Rabu, 10 Desember 2025

Mazmur 118 - Taat akan Firman dan perintah Allah

Salam dalam kasih Kristus. 

Firman Tuhan untuk kita
Mazmur 119 : 7
Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil.
Mazmur 119 : 8
Aku akan berpegang pada ketetapan-ketetapan-Mu, janganlah tinggalkan aku sama sekali.
Mazmur 119 : 10
Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu.
Mazmur 119 : 12
Terpujilah Engkau, ya TUHAN; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

Saudara saudari, Sesungguhnya setiap orang percaya dituntut untuk setia mengikuti seluruh perintah Allah, ketetapanNya dan firman-Nya, menjadi pedoman hidup. Dengan melakukan hal itu, sesungguhnya kita telah memuliakan Allah.

Dalam mazmur ini, kita melihat adanya sikap ketaatan dan kesetiaan untuk mengikuti perintah Allah (1-2). Taat dan setia merupakan sikap iman seseorang dalam menghayati dan melakukan kehendak Allah agar ia terhindar dari kejahatan dan perilaku yang cela. Allah sendiri telah menunjukkan titah-Nya dengan tujuan agar ketetapan-Nya itu dipegang dengan sepenuh hati sebagai perintah yang harus diikuti dengan tekun dan setia. 
Sebab Ia mengatakan, "Berbahagialah orang yang setia melakukan kehendak-Nya dan bersyukur karena setia belajar hukum-hukum-Nya yang adil" (3-7).

Dalam firman ini, Pemazmur juga berseru agar Allah tidak meninggalkannya. Sebab ia mau belajar taat dan setia dengan belajar melakukan ketetapan Allah. Pemazmur menyadari bahwa ketetapan Allah itu sulit dipahami dan dilakukan. Karena itu, ia membutuhkan tuntunan Tuhan untuk mengarahkan hidupnya secara benar. Hanya dengan cara itu, ia bisa setia, tidak mudah kehilangan harapan, mampu menjaga kemurnian hidup, dan selalu mengingat seluruh janji Tuhan sebagai kekuatannya (8-11). Seluruh perintah dan Firman Tuhan akan menolong pemazmur ataupun kita untuk bisa menjaga perilaku yang bersih, tidak berdosa terhadap Allah, dan tidak menyimpang dari perintah-Nya.

Karena itu, pemazmur menaikkan pujian kepada Allah. Dengan kesungguhan hati, ia memohon agar Tuhan mau mendidiknya, sehingga dengan demikian ia dapat menceritakan segala kebesaran dan kedahsyatan hukum Allah.  Bimbingan dan teguran Allah yang membuat pemazmur beria-ria seolah-olah ia telah mendapatkan harta yang tidak ternilai harganya. Hal itu yang membuat pemazmur senantiasa merenungkan firman Allah sebagai makanan rohaninya. Segala perenungan atas kebenaran Allah itu disimpannya dalam hati (12-16).

Oleh sebab itu, marilah kita senantiasa mempelajari, mengingat, dan melakukan sfseluruh rman-Nya. Marilah kita hidup dalam firman-Nya agar kita mampu menghadapi dunia ini, dan menjaga kekudusan hidup sampai kita bertemu kembali dengan Tuhan kita di surga kelak dalam kekudusan dan kemuliaan-Nya.


Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Senin, 08 Desember 2025

Hidup manusia Baru seturut kehendak Allah - Efesus 5

Damai sejahtera Allah Bapa, Anak dan Roh kudus memelihara dan menolong saudara sekaliam, Amin

Firman Allah untuk kita. 

Efesus 5 : 6                                                                                                                                      Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka.Efesus 5 : 8Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,

Efesus 5 : 14                                                                                                                                            Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu."

Efesus 5 : 15                                                                                                                                        Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,

Efesus 5 : 16                                                                                                                                              dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

Saudara saudari, Hidup manusia baru yang telah beroleh pembenaran dan penebusan dari dosa kematian oleh Yesus Kristus adalah kehidupan yang benar benar di dalam terang, dimana lewat Baptisan KudusNya, Allah memurnikan, menyucikan dan memateraikan kita dengan kuasa Roh Kudus, sehingga kita menjadi milikNya. Sebagai orang orang tebusan, hendaklah terang itu tampak dan terlihat oleh mata lewat tata cara kehidupan kita yang semakin mencerminkan peran Kristus. Terang itu juga telah meniadakan kegelapan. Sebab dimana ada terang, di situ tidak ada kegelapan. Sebaliknya, terang dan gelap tidak akan pernah dapat bersatu dalam satu tempat secara bersamaan.Paulus mengingatkan hidup anak-anak terang harus berbeda dari hidup anak-anak gelap (3-6). Ia mengakui: "Memang kamu dahulu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu, hiduplah sebagai anak-anak terang" (8). Orang Kristen memiliki kisah lama, tetapi sekrang ia sudah hidup dengan status yang baru.

