Selasa, 13 Agustus 2024

Allah sumber kesembuhan - Kisah para rasul 3 : 13 - 26

Selamat pagi. 


Firman Tuhan untuk kita hari ini. 
Kisah Para Rasul 3 : 15
Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi.
Kisah Para Rasul 3 : 16
Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.
Kisah Para Rasul 3 : 19
Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan,

Saudara saudari, dalam perikop kita hari ini, Banyak orang terheran-heran melihat kesembuhan Si Lumpuh. Mungkin mereka tidak habis pikir bagaimana kesembuhan itu dapat terjadi, padahal orang tersebut sudah lumpuh sejak lahir. Namun satu hal yang pasti bagi kerumunan orang di Bait Allah adalah Petrus dan Yohanes yang menyembuhkan orang lumpuh tersebut. Tentu saja kedua rasul tidak bermaksud seperti itu. Mereka sama sekali tidak memiliki andil dalam mukjizat penyembuhan itu. Keduanya hanyalah hamba Yesus yang bekerja untuk melanjutkan misi Kerajaan Allah di dunia.

Oleh karena itu, Kehebohan itu mendorong Petrus membuat pernyataan di Serambi Salomo bahwa Yesus yang telah dibunuh oleh para pemimpin agama dan orang Yahudi, namun telah dibangkitkan Allah Israel dari antara orang mati, itulah Penyembuh yang sesungguhnya (15-16). Pernyataan Petrus sangat mengejutkan orang banyak. Bukannya berhenti berbicara, malahan Petrus dengan lantang dan panjang lebar menjelaskan tentang janji dan nubuatan Allah mengenai kedatangan Mesias sebagai Juru Selamat manusia. Untuk tujuan itulah Yesus harus menderita, bahkan ditolak oleh bangsa sendiri (14, 18).

Petrus menyadari bahwa apa yang dikatakannya belum tentu dapat dipahami dan diterima oleh orang banyak. Dan yang terpenting adalah bagaimana mereka dapat mengenal Yesus dan karya keselamatan-Nya. Memang mewartakan hal semacam ini tidaklah mudah. Sebab dibutuhkan keberanian yang besar dan kesiapan untuk mati sebagai martir. Tetapi, Petrus tidak peduli dengan keselamatannya. Ia sepenuhnya menyerahkan hidupnya hanya kepada Allah saja. Ia berharap orang yang mendengar khotbahnya menyadari kesalahan dan mengambil tindakan pertobatan (19-20) memberi hidupnya secara total kepada Allah. 

Saat ini, Kita semestinya harus bersyukur karena Allah dalam Kristus mengasihi kita dan mau mengampuni segala dosa kita. Karena itu, janganlah kita menunda-nunda untuk percaya kepada Yesus Kristus. Sebab Allah telah menetapkan bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan keselamatan menuju surga. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. 
Amin ๐Ÿ™

Senin, 12 Agustus 2024

Kuasa Allah menyelamatkan - Kisah para Rasul 3 : 1 - 10

Selamat pagi. 
Firman Allah Untuk kita. 
Kisah Para Rasul 3 : 1
Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah.
Kisah Para Rasul 3 : 2
Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah.
Kisah Para Rasul 3 : 6
Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"
Kisah Para Rasul 3 : 7
Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.

Saudara saudari, Gerbang indah terletak pada pintu gerbang Bait Allah di Yerusalem. Di sana duduk seorang lumpuh yang meminta sedekah dari setiap orang yang datang beribadah ke Bait Allah. Si Lumpuh memilih tempat tersebut karena ia beranggapan bahwa setiap orang yang beribadah memiliki belas kasihan dalam hatinya. Saat melihat kondisi tubuhnya, mereka pasti akan memberikan sedekah.

