Shalom.
Firman Allah untuk kita.
Kisah Para Rasul 1:3
Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.
Kisah Para Rasul 1:4
Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang -- demikian kata-Nya -- "telah kamu dengar dari pada-Ku.
Kisah Para Rasul 1:5
Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."
Kisah Para Rasul 1:6
Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"
Kisah Para Rasul 1:7
Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.
Kisah Para Rasul 1:8
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
Kisah Para Rasul 1:9
Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka..
Kisah Para Rasul 1:10
Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
Kisah Para Rasul 1:11
dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."
Saudara saudari, dalam bacaan perikop kita hari ini, firman Allah sedang berbicara tentang hari penggenapan kenaikan Yesus Kristus. Dan fokus utama dari renungan kita hari ini adalah khotbah yang berpusat pada Kristus (Christocentric), pembedaan antara Hukum Taurat dan Injil (Law and Gospel), serta penekanan pada Sarana-sarana Anugerah (Means of Grace).
Peritiwa Yesus terangkat ke sorga, adalah masa perpisahan bagi para murid dengan Yesus. Tentu secara manusiawi, perpisahan ini akan menyedihkan bagi para murid, sebab ketika seorang pemimpin pergi maka para pengikutnya akan merasa kehilangan arah. Namun, dalam pandangan teologi Lutheran kita di ajak untuk melihat peristiwa kenaikan ini bukan sebagai ketiadaan Yesus Kristus, melainkan sebagai cara baru bagaimana Kristus akan tetap hadir di tengah-tengah kita. Meskipun para murid dan kita tidak dapat melihatNya secara kasat mata, namun Kristus yang bangkit akan tetap memegang kendali, Ia akan selalu menegur kedagingan kita, dan menghibur kita dengan janji-Nya lewat kuasa Roh kudus.
Jadi, apakah yang membuat para murid bersedih pada saat perpisahannya dengan Yesus?
Lewat perikop ini, sesungguhnya kita dapat mengetahui bahwa meskipun para murid telah sekian lama bersama dengan Yesus, dan mereka telah menyaksikan kematian Yesus, dan Yesus telah berulang ulang kali menampakkan diri kepada mereka. Sesungguhnya ada yang mengganjal dalam diri mereka masing masing. Dosa membuat mereka gagal mengenal dan mempercayai Yesus dengan benar dan kegagalan mereka membuat mereka lebih berpusat pada diri sendiri daripada kepada Yesus Kristus. Para murid menginginkan kejayaan politis, kesuksesan duniawi, dan teologi kemuliaan (theologia gloriae). Bahkan mereka ingin melihat Yesus bertakhta secara fisik dan membebaskan mereka dari penjajahan Romawi saat itu juga. Keinginan keinginan seperti ini sering juga terjadi pada kita, dan sering kita datang kepada Yesus hanya mencari kerajaan duniawi. Dalam pengajaran kita sebagai gereja Lutheran, buku konkord mengajarkan kepada kita bahwa kehadiran Yesus di bumi adalah untuk menegakkan Theologia Crucis (Teologi Salib) sebab jalan Allah bukanlah untuk kejayaan duniawi, melainkan jalan salib dan penyangkalan diri, demi kemenangan orang orang percaya.
Dalam perikop ini, Yesus juga memperingatkan mereka agar menantikan penghibur yang akan turun atas mereka, dan Yesus memperingati mereka agar tidak pergi. Yang berarti Yesus melarang mereka pergi dengan mengandalkan kekuatan sendiri. Melainkan harus menunggu janji Bapa, yaitu baptisan Roh Kudus, agar Roh Allah bekerja atas mereka untuk dapat membedakan yang benar dan terlebih berkuasa melakukan yang baik dan menjauhkan diri dari kejahatan. Dan tugas yang utama adalah untuk menjadi saksi Kristus di bumi. Para murid dan kita diutus untuk bersaksi tentang Kristus yang disalibkan dan bangkit. Yesus adalah sumber keselamatan kita, keselamatan datang dari padaNya dan sungguh, Keselamatan adalah 100% karya Allah (Sola Gratia — Hanya oleh karena Anugerah). Roh Kuduslah yang akan memelihara kita dalam iman agar mampu menjadi pemberitaan Injil ini sebagai saksi Kristus.
Setelah Yesus terangkat ke sorga, apakah Yesus tidak hadir lagi di antara para murid dan bagi kita ?.
Sesungguhnya, dalam Teologi Lutheran mengajarkan dogma UBIQUITAS(keberadaan Kristus yang mahahadir secara manusiawi). Kristus yang naik ke surga bukan berarti Dia pindah ke suatu lokasi geografis yang jauh di atas awan, melainkan Dia masuk ke dalam takhta kanan Allah yang mahakuasa. Dan dalam Alkitab di ajarkan kepada kita bahwa jika kita ingin mencari Kristus yang naik ke surga, maka janganlah menatap langit yang kosong. Tetapi carilah Dia di tempat yang sudah Dia janjikan untuk hadir secara nyata (Real Presence), yaitu dalam Sarana-sarana Anugerah (Means of Grace) dalam Firman dan ke 2 sakramenNya.
Kita akan dapat memahami Siapakah Tuhan dalam FirmanNya dan kita akan beroleh pengampunan juga lewat kuasa Firman yang membuat kita mengenal dosa dan Insaf. Bahkan ketika kita menerima Sakramen Baptisan Kudus, Di mana air dan Firman telah menyatukan kita dengan kematian dan kebangkitan-Nya. Demikianlah juga dengan Perjamuan Kudus Kristus sungguh benar benar hadir "Di mana tubuh dan darah Kristus yang sejati hadir "di dalam, bersama, dan di bawah" roti dan anggur untuk pengampunan dosa kita".
Oleh karena itu, Kenaikan Yesus bukanlah akhir dari cerita-Nya bersama kita, melainkan awal dari pelayanan-Nya di dalam gereja-Nya melalui Roh Kudus. Dua malaikat berjanji bahwa Yesus yang terangkat itu akan datang kembali dengan cara yang sama.
Sembari menantikan kedatangan-Nya kembali dalam kemuliaan (Eskatologi), kita tidak dibiarkan yatim piatu. Kita tidak perlu cemas atau mencari tanda-tanda ajaib di langit. Hari ini, Kristus yang naik ke surga itu hadir di sini, di tengah-tengah kita, mengampuni dosa Anda, memberi Anda makan melalui tubuh dan darah-Nya, dan menguatkan Anda untuk menjadi saksi-Nya di dalam keluarga, pekerjaan, dan masyarakat, demikianlah firman Allah.
Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kira semua. Amin 🙏
Tidak ada komentar:
Posting Komentar