Paulus berkata, "Jangan kamu berkawan dengan mereka" (7), yang berarti "ambil bagian (partakers)". Ayat ini bukan berarti bahwa orang Kristen tidak boleh berteman sama sekali dengan orang yang berbeda Iman. Hal yang hendak Paulus katakan adalah mendorong orang Kristen menjadi terang yang menghasilkan kebaikan, keadilan, dan kebenaran (9), yang mencerminkan karakter Yesus Kristus (2), yakni hidup yang selalu mengucap syukur (4), dengan mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani atas nama Tuhan Yesus (19-20). Dan tentu kehidupan anak gelap harus berbeda dengan kehidupan anak terang, baik dalam segi pola pikir, tata krama, terlebih perbuatan dan kerendahan hati di hadapan Allah. Karena itu, kita tidak boleh bergaul atau ambil bagian dengan kehidupan masa gelap. Kita tidak boleh turut melakukan perbuatan perbuatan gelap, antara lain: percabulan, kecemaran, keserakahan, perkataan kotor, perkataan hampa, perkataan semborono (3-4). Sebab itu adalah kenajisan yang mendatangkan murka terhadap Allah dan membuat kita tidak mendapatkan bagian dalam kerajaan Allah (5-6).

Melalui Paulus, Allah begitu tegas menyatakan bahwa hidup orang Kristen seharusnya mecerminkan hidup dalam terang. Tidak bermain-main dengan dosa, apalagi menikmati dosa atau merasa nyaman dengan dosanya. Menyebut dosa saja pun tentu sudah memalukan (11-12), apalagi terlibat. Hal itu sangat mendukakan Allah. Jika ada orang Kristen yang menikmati dosa, ia bukanlah manusia baru. oleh karena itu, mari kita perhatikan hal hal ini :

1. Paulus tidak ingin jemaat di Efesus tercatat oleh waktu sebagai anak-anak terang yang hidup dalam kegelapan. 

2. Paulus ingin agar jemaat Efesus mempergunakan waktu yang ada karena hari-hari ini adalah jahat. Yaitu, dalam pengertian menggunakan waktu dengan efisien dan efektif untuk pekerjaan dan pelayanan Tuhan, bukan untuk hidup dalam berbagai kecemaran dosa yang menyesatkan dan membawa kepada kebinasaan. 

Waktu terus berjalan. Maka, ingatlah bahwa apa yang telah kita perbuat pasti tercatat dalam waktu dan tidak mungkin dapat dihapus oleh siapapun juga. Dosa hanya dapat di hapus oleh Allah sendiri jika kita mengakui dan menyesalinya di hadapanNya. oleh itu marilah tiap tiap saat menyesali akan dosa dosa kita, memohon pengampunanNya dan tidak lagi hidup di dalam dosa yang sama.

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara kita semua. Amin

Jumat, 05 Desember 2025

Allah memberi Karunia karunia dengan fungsinya - 1 Korintus 12 : 27

Shalom

Firman Allah untuk kita. 
1 Korintus 12:27
Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.
1 Korintus 12:28
Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh.
1 Korintus 12:31
Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi.

Saudara saudari, sejak awal didirikanNya Gereja, maka dari situ Gereja memang selalu terdiri atas banyak anggota dan mempunyai karunia berbeda. 
Oleh sebab itu, gereja rentan mengalami perpecahan. Apalagi jika masing-masing anggota mengedepankan egonya.

Hal ini juga terjadi dalam jemaat Korintus. Perbedaan karunia rohani ternyata melahirkan kesombongan rohani pada sebagian jemaat. Sementara dalam diri jemaat lainnya, malah muncul rasa minder. Mereka yang merasa kuat ingin berkuasa, sedangkan yang lemah tidak mau melayani. Perselisihan pun terjadi dan perpecahan tidak dapat dihindari.

Dalam perikop ini, Paulus mengingatkan bahwa tidak ada status tinggi dan rendah dalam tubuh Kristus. Mereka sama dan satu dalam Kristus. Mereka dibaptis menjadi satu tubuh dan diberi minum dari satu Roh (13). Roh yang sama yaitu Roh Kudus yang telah dan akan selalu mengisi hidup setiap orang dalam Berjemaat. Dia jugalah yang memberi karunia rohani yang beragam. Tujuannya agar semua jemaat bekerja sama demi mencapai satu tujuan, yaitu Hidup dalam kekudusan dan memuliakan nama Kristus sang kepala Gereja.

