan dan mendengar isi hati kita terlebih memulihkan kita agar menjadi saksi Kristus.

2.      Tetapi karena JanjiNya dalam Firman dan Sakramen (Anugerah)

Saudara saudari, bagi kita para kaum Lutheran atau seluruh jemaat GKLI, perikop ini adalah dasar yang kuat bagi Gereja Lutheran bahwa perjamuan Kudus adalah sarana keselamatan (Means of Grace) sebab setelah Yesus Kristus bangkit, Ia hadir untuk menguatkan dan mengajarkan Kleopas akan sarana anugerah keselamatan lewat Ia terlebih dahulu menjelaskan seluruh isi kitab suci di sepanjang perjalanan dan kemudian membagi bagikan roti yang dengan hal itu terbukalah mata mereka dan dapat mengenal Yesus.

Perikop ini mengingatkan kita kembali bahwa Yesus Kristus sungguh bangkit dan Dia adalah Allah yang setia. Seperti Kleopas dan temannya yang di pulihkan oleh Yesus, demikianlah kita seharusnya harus penuh dengan sukacita dan pengharapan datang kepada Yesus dan menjadi saksiNya, sebagaimana para murid bangun kembali dan pergi ke Yerusalem untuk memberitakan perbuatan kasih Kristus bagaimana Yesus menuntun mereka untuk dapat mengenalNya.

Saudara saudari, apakah saudara sungguh percaya akan injil dan anugerah anugerhNya?

Di dalam rasa kecewa kita sekalipun bahkan dalam keadaan hati kita yang meragukan kuasa Tuhan, sungguh Ia hadir menguatkan dan memelihara kita, terlebih menuntun kita untuk dapat mengenal dan percaya kepadaNya. Oleh karena itu, Percayalah bahwa Yesus sungguh Allah yang setia. Dia adalah sumber anugerah yang berlimpah bagi kita. Seperti nama minggu kita pada saat ini, MISERICORDIAS DOMINI “Kasih setia Tuhan yang berarti juga bahwa Bumi penuh dengan kasih setia Tuhan”. Dalam Liturgi Gerejawi bagi kalangan Lutheran minggu misericordias domini adalah bagian dari minggu paskah yang dapat di sebut juga minggu paskah ke III. Nama misericordias domini di ambil dari nyanyian pembuka “introit” dalam Bahasa latin yang berbunyi “misericordias domini plena est terra” yang berarti Bumi penuh dengan kasih setia Tuhan (Maz.33:5).

Dalam Evangelium kita minggu ini (Lukas 24:13-35) Yesus sungguh hadir sebagai gembala yang baik, dan itulah sebabnya minggu ini juga dapat disebut sebagai Good Shephard Sunday. Sebagaimana dalam khotbah kita ini, Yesus hadir sebagai gembala yang baik, yang menyatakan kasih setiaNya yang tak berubah di tengah ketidak setiaan manusia, seperti Kleopas yang hendak bebalik ke kehidupannya yang awal. Lewat injil kita hari ini, Yesus hadir memberikan kita ingatan yang dipulihkan akan kehidupan baru dalam Kristus, kita di ajak untuk mengenali suara Kristus dalam kesusahan hidup, lewat melihat kuasa Tuhan dalam menuntun dan memelihara hidup kita. Sungguh Allah berkuasa dan Dia selalu bersuara kepada kita lewat Injil agar kita tidak tersesat dalam lembah kekelaman atau kematian kekal karna ketidak setiaan.

Melalui Injil ini, sekarang kita sedang tidak menantikan Kristus yang bangkit seperti para murid murid, melainkan kita sedang dan akan terus menantikan Yesus yang akan datang Kembali untuk mengakhiri dunia dan daging kita yang fana. Oleh karena itu, bagaimanakah sikap kita sebagai orang orang percaya dalam mensyukuri kebangkitan Yesus Kristus dan menantikan kedatanganNya?. Dalam minggu misericordias domini hari ini saya harus mengatakan akan hal yang penting bahkan yang sangat penting dalam menantikan Yesus adalah dengan setia dan hidup di dalam Gereja Kristus, hal ini berarti bahwa kita tidak dapat terpisah dari Gereja, tetapi bukan bangunanNya, melainkan Tubuh Kristus yang telah di bangun dalam diri kita dan Firman Allah dan sakramen sakramenNya yang tetap di layankan di dalam Gereja haru terus menerus kita terima dan kita hidup dari sana. Kristus sungguh hadir dalam Firman, dan perlu kita tahu bahwa Iman tidak didasarkan atas perasaan atau penglihatan kasat mata, tetapi sungguh pada janji Allah dalam Injil yang kita dengar dalam ibadah ini, dan hati yang berkobar kobar adalah hasil dari Firman yang diberitakan dengan benar seperti dalam ayat 32.

Ketika kita menerima sakramen, Kristus juga sungguh hadir di dalam, dengan dan melalui sakramen sakramenNya. Sungguh mata kedua murid terbuka saat Yesus “mengambil roti, mengucap berkat, memecahkannya dan memberikannya seperti dalam ayat 30, hal ini adalah pemahaman yang sama akan Iman kita bahwa Kristus juga sungguh hadir dalam Perjamuan Kudus (real presence) yang kita percayai bahwa Kristus sungguh hadir secara nyata dalam roti dan anggur, yang kita terima sebagai sarana keselamatan akan kita dan penguatan Iman kita akan Yesus Kristus.

Oleh karena itu, marilah kita setia kepada Yesus Kristus dengan tetap setia di dalam Firman dan sakramen sakramenNya, sebagaimana Kristus setia untuk kita, demikianlah kita setia kepadaNya, sebab hari ini kita di ingatkan dan dipulihkan Kembali bahwa keselamatan adalah anugerah Allah bagi kita yang harus kita pegang teguh dan kita beritakan kepada orang lain.

Demikianlah Firman Tuhan untuk kita, kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin

Pdt. Ardianus Situmorang S.Th

theologi Lutheran

Apakah Makna Perumpamaan Domba yang hilang menurut Lutheran

Shalom...  Firman Allah untuk kita.  Lukas 15:4 "Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan s...

what about theologi luther ?