Senin, 19 Agustus 2024

Jangan Takut untuk Menyatakan Kuasa Yesus Kristus - Kisah para Rasul 5 : 28 - 32

Selamat pagi... 


Firman Tuhan untuk kita. 
Kisah Para Rasul 5 : 28
katanya: "Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Namun ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami."
Kisah Para Rasul 5 : 29
Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.
Kisah Para Rasul 5 : 30
Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh.
Kisah Para Rasul 5 : 32
Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia."

Saudara saudari, ketika Para rasul kembali ditangkap, namun Petrus tetap memiliki keberanian untuk memberitakan Yesus : "yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh" (ay. 27-32). Setelah melalui perdebatan yang sengit itu, para rasul "hanya" disesah dan kemudian dilepaskan disertai perintah untuk tidak memberitakan tentang Yesus lagi (33-40). Namun keadaan ini tidak membuat para rasul "jera" bahkan mereka bergembira karena telah dianggap layak untuk menderita bagi nama Yesus (41-42). Dengan istilah "semakin di babat semakin merambat" Atau Semakin ditekan semakin hebat.

 Pertumbuhan gereja mula-mula disertai dengan tekanan yang dialaminya dalam dua gelombang. Gelombang pertama, mereka dilarang untuk memberitakan Injil dan diberi peringatan, respons para rasul seperti yang sudah pernah kita lihat (4:23-31). Gelombang kedua, mereka menerima larangan dan menerima siksaan. Hasilnya mereka bersukacita dan berani menentang kekuasaan Sanhedrin demi ketaatannya kepada Allah. Tekanan, penganiayaan bahkan pembunuhan sekalipun terhadap Kristen tidak akan menghancurkan Gereja Tuhan. Sebaliknya hal-hal demikian akan makin menyucikan dan menumbuhkan Gereja Tuhan. Karena itu, janganlah takut untuk tetap berbuat baik, dan tetaplah kabarkan berita tentang Kristus melalui kehidupan kita setiap hari. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara kita semua... Amin

Minggu, 18 Agustus 2024

Indahnya Gereja Mula Mula - Kisah Para rasul 5 : 12 - 17

Selamat pagi

Firman Tuhan untuk kita. 
Kisah Para Rasul 5 : 12
Dan oleh rasul-rasul diadakan banyak tanda dan mujizat di antara orang banyak. Semua orang percaya selalu berkumpul di Serambi Salomo dalam persekutuan yang erat.
Kisah Para Rasul 5 : 14
Dan makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan,
Kisah Para Rasul 5 : 15
bahkan mereka membawa orang-orang sakit ke luar, ke jalan raya, dan membaringkannya di atas balai-balai dan tilam, supaya, apabila Petrus lewat, setidak-tidaknya bayangannya mengenai salah seorang dari mereka.

Saudara saudari, Apakah yang membedakan Gereja perdana dengan GEREJA-GEREJA masa kini pada umumnya? Gereja mula-mula penuh dengan keterbatasan, tetapi mampu memberikan pengaruh yang luar biasa di lingkungannya pada zamannya. Kehadiran Gereja mula-mula di dunia ini membawa dampak besar dan itu tampak dalam tiga fenomena. 
Yang pertama, walaupun mereka merupakan komunitas kecil, tetapi orang luar sangat menghargai mereka (ayat 13). 
Kedua, dalam keterbatasannya mereka mampu menarik banyak orang untuk percaya kepada Yesus (ayat 14). 
Dan yang ketiga, mereka mampu membagikan kasih Allah kepada banyak orang melalui mukjizat penyembuhan dan pembebasan dari roh jahat (ayat 12, 15-16). Secara manusiawi ketiga hal ini mustahil bisa dimiliki oleh sekelompok kecil orang. Namun kenyataannya, mereka memilikinya. 