Dalam bacaan ini, Rasul Paulus menganalogikan gereja seperti tubuh. Tubuh memiliki organ dengan fungsi yang berbeda. Namun, setiap bagian tubuh harus bekerja sama agar tujuan utama dalam tubuh dapat ercapai. Demikian juga setiap orang percaya, mereka harus berkolaborasi agar seluruh tujuan utama gereja dapat tercapai.

Setiap orang percaya memang memiliki karunia yang berbeda untuk maksud dan tujuan yang Allah tetapkan. Karunia itu bukan untuk dibanding bandingkan apalagi dipertandingkan, sebab jika demikian, hal itu akan membuat relasi persekutuan menjadi tidak nyaman dan panggilan kesatuan gereja akan menjadi terbengkalai. Sebagian orang tidak mau terlibat dalam pelayanan, sebagian lagi justru ingin berkuasa. 

Perbedaan karunia seharusnya dipandang sebagai kesempatan bersinergi. Beragam corak karunia semestinya harus bisa membuat jemaat saling melengkapi. Hal ini akan tercapai jika kita mau bekerja sama. 
Syaratnya, kita wajib memusatkan tujuan hanya untuk kemuliaan Allah semata.

Oleh karena itu, marilah memanfaatkan karunia-karunia yang secara khusus dianugerahkan oleh Kristus bagi kita, agar terbangun kerjasama yang baik untuk demi kemuliaan NamaNya. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Kasih yang dari Allah - 1 Korintus 13

Kasih karunia dandamai sejahtera Allah kita, itulah yang memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Firman Allah untuk kita. 
1 Korintus 13:1
Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
1 Korintus 13:2
Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
1 Korintus 13:3
Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.
1 Korintus 13:4
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
1 Korintus 13:6
Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.

Saudara saudari, Yang terutama dalam hidup ini adalah kasih.
Kasih bukan hanya ciri khas dari orang Kristen, tetapi sesungguhnya jiwa dari jati diri Kristen dan pola hidup Kekristenan. Kasih mutlak untuk kualitas kehidupan di kalangan Gereja Kristen sendiri. Paulus menegaskan bahwa karunia yang paling utama yang harus dipraktekkan oleh setiap warga gereja untuk membangun tubuh Kristus adalah kasih (1Kor. 12:31). Semua karunia sehebat apa pun, akan menjadi sia-sia (ayat 1), tidak berguna bagi orang lain (ayat 2), juga bagi diri sendiri (ayat 3) bila tidak dilakukan dalam kasih dan oleh karena kasih. 
Pikirkanlah betapa ekstrim ajaran Paulus ini. Siapa dari kita yang tidak seperti jemaat Korintus, menganggap lebih penting karunia berkomunikasi (ayat 1), karunia nubuat, hikmat, iman (ayat 2), atau karunia berkorban dalam pelayanan (ayat 3)? Semuanya itu penting bila berguna, dan hanya berguna bila dilakukan dalam kasih dan digerakkan oleh kasih!

Aneka ragam kasih. Kasih akan berkaitan erat dan terwujud dalam beberapa sifat yang mencerminkan sifat Kristus sendiri. Sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan bagi diri sendiri. Orang yang hanya mementingkan diri sendiri, tidak memiliki kasih. Orang yang dihidupkan Kristus dan hidup bagi Kristus, itulah yang akan memiliki kasih, sebab Kasih hanya ada di dalam Kristus dan akan mengalir bagi hidup orang yang bergantung kepada Allah. Orang demikian tidak mencemburui kemajuan atau kemampuan orang lain, melainkan sambil memuji Tuhan dan mendorong kemajuan orang lain.

Oleh sebab itu, sebagai orang orang yang telah di tebus Allah/orang orang percaya. 
Hendaklah hidup di dalam keutuhan Kasih Kristus, hidup bergantung kepada Allah sang sumber kasih, dan mau mengasihi sesama Manusia. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Mengutamakan Kasih daripada Bahasa Roh - 1 Korintus 14 : 1

Shalom

Firman Allah untuk kita. 
1 Korintus 14:1
Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.
1 Korintus 14:2
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
1 Korintus 14:3
Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.

