Rabu, 20 Mei 2026

Berjuang dalam penderitaan mengikuti Kristus - 1 Petrus 4:12-19

Khotbah 1 Petrus 4:12-19
Firman Allah untuk kita. 
1 Petrus 4:12
Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
1 Petrus 4:13
Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
1 Petrus 4:14
Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.
1 Petrus 4:15
Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau.
1 Petrus 4:16
Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.

Saudara saudari, banyak orang yang bekerja di bumi sesungguhnya sedang berusaha menciptakan kedamaian, kebahagiaan dan sukacita. Artinya, kita bekerja supaya paling tidak hidup kita tidak susah, atau kita ber usaha supaya kehidupan kita sejahtera atau jauh dari penderitaan. 
Lalu kenapakahYesus mengatakan bahwa mengikut Yesus harus siap menderita?. Apakah yang dimaksud denganpenderitaan pada Firman Allah untuk kita pada saat ini?. 
Memang Manusia lama kita (adam lama) selalu berpikir secara Teologi Kemuliaan (Theologia Gloriae) kemakmuran, yang menyatakan bahwa ketika kita mengikut Yesus maka hidup akan mulia, sukses, dan bebas dari masalah. Sehingga banyak dari orang yang ber pengharapan demikian, ketika penderitaan datang akan kaget dan merasa Allah meninggalkannya.
Lewat perikop kita hari ini, marilah kita terleboh dahulu membedakan penderitaan oleh karna pelanggaran atau perbuatan kita dengan penderitaan oleh karena Kristus. Ke 2 bentuk Penderitaan ini sangat berbeda. Penderitaan oleh karena perbuatan atau kesalahan dan keserakahan kita umumnya akan menjadi siksaan bagi kita. Namun penderitaan oleh karena Kristus, sesungguhnya itu adalah jalan bagi kita untuk mempercayai bahwa dalam penderitaan itu Allah tidak meninggalkan kita, terkadang penderitaan itu datang untuk meneguhkan iman kita bahkan memulihkan pengharapan kita kepada Allah. 
Jadi, Penderitaan akibat dosa pribadi adalah upah dosa yang mendatangkan penyesalan. Ini harus kitabedakan secara tegas dari Salib Kristus. Seluruh Hukum Taurat Tuhan menyatakan kita berdosa dan menuntun kita kepada pertobatan agar kita tidak bermegah atas penderitaan yang kita cari sendiri. Hukum Taurat ituendiri telah membongkar kedagingan kita. Dalam kehidupan kita sering kali kita kedapatan sedang menderita bukan karena iman, melainkan karena kebodohan, dosa, atau karena kita suka mencampuri urusan orang lain (allotrioepiskopos). Oleh karena itu, firman ini mengingatkan dengan tegas kepada kita agar jangan kita mau menderita oleh karena kebodohan kita (15) "Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau" Yang artinya cukuplah kita menderita oleh karena kebenaran mengikut Kristus, dan itu adalah sukacita bagi kita sebab Kristus ikut juga berjuang dalam penderitaan kita. 
Di tengah penderitaan, marilah kita tidak berpaling dari Allah, dan tidak mencari kambing hitam. Marilah kita merenunginya, menerima Salib yang Tuhan izinkan, tetap melakukan kewajiban hidup kita dengan berbuat baik, dan memlercayakan jiwa kita kepada Pencipta yang setia. 

Saudara saudari, Petrus juga berkata dalam ayat 13-14 "Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, dan berbahagialah kamu, oleh karena Roh Kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu."
Saat dunia membenci dan mencela kita karena nama Kristus (Ayat 14), itu adalah bukti otentik bahwa kita milik-Nya. Dan sebesar apa pun penderitaan yang kita alami dalam hidup, Penderitaan tidak berkuasa untuk membatalkan anugerah Allah atas kita. Sebab penderitaan tidak akan mengubah status kita. Kita akan tetap dibenarkan oleh iman (simul iustus et peccator). Sebab Roh Kudus tidak akan meninggalkan kita saat kita menderita; sebaliknya, Dia justru sedang "memelihara" dan menguatkan iman kita di dalam proses pemurnian tersebut sehingga kita menjadi orang yang tangguh dalam menghadapi penderitaan oleh karena mengikut Tuhan. 
Jadi, penderitaan yang dimaksud dalam perikop ini adalah Penderitaan Yesus Kristus disalib dan penderitaan yang kita alami oleh karena Kristus telah menjadikan kita milikNya (umat tebusannya). Ketika kita menjadi milik Kristus maka dunia akan menjadi musuh kita. Dan ketika hidup kita berakhir dari dunia maka sukacita sorga yang kekal akan menghampiri kita. 
Oleh karena itu, marilah kita percaya bahwa penderitaan karena iman bukanlah tanda murka Allah, melainkan tanda sekutu kita dengan Salib Kristus yang memurnikan iman kita menuju kemuliaan kekal. Dan hendaklah, selama hidup kita di dunia marilah berserah secara pasif kepada anugerah Allah yang menyelamatkan, dan tetaplah aktif bekerja untuk menjalankan tanggung jawab hidup sehari-hari dengan berbuat baik, mengasihi sesama terlebih mengasihi Tuhan dengan cara memercayakan jiwa kita sepenuhnya kepada Allah Pencipta yang setia.
Amin.. 







Tidak ada komentar:

theologi Lutheran

Berjuang dalam penderitaan mengikuti Kristus - 1 Petrus 4:12-19

Khotbah 1 Petrus 4:12-19 Firman Allah untuk kita.  1 Petrus 4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala a...

what about theologi luther ?