Ketika Petrus dan Yohanes memasuki Bait Allah, mereka melihat orang lumpuh itu dan menatapnya sebentar. Mereka bertiga saling menatap. Tatapan mata Si Lumpuh mengharapkan kedua rasul itu mau memberikan uang. Sedangkan tatapan mata Petrus dan Yohanes menghendaki agar orang lumpuh itu sembuh dan menjadi orang yang berguna di masyarakat. Itu sebabnya Petrus tidak menawarkan emas dan perak, melainkan nama dan kuasa Yesus. Saat itu pun mukjizat Allah terjadi. Kesembuhan yang dialami oleh Si Lumpuh membuat dirinya kegirangan dan memuji kebaikan Allah.

Kuasa Allah tidak pernah berubah, baik pada masa lampau, masa kini, maupun masa depan. Kuasa Allah itu hadir dalam kematian dan kebangkitan Yesus. Walaupun Yesus sudah naik ke Surga, namun karya-Nya masih hadir di tengah-tengah umat-Nya melalui para rasul. Para rasul dan pengikut Yesus melanjutkan misi keselamatan Allah bagi orang Yahudi dan non Yahudi. Hal itu terlihat pada kasus orang lumpuh. Kesembuhan orang lumpuh mengingatkan mereka bahwa Allah Israel tidak pernah meninggalkan umat-Nya.

Selain itu, orang lumpuh dapat dilihat juga sebagai gambaran kita sebagai orang berdosa, yang tidak berdaya dan putus asa. Hanya Yesus yang dapat memberikan arah dan tujuan yang pasti, yaitu nama-Nya yang kudus (6). Karena itu, setiap jawaban dari doa kita terletak pada nama Yesus (Yoh. 14:13).

Dalam setiap pergumulan, marilah kita memandang kepada kematian dan kebangkitan Yesus. Sebab di sanalah pusat hadirnya kuasa Allah. Saat kita percaya pada kuasa nama Yesus, maka mukjizat Allah akan menjadi nyata dalam kehidupan kita. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป

Minggu, 11 Agustus 2024

Berserulah kepada Allah - Mazmur 5 : 1 - 13

Selamat pagi. 

Firman Allah untuk kita. 

Mazmur 5 : 3
(5-4) TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu.
Mazmur 5 : 5
(5-6) Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau membenci semua orang yang melakukan kejahatan.
Mazmur 5 : 7
(5-8) Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.
Mazmur 5 : 8
(5-9) TUHAN, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu karena seteruku; ratakanlah jalan-Mu di depanku.
Mazmur 5 : 11
(5-12) Tetapi semua orang yang berlindung pada-Mu akan bersukacita, mereka akan bersorak-sorai selama-lamanya, karena Engkau menaungi mereka; dan karena Engkau akan bersukaria orang-orang yang mengasihi nama-Mu.
Mazmur 5 : 12
(5-13) Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.

Saudara saudari, Bagaimana seharusnya kita memulai hidup kita setiap hari bersama Tuhan? Bolehkah dengan mengeluh dan berteriak minta tolong kepada-Nya? Pantaskah anak-anak Tuhan berlaku seperti itu? Kalau Daud saja memulai harinya dengan keluhan dan tangisan, bukankah manusiawi kalau itu juga yang kita rasakan? 

Justru tangisan dan teriakan kita kepada Tuhan merupakan doa yang Dia dengar dan Dia pedulikan. Bukankah hati yang hancur dan remuk merupakan persembahan kurban yang Tuhan terima (ayat 4; Mzm. 51:19)? Karena hanya dengan memiliki hati yang seperti itulah kita siap melihat Tuhan menyatakan karya-Nya dan kedaulatan-Nya di dalam dan melalui kita. 

Memulai hari bersama Tuhan menolong kita melihat dunia dari perspektif Allah. Bahwa Allah membenci perbuatan fasik yang dilakukan dengan penuh kesombongan dan bahwa Tuhan tidak akan membiarkan kejahatan terus menerus meraja lela (ayat 5-7, 10). Suatu saat pasti keadilan Allah akan dinyatakan kepada mereka (ayat 11). 

