Minggu, 12 April 2026

Taat dan setia menyembah Allah - Mazmur 95

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin
Firman Tuhan untuk kita. 
Mazmur 95:1
Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita.
Mazmur 95:2
Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.
Mazmur 95:3
Sebab TUHAN adalah Allah yang besar, dan Raja yang besar mengatasi segala allah.
Mazmur 95:6
Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.
Mazmur 95:8
Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun. 

Saudara saudari, Mazmur 95 ini adalah seruan yang dengan tegas mengajak kita untuk menyembah Allah, sekaligus mengingatkan kita agar jangan melalaikan penyembahan yang sejati kepada Allah. Kita datang kepada Allah bukan karena atas upaya kita yang telah berhasil, melainkan atas kemurahan Allah kepada kita, dan sebagai respons kita atas karya penciptaan dan keselamatan yang telah Tuhan berikan kepada kita, maka kita harus sujud dan taat dihadapanNya. Dengan kemenangan yang kita peroleh atas perbuatan Allah, maka kita harus mengakui bahwa Ia adalah Allah yang besar sang pemilik seluruh bagian bumi, dari samudera terdalam hingga puncak gunung. Dengan demikian sesungguhnya tidak ada alasan kita untuk mengeraskan hati atau menduakan Tuhan terlebih menolakNya. Kita harus mendengar suara Tuhan dan melakukan dengan segera seluruh perintah perintahNya. Menunda ketaatan atau mengeraskan hati dapat menjauhkan kita dari "tempat perhentian" atau janji keselamatan Allah, 
Atau apakah Tuhan harus mendatangkan hukuman lebih dahulu agar kita bertobat? 
Sesungguhnya tidak, kita harus tunduk kepada Allah, hidup dalam kasih setia_Nya dengan bertobat dan datang kepada_Nya tiap tiap saat. Sebab kita adalah umat tebusan Allah, yang telah dibenarkan dan di persatukan kembali dengan Allah lewat kematian dan kebangkitanNya yang telah mengalahkan maut. Kita adalah umatNya, yang sedang dalam penantian akan kedatangan Kristus. 

Saudara saudari, lewat Mazmur 95 ini, ada 3 hal seruan Allah untuk bangsa Israel.
1. Jangan keras kepala dan bebal (8). Artinya, seruan dan peringatan Allah harus direspons dengan baik dan tidak boleh diabaikan. Tindakan mengabaikan peringatan Allah sama artinya membangkang dan melawan Tuhan. Sikap inilah yang dilakukan oleh leluhur bangsa Israel dalam peristiwa di Masa dan Meriba. 
2. Jangan mencobai Tuhan (9). Apakah perbedaan besar antara menguji dan mencobai? Motif menguji selalu mencari bukti terhadap suatu kebenaran, sedangkan motif mencobai adalah menyangkal kebenaran sebagai fakta yang valid. Dalam hal ini,  para leluhur bangsa Israel sering kedapatan telah mencobai Allah, karena mereka bukan hanya menolak kebenaran yang telah dialami, tetapi juga mau mengatur Allah untuk tunduk kepada keinginan mereka.
3. Jangan sesat hati (10). Kata "sesat hati" bisa dipahami sebagai hati yang tidak lurus, memberontak, dan penuh tipu muslihat. Inilah yang menjadi inti permasalahan leluhur bangsa Israel yang dengan sengaja dan berulang-ulang mengabaikan jalan Allah. Akibatnya, Allah membinasakah satu generasi bangsa Israel dan yang keluar dari Mesir, hanyalah Yosua dan Kaleb.
Dengan demikian, Mazmur 95 ini mengajak kita semua agar hidup di dalam ibadah yang benar. Yaitu ibadah yang sungguh-sungguh hidup dalam ketaatan kepada Allah, memuji Tuhan dengan hati yang lembut dan tunduk pada suara-Nya. 
Dan atas seruan ini, marilah kita memohon agar kita benar benar taat kepada-Nya. Dan hendaklah kita juga setia untuk belajar taat kepada Allah sembari memuji kebaikan dan kebesaran-Nya dalam hidup kita hari lepas hari.