Saudara saudari, Dalam surat Korintus ini ada sembilan karunia rohani. Yaitu kata-kata hikmat, kata-kata pengetahuan, iman, karunia-karunia untuk berbagai kesembuhan (keduanya jamak dalam bahasa Yunani), kuasa-kuasa berbagai pekerjaan ajaib, nubuat, membedakan roh-roh, berbahasa roh, dan menafsirkan bahasa roh. Dalam bagian lain tentu ada lagi karunia lain, tetapi karunia rohani yang dipaparkan di sini rupanya yang sangat umum dalam kehidupan gereja di Korintus. Sebagian dari karunia itu juga sangat diminati pada masa kini. 

Hal pertama yang setiap Kristen harus kejar ialah kasih. Tentu saja semua orang Kristen yang sungguh beriman dalam Kristus sudah menerima dan mengalami kasih Kristus dalam hidupnya. Bukankah kasih karunia Allah dalam Kristus yang membuat kita masuk dalam keselamatan? 

Tentang karunia bahasa Roh. Paulus melihat berbagai masalah pada minat jemaat Korintus akan karunia bahasa Roh. 
1. Itu bukan karunia yang terutama sebab lebih berdampak pada kepentingan diri sendiri dibandingkan kasih atau nubuat yang berdampak pada pembangunan orang lain (ayat 1-5).
2. Bahasa Roh akan membuat orang yang tidak biasa atau tidak seiman merasa ada sesuatu yang tidak waras pada orang yang berbahasa roh (ayat 6-9). 
3. Paulus melihat bahaya bahwa yang mereka katakan "bahasa" bukan bahasa tetapi bunyi-bunyi tanpa makna (ayat 10-17).

Oleh sebab itu, Rasul Paulus menasihati anggota-anggota jemaat Korintus yang mendapatkan karunia-karunia istimewa dari Tuhan supaya mereka mengejar KASIH. Anjuran ini merupakan antisipasi Paulus agar jemaat tidak jatuh ke dalam kesombongan dan keangkuhan karena memiliki karunia-karunia yang istimewa. Dan tidak membuat Iman semakin tdk ber pengharapan, sebab berbahasa roh tanpa Iman akan membuat orangnya merasa sangat bangga karena dikaruniai atau di akui mampu berbahasa roh.

Jadi, melalui nasihat dan anjuran Paulus kepada jemaat Korintus, kita juga mendapatkan beberapa pelajaran penting: 
1. Dengan mempertimbangkan orang lain maka relasi harmonis antara Allah, diri, dan sesama menjadi kenyataan;
2. Bahwa karunia itu mengajarkan sesuatu untuk diri kita agar tidak egois dan bangga secara berlebihan, dan hal sepantasnya yang kita lakukan adalah menerima segala karunia Allah dengan hati yang penuh rasa syukur dan terima kasih.

Sikap inilah yang membuat karunia itu menjadi berharga dan tidak sia-sia. Marilah, agar tetap terpusat pada kepentingan Kerajaan Allah semata.

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Sabtu, 29 November 2025

Acara Syukuran Anak Lahir

                                GEREJA KRISTEN LUTHER INDONESIA (GKLI)

logo GKLI

          (INDONESIAN CHRISTIAN LUTHERAN CHURCH)

                Didirikan : 18 Mei 1965, Akte Notaris Nomor 30

                      S. K. Dep. Agama RI : Dp/II//137,1967, Nomor 148 Tahun 1988 Tanggal, 2-7-1988

             BATU AJI - RESORT PJB BATU AJI

                  Jalan Katamso Taman Batu Aji indah II, Kel. Sagulung kota, Kec. Sagulung, Batam.

                Anggota Persekutuan Gereja Gereja Indonesia (PGI)

 

01 juni 2025

 

ACARA IBADAH SYUKURAN

 Manjalo Tohonan Hasintuaon

 

1.    Marende buku Ende No. 74 : 1 – 3 (SAI MARLAS NI ROHA HITA)

1.   Sai marlasni roha hita, ale dongan Kristen i

     Sai tapuji ma Tuhanta, napasaehon dosa i

     Ditogihon Jesus i hita tu huria i

     Naung dijangkon Debatanta hita on baen anakkonNa.

2.   Tuhan Jesus do Rajanta, na manggomgom sasude

     Niramotan ni tanganNa do luhut parhosa pe

     Molo lao hataNa i ndang tarbaen so saut be i

     Sai na tulus do nidokNa di saluhut manisia.

3.   O Hamu ale pardosa, molo naeng sonang hamu

     Sai tangihon ma soara ni Tuhanta i burju

     Sai pauba rohamu, jangkon Jesus i tutu

     Asa saut paluaonNa tondimuna sian dosa

 

2.    Votum/Tangiang                                                          (sesuai nama minggu)

Bacaan Firman – Epistel dari : Roma 12 : 1 - 6

1.     Na huapoi ma hamu, ale angka dongan, marhitehite asi ni roha ni Debata: Pasahat hamu ma dagingmuna bahen pelean na mangolu, na badia, na hinalomohon ni Debata; i ma hadaulaton ni na marroha.