Pada saat yang sama, memulai hari bersama Tuhan juga menolong kita untuk tidak menyombongkan diri seakan-akan kesalehan kita adalah jasa kita. Sebaliknya, bersama pemazmur kita bisa merendahkan diri dan berkata, semua itu karena kasih setia-Nya (ayat 8). Oleh kasih karunia itulah kita bisa bersukacita dan bersorak sorai karena perlindungan Tuhan nyata. Rencana orang fasik untuk membinasakan orang benar tidak akan pernah berhasil karena Tuhan menjadi penjaga dan pelindung kita (ayat 22-23). 

Apa kekhawatiran yang sedang Anda rasakan? Rongrongan dari orang-orang yang membenci Anda karena iman Anda? Gosip dan fitnah yang mencoba menjatuhkan Anda? Tekanan atasan agar Anda kompromi dengan cara-cara curang dunia ini? Jangan hadapi sendirian. Mulai setiap hari dan tempuh sepanjang hari dengan berseru dan bersandar pada Tuhan! 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita. Amin๐Ÿ™

Sabtu, 10 Agustus 2024

Saling menguatkan dalam membangun Tubuh Kristus - Filipi 4 : 10-20

 Selamat hari minggu. 
⛪⛪⛪⛪ mari kita ke Rumah Tuhan ๐Ÿ˜Š
Firman Allah untuk kita. 
Filipi 4 : 10
Aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu.
Filipi 4 : 11
Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.
Filipi 4 : 13 
Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Saudara saudari, Di dalam pelayanannya, Paulus bukanlah seorang yang selalu berkecukupan secara keuangan. Kelimpahan dan kekurangan ia juga mengalami silih berganti dalam masa pelayanan nya(12). Namun surat Paulus kepada jemaat di Filipi ini seolah mengindikasikan bahwa Paulus sering berada di dalam kekurangan. Meski demikian Paulus tidak berkecil hati karena ia yakin bahwa Tuhan akan memberikan kekuatan yang cukup untuk bertahan di dalam segala situasi(13). Sebab kita tahu bahwa Tuhan juga akan memenuhi kebutuhan hidupnya menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya (19).

Sebagai orang percaya, kita tentu memiliki keyakinan yang sama mengenai kehidupan hamba-hamba Tuhan yang melayani di daerah-daerah dengan situasi yang tidak mudah, khususnya yang mengalami keterbatasan keuangan. Biasanya kita akan menghibur mereka dengan mengutip kata-kata Paulus di dalam ayat 13 dan 19. Namun sayang, kita sering lupa memperhatikan ayat-ayat lainnya di dalam perikop ini.

Ayat 14 misalnya, sangat mendorong kita untuk terlibat secara langsung di dalam mendanai hamba-hamba Tuhan yang hidup dalam kekurangan dan kesusahan. Kita percaya bahwa Tuhan akan selalu memberikan kekuatan di dalam segala situasi, bahkan yang buruk sekalipun. Tuhan juga akan mencukupkan kebutuhan mereka menurut kekayaan-Nya. Namun sesungguhnya kita juga memiliki kesempatan untuk dipakai Tuhan menjadi alat-Nya dalam menolong hamba-hamba Tuhan yang kesusahan atau mencukupkan kebutuhan para hamba-hamba Tuhan yang berkekurangan.

Ingatlah, Tidak semua orang dapat melayani dengan menjadi misionaris, pendeta, atau guru. Namun, tanggung jawab kita untuk menopang para pelayan lewat doa adalah keharusan bagi kita orang percaya. Maka marilah kita memuliakan Tuhan melalui hubungan kita yang baik dengan Allah, melalui rejeki atau harta yang Tuhan percayakan kepada kita untuk mendukung para hamba-hamba Tuhan yang membutuhkan agar mereka dapat melayani dengan baik. 
Sebab itulah sesungguhnya hidup orang percaya, saling melengkapi, bertolong tolong dan secara khusus saling mendoakan  dalam menghancurkan tembok pertahanan Iblis, sehingga lewat pelayanan semakin banyak orang yang terselamatkan.. .. 