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Sabtu, 11 April 2026

Acara Ibadah Persekutuan Doa Lutheran Pemuda - GKLI

 


Acara Ibadah Kebaktian Muda Mudi GKLI

11-April-2026

 

1.      Bernyanyi Kidung Jemaat No. 08 : 1 – 3 (Bagimu Tuhan Nyanyian ku)

1. BagiMu, Tuhan, nyanyianku, kar'na setaraMu siapakah ?
Hendak kupuji Kau selalu; padaku Roh Kudus berikanlah,
Supaya dalam Kristus, PutraMu,
kidungku berkenan kepadaMu.

2. O tuntun aku ke PutraMu,
agar padaMu 'ku dituntunNya:
dan RohMu diam dalam rohku,
membuat mata hatiku cerah,
sehingga kurasakan damaiMu
dan kuungkapkan dalam kidungku.

3. Beri berkatMu, Maha Tuhan,
gar benar kudus puianku,
dan doa juga kulagukan
di dalam Roh dan kebenaranMu,
jiwaku pun padaMu bersyukur,
bersama bala sorga bermazmur.

2.      Doa Pembuka

Bapa kami yang ada di Surga, kini kami datang dengan penuh rendah hati kehadapanMu, mengucap syukur atas segala Anugerah Mu dalam hidup kami satu minggu ini. Terimaksih atas kesehatan dan kekuatan yang telah Engkau berikan kepada kami, dan terimakasih juga pada saat ini Engkau telah mengingatkan kami, agar kami datang ke tempat ini untuk dengar-dengaran akan FirmanMu. Sebentar kami akan mendengarkan, belajar dan ingin melakukan FirmanMu, kiranya tuntun dan ajarlah kami, agar kami selalu setia untuk melakukan kehendakMu. Kami juga berdoa untuk teman teman kami yang tidak dapat datang di malam hari ini, berkatilah juga mereka dan ingatkanlah mereka agar jangan menjauh dari hadapanMu, agar kiranya kami dapat bersama sama di tempat ini untuk belajar akan kebenaran Firman Mu.

 Bapa kami yang di Surga, kami juga memohon, kiranya Engkau selalu memberkati kedua orang tua kami, berikan mereka kesehatan dan kesabaran dalam mengajari kami, mendidik kami terlebih dalam mendoakan kami. Atas segala dosa pelanggaran kami, Tuhan ampunilah kami dan kuatkan jugalah kami agar kami kuat untuk melawan kuasa iblis yang membuat kami menjauh dari hadapanMu. 

Inilah doa dan permohonan kami, Dalam nama bapa dan Putera dan Roh Kudus kami telah berdoa. Amin

3.      Benyanyi Kidung Jemaat No. 402 : 1 – 2 (Ku perlukan Juru selamat)

1.      Kuperlukan Jurus'lamat, agar jangan 'ku sesat;
s'lalu harus kurasakan bahwa Tuhanku dekat.

Reff : Maka jiwaku tenang, takkan takut dan enggan;
          Bila Tuhanku membimbing, 'ku di malam pun tent'ram.

2.      Kuperlukan Jurus'lamat, kar'na imanku lemah.
HiburanNya menguatkan; sungguh tiada bandingnya.

Reff : Maka jiwaku tenang, takkan takut dan enggan;
          Bila Tuhanku membimbing, 'ku di malam pun tent'ram.

 

 

 

 

 

4.      Renungan

 Nats     : Yeremia 31 : 1 - 6

Thema : Datanglah kepada Tuhan

Tujuan : Supaya anak remaja dan Pemuda/I datang mendekat kepada Tuhan  :

1.      Sebab Allah senantiasa berkenan bagi yang datang mendekat kepada Dia

2.      Allah mengasihi orang orang yang datang kepadaNya

3.      Orang yang datang kepada Tuhan akan di pulihkan Kembali

4.      Orang yang datang kepada Tuhan akan beroleh buah yang manis

Hafalan : Yeremia 31:6

                   Sungguh, akan datang ahirnya bahwa para penjaga akan berseru di gunung

       Efraim; ayo marilah kita naik ke gunung sion, kepada Tuhan Allah kita.