Adapun rahasia ledakan yang dibawa oleh gereja mula-mula ini terletak pada dua hal. Gereja mula-mula mampu mempengaruhi dunianya karena adanya kuasa Allah yang bekerja di tengah-tengahnya (ayat 12a). Selain itu persekutuan mereka yang intensif sebagai tubuh Kristus juga menjadi rahasia pengaruhnya (ayat 12b). Dua hal ini mampu menghasilkan ledakan besar yang melanda dunia saat itu tanpa bisa dihentikan. Apabila dua hal ini dimiliki juga oleh kita, Gereja Tuhan yang hidup di masa kini, maka tentu saja kita bisa bangkit dari kemandekan. Secara umum, Gereja sekarang sudah lama tidur. Kita begitu disibukkan dengan program-program rutin Gereja sehingga melupakan yang lebih penting dari itu. Kita melayani Allah, tetapi tidak mengalami kuasa-Nya. Kita selalu berkumpul di dalam Gedung Gereja, tetapi tidak membangun persekutuan. Ini ironis sekali. Gereja harus bangkit kembali dengan kuasa Allah dan memelihara persekutuannya. Dengan inilah kita bisa membuat suatu ledakan di zaman kita ini sebagaimana pengalaman Gereja mula-mula. 

Oleh karena itu, sekarang Gereja juga harus berperan sebagai tiang penopang dan dasar kebenaran (lihat 1Tim. 3:15). Hal ini penting karena Gereja yang murni dan tetap berdiri di dalam kebenaran akan menghasilkan dampak yang besar dalam kehidupan Gereja maupun masyarakat. Inilah yang kita saksikan di jemaat mula-mula. Pertama, karya Allah semakin nyata dan meluap di tengah-tengah umat-Nya. Allah akan terus bekerja di dalam dan melalui gereja, baik disertai tanda mukjizat yang ajaib (12, 15-16), maupun yang tidak terlihat secara fisik. Inilah yang Allah telah lakukan di sepanjang sejarah Gereja. Kini Yang paling terpenting adalah pertobatan yang diselamatkan karena ini juga merupakan mukjizat terbesar yaitu perubahan orang berdosa menjadi anak Allah oleh kasih karunia_Nya. Kedua, jemaat akan tetap bersatu dalam persekutuan yang erat (12) dan mendapat rasa hormat dari luar (13). Ketiga, Gereja akan terus bertumbuh (14) dan menjangkau semua orang (14) karena mereka semua mendapat bagian dalam anugerah keselamatan Tuhan. 

Oleh karena itu, bersandarlah sepenuhnya kepada Allah yang bekerja dalam keilahiannya di balik kelemahan manusiawi. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏🙏

Sabtu, 17 Agustus 2024

Orang percaya harus Hidup untuk melakukan karakter Kristus - Efesus 5 : 6 - 21

Selamat pagi Jala selamat hari minggu
 

Firman Allah untuk kita. 
Efesus 5 : 6
Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka.
Efesus 5 : 8
Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,
Efesus 5 : 14
Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu."
Efesus 5 : 15
Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,
Efesus 5 : 16
dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

Saudara saudari, Hidup manusia baru yang telah mengalami penebusan Kristus adalah kehidupan di dalam terang. Terang itu tampak dan terlihat mata. Terang itu juga meniadakan kegelapan. Di mana ada terang, di situ tidak ada kegelapan. Sebaliknya, terang dan gelap tidak dapat bersatu dalam satu tempat secara bersamaan.

Paulus mengingatkan hidup anak-anak terang harus berbeda dari hidup anak-anak gelap (3-6). Ia mengakui: "Memang kamu dahulu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu, hiduplah sebagai anak-anak terang" (8). Orang Kristen memiliki kisah lama, tetapi sekrang ia sudah hidup dengan status yang baru.

Paulus berkata, "Jangan kamu berkawan dengan mereka" (7), yang berarti "ambil bagian (partakers)". Ayat ini bukan berarti bahwa orang Kristen tidak boleh berteman sama sekali dengan orang yang berbeda Iman. Hal yang hendak Paulus katakan adalah mendorong orang Kristen menjadi terang yang menghasilkan kebaikan, keadilan, dan kebenaran (9), yang mencerminkan karakter Yesus Kristus (2), yakni hidup yang selalu mengucap syukur (4), dengan mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani atas nama Tuhan Yesus (19-20).

