Selasa, 14 April 2026

Apakah Manfaat Pernyataan Tomas??

Kalau menurut sumber Lutheran konvensional yang pernah saya Baca. 
Sesungguhnya pernyataan Tomas bukanlah suatu kebebalan atau teguran atas ketidak percayaan, melain cara Allah memakai Tomas dalam mewartakan hak prioritas Tuhan, dimana Ia datang kepada orang orang gagal, sebagaimana Tuhan menjumpai manusia dalam kelemahannya, terlebih seperti khotbah kita minggu misericordias domini, Tuhan datang menjumpai Kleopas dan teman dalam perjalanan, Kleopas dan temannya sedang dalam duka mendalam karna pengharapan mereka salah akan Tuhan dan ingin kembali ke kehidupan awalnya, namun Tuhan datang, memulihkan, mengampuni dan menguatkannya sehingga bangkit kembali dan memberitakan Tuhan yang bangkit kepada teman temannya yang artinya Suddat mulak tu emmaus ala di pahot jesus panjouonna marhite Injil+sakramen.

Dan menurut saya, Keinginan Thomas untuk menyentuh luka-luka Yesus menunjukkan bahwa keselamatan datang melalui tubuh dan darahNya yang nyata (real presence) , bukan sekadar ide spiritual yang abstrak. kita memang tidak bisa menyentuh luka Yesus secara langsung sekarang, tetapi ketika Tuhan memberikan Sakramen ( Perjamuan Kudus) di mana kita bisa "menyentuh" Kristus melalui elemen lahiriah. 

Meskipun Tomas gagal percaya kepada Yesus, namun ingatlah bahwa Yesus tidak mengusir Thomas karena keraguannya; Ia justru datang kembali secara khusus untuk Thomas. Ini menunjukkan bahwa iman bukanlah hasil usaha keras manusia untuk percaya, melainkan anugerah yang diberikan Tuhan saat Ia menyatakan diri-Nya kepada kita.

Dan meskipun Tomas sering menjadi slogan bagi kita "songon si Tomas do ho".

Tapi tentang Tomas sangat penting kita renungkan, sebab meskipun Yesus mengakomodasi Thomas, Ia berkata, "Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." 
Kita harus yakin bahwa Alkitab dan Konfesi kita menekankan bahwa saat ini, IMAN datang melalui pendengaran akan Firman, yang memiliki otoritas yang sama kuatnya dengan sentuhan fisik Thomas. 


Penjelasan Akan dosa Asali

penjelasan akan dosa asali yang di paparkan oleh pastor dari Lutheran Church Misoury Sinode (LCMS) dari amerika di hadapan seluruh Pendeta pendeta GKLI.

sumber pengajaran Lutheran dari Alkitab dan Buku konkord sebagai kita kedua bagi gereja Lutheran.

Minggu Misericordiasdomini EVANGELIUM : LUKAS 24 : 13 – 35 Thema : “KRISTUS YANG BANGKIT ADALAH ALLAH KITA YANG SETIA”

 

BAHAN SERMON

Minggu Misericordiasdomini

 

EVANGELIUM : LUKAS 24 : 13 – 35

 

Thema :  “KRISTUS YANG BANGKIT ADALAH ALLAH KITA YANG SETIA”

 

1.      IA HADIR BUKAN KARENA KITA LAYAK ATAU MENGENAL_NYA DENGAN BENAR.

Saudara saudari tahukah anda, apakah yang terjadi pada para murid murid setelah Yesus di salibkan ?

Dalam Matius pasal 26:31 dituliskan “Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai berai”. Sesungguhnya hal inilah yang sedang dialami para murid, sebab setalah kematian Yesus Kristus mereka sedang di selimuti rasa takut, kesal bahkan kecewa, kekecewaan mereka terjadi atas pengharapan yang salah akan Yesus Kristus. Termasuk dalam perikop kita hari ini, Kleopas adalah seorang dari antara murid yang berharap bahwa Yesus adalah seorang pemimpin politis “mesias duniawi” yang akan membebaskan bangsa Israel, dan secara umum bangsa Yahudi berharap bahwa Yesus adalah mesias yang mereka nantikan yang akan menjadi pemimpin politik untuk mengusir para penjajah romawi. Itu sebabnya setelah kematian Yesus Kristus, sesungguhnya Kleopas sedang dalam perjalanan pulang dari Jerusalem setelah perayaan paskah dan ingin Kembali ke kampungnya karena Yesus telah mati, mereka sungguh kecewa karena Yesus Kristus telah disalibkan. Pengenalan seperti ini banyak terjadi dan masih sering merasuki orang orang percaya, contoh : Sering kita menempatkan pembebasan yang di bawa oleh Yesus jauh lebih tinggi kemerdekaan social politik dari pada kemerdekaan dari dosa “kuasa maut”.

 

Jikalau kita perhatikan dengan jelas, seiring perjalanan pelayanan Yesus bersama dengan seluruh para murid muridNya,sesungguhnya Yesus sendiri telah berulang ulang memberitahukan tentang diriNya, bahkan Ia telah menyampaikan kepada para murid muridNya akan kematian dan kebangkitanNya dari kematian pada hari yang ketiga. Namun disinilah letak kelemahan kita manusia dalam hal yang sama seperti para murid murid “kita tidak dapat percaya pada Yesus Kristus tanpa Kuasa Allah sendiri lewat Roh kudusNya dan Kuasa Injil yang mengumpulkan dan menerangi hati kita”.

Dalam perikop kita hari ini, Kleopas dan salah sseorang temannya yang tidak di tuliskan namanya secara langsung dalam Alkitab sedang berjalan dengan Yesus di jalan menuju ke Emau. Berita akan kematian Yesus Kristus sesungguhnya sedang menjadi berita yang hangat atau istilah sekarang viral, hal itulah sebabnya Kleopas mengatakan kepada Yesus “adakah engkau satu satunya orang asing di Yerusalem yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari hari belakangan ini??. Sungguh tidak sedikit pun Kleopas tidak mengenali Rupa Yesus yang sedang berdialog dengannya. Apakah yang membuat Kleopas tidak mengenali Yesus ?. Dalam ayat 16 “ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga tidak dapat mengenal Yesus” sesungguhnya Tuhan sedang menahan pengenalan mereka agar Yesus bisa menjelaskan seluruh isi kita suci “injil” sebab Yesus ingin mereka percaya berdasarkan Firman Tuhan, bukan sekedar karena melihat penampakan Fisik Tuhan seperti yang sedang di nantikan oleh kleopas sendiri. Dan termasuk juga, dalam kondisi duka dan putus asa yang sedang menhampiri para murid, termasuk Kleopas karena terlalu jauh jatuh dalam focus akan kematian Yesus Kristus sehingga janji akan kebangkitan Kristus tidak ada dalam pikiran mereka. Dan jikalau kita baca dalam perikop Markus 16:12 dijelaskan disana bahwa Yesus menampakkan diri kepada mereka dalam rupa yang lain, tubuh yang lain artinya bukan dengan menggunakan tubuh orang lain, melainkan karna setelah kebangkitan Yesus tubuh Yesus berbeda dari tubuh jasmaniNya sebelum disalibkan, sehingga dalam kekudusan Yesus Kristus, mereka yang berjumpa denganNya termasuk Kleopas hidup dengan penuh ketakutan dan keraguan dan keberdosaan tidak dapat mengenali Yesus dengan benar.

 

Saudara saudari, satu hal penting yang ingin saya sampaikan lewat injil ini “Yesus telah membuktikan kesetianNya”. Lewat perikop ini, kisah Kleopas yang sedang meninggalkan Yerusalem “pusat persekutuan para murid” karena putus asa, Yesus justru malah hadir dan menguatkanNya kembali lewat kehadiranNya memberitakan Injil dan Sakramen “Yesus membagi bagikan roti”. Yesus tidak menunggu mereka Kembali ke Yerusalem atau bertobat lebih dahulu kemudian menjumpai kleopas. Melainkan dalam keadaan gagal dan penuh duka murid itu, Yesus datang dan menunjukkan kesetiaanNYa. Yesus berjalan bersama mereka sekitar 12 km berjalan kaki dan sambil menjelaskan isi kitab suci, ini adalah bukti kesetiaan Yesus. Di sepanjang perjalanan itu, Yesus membiarkan Kelopas menceritakan isi hatinya yang di warnai dengan rasa kecewa, Yesus menjadi pendengar baik, dan kemudian Yesus menjadi pengajar dan memulihkannya lewat membuktikan kehadiranNYa yang nyata lewat memberkati dan membagi bagi roti. Percayakah saudara bahwa Yesus sedang dan terus akan melakukan hal yang sama ini dalam hidup kita ?.

