Kamis, 14 Mei 2026

Hukuman disingkirkan - Anugerah Allah dinyatakan (Zefanya 3:14-17)

Hukuman disingkirkan - Anugerah Allah dinyatakan (Zefanya 3:14-17) 

Shalom... 
Firman Allah untuk kita. 
Zefanya 3:14
Bersorak-sorailah, hai puteri Sion, bertempik-soraklah, hai Israel! Bersukacitalah dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem!
Zefanya 3:15
TUHAN telah menyingkirkan hukuman yang jatuh atasmu, telah menebas binasa musuhmu. Raja Israel, yakni TUHAN, ada di antaramu; engkau tidak akan takut kepada malapetaka lagi.
Zefanya 3:16
Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem: "Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu.
Zefanya 3:18
seperti pada hari pertemuan raya." "Aku akan mengangkat malapetaka dari padamu, sehingga oleh karenanya engkau tidak lagi menanggung cela.

Saudara saudari, Sebelum ayat 14, Kitab Zefanya dipenuhi dengan nubuatan murka Allah atas dosa, pemberontakan, dan ketidaksetiaan umat-Nya. Dan lewat Firman ini, kita di ingatkan bahwa secara moral dan secara rohani, tidak ada manusia berdosa yang lepas dari hukuman maut. Dengan keadaan kita berdosa, gagal dihadapan Allah membuat Kita tidak bisa menyelamatkan diri kita sendiri melalui perbuatan baik atau usaha moralitas, selain oleh karena Iman kepada Krostus yang tersalib dan bangkit (Sola Fide - pembenaran hanya oleh iman). 
Penderitaan, kematian, dan kebangkitan Yesus adalah karya Allah untuk memperbaharui kita dalam seluruh aspek kehidupan kita, Ia memperbaharui kita dan memberi identitas baru yaitu orang orang yang telah dibenarkan. Oleh karena itu sukacita sorgawi sesungguhnya harus mewarnai kehidupan kita. Tingkah laku kita pun sesungguhnya harus memancarkan kasih dan kebenaran Allah. Hidup dalam kasih, keadilan, dan kebenaran Allah maka semua kelaliman akan terusir dari kehidupan kita. Nilai-nilai inilah yang seharusnya dilakukan oleh setiap orang percaya, da  inilah buah yang murni dari Iman. 

Saudara saudari, apakah sukacita yang dimaksud oleh Allah dalam perikop ini ?. Sukacita dalam ayat ini bukan karena situasi hidup Israel yang sedang baik, melainkan karena apa yang telah Allah lakukan untuk mereka. Sebab kata "telah menyingkirkan hukuman" menunjuk langsung pada karya penebusan Kristus di kayu salib, dan itu adalah sukacita bagi Israel dan kita juga sebab Dialah sumber keselamatan kita. Ketika Yesus kita tersalib sesungguhnya Ia mengambil alih seluruh murka Allah yang seharusnya menimpa kita. Musuh terbesar kita—dosa, maut, dan iblis—telah dikalahkan. Maka melalui iman kepada Kristus, status kita telah diubahkan dari terhukum menjadi orang merdeka. Dalam  Formula Konkord Pasal III menegaskan bahwa kata "membenarkan" atau "menyingkirkan hukuman" berarti dinyatakan bebas dari dosa secara forensik. Dihadapan Allah, semua manusia dibebaskan bukan karena sifat baik yang ditanamkan ke dalam dirinya, melainkan karena ketaatan Kristus yang murni di kayu salib. Oleh karena itu, dalam buku konkord kita  juga ditegaskan bahwa Lutheran MENOLAK pandangan yang menyatakan bahwa kita harus menjadi suci dulu baru diselamatkan. Sungguh pengampunan itu murni anugerah, persis seperti janji Zefanya bahwa Tuhan sendiri yang mengusir musuh kita. 

Sekarang, Allah tidak lagi melihat kita dengan mata kemurkaan, melainkan dengan kasih yang menenangkan dan membaharui. Oleh karena itu, hiduplah dalam sukacita  yang bersumber dari Allah. Dan kiranya di tengah dunia yang menakutkan saat ini, hendaklah Gereja Tuhab dan seluruh kita orang percaya dipanggil untuk tidak menjadi lemah lesu, karena Sang Pahlawan Perkasa diam di antara kita, hari ini hingga Kristus datang, roh kudus Tuhan ada padaku dan padamu. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Tidak ada komentar:

theologi Lutheran

BAGAIMANAKAH PANDANGAN LUTHERAN DENGAN PENDETA PEROKOK ATAU JEMAAT PEROKOK - 𝚕𝚞𝚝𝚑𝚎𝚛𝚊𝚗 𝚚𝚞𝚎𝚜𝚝𝚒𝚘𝚗𝚜

𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖𝙠𝙖𝙝 𝙥𝙖𝙣𝙙𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙡𝙪𝙩𝙝𝙚𝙧𝙖𝙣 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙧𝙤𝙝𝙖𝙣𝙞𝙖𝙬𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙧𝙤𝙠𝙤𝙠 𝙖𝙩𝙖𝙪𝙥𝙪𝙣 𝙟𝙚𝙢𝙖𝙖𝙩. ...

what about theologi luther ?