Kehidupan anak gelap berbeda dengan kehidupan anak terang. Karena itu, kita tidak boleh bergaul atau ambil bagian dengan kehidupan masa gelap. Kita tidak boleh turut melakukan perbuatan perbuatan gelap, antara lain: percabulan, kecemaran, keserakahan, perkataan kotor, perkataan hampa, perkataan semborono (3-4). Sebab itu adalah kenajisan yang mendatangkan murka terhadap Allah dan membuat kita tidak mendapatkan bagian dalam kerajaan Allah (5-6).

Melalui Paulus, Allah begitu tegas menyatakan bahwa hidup orang Kristen sudah seharusnya dalam terang. Tidak bermain-main dengan dosa. Menyebut dosa mereka saja pun sudah memalukan (11-12), apalagi terlibat. Hal itu sangat mendukakan Allah. Jika ada orang Kristen yang menikmati dosa, ia bukanlah manusia baru. 

Yang pertama, Paulus tidak ingin jemaat di Efesus tercatat oleh waktu sebagai anak-anak terang yang hidup dalam kegelapan. Kedua, Paulus ingin agar jemaat Efesus mempergunakan waktu yang ada karena hari-hari ini adalah jahat. Yaitu, dalam pengertian menggunakan waktu dengan efisien dan efektif untuk pekerjaan dan pelayanan Tuhan, bukan untuk hidup dalam berbagai kecemaran dosa yang menyesatkan dan membawa kepada kebinasaan. 

Waktu terus berjalan. Ingatlah bahwa apa yang telah kita perbuat pasti tercatat dalam waktu dan tidak mungkin dapat dihapus oleh siapapun juga. 

Salam minggu untuk kita semua, mari kita datang berjumpa dengan Tuhan. 
Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara kita semua. 

Amin

Jumat, 16 Agustus 2024

Merdeka di dalam Kristus Yesus - Galatia 5 : 13 - 16

Selamat pagi dan selamat memperingati hari merdeka. 

Firman Allah untuk kita hari ini. 
Galatia 5 : 13
Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.
Galatia 5 : 14
Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!"
Galatia 5 : 15
Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.
Galatia 5 : 16
Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

Saudara saudari, Bangsa yang merdeka memiliki kedaulatan ata dirinya sendiri. Mereka berhak menentukan arah kebijakan dan segala aktivitasnya. Namun, sebuah bangsa tidak pernah hidup terisolasi dari bangsa yang lain. Kemerdekaan suatu bangsa selalu berhubungan dengan relasinya dengan bangsa lain. Kemerdekaan tidak lantas membuat suatu bangsa bisa sesuka hati bertindak, apalagi jika tindakan tersebut membahayakan bangsa lain dan kelangsungan hidup di seluruh muka bumi.

Demikian pula kiranya kemerdekaan Kristen. Rasul Paulus menyebutkan bahwa hasil dari karya Kristus adalah kemerdekaan. Kemerdekaan itu berarti bahwa tindakan orang percaya tidak diikat oleh berbagai peraturan. Namun, kemerdekaan dari peraturan itu bukan berarti kita, sebagai orang percaya, dapat menjalani hidup dengan sesuka hati. Kemerdekaan dari Kristus bukan kesempatan untuk berbuat dosa, tetapi harus mengasihi orang lain seperti mengasihi diri sendiri (13-14).

Kebebasan tanpa norma sama sekali bukan kebebasan melainkan bencana. Banyak orang Kristen salah memahami dan salah memaknai kemerdekaan yang sejati. Seakan-akan bebas dari dosa berarti bebas untuk berbuat dosa. Mengapa bisa timbul salah pengertian seperti ini? 