Para penafsir memang mengatakan bahwa salah seorang dari teman Kleopas adalah Lukas, namun karena dia yang menuliskan kitab ini, ia tidak menuliskan namanya sebagai bentuk dari kerendahan hati. Namun dalam konsep Lutheran “kita percaya bahwa seluruh yang tertulis dalam Alkitab tidak dipisahkan dari kita, oleh karena itu, para Lutheran mengatakan bahwa orang yang tidak dituliskan namanya tersebut adalah diri kita sendiri, sebab hal itu kita harus sadari bahwa Allah juga sungguh setia kepada kita, meskipun dalam kegagalan dan bimbang kita, Allah tetap setia dan selalu hadir untuk mengutkan dan mendengar isi hati kita terlebih memulihkan kita agar menjadi saksi Kristus.

 

2.      Tetapi karena JanjiNya dalam Firman dan Sakramen (Anugerah)

Saudara saudari, bagi kita para kaum Lutheran atau seluruh jemaat GKLI, perikop ini adalah dasar yang kuat bagi Gereja Lutheran bahwa perjamuan Kudus adalah sarana keselamatan (Means of Grace) sebab setelah Yesus Kristus bangkit, Ia hadir untuk menguatkan dan mengajarkan Kleopas akan sarana anugerah keselamatan lewat Ia terlebih dahulu menjelaskan seluruh isi kitab suci di sepanjang perjalanan dan kemudian membagi bagikan roti yang dengan hal itu terbukalah mata mereka dan dapat mengenal Yesus.

Perikop ini mengingatkan kita kembali bahwa Yesus Kristus sungguh bangkit dan Dia adalah Allah yang setia. Seperti Kleopas dan temannya yang di pulihkan oleh Yesus, demikianlah kita seharusnya harus penuh dengan sukacita dan pengharapan datang kepada Yesus dan menjadi saksiNya, sebagaimana para murid bangun kembali dan pergi ke Yerusalem untuk memberitakan perbuatan kasih Kristus bagaimana Yesus menuntun mereka untuk dapat mengenalNya.

 

Saudara saudari, apakah saudara sungguh percaya akan injil dan anugerah anugerhNya?

Di dalam rasa kecewa kita sekalipun bahkan dalam keadaan hati kita yang meragukan kuasa Tuhan, sungguh Ia hadir menguatkan dan memelihara kita, terlebih menuntun kita untuk dapat mengenal dan percaya kepadaNya. Oleh karena itu, Percayalah bahwa Yesus sungguh Allah yang setia. Dia adalah sumber anugerah yang berlimpah bagi kita. Seperti nama minggu kita pada saat ini, MISERICORDIAS DOMINI “Kasih setia Tuhan yang berarti juga bahwa Bumi penuh dengan kasih setia Tuhan”. Dalam Liturgi Gerejawi bagi kalangan Lutheran minggu misericordias domini adalah bagian dari minggu paskah yang dapat di sebut juga minggu paskah ke III. Nama misericordias domini di ambil dari nyanyian pembuka “introit” dalam Bahasa latin yang berbunyi “misericordias domini plena est terra” yang berarti Bumi penuh dengan kasih setia Tuhan (Maz.33:5).

 

Dalam Evangelium kita minggu ini (Lukas 24:13-35) Yesus sungguh hadir sebagai gembala yang baik, dan itulah sebabnya minggu ini juga dapat disebut sebagai Good Shephard Sunday. Sebagaimana dalam khotbah kita ini, Yesus hadir sebagai gembala yang baik, yang menyatakan kasih setiaNya yang tak berubah di tengah ketidak setiaan manusia, seperti Kleopas yang hendak bebalik ke kehidupannya yang awal. Lewat injil kita hari ini, Yesus hadir memberikan kita ingatan yang dipulihkan akan kehidupan baru dalam Kristus, kita di ajak untuk mengenali suara Kristus dalam kesusahan hidup, lewat melihat kuasa Tuhan dalam menuntun dan memelihara hidup kita. Sungguh Allah berkuasa dan Dia selalu bersuara kepada kita lewat Injil agar kita tidak tersesat dalam lembah kekelaman atau kematian kekal karna ketidak setiaan.

 

Melalui Injil ini, sekarang kita sedang tidak menantikan Kristus yang bangkit seperti para murid murid, melainkan kita sedang dan akan terus menantikan Yesus yang akan datang Kembali untuk mengakhiri dunia dan daging kita yang fana. Oleh karena itu, bagaimanakah sikap kita sebagai orang orang percaya dalam mensyukuri kebangkitan Yesus Kristus dan menantikan kedatanganNya?. Dalam minggu misericordias domini hari ini saya harus mengatakan akan hal yang penting bahkan yang sangat penting dalam menantikan Yesus adalah dengan setia dan hidup di dalam Gereja Kristus, hal ini berarti bahwa kita tidak dapat terpisah dari Gereja, tetapi bukan bangunanNya, melainkan Tubuh Kristus yang telah di bangun dalam diri kita dan Firman Allah dan sakramen sakramenNya yang tetap di layankan di dalam Gereja haru terus menerus kita terima dan kita hidup dari sana. Kristus sungguh hadir dalam Firman, dan perlu kita tahu bahwa Iman tidak didasarkan atas perasaan atau penglihatan kasat mata, tetapi sungguh pada janji Allah dalam Injil yang kita dengar dalam ibadah ini, dan hati yang berkobar kobar adalah hasil dari Firman yang diberitakan dengan benar seperti dalam ayat 32.

Ketika kita menerima sakramen, Kristus juga sungguh hadir di dalam, dengan dan melalui sakramen sakramenNya. Sungguh mata kedua murid terbuka saat Yesus “mengambil roti, mengucap berkat, memecahkannya dan memberikannya seperti dalam ayat 30, hal ini adalah pemahaman yang sama akan Iman kita bahwa Kristus juga sungguh hadir dalam Perjamuan Kudus (real presence) yang kita percayai bahwa Kristus sungguh hadir secara nyata dalam roti dan anggur, yang kita terima sebagai sarana keselamatan akan kita dan penguatan Iman kita akan Yesus Kristus.

 

Oleh karena itu, marilah kita setia kepada Yesus Kristus dengan tetap setia di dalam Firman dan sakramen sakramenNya, sebagaimana Kristus setia untuk kita, demikianlah kita setia kepadaNya, sebab hari ini kita di ingatkan dan dipulihkan Kembali bahwa keselamatan adalah anugerah Allah bagi kita yang harus kita pegang teguh dan kita beritakan kepada orang lain.

 

Demikianlah Firman Tuhan untuk kita, kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin

 

 

 

Pdt. Ardianus Situmorang S.Th

Senin, 13 April 2026

Kantate : Endehon ma Debata/Nyanyikanlah Allah (Maz. 28:1-2) Evangelium : Yohanes 15 : 1 – 8

 


23/April/2024 

Bahan Sermon Minggu Kantate GKLI Baloi Kolam

 

Kantate : Endehon ma Debata/Nyanyikanlah Allah (Maz. 28:1-2)

Evangelium : Yohanes 15 : 1 – 8

 Thema : Mian ma hita di Bagasan Jesus Kristus

1.      Asa unang hona uhum hita

       Dihita saluhutna dongan sahaporseaon di bagasan Jesus Kristus, di minggu naung salpu Minggu Jubilate nunga tatangihon hata ni Debata ima na mandok Jesus do Parmahan na Denggan “di papungu, di parmahani di ajari jala di togu togu do saluhut hita jala di seahon do hosana holan humongkop angka jolma pardosa. Jala di mingguta sadarion di dok Jesus i muse Au do hau aggur na tutu. Molo di angka ulaon hajahudion manang na angka pesta pesta di luat jahudi, sada kebutuhan na paling utama do anggur di setiap angka ulaon nasida. Ido umbahen tabereng di turpuk on di umpamahon Jesus do dirina tu angka jolma i na mandok bahwa Jesus do hau anggur na tutu “Jesus adalah Kebutuhan paling utama”. Di dok Jesus ido Ibana Hau anggur i jala hita ma angka rantingna, jala Debata do nampuna hita na mangaradoti Hau anggur i”Joh 15:1.