Kiranya Kasih Setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus, memelihara dan menolong kita semua... Amin ๐Ÿ™

Jumat, 09 Agustus 2024

PANDUAN IBADAH MUDA MUDI GKLI Kejadian 22 : 1 – 19 - Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan

 

PANDUAN IBADAH MUDA MUDI GKLI

10 Agustus 2024

 

1.     Bernyanyi dari Kidung Jemaat No. 15 : 1 – 3 (Berhimpun semua)

1. Berhimpun semua menghadap Tuhan dan pujilah Dia, Pemurah dan benar.
  Berakhirlah segala pergumulan, diganti dengan kedamaian yang besar.

2. Hormati namaNya serta kenangkan mujizat yang sudah dibuatNya.
  Hendaklah t'rus syukurmu kaunyatakan di jalan hidupmu seluruhnya.

3. Berdoa dan jaga supaya jangan penggoda merugikan jiwamu.
  Di dunia tegaklah kemenangan dan dasarnya imanmu yang teguh.

2.     Doa Pembuka

Bapa kami yang ada di Surga, kini kami datang dengan penuh rendah hati kehadapanMu, mengucap syukur atas segala Anugerah Mu dalam hidup kami satu minggu ini. Terimaksih atas kesehatan dan kekuatan yang telah Engkau berikan kepada kami, dan terimakasih juga pada saat ini Engkau telah mengingatkan kami, agar kami datang ke tempat ini untuk dengar-dengaran akan FirmanMu. Sebentar kami akan mendengarkan, belajar dan ingin melakukan FirmanMu, kiranya tuntun dan ajarlah kami, agar kami selalu setia untuk melakukan kehendakMu. Kami juga berdoa untuk teman teman kami yang tidak dapat datang di malam hari ini, berkatilah juga mereka dan ingatkanlah mereka agar jangan menjauh dari hadapanMu, agar kiranya kami dapat bersama sama di tempat ini untuk belajar akan kebenaran Firman Mu.

 Bapa kami yang di Surga, kami juga memohon, kiranya Engkau selalu memberkati kedua orang tua kami, berikan mereka kesehatan dan kesabaran dalam mengajari kami, mendidik kami terlebih dalam mendoakan kami. Atas segala dosa pelanggaran kami, Tuhan ampunilah kami dan kuatkan jugalah kami agar kami kuat untuk melawan kuasa iblis yang membuat kami menjauh dari hadapanMu. 

Inilah doa dan permohonan kami, Dalam nama bapa dan Putera dan Roh Kudus kami telah berdoa. Amin

 

3.     Bernyanyi dari Kidung Jemaat No. 340 : 1 – 3 (Hai Bangkit Bagi Yesus)

1. Hai bangkit bagi Yesus, pahlawan salibNya! Anjungkan panji
Raja dan jangan menyerah. Dengan semakin jaya Tuhanmu ikutlah,
Sehingga tiap lawan berlutut menyembah.

2. Hai angkit bagi Yesus, dengar panggilanNya! Hadapilah tantangan,
hariNya inilah! Dan biar tak terbilang pasukan kuasa g'lap,
semakin berbahaya, semakin kau tegap.

3. Hai bangkit bagi Yesus, pohonkan kuatNya; tenagamu sendiri tentu
tak cukuplah. Kenakan perlengkapan senjata Roh Kudus;
berjaga dan berdoa supaya siap t'rus!

4.     Renungan Firman

Nats       : Kejadian 22 : 1 – 19                   Hal. 124

Thema   : Dan Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan (Doa Bapa kami permohonnan ke VI)

Tujuan   : Supaya anak atau remaja/pemuda pemudi percaya bahwa :

1.     Musuh Allah atau Iblis menggunakan ujian untuk menjauhkan kita dari Allah.

2.     Allah membawa kita lewat ujian untuk semakin mendekat kepada Allah.

Hafalan : Doa Bapa Kami – Permohonan ke VI beserta dengan maksudnya 1 Petrus 5 : 8 – 9; 1 Korintus 10 : 12; Yak. 1 : 13,14)

 

Permintaan Keenam

Dan jangalah membawa kami ke dalam pencobaan.