Kesalahan pertama adalah karena tidak mengerti fungsi hukum Taurat secara tuntas. Karena keselamatan adalah anugerah dan bukan diperoleh dengan menaati hukum Taurat, banyak orang merasa ajaran-ajaran etika di hukum Taurat pun tidak perlu diberlakukan. Akibatnya mereka merasa sah saja melanggar hukum Taurat. Padahal hukum Taurat mengajarkan jalan-jalan yang benar untuk dilakukan anak-anak Tuhan. Tuhan Yesus sudah merangkum hukum Taurat menjadi hukum kasih (ayat 14). Kesalahan kedua adalah karena salah mengerti maksud Tuhan menyelamatkan orang berdosa. Seseorang diselamatkan agar menjalani hidup dalam kasih. Jadi, anak-anak Tuhan dimerdekakan dari perbudakan dosa dan dari kutuk hukum Taurat supaya dapat mempraktikkan kasih ilahi kepada sesamanya. Bagaimana cara mempraktikkan hukum kasih itu dan tidak terjerat kepada keingingan-keingingan daging? Hanya satu cara, yaitu dengan menyerahkan hidup kita dipimpin oleh Roh. Kita harus melawan setiap keinginan daging yang masih mau menguasai kita dengan cara membiarkan Roh Tuhan memimpin hidup kita (ayat 16-18). 

Orang yang belum diselamatkan berbuat dosa karena memang dibelenggu oleh kuasa dosa. Namun, anak-anak Tuhan hidup mempraktikkan keadilan, kebenaran, dan kekudusan sebagai pernyataan kasih mereka kepada Kristus dan kepada sesama. Bukti kasih mereka kepada Kristus adalah berupa kerelaan diatur dan dipimpin oleh Roh. Bukti kasih mereka kepada sesama adalah menjadi berkat dan teladan hidup beriman bagi sesama. 

Kiranya, prinsip kemerdekaan ini terus-menerus menjadi landasan bagi kita dalam menjalani kehidupan pada saat ini. Di tengah dunia yang semakin egois dan apatis, orang Kristen memiliki kemerdekaan untuk tetap memilih mengasihi orang lain. Di tengah pergaulan yang sarat kepentingan, kita memiliki kemerdekaan untuk tetap bertindak tulus. Di tengah hunjaman kebencian, orang Kristen tetap memiliki kemerdekaan untuk mengasihi dan mengampuni. Di tengah masyarakat yang terkotak-kotak berdasarkan agama, orang Kristen memiliki kemerdekaan untuk tetap menjalin relasi yang baik dengan umat beragama lain. Kemerdekaan itu menjadi suluh bagi kita untuk menjalani cara hidup yang tidak serupa dengan dunia ini (Rm. 12:1-2).


Merdeka..Merdeka.. Merdeka.. Kiranya Kasih Setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memeliharanya kita semua. 
Amin. 😊

Tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat - Matius 4 : 1 - 11 - Acara Ibadah Muda Mudi GKLI

 

Acara Ibadah Muda Mudi GKLI

 

1.     BERNYANYI DARI KIDUNG JEMAAT NO. 18 : 1 -  3 (ALLAH HADIR BAGI KITA)

1. Allah hadir bagi kita dan hendak memb'ri berkat,
melimpahkan kuasa RohNya bagai hujan yang lebat.

           Reff : Dengan Roh Kudus, ya Tuhan, umatMu berkatilah!
                Baharui hati kami; o, curahkan kurnia.

2. Allah hadir, sungguh hadir di jemaatNya yang kudus;
oleh kasih-kurniaNya biar kita ditebus.

           Reff : Dengan Roh Kudus, ya Tuhan, umatMu berkatilah!
                Baharui hati kami; o, curahkan kurnia.

3. Allah hadir! O, percaya dan berdoa padaNya
agar kita dikobarkan oleh nyala kasihnya.

           Reff : Dengan Roh Kudus, ya Tuhan, umatMu berkatilah!
                Baharui hati kami; o, curahkan kurnia.

2.     DOA PEMBUKA

Bapa kami yang ada di Surga, terpujilah di Kau yang Kudus yang telah mempersatukan kami pada malam hari ini, kini kami akan mendengarkan Firman mu yang Kudus, kiranya Ajar dan didik lah kami, dan peliharalah Iman kami, agar kami sepenuhya memberikan hidup kami kepadaMu sehingga kami menjadi pemuda/i yang setia kepadaMu. Kami juga berdoa pada malam hari ini, terimakasih karena Engkau telah mengantarkan kami ke peringatan hari kemerdekaan Negara Indonesia yang ke 79, dan secara Khusus juga kami sangat berterimakasih atas kemerdekaan Jiwa kami dari perbudakan Iblis, Engkau telah menebus kami dan membawa kami kepada Anugerah yang Engkau berikan kepada kami.