       Marhite turpuk jamita mingguta sadari on di podahon do tu hita, asa mian ma hita dibagasan Jesus Kristus. Ia di turpuk on di umpamahon Jesus do dirina hau anggur jala hita saluhutna ma angka ranting ni hau anggur i, angka ranting na sehat na sintong manjalo asupan giji sian hau anggur i ingkon do uli di bulungna, rodi parbue na pe ingkon do godang hombar tu tingkina. Ido asa di dok Jesus i ganup angka ranting naso marparbue, di gotap doi jala di bolongkon. Jala napastina nasa ranting naung gotap sian batang nai ingkon do melos jala gabe masak dungi laos tutungon namai. Artina hombar tusi do ngolunta on, Jesus do batang ni ngolunta, jala ganup hita on ima angka na marpangunsandean tu Debata, angka na mangolu dibagasan hatigoran na manjalo saluhut angka poda hasintongan na denggan sian Jesus ingkon do marparbue di ngoluna siganup ari. Jala ganup angka naso mian di bagasan Kristus Jesus “naso manjalo angka poda hasintongan i ingkon mate do i, bolong laos tutungon. Ganup angka jolma naso mian di bagasan Kristus ndang adong disi parbue ni hangoluan na sintong jala ndang tarbahen i marparbue na denggan.

       Molo tajaha do di ayat 6 tangkas do didok Jesus i ganup angka naso mian di bagasan Jesus Kristus, bolongkonon do i songon ranting i, sasintongna taringot tu haroro ni Jesus Kristus na paduahalihon tu portibi on nunga sai di podahon tu hita iaggo so marparbue hita di bagasan haporseaon na sintong(Yak.2:17), ndang managam di haroro nai, manang na songon 5 parompuan na oto i ndang paradehon miak ni palitona marisuang do panjangkonon nasida, jala laos bolongkonon na ma hita tu api narongko i songon ranting naso marparbue i. Artina marhite Jamita sadari on di paboa Debata do tu hita angka na pinarmahan ni Debata do hita nuaeng songon Batang ni anggur i mangalehon na ringkot di ranting i, jala di hirim Debata do hita marhite naung gabe sakkambona hita dohot Jesus i “Satu daging Yoh.15:5” ingkon do tarida sian parbue ni ngolunta. Ingkon marparbue na denggan hombar tu pangonjar ni Jesus naung maringan di hita. Sialani do sian pangkataionta, pangalahonta, nang pambahenanta ingkon ido na patandahon hita naung toho mian di bagasan Kristus Jesus manang na daong. Sada partinandaan do on bahwa berberda do Karakter, Pola pikir, Sikap dohot pambahenan ni angka hita na mian di bagasan Kristus Jesus dohot angka na satongkin mian satongkin mandao sian Kristus Jesus i. Alani ingkon do hot parbue ni ngolunta, ai angka na manontong ido na sintong na sian Debata.

      

 

 

 

 

2.      Asa tarbahen hita marparbue na denggan

       Dongan sahaporseaon, molo tarimang rimangi do pandohan ni Jesus Kristus i na mandok “Ndang tarula hamu agia aha ianggo so marhite Ahu Yoh 15:5” suatu keputusan jala kepastian hidup do on di hita saluhutna bahwa saluhut angka na uli na denggan hombar tu lomo ni roha ni Debata ndang tarulahon hita molo so marhite Jesus Kristus. Isarana “Holong” ndang tarbahen hita manghaholongi donganta hombar tu roha ni Debata inggo so Debata na mian di hita jala ianggo so Debata namangonjar rohanta asa tahaholongi dongan ta lumobi ma angka musunta. Sarupa doi songon ranting nangkin ndang mungkin marparbue ranting i ianggo so adong batang na. Alani do nuaeng tangkas majo tatanda dirinta tohodo hita naung gabe songon ranting ni hau anggur i na marsihohot tu hau anggur i?  Toho do hita naung marsihohot manang na marpangunsandean tu Kristus Jesus naung mian di rohanta ganup? Parbue ni ngolunta siganup ari ima na patandahon naung toho mian Kristus i manang na daong. Hata ni Debata mandok pargabus do jolma na mandok na porsea alai sai dihosomi angka donganna(2 Joh. 4:20).

      Alani tu hita saluhutna ra ndang adong apala sada hita na mangkirim asa ambolong, manang na gabe ndang tarpakke, manang na gabe di hasogohon halak alani angka Parbuenta naso ture. Alai sude do hita mangkirim asa sude nian marsonang sonang angka dongan na rap dohot hita, boi di rasahon angka parbue na denggan ima angka holong na tapatupa. Manang na parbue ni haporseaon(Gal.5:22-23). Ingkon do boi gabe siboan hadameon di tonga tonga ni keluarga nang angka luatta be songoni nang di angka parkarejoanta. Ingkon do gabe pannondang di ngolunta siganup ari di saluhut angka dongan. Alani holan sada do dalan “Ndang tarbahen hita na denggan ia so marhite Jesus Kristus” ndang tarbahen hita marparbue songon na di dok na parbue ni haporseaon i ianggo so marsigantung hita tu Jesus Kristus, ianggo so mian Jesus i di hita. Alani i nuaeng hita ganup angak na porsea, naung manjalo pandidion na badia i, naung manjalo mudar dohot daging ni Kristus Jesus i, tapatarida ma Kualitas ni haporseaonta marhite na unduk rohanta di adopan ni Debata asa ibana na manogu nogu hita marparbue na sintong. Asa marsangap Debata marhite ngolunta, songon na nidok ni apostel i lam balga ma Kristus i alai au lam Gelleng(Yoh.3:30) sudenai holan na ni onjar ni Jesus Kristus. Alani asa tarbahen hita marparbue na denggan ingkon do marsihohot hita holan tu Jesus Kristus sambing songon ranting i na marsigantung tu batangna. Jala ingkon berprinsip do hita saleleng mangolu hita di portibi on ingkon do hita marsihohot tu Jesus Krsitus, ingkon do hita mian di bagasan Jesus Kristus ai ido na hinirim ni Debata sian Hita, jala ima na toho managam hita manjangkon haroro nai, dipasu pasu Tuhan Debata ma hita saluhutna Amen.

Minggu Misericordias Domini “Asi ni roha ni Tuhan/Kasih Setia Tuhan (Maz. 33:5) 1. Evangelium : Lukas 24 : 36 – 43

 

Sermon Bulan April 09/April/2024

Minggu Misericordias Domini “Asi ni roha ni Tuhan/Kasih Setia Tuhan (Maz. 33:5)

1.      Evangelium : Lukas 24 : 36 – 43

Pendahuluan : Haheheon ni Jesus Kristus sian hamatean, sasintongna sada barita nabalga doi di luat Jerusalem di tingki i, sude do jolma ndang tarjalo rohana namasa di tingki i, ndang mungkin hehe jala mulak mangolu Jesus sian hamatean di roha ni angka naso porsea di Jesus Kristus. Jala boi dohonon sian angka sisean ni Jesus i ndang apala tangkas pangkiriomon nasida taringot tu haheheon ni Jesus Kristus. Jala nuaeng pe molo ta ikuti do perkembangan teknologi di tingki on, di taon 2024 on mansai Viral do ima sada pangajarion sesat sian sahalak Pendeta bertato ima na mamboanhon Kristen Progresif, sian angka pangajarionna mandok ndang apala ringkot hamamate ni Jesus Kristus, jala sian sumber situs ibana mandok di ujung na ingkon masa do annon godang kareta namanaruhon sude angka jolma laho mandapothon Jesus Kristus. Artina lam matua Portibi on lam torop do angka jolma naso porsea di haheheon ni Jesus Kristus nang songoni angka pangajari na naeng pamagohon barita taringot tu Jesus Kristus, Alani marhite minggu Misericordias domini “Asi Ni roha ni Tuha I” di paingot Debata do hita asa :