Maksudnya adalah:

Sesungguhnya Allah tidak mencobai seorang pun, tetapi kita minta di dalam doa supaya Allah melindungi dan memelihara kita, sehingga iblis, dunia, daging kita tidak akan menipu maupun menyesatkan kita ke dalam hal-hal yang sangat memalukan dan bercela. Dan sekiranya kita diserang oleh pencobaan-pencobaan tersebut, pada akhirnya kita masih dapat mengalahkan serta memperoleh kemenangan atasnya. 

5.     Bernyanyi dari Kidung Jemaat No. 410 : 1 – 3 (Tenanglah kini Hati ku)

1.     Tenanglah kini hatiku: Tuhan memimpin langkahku.
Di tiap saat dan kerja tetap kurasa tanganNya.

     Reff : Tuhanlah yang membimbingku; tanganku dipegang teguh.
                Hatiku berserah penuh; tanganku dipegang teguh.

2.     Di malam yang gelap benar, di taman indah dan segar,
di taufan dan di laut tenang tetap tanganku dipegang.

     Reff : Tuhanlah yang membimbingku; tanganku dipegang teguh.
               Hatiku berserah penuh; tanganku dipegang teguh.

3.     Tak kusesalkan hidupku, betapa juga nasibku,
sebab Engkau dekat, tanganMu kupegang erat.

     Reff : Tuhanlah yang membimbingku; tanganku dipegang teguh.
               Hatiku berserah penuh; tanganku dipegang teguh.

 

6.     Doa Penutup + Doa Bapa kami

7.     Latihan Koor

Doa Bapa Kami Beserta dengan Maksudnya

 

DOA YANG DIAJARKAN TUHAN YESUS KRISTUS KEPADA MURID-MURIDNYA

Kata Pembukaan

Bapa kami yang di Sorga.

Maksudnya adalah :

Dengan kata-kata ini Allah mengajak kita supaya kita mempercayaiNya bahwa Dialah Bapa kita yang sesungguhnya dan kita anak-anakNya yang sesungguhnya. Berdasarkan hubungan ini, kita dengan segala keberanian dan keyakinan meminta kepadaNya seperti seorang anak yang dikasihi, kepada bapa yang disayangi. 

Permintaan Pertama

Dikuduskanlah namaMu.

Maksudnya adalah:

Sesungguhnya nama Allah itu sendiri kudus, tetapi kita meminta di dalam doa, supaya namaNya juga kudus dalam kehidupan kita.

Bagaimana hal ini terlaksana?

Demikian: Apabila Firman Tuhan diajarkan benar dan murni, dan kita sebagai anak Allah juga hidup dalam hidup yang suci sesuai dengan Firman itu. Ya Bapa yang di Sorga! Tolonglah kami melaksanakan ini.

Tetapi siapa yang mengajarkan serta berkelakuan yang berbeda dengan ajaran Firman Tuhan, adalah menodai nama Allah di tengah-tengah kita. Dalam hal seperti ini, lindungilah kami Ya Bapa yang di Sorga. 

Permintaan Kedua

Datanglah KerajaanMu.

Maksudnya adalah:

Sesungguhnya Kerajaan Allah dengan sendirinya datang, walaupun kita tidak memintanya. Tetapi kita minta di dalam doa, supaya KerajaanNya datang juga kepada kita.

Bagaimanakah hal ini terlaksana?

Demikian: Apabila Bapa kita yang di Sorga memberikan RohNya yang kudus supaya dengan anugerahNya kita dapat percaya kepada FirmanNya yang kudus, dan berbuat sesuai dengan kehendakNya dalam hidup kita, masa kini dan masa mendatang selama-lamanya. 

Permintaan Ketiga

Jadilah kehendakMu di bumi seperti di Sorga.