Bapa di surga, pada malam hari ini saudara saudara kami yang tidak bisa datang, berkatilah mereka dan ingatkanlah mereka supaya mereka juga mengingat dan memberikan waktunya di hari yang akan datang agar kami bersama sama di tempat ini untuk dengar dengar an FirmanMu, orang tua kami berkatilah mereka dan berilah panjang umur. Terpujilah Engkau yang kudus. Amin.

 

3.     BERNYANYI DARI KIDUNG JEMAAT NO. 64 : 1 – 3 (Bila ku lihat bintang Gemerlapan)

1. Bila kulihat bintang gemerlapan dan bunyi guruh riuh kudengar,
ya Tuhanku, tak putus aku heran melihat ciptaanMu yang besar.
Maka jiwaku pun memujiMu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"
Maka jiwaku pun memujiMu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"

2. Ya Tuhanku, pabila kurenungkan pemberianMu dalam Penebus,
'ku tertegun: bagiku dicurahkan oleh PutraMu darahNya kudus.
Maka jiwaku pun memujiMu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"
Maka jiwaku pun memujiMu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"

3. Pabila nanti Kristus memanggilku, sukacita amatlah besar,
kar'na terkabullah yang kurindukan: melihat Dikau, Tuhanku akbar.
Maka jiwaku pun memujiMu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"
Maka jiwaku pun memujiMu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"

 

4.     Topik Renungan

Nats        : Matius 4 : 1 – 11                                                                (Hal. 125)

Thema    : Tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat     (Doa Bapa kami)

Tujuan   : Supaya anak remaja/pemuda dan pemudi percaya bahwa :

1.     Yesus adalah Juruselamat kita dari seluruh hal hal jahat yang menyerang tubuh dan jiwa kita akibat dosa.

2.     Di dalam nama Yesus kita memohon kepada Bapa untuk membebaskan kita dari segala bahaya khususnya yang berasal dari iblis.

Hafalan   : Doa Bapa kami – permohonan ketujuh beserta maksudnya, Matius 26 : 41;

                   1 korintus 10 : 13

5.     Bernyanyi dari kidung Jemaat No. 402 : 1 – 3 (

1. Kuperlukan Jurus'lamat, agar jangan 'ku sesat;
s'lalu harus kurasakan bahwa Tuhanku dekat.

         Reff : Maka jiwaku tenang, takkan takut dan enggan;
               Bila Tuhanku membimbing, 'ku di malam pun tent'ram.

2. Kuperlukan Jurus'lamat, kar'na imanku lemah.
HiburanNya menguatkan; sungguh tiada bandingnya.

         Reff : Maka jiwaku tenang, takkan takut dan enggan;
               Bila Tuhanku membimbing, 'ku di malam pun tent'ram.

3. Kuperlukan Jurus'lamat dalam langkah juangku;
siang malam, suka duka dengan Tuhan kutempuh.

         Reff : Maka jiwaku tenang, takkan takut dan enggan;
               Bila Tuhanku membimbing, 'ku di malam pun tent'ram.

4. Kuperlukan Jurus'lamat, agar 'ku dibimbingNya
melintasi arus Yordan ke Neg'ri Bahagia.

          Reff : Maka jiwaku tenang, takkan takut dan enggan;
                Bila Tuhanku membimbing, 'ku di malam pun tent'ram.

6.     Doa Penutup + Doa Bapa Kami

7.     Latihan Koor

 

Kamis, 15 Agustus 2024

Tetaplah percaya kepada Yesus meskipun resikonya harus di benci, atau kehilangan nyawa sekalipun - Kisah para rasul 4 : 13 - 31

Selamat pagi. 