Thema : Porsea ma hita Nunga  Hehe Jesus mamboan Hadameon. (Yesus Kristus bangkit membawa Damai)

1.      Alani unang marganggu ni roha hita “low”            **Jangan Ragu**

Dongan sahaporseaon di bagasan Jesus Kristus, sasintongna barita taringot tu haheheon ni Jesus Kristus  nunga mansai torang di pabotohon Jesus tu angka sisean i(Mat.26:1-2), ingkon do mate Ibana jala hehe sian hamatean. alai sian pardalanan hamatean ni Jesus sahat tu haheheon nai ndang adong nasida na porsea jala mangkirim ingkon hehe Jesus sian hamatean. Ido asa molo tabereng di turpuk on sasintongna nunga di patudu Jesus dirina tu si Kleopas nang donganna, ima di na mardalan nasida laho tu huta Emmaus, rap do nasida marcerita sambil mardalan dohot Jesus alai ndang di tanda nasida Jesus dongan nasida na mardalan i ia so dung di pasu pasu Jesus roti i (Luk.24:30). Jala di turpuk jamita sadari on ido di ceritahon sama nasida tu angka sisean na debanai, jala di na marcerita i nasida ro ma Jesus jonjong di tonga tonga nasida. Memang molo tabayangkon “sian haroro ni Jesus na toppu i jongjong di tonga tonga nasida tontu sahali olo do tarsonggot, alana toppu tor jongjong di tonga tonga nasida naung bagas borngin jala pintu ni bagas nasida nunga sordak di tingki i(Yoh.20:19). Alai sada hal na porlu antusanta, nang pe nunga di jolo nasida Jesus i jongjong ndang mananda nasida di Jesus Kristus i, nang pe nunga dipatudu Jesus i tangan nang pat na alai laos so porsea do angka sisean i bahwa na toho do Jesus na jongjong di jolo nasidai(41). Gogo ni habiaron na di portibi on boi do mambahen hita ndang mananda di Jesus, ndang mananda di denggan basa nang pandonganion ni Jesus.

 

Molo ta ingot do jamita minggutta di minggu naung salpu (Quasimodogeniti) sahalak sian sisean i na margoar si tomas, maol do ibana manghaporseai taringot tu haheheon ni Jesus Kristus sian hamatean, ido asa didok ibana ianggo so hu surdukkon jari jaringku tu bongkas ni pamakuan i, ndang porsea au naung hehe Jesus i. Artina sian angka panandaion nang pangkirimon dohot haporseaon ni sude sisean i, ingkon do dohonon marhite jamita on “naso tarbahen hita hajolmaon manghaporseai Jesus lumobima taringot tu haheheon nai ianggo marhite pingkiran nang hagogoonta sandiri alai ingkon do Debata na manuturi hita jala tondi Porbadia i na mangajari asa boi ta antusi denggan basa ni Debata(Luk.24:45) bandingkan dengan makna Pengakuan Iman Rasuli.

 

Alani unang be nian sala motivasitta di na taihuthon Tuhan Jesus songon angka sisean i “holan mangkirim di haluaon manang na hasonangon di portibi on sambing manangna pembebasan sian angka panggomgomi(Luk.24:21). Unang holan mamikkirhon na ringkot di portibion hita asa taingot Jesus Kristus(1 Kor.15:19).  Unang be songon angka sisean i hita, maol manghaporseai angka na pinasahat ni Jesus Kristus, Maol marningot jala mananda di angka naung pinamasa ni Jesus di tingki na melayani nasida rap dohot Jesus. Alai ingkon do antus hita di panandaion na sintong, Jesus mate di hau pinorsilang i holan alani dosanta, jala mulak mangolu Ibana sian hamatean i laho patandahon hamonangan jala mangalehon Hangouan tu hita ganup na porsea di Ibana. Ingkon do tatanda denggan basa ni Debata tu hita songon goar ni minggutta sadari on “Misericordias Domini” saluhut pergerakan manang na panggulmit ni ngolutta on holan asi ni roha ni Debata do i, lumobi ma Haluaon “Surgo” holan asi ni roha do i di lehon tu hita ganup angka na porsea di ibana(Rom.3:28). Alani ndang tama hita marganggu ni roha – Alai Pos ma rohanta di Debata.

 

2.      Ai di pamonang do hita jala di lehon Hadameon.

Dongan sahaporseaon, sada denggan basa ni Debata naso tartuhor jala tarbalos hita jolma tu Debata ima Dame (Asi ni roha) na pinatupa ni Debata tu hita Jolma. Jesus ro tu portibi on sasintongna holan lao mangalehon dalan haluaon/hadameon do tu hita jolma(Joh.14:6).

 

Molo tajaha do di sude kitab sinoptis tingkos do di hatindangkon marhite hamonangan ni Jesus manaluhon dosa hamatean i “Dame do di pasahat Jesus tu saluhut angka sisean nai” (Luk.24:3). Artinya sudah kepastian bahwa Hamamate ni Jesus di hau pinorsilang sada dalan nauli na denggan doi naung di sangkapi Debata asa sahat Dame i tu ganup angka na porsea di Debata. Alai jotjot do jolma ndang mananda di asi ni roha ni Debata. Torop do jolma na sala mangantusi di hadameon naung pinatupa ni Jesus Kristus. Hamonangan na pinnatupa ni Jesus Kristus ima marhite na manaluhon dosa hamatean i, sasingtongna dison ma naeng ingkon tandaonta bahwa haheheon ni Jesus Kristus i mamboan hadameon di hita ganup angka na porsea di Ibana. Sude jolma na porsea jala mangolu di bagasan pangkirimon na sintong angka ido naung mardame dohot Debata. Jala holan angka na porsea/naung mardenggan dohot Debata do na tau manjalo hadameon.

 

Saleleng mangolu hita di portibi on, portibi on pe sasintongna boi do mangalehon ima na nidokna hadameon. Jala olo do alani hadameon na di tawarhon portibion gabe lupa jala dang mananda hita di Dame naung pinatupa ni Jesus Kristus. Hadameon na boi lehonon ni portibi on isarana ima angka hamoraon, arta, kejayaan, Kekuasaan dohot angka lan na asing hombar tu kenikmatan ni portibi on “alai porlu do antusanta hadaemon na ni lehon ni portibi on bersifat sementara do i/na lao salpu do sude nai”. Alani naeng do ingkon anntusanta Hadameon na paling dumenggan sian saluhut dame na di portibion ima Dame naung pinarade ni Debata “Haluaon ni tonditta”. Manang na Hadameon ni ganup angka na porsea di Debata namangolu di portibi on ima nanidokna marparbue na ramos hombar tu haporseaon (Hidup menjadi berkat) ima tanda ni dame na turun sian surgo i tu ganup angka naung mananda holong ni Debata. Sude do jolma mangkirim asa mandapot dame i, alai holan di angka na marpos ni roha na sintong di Jesus do na dapotan dame si saleleng ni lelengna (Surgo).

 

Alani di hita pe saluhutna, molo di namasa di turpuk on Jesus do na ro tu tonga tonga ni angka si sean i di naung hehe Jesus i. Ibana sandiri do na ro tu tonga tonga ni angka sisean na marganggu ni roha, gok biar ni roha maradophon bangos jahudi (Harajaon portibion/begu-Iblis). Jala laos di tingki on pe Jesus do na ro mangkobasi hita di parmingguan on, mangkobasi hita ganup Jolma na gok dosa, mangalehon pos ni roha di haluaon i marhite hatana na badia i. Alani naeng dohonon saluhut angka jolma na Pajupa dohot Debata ingkon do Dame Rohana, jala saluhut jolma na ro tu bagas jo ro ni Debata na pajuppa do hita dohot Debata. Alani ingkon do dame rohanta ala naung tajalo hasesaan ni dosanta nang panoguon ni haporseaon marhite hatana ai marhite hite i sahat ma Dame na sumurung i tu hita.