2.     Jala unang gabe sarombang hamu dohot portibi on; alai gabe imbaru ma hamu, dung muba pingkiranmuna, asa tau hamu manimbangi lomo ni roha ni Debata, i ma na uli, na hinalashonna dohot na sun denggan.

3.     Ai marhite sian asi ni roha na nilehonna tu ahu, hupaingot ma ganup hamu: Unang ma torbang rajumi hamu dirimu, lobi sian na patut; alai intap ni na tama ma parrohaonmuna: Ganup marguru tu godang ni haporseaon na tinurpukkon ni Debata tu ibana.

4.    Umpamana: Torop do ruas di dagingta, alai ndada saulaon ruas i sude:

5.     Songon i do hita: Torop sadaging di bagasan Kristus, alai ruas be' do hita sama hita.

6.    Ganup manjalo silehonlehon marguru tu ragam ni asi ni roha na tinurpukkonna tu hita: Ia panurirangon, naeng ma mardomu tu haporseaon.

3.    Marende Buku Ende No. 274 : 1 – 2 (NDANG JADI HO MARDALAN)

1.      Ndang jadi ho mardalan Sasada ho antong
Tuhanta Sipangolu Baen donganmi tongtong
Tartondong ho ma Surgo Di hadosaonmi ?
Sai tangkup Tuhan Jesus Siporsan dosami

2.    Ndang jadi ho holsoan Dibaen na porsuk i
Tu Tuhan i aluhon Na niarsakkonmi
Ibana Sipartogi sitiop tanganmi
Ture panogihonNa Di na porsea i

4.    RENUNGAN SINGKAT – “Roma 12 : 1”

 

5.    MARENDE BUKU ENDE NO. 156 : 1 – 2 + 4  (JESUS PARMAHAN I)

 

1.   Jesus, Parmahan i sinuru ni Debata

     Manogu jolma i marhite sian hata

     Na sintong, na ture, tu hangoluan i

     Dipuji sasude, Huria goarMi.

2.   Naung dipatolhas Ho, hatam tu siseanmu

    Antong, nasida do, muse parhiteanMu

    Lao pararathon i, tu liat tano on

    Ai harajaonMi, naeng lam bidang tongtong.

        4. Sai tatap ma dison, o Jesus siseanMu

    Na jongjong di joloM, mangido lehononMu

    Tu ganup TondiMi, nang huasona pe

    Manogu bangsoMi, nang mangajari pe

 

6.    Pasahathon Hata Selamat

1.      Naposo bulung

2.      Mewakili Punguan Ama

3.      Mewakili punguan Ina

4.      Pangula ni Huria

5.      Mangampu

 

7.    Tangiang Pangondianan

 

 

 

 

 

 

 

8.    Marende Buku Ende No. 463 : 1 – 3 (PASUPASUM TONGOSON MU)

(Pelean 1 kantong)

1.      PasupasuM tongosonMu i do didok hataMi
Suru tondiM na badia, bosur ma baen rohangki
HagogoonMu songgop ma tu rohangkon
Unang sai holan manetek, gohi sandok diringkon

2.      Buat ma angka pangambat, unang songsong dalan i
Mual ni aek hangoluan ringkot do di rohangki
HagogoonMu songgop ma tu rohangkon
Unang sai holan manetek, gohi sandok diringkon

3.      Bereng ma sai hupaima, nunga rade rohangki
Guru di Ho ma ngolungku, dohot au tinobusMi
HagogoonMu songgop ma tu rohangkon
Unang sai holan manetek, gohi sandok diringkon

 

9.    Tangiang Panutup Ale Amanami + Pasu pasu

 

10.    “ Acara Keluarga “

 

 

 

 

Segenap Jemaat GKLI Pjb batu aji

Mengucapkan :

 

Tunaikanlah TUgas pelayananmu dengan setia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Dipasu pasu jala di ramoti Tuhan Debata ma hita saluhut na

 

 


theologi Lutheran

Bahan Persekutuan Doa - Ibadah Muda mudi Lutheran GKLI di minggu Letare

Acara Ibadah Kebaktian Muda Mudi GKLI 21 Maret 2026   1.       Bernyanyi dari KJ No. 03 : 1 – 3 (Kami Puji dengan riang) 1. Kami puj...

what about theologi luther ?