Firman Allah untuk kita. 
Kisah Para Rasul 4 : 14
Tetapi karena mereka melihat orang yang disembuhkan itu berdiri di samping kedua rasul itu, mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya.
Kisah Para Rasul 4 : 16
dan berkata: "Tindakan apakah yang harus kita ambil terhadap orang-orang ini? Sebab telah nyata kepada semua penduduk Yerusalem, bahwa mereka telah mengadakan suatu mujizat yang menyolok dan kita tidak dapat menyangkalnya.
Kisah Para Rasul 4 : 17
Tetapi supaya hal itu jangan makin luas tersiar di antara orang banyak, baiklah kita mengancam dan melarang mereka, supaya mereka jangan berbicara lagi dengan siapapun dalam nama itu."
Kisah Para Rasul 4 : 19
Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah.
Kisah Para Rasul 4 : 21
Mereka semakin keras mengancam rasul-rasul itu, tetapi akhirnya melepaskan mereka juga, sebab sidang tidak melihat jalan untuk menghukum mereka karena takut akan orang banyak yang memuliakan nama Allah berhubung dengan apa yang telah terjadi.

Saudara saudari yang terkasih, dengan mata, manusia dapat melihat segala sesuatu. Namun mata rohani yang tertutup dosa sulit melihat kebenaran. Dalam kondisi demikian, orang jadi lebih suka menolak dan menindas kebenaran. 

Inilah yang terjadi pada pemimpin agama Yahudi. Mereka mengalami kebutaan rohani sehingga mata hati mereka begitu gelap hingga tak bisa melihat karya Allah yang sedang bekerja di tengah-tengah mereka. Mereka tidak melihat dan bahkan menolak fakta kebenaran dan kuasa murid-murid Yesus dalam bersaksi, karena mereka hanya orang biasa dan tidak terpelajar (13). Para pemimpin agama Yahudi juga menolak fakta yang tidak terbantahkan dan yang jelas terbentang di depan mereka, yaitu bahwa orang yang lumpuh sejak lahir itu telah sembuh total secara ajaib. Padahal semua fakta itu menunjukkan bahwa Yesus hidup dan saat itu bekerja melalui Roh Kudus-Nya. 

Kebencian terhadap Yesus, kekerasan hati, dan kebutaan mata rohani menghalangi mereka untuk melihat kebenaran yang telah terjadi itu. Akibatnya, mereka hanya bisa terheran-heran akan kuasa dan keberanian Petrus dan Yohanes dalam melakukan mukjizat. Bukannya menerima kebenaran, mereka malah memberikan intimidasi agar kebenaran tentang Yesus tidak tersebar semakin luas (17) dan ini adalah kebencian yang memunculkan rasa tidak percaya akan kuasa Allah. Mereka Menghadapi intimidasi Mahkamah Agama, tetapi Petrus dan Yohanes tetap memilih untuk menaati Allah, apa pun risikonya. Karna tidak mungkin bagi mereka untuk tidak bersaksi tentang apa yang mereka telah lihat dan dengar mengenai Tuhan Yesus, sebab hanya Allah lah yang mampu menyelamatkan orang yang percaya kepada-Nya dengan penuh Anugerah kasih setia_Nya.

Memilih untuk menaati Allah di tengah lingkungan yang tidak mengenal Kristus atau minoritas seperti kita saat ini tidaklah mudah. Bisa jadi malah mengundang risiko bahkan kebencian bagi orang lain. Namun ingatlah, kita harus tetap teguh pada Iman yang benar, karena hidup kita sudah ditebus dan harganya telah lunas dibayar oleh curahan darah Yesus Kristus di kayu salib. Karena itu kita sudah menjadi milik Kristus sepenuhnya. Maka seharusnyalah tak ada kompromi dan tak ada pemikiran untuk meninggalkan Kristus. Meski harus di benci, di siksa ataupun nyawa menjadi resikonya, tetaplah Kristus yang harus kita pilih, bukan yang lain. Sebab Yesus Kristuslah kemenangan kita. Raja di atas segala Raja. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak da  Roh Kudus memelihara kita semua. 
Amin 🙏🙏

Rabu, 14 Agustus 2024

Kita Adalah anak Allah BUKAN budak Iblis - Galatia 4 : 4 - 8

Selamat pagi. 