 

3.      Alani manongtong ma hita di bagasan Dame ni Debata.

Sada dalan na dumenggan na patut hangoluhonon ni angka jolma naung mananda di dame ni Debata (Asi ni roha) ima angka jolma na tongtong marhamubaon ni roha (Luk.24:47). Ingkon mananda diri do hita di adopan ni Debata bahwa saluhut dame i boi songgop tu hita holan asi ni roha ni Debata doi. Umbahen i, marhite naung pinasahat ni Jesus Kristus tu angka sisean i dame nai di suru nasida asa mamaritahon barita taringot tu hamubaon ni roha (Pertobatan). Na marlapatan mamaritahon taringot tu hamubaon ni roha “Magnet yang paling menarik ima hamubaon pribadi” Marisuang do di hita sandiri sai tabaritahon hamubaon ni roha ianggo dirinta sandiri ndang muba (Bertobat). Jala hata ni Debata di tingki on mangondolhon holan angka jolam na olo paubahon diri sigunup ari do na sintong mian jala mananda di dame ni Debata ima asi ni Roha. Alani marhite minggutta sadari on, anggiat nian sude hita mananda di asi ni roha ni Debata jala tahamauliatehon ma i marhite na tongtong olo hita marhamubaon ni roha nang mamaritahonsa. Amen.

Minggu, 12 April 2026

Taat dan setia menyembah Allah - Mazmur 95

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin
Firman Tuhan untuk kita. 
Mazmur 95:1
Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita.
Mazmur 95:2
Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.
Mazmur 95:3
Sebab TUHAN adalah Allah yang besar, dan Raja yang besar mengatasi segala allah.
Mazmur 95:6
Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.
Mazmur 95:8
Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun. 

Saudara saudari, Mazmur 95 ini adalah seruan yang dengan tegas mengajak kita untuk menyembah Allah, sekaligus mengingatkan kita agar jangan melalaikan penyembahan yang sejati kepada Allah. Kita datang kepada Allah bukan karena atas upaya kita yang telah berhasil, melainkan atas kemurahan Allah kepada kita, dan sebagai respons kita atas karya penciptaan dan keselamatan yang telah Tuhan berikan kepada kita, maka kita harus sujud dan taat dihadapanNya. Dengan kemenangan yang kita peroleh atas perbuatan Allah, maka kita harus mengakui bahwa Ia adalah Allah yang besar sang pemilik seluruh bagian bumi, dari samudera terdalam hingga puncak gunung. Dengan demikian sesungguhnya tidak ada alasan kita untuk mengeraskan hati atau menduakan Tuhan terlebih menolakNya. Kita harus mendengar suara Tuhan dan melakukan dengan segera seluruh perintah perintahNya. Menunda ketaatan atau mengeraskan hati dapat menjauhkan kita dari "tempat perhentian" atau janji keselamatan Allah, 
Atau apakah Tuhan harus mendatangkan hukuman lebih dahulu agar kita bertobat? 
Sesungguhnya tidak, kita harus tunduk kepada Allah, hidup dalam kasih setia_Nya dengan bertobat dan datang kepada_Nya tiap tiap saat. Sebab kita adalah umat tebusan Allah, yang telah dibenarkan dan di persatukan kembali dengan Allah lewat kematian dan kebangkitanNya yang telah mengalahkan maut. Kita adalah umatNya, yang sedang dalam penantian akan kedatangan Kristus. 

Saudara saudari, lewat Mazmur 95 ini, ada 3 hal seruan Allah untuk bangsa Israel.
1. Jangan keras kepala dan bebal (8). Artinya, seruan dan peringatan Allah harus direspons dengan baik dan tidak boleh diabaikan. Tindakan mengabaikan peringatan Allah sama artinya membangkang dan melawan Tuhan. Sikap inilah yang dilakukan oleh leluhur bangsa Israel dalam peristiwa di Masa dan Meriba. 
2. Jangan mencobai Tuhan (9). Apakah perbedaan besar antara menguji dan mencobai? Motif menguji selalu mencari bukti terhadap suatu kebenaran, sedangkan motif mencobai adalah menyangkal kebenaran sebagai fakta yang valid. Dalam hal ini,  para leluhur bangsa Israel sering kedapatan telah mencobai Allah, karena mereka bukan hanya menolak kebenaran yang telah dialami, tetapi juga mau mengatur Allah untuk tunduk kepada keinginan mereka.
3. Jangan sesat hati (10). Kata "sesat hati" bisa dipahami sebagai hati yang tidak lurus, memberontak, dan penuh tipu muslihat. Inilah yang menjadi inti permasalahan leluhur bangsa Israel yang dengan sengaja dan berulang-ulang mengabaikan jalan Allah. Akibatnya, Allah membinasakah satu generasi bangsa Israel dan yang keluar dari Mesir, hanyalah Yosua dan Kaleb.
Dengan demikian, Mazmur 95 ini mengajak kita semua agar hidup di dalam ibadah yang benar. Yaitu ibadah yang sungguh-sungguh hidup dalam ketaatan kepada Allah, memuji Tuhan dengan hati yang lembut dan tunduk pada suara-Nya. 
Dan atas seruan ini, marilah kita memohon agar kita benar benar taat kepada-Nya. Dan hendaklah kita juga setia untuk belajar taat kepada Allah sembari memuji kebaikan dan kebesaran-Nya dalam hidup kita hari lepas hari.

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Sabtu, 11 April 2026

Acara Ibadah Persekutuan Doa Lutheran Pemuda - GKLI

 


Acara Ibadah Kebaktian Muda Mudi GKLI

11-April-2026

 

1.      Bernyanyi Kidung Jemaat No. 08 : 1 – 3 (Bagimu Tuhan Nyanyian ku)

1. BagiMu, Tuhan, nyanyianku, kar'na setaraMu siapakah ?
Hendak kupuji Kau selalu; padaku Roh Kudus berikanlah,
Supaya dalam Kristus, PutraMu,
kidungku berkenan kepadaMu.

2. O tuntun aku ke PutraMu,
agar padaMu 'ku dituntunNya:
dan RohMu diam dalam rohku,
membuat mata hatiku cerah,
sehingga kurasakan damaiMu
dan kuungkapkan dalam kidungku.

3. Beri berkatMu, Maha Tuhan,
gar benar kudus puianku,
dan doa juga kulagukan
di dalam Roh dan kebenaranMu,
jiwaku pun padaMu bersyukur,
bersama bala sorga bermazmur.

2.      Doa Pembuka

Bapa kami yang ada di Surga, kini kami datang dengan penuh rendah hati kehadapanMu, mengucap syukur atas segala Anugerah Mu dalam hidup kami satu minggu ini. Terimaksih atas kesehatan dan kekuatan yang telah Engkau berikan kepada kami, dan terimakasih juga pada saat ini Engkau telah mengingatkan kami, agar kami datang ke tempat ini untuk dengar-dengaran akan FirmanMu. Sebentar kami akan mendengarkan, belajar dan ingin melakukan FirmanMu, kiranya tuntun dan ajarlah kami, agar kami selalu setia untuk melakukan kehendakMu. Kami juga berdoa untuk teman teman kami yang tidak dapat datang di malam hari ini, berkatilah juga mereka dan ingatkanlah mereka agar jangan menjauh dari hadapanMu, agar kiranya kami dapat bersama sama di tempat ini untuk belajar akan kebenaran Firman Mu.

 Bapa kami yang di Surga, kami juga memohon, kiranya Engkau selalu memberkati kedua orang tua kami, berikan mereka kesehatan dan kesabaran dalam mengajari kami, mendidik kami terlebih dalam mendoakan kami. Atas segala dosa pelanggaran kami, Tuhan ampunilah kami dan kuatkan jugalah kami agar kami kuat untuk melawan kuasa iblis yang membuat kami menjauh dari hadapanMu. 

Inilah doa dan permohonan kami, Dalam nama bapa dan Putera dan Roh Kudus kami telah berdoa. Amin

3.      Benyanyi Kidung Jemaat No. 402 : 1 – 2 (Ku perlukan Juru selamat)

1.      Kuperlukan Jurus'lamat, agar jangan 'ku sesat;
s'lalu harus kurasakan bahwa Tuhanku dekat.

Reff : Maka jiwaku tenang, takkan takut dan enggan;
          Bila Tuhanku membimbing, 'ku di malam pun tent'ram.