Maksudnya adalah:

Sesungguhnya kehendak Allah yang baik dan penuh anugerah itu terjadi juga tanpa permintaan kita. Akan tetapi, kita minta di dalam doa supaya terlaksana juga kepada kita. Itulah yang kita mintakan.

Bagaimanakah hal ini terlaksana?

Demikian: Kalau Allah membinasakan dan mencegah segala rencana dan keinginan jahat yang tidak mengijinkan kita menguduskan namaNya dan menghalangi kedatangan KerajaanNya, seperti keinginan duniawi dan manusiawi. Sebaliknya, Allah menguatkan dan melindungi kita dengan kokoh di dalam FirmanNya dan iman hingga akhir hidup kita. Inilah anugerah dan kehendakNya yang baik. 

Permintaan Keempat

Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya

Maksudnya adalah:

Sesunguhnya Allah selalu memberi makanan sehari-hari kepada kita walaupun kita tidak minta, demikian juga kepada semua orang jahat. Tetapi kita minta di dalam doa, supaya Dia membimbing kita untuk menyadarinya dan untuk menerimanya dengan ucapan syukur dan terimakasih. Itulah yang kita mintakan.

Apakah yang dimaksud engan makanan sehari-hari?

Antara lain: Makanan, minuman, pakaian, perumahan, ladang, ternak, uang, barang-barang, suami-istri yang rukun, anak-anak yang baik, pelayan-pelayan yang baik, pegawai-pegawai yang baik dan setia, pemerintah yang baik, damai sejahtera dan ketertiban, sahabat yang baik, tetangga yang setia dan segala sesuatu kebutuhan hidup. 

Permintaan Kelima

Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.

Maksudnya adalah:

Kita minta di dalam doa ini supaya Bapa yang di Sorga tidak memperhitungkan dosa maupun mempertimbangkannya, sehingga menolak permintaan kita. Karena kita tidak patut meminta sesuatu maupun mempunyai hak atas yang kita minta itu. Tetapi supaya Dia memberikannya semua kepada kita sebagai anugerah; walaupun kita setiap hari melakukan banyak dosa dan sesungguhnya kita tidak mempunyai hak akan yang kita minta, tetapi hanya hukuman saja yang patut bagi kita. Maka hendaklah kita juga mengampuni dengan hati yang sungguh dan selalu bersedia berbuat baik kepada mereka yang bersalah kepada kita. 

Permintaan Keenam

Dan jangalah membawa kami ke dalam pencobaan.

Maksudnya adalah:

Sesungguhnya Allah tidak mencobai seorang pun, tetapi kita minta di dalam doa supaya Allah melindungi dan memelihara kita, sehingga iblis, dunia, daging kita tidak akan menipu maupun menyesatkan kita ke dalam hal-hal yang sangat memalukan dan bercela. Dan sekiranya kita diserang oleh pencobaan-pencobaan tersebut, pada akhirnya kita masih dapat mengalahkan serta memperoleh kemenangan atasnya. 

Permintaan Ketujuh

Tetapi lepaskanlah kami dari  pada yang jahat.

Maksudnya adalah:

Kita minta di dalam doa ini seperti semua yang telah kita minta terdahulu, supaya bapak yang di sorga melindungi kita dari setiap kejahatan apakah itu mengenai tubuh dan roh, godaan kekayaan dan kedudukan yang tinggi; dan apabila hidup kita tiba pada saat terakhir, diberikanNya berkat dan kasih karuniaNya yang membawa kita dari hidup yang penuh penderitaan kepada kehidupan di Sorga. 

Doa Penutup

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin!

Maksudnya adalah:

Amin, yaitu ya, sesungguhnya permintaanmu didengar. Supaya saya menjadi yakin bahwa permintaan saya  dikabulkan dan didengar Bapa yang di Sorga, sebab Dia sendirilah yang menyuruh kita meminta dan Ia telah menjanjikan untuk mendengar doa kita.