 

5.      Bernyanyi Kidung Jemaat No. 340 : 1 – 3 (Hai Bangkit Bagi Yesus)

1. Hai bangkit bagi Yesus, pahlawan salibNya! Anjungkan panji
Raja dan jangan menyerah. Dengan semakin jaya Tuhanmu ikutlah,
Sehingga tiap lawan berlutut menyembah.

2. Hai angkit bagi Yesus, dengar panggilanNya! Hadapilah tantangan,
hariNya inilah! Dan biar tak terbilang pasukan kuasa g'lap,
semakin berbahaya, semakin kau tegap.

3. Hai bangkit bagi Yesus, pohonkan kuatNya; tenagamu sendiri tentu
tak cukuplah. Kenakan perlengkapan senjata Roh Kudus;
berjaga dan berdoa supaya siap t'rus!

 

6.      Doa penutup + Doa Bapa Kami + Berkat

7.      Latihan Koor

 

 


Minggu, 05 April 2026

Yesus beristirahat di dalam Kubur pada hari sabat

Yesus wafat pada sore hari di Jumat Agung, tepat sebelum Sabat dimulai saat matahari terbenam. Dua orang dari antara para murid datang dan meminta jenazah-Nya kepada Pilatus, mereka adalah Nikodemus dan Yusuf dari Arimatea. Mereka menguburkan-Nya dengan tergesa-gesa karna hari sudah mulai gelap. Beberapa perempuan yang paling dekat dengan Yesus juga mengikuti mereka ke makam. Yusuf menggulingkan sebuah batu besar di depan pintu masuk, dan mereka meninggalkannya di sana. Kemudian, atas permintaan para Imam, Pilatus menempatkan penjaga dan menyegel makam itu untuk mencegah pencurian jenazah. Saat hari kedua kematian Yesus dimulai, Yesus akhirnya sungguh beristirahat. Yesus beristirahat sebagaimana Allah beristirahat pada hari ketujuh penciptaan, demikian pulalah Yesus beristirahat pada Sabat pertama dari penciptaan baru. Melalui pengorbanan-Nya di kayu salib, Ia menghancurkan dosa dan kuasa iblis. Dan sesuai janjiNya, ketika Sabat berakhir, Ia juga akan mematahkan kuasa maut, lewat kebangkitan Kristus. 
Saat umat Kristen bersiap untuk perayaan Paskah yang penuh sukacita, kita sering dan terdapat melewatkan momen tenang dan damai ini "sabtu suci". 
Kppetika matahari terbenam, hari ketiga akan dimulai. Di antara waktu matahari terbenam dan fajar itu, Yesus bangkit dari kematian, turun ke Neraka untuk menyelesaikan kemenangan-Nya atas Setan, dan menjadi yang pertama bangkit menuju kehidupan kekal. Gereja akan memulai Malam Paskah saat matahari terbenam dan menyanyikan kembali nyanyian Kebangkitan.

Jumat, 03 April 2026

GUNUNG MORIA KUNO

GUNUNG MORIA KUNO. 

Artinya : sebuah gunung yang juga dikenal sebagai Bukit Bait Suci atau Temple Mount) ini adalah situs bersejarah dan religius yang sangat penting di jantung Kota Tua Yerusalem. Gunung ini terletak di antara Lembah Kidron di sebelah timur dan Lembah Tyropoeon di sebelah barat. 

Dalam Perjanjian Lama, gunung MORIA didentifikasi sebagai tempat Abraham dalam menepati Allah untuk mempersembahkan Ishak. 

Dalam kisah Salomo, dibukit ini jugalah Bait Allah pertama sekali di bangun oleh Raja Salomo pada abad ke 10sm, dan setelah di hancurkan, Bait Suci yang kedua kembali di bangun di tempat yang sama, yang pada akhirnya di hancurkan oleh Kerajaan Romawi pada abad 70sm.