2.      Kuperlukan Jurus'lamat, kar'na imanku lemah.
HiburanNya menguatkan; sungguh tiada bandingnya.

Reff : Maka jiwaku tenang, takkan takut dan enggan;
          Bila Tuhanku membimbing, 'ku di malam pun tent'ram.

 

 

 

 

 

4.      Renungan

 Nats     : Yeremia 31 : 1 - 6

Thema : Datanglah kepada Tuhan

Tujuan : Supaya anak remaja dan Pemuda/I datang mendekat kepada Tuhan  :

1.      Sebab Allah senantiasa berkenan bagi yang datang mendekat kepada Dia

2.      Allah mengasihi orang orang yang datang kepadaNya

3.      Orang yang datang kepada Tuhan akan di pulihkan Kembali

4.      Orang yang datang kepada Tuhan akan beroleh buah yang manis

Hafalan : Yeremia 31:6

                   Sungguh, akan datang ahirnya bahwa para penjaga akan berseru di gunung

       Efraim; ayo marilah kita naik ke gunung sion, kepada Tuhan Allah kita.

 

5.      Bernyanyi Kidung Jemaat No. 340 : 1 – 3 (Hai Bangkit Bagi Yesus)

1. Hai bangkit bagi Yesus, pahlawan salibNya! Anjungkan panji
Raja dan jangan menyerah. Dengan semakin jaya Tuhanmu ikutlah,
Sehingga tiap lawan berlutut menyembah.

2. Hai angkit bagi Yesus, dengar panggilanNya! Hadapilah tantangan,
hariNya inilah! Dan biar tak terbilang pasukan kuasa g'lap,
semakin berbahaya, semakin kau tegap.

3. Hai bangkit bagi Yesus, pohonkan kuatNya; tenagamu sendiri tentu
tak cukuplah. Kenakan perlengkapan senjata Roh Kudus;
berjaga dan berdoa supaya siap t'rus!

 

6.      Doa penutup + Doa Bapa Kami + Berkat

7.      Latihan Koor

 

 


Minggu, 05 April 2026

Yesus beristirahat di dalam Kubur pada hari sabat

Yesus wafat pada sore hari di Jumat Agung, tepat sebelum Sabat dimulai saat matahari terbenam. Dua orang dari antara para murid datang dan meminta jenazah-Nya kepada Pilatus, mereka adalah Nikodemus dan Yusuf dari Arimatea. Mereka menguburkan-Nya dengan tergesa-gesa karna hari sudah mulai gelap. Beberapa perempuan yang paling dekat dengan Yesus juga mengikuti mereka ke makam. Yusuf menggulingkan sebuah batu besar di depan pintu masuk, dan mereka meninggalkannya di sana. Kemudian, atas permintaan para Imam, Pilatus menempatkan penjaga dan menyegel makam itu untuk mencegah pencurian jenazah. Saat hari kedua kematian Yesus dimulai, Yesus akhirnya sungguh beristirahat. Yesus beristirahat sebagaimana Allah beristirahat pada hari ketujuh penciptaan, demikian pulalah Yesus beristirahat pada Sabat pertama dari penciptaan baru. Melalui pengorbanan-Nya di kayu salib, Ia menghancurkan dosa dan kuasa iblis. Dan sesuai janjiNya, ketika Sabat berakhir, Ia juga akan mematahkan kuasa maut, lewat kebangkitan Kristus. 
Saat umat Kristen bersiap untuk perayaan Paskah yang penuh sukacita, kita sering dan terdapat melewatkan momen tenang dan damai ini "sabtu suci". 
Kppetika matahari terbenam, hari ketiga akan dimulai. Di antara waktu matahari terbenam dan fajar itu, Yesus bangkit dari kematian, turun ke Neraka untuk menyelesaikan kemenangan-Nya atas Setan, dan menjadi yang pertama bangkit menuju kehidupan kekal. Gereja akan memulai Malam Paskah saat matahari terbenam dan menyanyikan kembali nyanyian Kebangkitan.

Jumat, 03 April 2026

GUNUNG MORIA KUNO

GUNUNG MORIA KUNO. 

Artinya : sebuah gunung yang juga dikenal sebagai Bukit Bait Suci atau Temple Mount) ini adalah situs bersejarah dan religius yang sangat penting di jantung Kota Tua Yerusalem. Gunung ini terletak di antara Lembah Kidron di sebelah timur dan Lembah Tyropoeon di sebelah barat. 

Dalam Perjanjian Lama, gunung MORIA didentifikasi sebagai tempat Abraham dalam menepati Allah untuk mempersembahkan Ishak. 

Dalam kisah Salomo, dibukit ini jugalah Bait Allah pertama sekali di bangun oleh Raja Salomo pada abad ke 10sm, dan setelah di hancurkan, Bait Suci yang kedua kembali di bangun di tempat yang sama, yang pada akhirnya di hancurkan oleh Kerajaan Romawi pada abad 70sm.

Jumat Agung - Eli Eli lama sabaktani

JUMAT AGUNG
 Apakah yang dimaksud dengan Jumat Agung?
Jumat Agung adalah hari paling khidmat dalam Tahun Liturgi Gereja. Pada hari ini kita di ingatkan oleh Liturgi yang dipadukan dengan injil kudusNya bahwa harga dosa kita telah dibayar lunas oleh Allah sendiri. Sejak perjanjian Lama rencana untuk keselamatan kita telah terungkap lewat para nabi nabi yang akan di permuliakan lewat kehadiran Yesus Kristus. Ia datang ke dunia menjadi sama seperti kita manusia, Allah berdiam di dalam diri Yesus dan  sungguh Yesus benar benar adalah Allah. Putra Allah, Sang Pencipta Kehidupan itu sendiri, menjadi salah satu dari kita. Di Sungai Yordan, Ia menguduskan air Baptisan dan memikul dosa-dosa dunia. Di Gunung Sion, Gunung Moria Kuno, tempat Malaikat Tuhan menghentikan tangan Abraham, Putra Allah, Putra Tunggal-Nya, yang dikasihi-Nya, dihukum mati sebagai Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Dihukum oleh Pilatus, Ia memulai penderitaan terakhir-Nya dan dipaku di kayu salib. Bahkan ketika Ia mulai mati, pengampunan dimulai—pertama-tama kepada mereka yang membunuh-Nya dan kemudian kepada seorang pencuri di kayu salib di dekatnya.

Misteri terbesar dari semuanya muncul di puncak penderitaan-Nya. Putra Allah yang kekal berseru, “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Matius 27:46 ). Kita seharusnya tidak heran bahwa kita tidak dapat memahami momen yang mendalam ini. Namun kita tahu beberapa hal dengan pasti. Kita tahu bahwa momen ini diungkapkan secara rinci dalam Kitab Suci itu sendiri. Kata-kata Yesus adalah kutipan dari ayahnya, Daud, dalam Mazmur 22, yang ditulis seribu tahun sebelumnya. Kita tahu Yesus merasa ditinggalkan oleh Allah. Doa-doa-Nya yang tidak terjawab dan kesendirian-Nya menunjukkan bahwa Ia sepenuhnya berbagi kemanusiaan kita. Ia seperti kita dalam segala hal, itulah sebabnya pengorbanan-Nya atas nama kita dimungkinkan. Kita tahu bahwa dosa kitalah yang Ia bayar di kayu salib, dan harga itu sangat tinggi. Kita tergerak saat kita memadamkan satu demi satu cahaya, mengingat kedalaman penderitaan-Nya.
Namun ini bukanlah kata terakhir yang kita dengar dari penderitaan Tuhan kita. Saat Ia wafat, Ia berkata, “Sudah selesai.” ( Yohanes 19:30 ) Dosa telah diampuni, kuasa Iblis dikalahkan, dan meterai kubur akan segera dibuka. Yesus tahu bahwa Bapa tidak meninggalkan-Nya. Ia sekali lagi mengutip perkataan ayahnya, Daud, dalam Mazmur 31, “Ke dalam tangan-Mu kuserahkan rohku” (Lukas 23:46), dan memasuki peristirahatan tiga hari-Nya di dalam kubur.