                                                                                                                    Pdt. Ardianus Situmorang S.Th

Menjadi Saksi Yesus Kristus kisah para rasul 2 : 24 - 31

Selamat Pagi.
Firman Tuhan Untuk kita. 
Kisah Para Rasul 2 : 24
Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.
Kisah Para Rasul 2 : 25
Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
Kisah Para Rasul 2 : 26
Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram,
Kisah Para Rasul 2 : 27
sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
Kisah Para Rasul 2 : 28
Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu.

Saudara saudari, Ketika banyak orang menyangka bahwa para rasul itu mabuk (ay. 13), Petrus tampil dan menyanggah tuduhan mereka. Dengan pimpinan Roh Kudus, Petrus berkhotbah tentang penggenapan nubuat Allah dengan perantaraan nabi Yoel yaitu Allah akan mencurahkan Roh-Nya atas semua manusia. Petrus menegaskan bahwa berita Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru berpusat pada Yesus Kristus. Demi kebenaran, Petrus bersaksi dengan suara lantang dan tegas. Ejekan-ejekan kepada para pengikut Kristus sampai saat ini masih terus mendengung di sekitar kita. Reaksi demikian hanya menunjukkan kebutaan rohani dari sekeliling kita. Karena itu sudah sepatutnyalah hati kita justru harus terdorong untuk menyaksikan Iman kita dengan berani bahwa Yesus Kristus adalah Juruselamat kita. 

Dalam perikop ini, Kesaksian Petrus mengacu pada beberapa hal penting. Pertama, tentang apa yang difirmankan Tuhan. Kedua, tentang ke_Mesiasan Yesus. Ketiga, berita Injil yang berpusat pada Yesus Kristus. Yang pertama dan kedua berkait dengan apa yang diketahuinya, yang ketiga, berhubungan dengan pangalamannya sendiri. Itu sebabnya Petrus berani berkata, bahwa "kami semua adalah saksi" (ay. 32). Dari Petrus, kita belajar tentang dasar-dasar kesaksian Kristen yang benar. 
Oleh karena itu sesungguhnya setiap orang Kristen yang tidak mau menjadi saksi Kristus adalah orang yang belum sepenuhnya mengenal Allah Tritunggal. 

Pada saat ini, Gereja juga, jika tidak memberitakan Injil dengan Murni, maka itu adalah kemerosotan yang membuat Gereja itu tidak benar. Seharusnya Gereja yang hidup pada masa saat ini harus bangkit dengan tugas utama yaitu memberitakan Injil. Tanda-tanda seperti yang disebut Yoel dan Petrus akan menyertai pelaksanaan tugas tersebut jika di laksanakan dengan benar. Oleh karena itu, sesungguhnya setiap orang Kristen Juga harus bangkit untuk menyaksikan Iman, lewat karakter setiap hari ataupun lewat kehidupan sehari hari (hidup dalam perdamaian). 
Dalam perikop ini, Petrus juga menyaksikan bahwa Kristus sungguh benar benar di bangkitkan Allah dari kematian-Nya, dan kebangkitan itu adalah kemenangan kita yang percaya kepada Allah. 

Ingatlah, Allah sungguh mengasihi kita, Allah tidak membiarkan kita binasa oleh kematian kekal. 
Karena itu datang dan berserulah kepada Allah, sebab Allah tidak membiarkan kita binasa, dan Allah sudah menyediakan Sorga bagi kita yang percaya. Mari hidup di dalam Iman yang benar dan hendaklah semua kita menjadi saksi Yesus Kristus. 


Kiranya Kasih Setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. 
Amin ๐Ÿ™๐Ÿ™

theologi Lutheran

Kristus yang Membuka Pikiran dan Mengutus Gereja-Nya - KENAIKAN YESUS KRISTUS Lukas 24:44-53

Khotbah ibadah peringatan kenaikan Yesus Shalom.... Firman Allah untuk kita. Lukas 24:44 - 53 Saudara saudari, dalam bacaan kita...

what about theologi luther ?