Jumat Agung - Eli Eli lama sabaktani

JUMAT AGUNG
 Apakah yang dimaksud dengan Jumat Agung?
Jumat Agung adalah hari paling khidmat dalam Tahun Liturgi Gereja. Pada hari ini kita di ingatkan oleh Liturgi yang dipadukan dengan injil kudusNya bahwa harga dosa kita telah dibayar lunas oleh Allah sendiri. Sejak perjanjian Lama rencana untuk keselamatan kita telah terungkap lewat para nabi nabi yang akan di permuliakan lewat kehadiran Yesus Kristus. Ia datang ke dunia menjadi sama seperti kita manusia, Allah berdiam di dalam diri Yesus dan  sungguh Yesus benar benar adalah Allah. Putra Allah, Sang Pencipta Kehidupan itu sendiri, menjadi salah satu dari kita. Di Sungai Yordan, Ia menguduskan air Baptisan dan memikul dosa-dosa dunia. Di Gunung Sion, Gunung Moria Kuno, tempat Malaikat Tuhan menghentikan tangan Abraham, Putra Allah, Putra Tunggal-Nya, yang dikasihi-Nya, dihukum mati sebagai Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Dihukum oleh Pilatus, Ia memulai penderitaan terakhir-Nya dan dipaku di kayu salib. Bahkan ketika Ia mulai mati, pengampunan dimulai—pertama-tama kepada mereka yang membunuh-Nya dan kemudian kepada seorang pencuri di kayu salib di dekatnya.

Misteri terbesar dari semuanya muncul di puncak penderitaan-Nya. Putra Allah yang kekal berseru, “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Matius 27:46 ). Kita seharusnya tidak heran bahwa kita tidak dapat memahami momen yang mendalam ini. Namun kita tahu beberapa hal dengan pasti. Kita tahu bahwa momen ini diungkapkan secara rinci dalam Kitab Suci itu sendiri. Kata-kata Yesus adalah kutipan dari ayahnya, Daud, dalam Mazmur 22, yang ditulis seribu tahun sebelumnya. Kita tahu Yesus merasa ditinggalkan oleh Allah. Doa-doa-Nya yang tidak terjawab dan kesendirian-Nya menunjukkan bahwa Ia sepenuhnya berbagi kemanusiaan kita. Ia seperti kita dalam segala hal, itulah sebabnya pengorbanan-Nya atas nama kita dimungkinkan. Kita tahu bahwa dosa kitalah yang Ia bayar di kayu salib, dan harga itu sangat tinggi. Kita tergerak saat kita memadamkan satu demi satu cahaya, mengingat kedalaman penderitaan-Nya.
Namun ini bukanlah kata terakhir yang kita dengar dari penderitaan Tuhan kita. Saat Ia wafat, Ia berkata, “Sudah selesai.” ( Yohanes 19:30 ) Dosa telah diampuni, kuasa Iblis dikalahkan, dan meterai kubur akan segera dibuka. Yesus tahu bahwa Bapa tidak meninggalkan-Nya. Ia sekali lagi mengutip perkataan ayahnya, Daud, dalam Mazmur 31, “Ke dalam tangan-Mu kuserahkan rohku” (Lukas 23:46), dan memasuki peristirahatan tiga hari-Nya di dalam kubur.

Salam jumat Agung. 

#Vdma_luther

Rabu, 01 April 2026

Renungan Kamis Putih - Lukas 23:28

Syalom!
Damai sejahtera Allah atas kita semua. Amen

Bapak ibu dan saudara saudari, injil Tuhan untuk kita pada saat ini terambil dari Lukas 23:28
Demikianlah Firman Allah : 
Lukas 23:28
Yesus berpaling kepada mereka dan berkata: "Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu!


Bapak ibu yang di kasihi Tuhan, kita tahu dengan pasti bahwa Yesus menderita di kayu salib adalah demi kita. Karena alasan inilah Tuhan berduka, bahwa penderitaan-Nya membuat kita menangis. Dibalik penderitaan itu Yesus menginginkan agar kita berbahagia, memuji Allah dan mengucap syukur atas kasih karunia-Nya, dan memberi hidup untuk memuliakan Dia serta memberi kesaksian tentang Dia yang telah mati dan bangkit untuk kita, sebab lewat Penderitaan Yesuslah kita menerima anugerah Allah, dibebaskan dari dosa dan maut, dan menjadi anak-anak Allah yang terkasih. 