Salam jumat Agung. 

#Vdma_luther

Rabu, 01 April 2026

Renungan Kamis Putih - Lukas 23:28

Syalom!
Damai sejahtera Allah atas kita semua. Amen

Bapak ibu dan saudara saudari, injil Tuhan untuk kita pada saat ini terambil dari Lukas 23:28
Demikianlah Firman Allah : 
Lukas 23:28
Yesus berpaling kepada mereka dan berkata: "Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu!


Bapak ibu yang di kasihi Tuhan, kita tahu dengan pasti bahwa Yesus menderita di kayu salib adalah demi kita. Karena alasan inilah Tuhan berduka, bahwa penderitaan-Nya membuat kita menangis. Dibalik penderitaan itu Yesus menginginkan agar kita berbahagia, memuji Allah dan mengucap syukur atas kasih karunia-Nya, dan memberi hidup untuk memuliakan Dia serta memberi kesaksian tentang Dia yang telah mati dan bangkit untuk kita, sebab lewat Penderitaan Yesuslah kita menerima anugerah Allah, dibebaskan dari dosa dan maut, dan menjadi anak-anak Allah yang terkasih. 

Tetapi kita sulit dan lambat memahami dan mempercayai ini, karena menurut kodrat kemanusiaan kita hal itu bertentangan. Ketika kita seharusnya menangisi dosa-dosa kita, kita malah tertawa; ketika kita seharusnya tertawa dan hati kita bersukacita karena Kristus, melalui kematian-Nya kita dimenangkan dan beroleh hidup kekal. 
    Oleh karena itu, lewat renungan ini, kita di ajarkan tentang 2 hal : 
Pertama, agar Allah melalui Roh Kudus kiranya menyentuh hati kita, agar Ia membuat kita membenci dosa, menjauhkan kita dari dosa dosa, dan kita bergantung hidup kepada Allah dengan meninggalkan sikap mengandalkan diri sendiri. 
Kedua, agar Allah menyalakan api penghiburan-Nya di dalam hati kita di tengah pergumulan dosa, dan memberi kita keyakinan yang teguh atas pengurbanan dan penebusan Tuhan kita. Amen.
 
Demikianlah renungan kita.

Kiranya Tuhan menolong dan memelihara kita. 

Tuhan Allah Bapa surgawi, Berilah kami Roh Kudus-Mu agar dibuat-Nya hati kami menangisi dosa-dosa kami yang sungguh mendukakan hati-Mu. Dan kiranya Roh mu juga membuat hati kami, untuk hidup bersukacita oleh karena Kristus telah menderita dan mati untuk kami demi kebebasan kami dari segala dosa, maut dan kuasa iblis. Demi nama Putra-Mu yang kudus kami berdoa. Amen.

Salam kamis suci - kamis putih

Yesus Kristus - Tiga hari untuk mengingat dan bersyukur kepada Tuhan atas belas kasih-Nya.

Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci telah diperingati oleh Gereja sejak zaman dahulu sebagai hari-hari di mana keselamatan kita diperoleh melalui Penderitaan, Kematian, dan Kebangkitan Tuhan kita. Gereja mewujudkan hal ini dengan satu ibadah yang berlangsung selama tiga hari. Ibadah Kamis Putih dimulai dengan doa pembuka tetapi tidak diakhiri dengan doa penutup. Ibadah Jumat Agung tidak memiliki doa pembuka maupun doa penutup. Malam Paskah pada Sabtu malam tidak dimulai dengan doa pembuka, tetapi diakhiri dengan doa penutup.

Nama Kamis Putih berasal dari kata Latin mandatum — kata pertama dalam terjemahan Latin dari perintah Yesus: “Perintah baru Kuberikan kepadamu: kasihilah sesamamu.” (Yohanes 13:34 ) Yesus memberikan perintah ini pada Perjamuan Terakhir, malam yang juga kita peringati karena Ia juga menetapkan Perjamuan Tuhan pada saat Paskah itu. Ibadah Kamis Putih diakhiri dengan pelepasan altar, mimbar, dan podium, serta pelepasan jubah pendeta. Seringkali, kisah di Taman Getsemani dan penangkapan Yesus dibacakan selama waktu ini. Kita pergi dalam keheningan, mengingat bahwa para murid telah meninggalkan Yesus.
Hari yang dimulai saat matahari terbenam pada Kamis Putih menyaksikan seluruh penderitaan dan kematian Yesus. Kita menyebutnya Jumat Agung karena itu adalah hari penebusan kita. Itu juga hari pertama peristirahatan Kristus di dalam kubur. Pada hari kedua ini, Yesus berada di dalam kubur, yang dimulai saat matahari terbenam pada hari Jumat. Pada Sabtu Suci setelah matahari terbenam, hari ketiga dimulai. Gereja mengadakan ibadah malam, sebuah kebaktian yang menandai awal Paskah. Bahkan seringkali, umat Kristen dibaptis selama ibadah paskah tersebut.

Pada tiga hari ini, Kristus menggenapi janji-Nya bahwa Ia akan menanggung dosa-dosa kita di kayu salib, mati untuk membayar hutang kita, menguduskan kuburan kita dengan beristirahat dalam kematian, mengalahkan Setan dan kematian, dan bangkit kembali untuk menghancurkan kuburan selamanya. Tiga hari untuk mengingat dan bersyukur kepada Tuhan atas belas kasih-Nya.

Jumat, 27 Maret 2026

Hidup dalam pemeliharaan Tuhan - Memberi hidup jadi persembahan yang hidup bagi Allah - Mazmur 81

Selamat pagi amang inang. 

Firman Allah untuk kita. 
Mazmur 81:2 Bersorak-sorailah bagi Allah, kekuatan kita, bersorak-soraklah bagi Allah Yakub.
Mazmur 81:9
Dengarlah hai umat-Ku, Aku hendak memberi peringatan kepadamu; hai Israel, jika engkau mau mendengarkan Aku!
Mazmur 81:9
anganlah ada di antaramu allah lain, dan janganlah engkau menyembah kepada allah asing.
Mazmur 81:11
Akulah TUHAN, Allahmu, yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir: bukalah mulutmu lebar-lebar, maka Aku akan membuatnya penuh.

Saudara saudari, bacaan mazmur kita pada hari ini adalah merupakan seruan bagi bangsa Israel untuk mendengar. Karena mendengar adalah dasar bagi bangsa Israel untuk mengerti kehendak Allah dan masuk ke dalam ketetapan Allah. Bagi bangsa Israel, mendengar adalah syarat bagi mereka untuk dapat menghayati perjanjian antara Allah dengan mereka (ayat 6b-11), sebab sejarah perjanjian antara Allah dengan mereka diawali dengan perintah untuk mendengar (Ul. 6:4), namun meskipun demikian seruan Allah, sepanjang sejarah mencatat bahwa Israel terus menerus terdapat dalam kesalahan yang sama, yaitu menolak untuk mendengar (ayat 12). 

Saudara saudari, perlu kita mengetahui bahwa dengan adanya ketetapan antara Allah dengan bangsa israel, maka menolak untuk mendengarkan Tuhan adalah sama halnya dengan menolak kuasa Tuhan, dan itu berarti menolak keselamatan yang Tuhan berikan bagi mereka (ayat 13-17). 

Lewat Mazmur ini, kita juga dapat membuktikan bahwa Allah sungguh sangat setia. Kasih setia Tuhan tidak berkesudahan bagi Israel dan termasuk kita, sehingga demikianlah Allah terus-menerus memanggil mereka untuk mendengar (ayat 9, 12, 14). Ini merupakan seruan keprihatinan Tuhan yang sangat mendesak bagi umatNya. Tuhan tidak ingin umat-Nya terus- menerus berada dalam kesesatan karena menolak untuk mendengarkan Tuhan, dan Tuhan Allah juga terus mengajak umat-Nya untuk bergerak maju bersama-Nya menuju hidup yang baru (ayat 14-17).