Firman Tuhan untuk kita. 
Galatia 4 : 4
Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.
Galatia 4 : 5
Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.
Galatia 4 : 6
Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
Galatia 4 : 7
Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.
Galatia 4 : 8
Dahulu, ketika kamu tidak mengenal Allah, kamu memperhambakan diri kepada allah-allah yang pada hakekatnya bukan Allah.

Saudara saudari, sampai pada saat ini masih banyak orang Kristen di Indonesia yang memercayai kekuatan lain di luar Allah (memperhambakan diri kepada alah alah lain), misalnya kekuatan roh-roh tertentu atau berupa benda yang sering disebut jimat, pelaris, penjaga tubuh, obat obatan,pelet dan lain sebagainya. Kekuatan ini sering dipuja sedemikian rupa sehingga diadakan ritual-ritual khusus dengan sesajen yang dijadikan persembahan. Dan itu dilakukan sebagai upaya untuk mencari ketenangan atau keselamatan, terutama selama hidup.

Dalam suratnya, Paulus menyebut jemaat Galatia telah berlaku bodoh (Gal. 3:1). Mengapa demikian? Sebelum kedatangan Kristus, setiap orang berusaha mencari keselamatan dengan usahanya sendiri. Orang Yahudi, meski mereka merupakan anak perjanjian (Gal. 3:29), tetapi tampak tidak ada bedanya dengan hamba, karena mereka masih hidup dalam tuntutan dan pengawasan hukum Taurat (1, 2). Sedangkan orang Galatia sendiri hidup menghambakan diri pada roh-roh dunia yang lemah dan miskin. Mereka memelihara atau merayakan hari-hari tertentu atau waktu-waktu tertentu, supaya selamat di dalam hidupnya (9, 10). Padahal Paulus sudah pernah memberitakan kabar baik kepada mereka dengan gambaran yang sangat jelas tentang Yesus Kristus (Gal. 3:1). Berita itu adalah bahwa kedatangan Yesus ke dunia adalah untuk membebaskan mereka dari semua tuan yang selama itu membelenggu mereka yang telah memperbudak mereka (Gal. 3:25-29). Dengan demikian mereka beroleh kasih karunia dari Allah, mereka diangkat menjadi anak Allah dan menjadi ahli waris keselamatan kekal yang selama itu mereka cari (4-7). Namun saat itu Paulus khawatir dengan kondisi orang-orang di Galatia (11), karena mereka telah menerima ajaran lain yang tampaknya seperti injil, tetapi bukanlah Injil yang sesungguhnya (Gal. 1:6). Akibatnya mereka kembali menghambakan diri kepada roh-roh dunia, melakukan segala bentuk keinginan Iblis tanpa sadar diri. 

Saudara saudari, keselamatan yang dianugerahkan Allah kepada kita sebenarnya tidak hanya mencakup kehidupan kekal kelak, tetapi juga ketika kita hidup di dunia ini dan kini. Kita tidak lagi perlu mencari keselamatan hidup dengan cara kita sendiri atau dengan percaya kepada jimat-jimat atau melakukan ritual pada waktu-waktu tertentu. Dan jikalau itu kita lakukan maka kita menyia-nyiakan anugerah karya keselamatan yang dari Tuhan kita Yesus Kristus.. 

Sekarang sudah jelas dan pasti bahwa Keselamatan kita hanya ada di dalam Yesus Kristus, karena itu hiduplah di dalam tuntunan Roh kudus yang telah membebaskan kita dari perbudakan Iblis. Dan lakukanlah keinginan Roh, agar hidup kita menjadi persembahan yang hidup bagi Allah, yang menjadi sukacita bagi kita sesama dan kemuliaan bagi Tuhan Allah kita. 


Kiranya kasih setia Allah memelihara dan menolong kita semua... Amin

theologi Lutheran

Kristus yang Membuka Pikiran dan Mengutus Gereja-Nya - KENAIKAN YESUS KRISTUS Lukas 24:44-53

Khotbah ibadah peringatan kenaikan Yesus Shalom.... Firman Allah untuk kita. Lukas 24:44 - 53 Saudara saudari, dalam bacaan kita...

what about theologi luther ?