Tetapi kita sulit dan lambat memahami dan mempercayai ini, karena menurut kodrat kemanusiaan kita hal itu bertentangan. Ketika kita seharusnya menangisi dosa-dosa kita, kita malah tertawa; ketika kita seharusnya tertawa dan hati kita bersukacita karena Kristus, melalui kematian-Nya kita dimenangkan dan beroleh hidup kekal. 
    Oleh karena itu, lewat renungan ini, kita di ajarkan tentang 2 hal : 
Pertama, agar Allah melalui Roh Kudus kiranya menyentuh hati kita, agar Ia membuat kita membenci dosa, menjauhkan kita dari dosa dosa, dan kita bergantung hidup kepada Allah dengan meninggalkan sikap mengandalkan diri sendiri. 
Kedua, agar Allah menyalakan api penghiburan-Nya di dalam hati kita di tengah pergumulan dosa, dan memberi kita keyakinan yang teguh atas pengurbanan dan penebusan Tuhan kita. Amen.
 
Demikianlah renungan kita.

Kiranya Tuhan menolong dan memelihara kita. 

Tuhan Allah Bapa surgawi, Berilah kami Roh Kudus-Mu agar dibuat-Nya hati kami menangisi dosa-dosa kami yang sungguh mendukakan hati-Mu. Dan kiranya Roh mu juga membuat hati kami, untuk hidup bersukacita oleh karena Kristus telah menderita dan mati untuk kami demi kebebasan kami dari segala dosa, maut dan kuasa iblis. Demi nama Putra-Mu yang kudus kami berdoa. Amen.

Salam kamis suci - kamis putih

Yesus Kristus - Tiga hari untuk mengingat dan bersyukur kepada Tuhan atas belas kasih-Nya.

Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci telah diperingati oleh Gereja sejak zaman dahulu sebagai hari-hari di mana keselamatan kita diperoleh melalui Penderitaan, Kematian, dan Kebangkitan Tuhan kita. Gereja mewujudkan hal ini dengan satu ibadah yang berlangsung selama tiga hari. Ibadah Kamis Putih dimulai dengan doa pembuka tetapi tidak diakhiri dengan doa penutup. Ibadah Jumat Agung tidak memiliki doa pembuka maupun doa penutup. Malam Paskah pada Sabtu malam tidak dimulai dengan doa pembuka, tetapi diakhiri dengan doa penutup.

Nama Kamis Putih berasal dari kata Latin mandatum — kata pertama dalam terjemahan Latin dari perintah Yesus: “Perintah baru Kuberikan kepadamu: kasihilah sesamamu.” (Yohanes 13:34 ) Yesus memberikan perintah ini pada Perjamuan Terakhir, malam yang juga kita peringati karena Ia juga menetapkan Perjamuan Tuhan pada saat Paskah itu. Ibadah Kamis Putih diakhiri dengan pelepasan altar, mimbar, dan podium, serta pelepasan jubah pendeta. Seringkali, kisah di Taman Getsemani dan penangkapan Yesus dibacakan selama waktu ini. Kita pergi dalam keheningan, mengingat bahwa para murid telah meninggalkan Yesus.
Hari yang dimulai saat matahari terbenam pada Kamis Putih menyaksikan seluruh penderitaan dan kematian Yesus. Kita menyebutnya Jumat Agung karena itu adalah hari penebusan kita. Itu juga hari pertama peristirahatan Kristus di dalam kubur. Pada hari kedua ini, Yesus berada di dalam kubur, yang dimulai saat matahari terbenam pada hari Jumat. Pada Sabtu Suci setelah matahari terbenam, hari ketiga dimulai. Gereja mengadakan ibadah malam, sebuah kebaktian yang menandai awal Paskah. Bahkan seringkali, umat Kristen dibaptis selama ibadah paskah tersebut.

Pada tiga hari ini, Kristus menggenapi janji-Nya bahwa Ia akan menanggung dosa-dosa kita di kayu salib, mati untuk membayar hutang kita, menguduskan kuburan kita dengan beristirahat dalam kematian, mengalahkan Setan dan kematian, dan bangkit kembali untuk menghancurkan kuburan selamanya. Tiga hari untuk mengingat dan bersyukur kepada Tuhan atas belas kasih-Nya.

theologi Lutheran

Apakah Manfaat Pernyataan Tomas??

Kalau menurut sumber Lutheran konvensional yang pernah saya Baca.  Sesungguhnya pernyataan Tomas bukanlah suatu kebebalan atau teguran atas ...

what about theologi luther ?