Pesan Mazmur ini sungguh jelas, yaitu pesan pembebasan. Israel pernah dilepaskan dari perbudakan Mesir oleh Tuhan (ayat 6-8). Oleh sebab itu Tuhan menuntut mereka untuk menyembah Dia (ayat 9-11). Namun demikianlah bebalnya orang Israel, mereka tetap memilih untuk hidup bagi diri sendiri (ayat 12), akibatnya, mereka tidak bisa menikmati pembebasan mereka sepenuhnya. Sebab, Hanya pertobatan yang sungguh-sungguh yang akan membawa mereka kembali ke dalam tangan kasih setia Tuhan. Bila Israel taat dan setia, mereka akan menikmati Tuhan dan beroleh pembebasan (ayat 14-17). 

Renungan ini menjadi peringatan bagi kita. Saat kita mendengar Firman Allah, maka marilah kita juga mendengar. Sebab lewat mendengar Firman Allah maka roh kudusNya akan bekerja untuk meng_Insapkan kita atas segala dosa. Allah sungguh akan setia untuk menuntun setiap orang yang memberi diri untuk mendengar Allah. 
Kita juga harus sadar dan percaya, seperti Allah membebaskan bangsa israel dari perbudakan di Mesir, demikianlah juga Allah membebaskan kita dari perbudakan Iblis lewat kematian anakNya, yaitu Yesus Tuhan kita. Kematian Yesus di kayu salib menjadi jalan bagi kita dapat berdamai dengan Allah. Sungguh, dalam keadaan kita berdosa Allah datang menolong dan mengulurkan tanganNya kepada kita, Ia rela membentangkan tanganNya terpaku dan mati tersalib. Dalam kelemahan kita, Allah datang menolong dan membangkitkan kita. Sungguh itu adalah bukti kesetiaan Allah bagi kita. 

Oleh karena itu, hendaklah kita setia kepada Tuhan. Jika Tuhan sudah menolong dan menyelamatkan kita dari maut-kematian kekal, maka marilah kita mau memberi hidup hanya untuk kesukaan Allah, sebab meskipun hidup kita di dunia dan hidup dalam daging yang akan binasa, tetapi percayalah bahwa Kristus telah hidup dalam diri kita dengan jalan ia masuk ke dalam hati kita, menguasai kita dan memerintah atas kita, demikianlah sesungguhnya hidup kita bukan lagi atas kehendak dan kekuatan kita, sebab kita adalah umat tebusan Allah. Tidak ada lagi dalil kita untuk menolak pernyataan Allah, sebab setiap yang menolak Allah sama halnya sedang menantikan kebinasaan yang kekal. 
Marilah kita setia kepada Allah dan memberi diri menjadi persembahan yang hidup bagi Allah. Tetaplah setia dan hidup di dalam pertobatan. Dalam pekerjaan ini, Tuhan akan memelihara dan menolong kita. 


Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Acara Ibadah Pemuda/i GKLI - Minggu Judika Hidup dakam Roh

 

Acara Ibadah Kebaktian Muda Mudi GKLI

28 Maret 2026

 1. Bernyanyi dari KJ No. 02 : 1 – 3 (Suci suci suci)

Ø Suci, suci, suci Tuhan Maha kuasa!

Dikau kami puji di pagi yang teduh.
Suci, suci, suci, murah dan perkasa,

Allah Tritunggal, agung namaMu!

Ø Suci, suci, suci! Kaum kudus tersungkur

di depan takhtaMu memb'ri mahkotanya
Segenap malaikat sujud menyembahMu,

Tuhan, Yang Ada s'lama-lamanya.

Ø Suci, suci, suci! Walau tersembunyi,

walau yang berdosa tak nampak wajahMu,
Kau tetap Yang Suci, tiada terimbangi,

Kau Mahakuasa, murni kasihMu

 

2.      Doa Pembuka.

Bapa Kami yang ada di Surga, Kini kami datang berdoa dan bersyukur kepadaMu, terpujilah Engkau yang selalu senantiasa memelihara hidup kami hingga malam hari ini, malam hari ini kami telah berkumpul disini para Pemuda pemudi dan remaja untuk belajar Firman-Mu yang Kudus, Ajari dan bimbinglah kami agar kami memahami kehendak-Mu, biarlah kiranya Roh kudus selalu mengarahkan hati kami, sehingga kami dapat melakukan Firman_Mu di dalam kebenaran, kami juga pada saat memohon, untuk masa depan kami, kami percaya bahwa Engkau selalu menyediakan yang terbaik untuk kami, karena itu, berilah kami semangat, kesetiaan dan rasa hormat terhadap orang tua kami, agar kami dapat melihat Anugerah berkat yang Engkau berikan kepada kami dalam setiap saat sehingga kami tetap semangat dalam menggapai cita cita kami. Saat ini juga kami akan mendengarkan Firman Mu, bimbinglah kami agar kami beroleh kekuatan dan Iman oleh pendengaran Firman mu. Untuk Orang tua kami, Tuhanlah yang memelihata hidup mereka, kiranya Engkau memberikan umur yang panjang, kesehatan dan Berkat bagi keluarga kami. Untuk sahabat sahabat kami yang tidak dapat berkumpul bersama kami di malam hari ini, sertailah mereka dan ingatkanlah supaya di waktu berikut mereka dapat memberikan hati untuk datang beribadah di tempat ini. Bapa kami yang di Surga, atas segala dosa dan pelanggaran kami, mohon ampuni dan kuduskan kami dari dosa kami itu, agar kami layak untuk memanggil nama Mu yang Kudus. Terpujilah Engkau, kini dan sampai selama lamanya. Amin

 

3.      Bernyanyi Kidung Jemaat No. 640 : 1 – 3 (Jika jiwa ku Berdoa)

o  Jika jiwaku berdoa kepadaMu, Tuhanku, ajar aku t'rima
saja pemberian tanganMu dan mengaku, s'perti Yesus
di depan sengsaraNya: Jangan kehendakku, Bapa,
kehendakMu jadilah.

o  Apa juga yang Kautimbang baik untuk hidupku,
biar aku pun setuju dengan maksud hikmatMu,
menghayati dan percaya, walau hatiku lemah:
Jangan kehendakku, Bapa, kehendakMu jadilah.

o  Aku cari penghiburan hanya dalam kasihMu.
Dalam susah Dikau saja perlindungan hidupku.
'Ku mengaku, s'perti Yesus di depan sengsaraNya:
Jangan kehendakku Bapa, kehendakMu jadilah.

 

 

 

4.      Renungan Firman (Pendalaman Alkitab)

Ayat Renungan : Roma 8 : 1 - 11

Thema               : Hidup dakam Roh

Tujuan               : Supaya Anak Remaja, atau para pemuda/i senantiasa hidup dalam Roh Allah :

1.      Hidup dalam roh berkenan kepada Allah

2.      Hidup dalam roh adalah milik Kristus

3.      Roh ada dalam kita maka kita hidup

4.      Karena Roh Allah akan membangkitkanmu karena Yesus Kristus juga dibangkitkan

             Hafalan             : Roma 8 : 8

 

5.      Bernyanyi dari Kidung Jemaat No. 344 : 1 – 4 (Ingat akan nama Yesus)

1. Ingat akan nama Yesus, kau yang susah dan sedih: Nama
itu menghiburmu k'mana saja kau pergi.

       Reff : Indahlah namaNya, pengharapan dunia!
             Indahlah namaNya, suka sorga yang baka!

2. Bawa nama Tuhan Yesus, itulah perisaimu.
Bila datang pencobaan, itu yang menolongmu.

       Reff :

 3. Sungguh agung nama Yesus, hati kita bergemar.
Bila kita dirangkulNya, sukacita pun besar.

        Reff:

4. Bila mendengar namaNya, baiklah kita menyembah
dan mengaku Dia Raja kini dan selamanya.

        Reff:

6.      Doa penutup + Doa Bapa Kami

7.      Latihan Koor

 


theologi Lutheran

Apakah Manfaat Pernyataan Tomas??

Kalau menurut sumber Lutheran konvensional yang pernah saya Baca.  Sesungguhnya pernyataan Tomas bukanlah suatu kebebalan atau teguran atas ...

what about theologi luther ?