Kamis, 19 Februari 2026

Ibadah yang sejati - Mazmur 50

Shalom.... 

Firman Allah untuk kita. 
Mazmur 50:15
Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku."
Mazmur 50:16
Tetapi kepada orang fasik Allah berfirman: "Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu,
Mazmur 50:17
padahal engkaulah yang membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku?
Mazmur 50:18
Jika engkau melihat pencuri, maka engkau berkawan dengan dia, dan bergaul dengan orang berzinah.
Mazmur 50:19
Mulutmu kaubiarkan mengucapkan yang jahat, dan pada lidahmu melekat tipu daya.
Mazmur 50:23
Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya."

Saudara saudari, pada bacaan Firman Allah untuk kita pada hari ini dapat kita lihat bahwa Mazmur ini seperti teguran nabi mewakili Allah kepada umat-Nya. Sebab jikalau kita merenungkan ayat. 1-6 bunyinya seperti sastra gugatan (bdk. Yes. 1:4; Mik. 6:1-2). 
Allah menjadikan langit dan bumi sebagai saksi terhadap tuduhan Allah kepada manusia. Dan dasar tuduhan itu adalah ikatan perjanjian Allah dengan umat-Nya (5). Dimana umat Tuhan telah melakukan ibadah namun tanpa pengenalan yang benar. Sebab sesungguhnya, Allah tidak berkenan pada persembahan kurban mereka karena mereka telah salah mengerti Allah "tidak mengenal Allah dengan benar"(8-13). Mereka menganggap bahwa Allah membutuhkan kurban untuk memuaskan diri-Nya. Padahal semua yang mereka persembahkan adalah milik Allah. 
Dengan demikian, Yang Allah kehendaki sesungguhnya adalah hanya persembahan syukur (14-15). Mereka harus bersyukur oleh karena kebaikan dan pertolongan Tuhan. Persembahan kurban yang mereka persembahkan pasti akan diterima oleh Tuhan jikalau keluar dari hati yang bersyukur. Ibadah yang sejati akan keluar dari hati yang bersyukur karena atas segala kebaikan Tuhan. Ibadah sejati tidak terletak pada persembahan kurban atau persembahan uang/harta yang berlimpah, tetapi yang lebih utama sesungguhnya adalah perubahan hidup yang semakin kudus, semakin benar dan adil, menjadikan hidup hanya untuk kemuliaan Tuhan.

Sebab Firman ini juga menegaskan bahwa Allah menuntut setiap umat-Nya agar hidup serasi dengan kegiatan ibadah. Begitu banyak orang yang berlaku munafik seperti yang ditegur Tuhan dalam mazmur ini. Berbagai kegiatan kerohanian dapat menjadi tidak murni jikalau tidak sepadan dengan kehendak Allah, yang artinya kita melakukan ibadah hanya sebagai rutinitas, kepenuhan waktu ataupun untuk menipu orang lain agar kita terlihat kudus dan dapat dipuji.  Ingatlah bahwa Allah tidak akan pernah dapat ditipu. Dan Allah akan menghukum orang orang yang meski beribadah siang dan malam namun tetap saja melanggar perintah-Nya dan  tidak memiliki hidup yang berbeda dengan orang kafir (ayat 22-23). 
Lalu, bagaimanakah Ibadah yang benar?. Ibadah yang benar ialah ibadah yang di tuntun dan di kuasai oleh Kuasa Roh kudus yang mana Ibadah itu berlangsung hanya untuk kemuliaan Allah, Allah mencari kita, Allah memanggil kita, Allah mengumpulkan kita, menerangi kita dengan InjilNya dan menguduskan kita dan dalam kehidupan kita tiap tiap hari, benar benar hidup dipenuhi dengan perbuatan kebenaran dan keadilan, sikap hati yang tulus dan jujur, serta hubungan kemanusiaan yang yang suci dan saling mengasihi sesama, ketika kita beribadah kita Fokus hanya menerima suara Allah, lalu dalam kehidupan Nyata kita juga fokus hanya untuk melakukan kehendak Allah.

Oleh karena itu, marilah kita introspeksi diri, apakah kita termasuk umat yang setia atau tidak setia? Jika kita termasuk setia, mari pertahankan kesetiaan kita. Jika termasuk umat yang tidak setia, cepat bertobat, jangan sampai Allah 'menerkam' kita. 

sebagai umat yang dikasihi Tuhan, marilah kita belajar hidup sesuai dengan kerinduan-Nya, yakni hidup dengan penuh ucapan syukur yang tulus dan cara hidup yang benar.

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semuanya amin....

Tidak ada komentar:

theologi Lutheran

Ibadah yang sejati - Mazmur 50

Shalom....  Firman Allah untuk kita.  Mazmur 50:15 Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan me...

what about theologi luther ?