Jumat, 02 Agustus 2024

Dan Ampunilah kesalahan kami - Acara Ibadah Kebaktian Muda Mudi GKLI MAZMUR 103 : 8 - 14

 

Acara Ibadah Kebaktian Muda Mudi GKLI

03 Agustus 2024


1.     Bernyanyi dari KJ No. 02 : 1 – 3 (Suci suci suci)

Ø Suci, suci, suci Tuhan Maha kuasa! Dikau kami puji di pagi yang teduh.
Suci, suci, suci, murah dan perkasa, Allah Tritunggal, agung namaMu!

Ø Suci, suci, suci! Kaum kudus tersungkur di depan takhtaMu memb'ri mahkotanya
Segenap malaikat sujud menyembahMu, Tuhan, Yang Ada s'lama-lamanya.

Ø Suci, suci, suci! Walau tersembunyi, walau yang berdosa tak nampak wajahMu,
Kau tetap Yang Suci, tiada terimbangi, Kau Mahakuasa, murni kasihMu

2.     Doa Pembuka.

Bapa Kami yang ada di Surga, Kini kami datang berdoa dan bersyukur kepadaMu, terpujilah Engkau yang selalu senantiasa memelihara hidup kami hingga malam hari ini, malam hari ini kami telah berkumpul disini para Pemuda pemudi dan remaja untuk belajar Firman-Mu yang Kudus, Ajari dan bimbinglah kami agar kami memahami kehendak-Mu, biarlah kiranya Roh kudus selalu mengarahkan hati kami, sehingga kami dapat melakukan Firman_Mu di dalam kebenaran, kami juga pada saat memohon, untuk masa depan kami, kami percaya bahwa Engkau selalu menyediakan yang terbaik untuk kami, karena itu, berilah kami semangat, kesetiaan dan rasa hormat terhadap orang tua kami, agar kami dapat melihat Anugerah berkat yang Engkau berikan kepada kami dalam setiap saat sehingga kami tetap semangat dalam menggapai cita cita kami. Saat ini juga kami akan mendengarkan Firman Mu, bimbinglah kami agar kami beroleh kekuatan dan Iman oleh pendengaran Firman mu. Untuk Orang tua kami, Tuhanlah yang memelihata hidup mereka, kiranya Engkau memberikan umur yang panjang, kesehatan dan Berkat bagi keluarga kami. Untuk sahabat sahabat kami yang tidak dapat berkumpul bersama kami di malam hari ini, sertailah mereka dan ingatkanlah supaya di waktu berikut mereka dapat memberikan hati untuk datang beribadah di tempat ini. Bapa kami yang di Surga, atas segala dosa dan pelanggaran kami, mohon ampuni dan kuduskan kami dari dosa kami itu, agar kami layak untuk memanggil nama Mu yang Kudus. Terpujilah Engkau, kini dan sampai selama lamanya. Amin

3.     Bernyanyi Kidung Jemaat No. 460 : 1 – 3 (Jika jiwa ku Berdoa)

o  Jika jiwaku berdoa kepadaMu, Tuhanku, ajar aku t'rima
saja pemberian tanganMu dan mengaku, s'perti Yesus
di depan sengsaraNya: Jangan kehendakku, Bapa,
kehendakMu jadilah.

o  Apa juga yang Kautimbang baik untuk hidupku,
biar aku pun setuju dengan maksud hikmatMu,
menghayati dan percaya, walau hatiku lemah:
Jangan kehendakku, Bapa, kehendakMu jadilah.

o  Aku cari penghiburan hanya dalam kasihMu.
Dalam susah Dikau saja perlindungan hidupku.
'Ku mengaku, s'perti Yesus di depan sengsaraNya:
Jangan kehendakku Bapa, kehendakMu jadilah.

4.     Renungan Firman (Pendalaman Alkitab)

Ayat Renungan : Mazmur 103 : 8 – 14

Thema               : Dan Ampunilah kami akan kesalahan kami, akan kesalahan kami seperti kami  

                             mengampuni orang yang bersalah kepada kami.       (Hal. 122 – 123)

Tujuan               : Supaya Anak Remaja, atau para pemuda/i percaya bahwa :

1.     Kita perlu mengakui segala dosa di hadapan Allah

2.     Kita tidak bisa menutup nutupi dosa di hadapan Allah

3.     Pengmpunan Bapa menuntun kita untuk mengampuni orang lain ketika bersalah kepada kita.

             Hafalan             : Doa Bapa Kami – Permohonan kelima berserta dengan maksudnya;

                                         Lukas 6 : 36; Lukas 18 : 13.

DOA BAPA KAMI PERMHONAN KE V

Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.

Maksudnya adalah:

Kita minta di dalam doa ini supaya Bapa yang di Sorga tidak memperhitungkan dosa maupun mempertimbangkannya, sehingga menolak permintaan kita. Karena kita tidak patut meminta sesuatu maupun mempunyai hak atas yang kita minta itu. Tetapi supaya Dia memberikannya semua kepada kita sebagai anugerah; walaupun kita setiap hari melakukan banyak dosa dan sesungguhnya kita tidak mempunyai hak akan yang kita minta, tetapi hanya hukuman saja yang patut bagi kita. Maka hendaklah kita juga mengampuni dengan hati yang sungguh dan selalu bersedia berbuat baik kepada mereka yang bersalah kepada kita.

5.     Bernyanyi dari Kidung Jemaat No. 344 : 1 – 4 (Ingat akan nama Yesus)

1. Ingat akan nama Yesus, kau yang susah dan sedih: Nama
itu menghiburmu k'mana saja kau pergi.

       Reff : Indahlah namaNya, pengharapan dunia!
             Indahlah namaNya, suka sorga yang baka!

2. Bawa nama Tuhan Yesus, itulah perisaimu.
Bila datang pencobaan, itu yang menolongmu.

       Reff :

 3. Sungguh agung nama Yesus, hati kita bergemar.
Bila kita dirangkulNya, sukacita pun besar.

        Reff:

4. Bila mendengar namaNya, baiklah kita menyembah
dan mengaku Dia Raja kini dan selamanya.

        Reff:

6.     Doa penutup + Doa Bapa Kami

7.     Latihan Koor


Buku panduan :

Bertumbuh sebagai umat Kristen


HIDUPLAH SALING TOLONG MENOLONG DAN SALING MENDOAKAN Roma 15 : 25 - 33

Selamat pagi. 
Firman Tuhan Untuk kita hari ini. 

Roma 15 : 25
Tetapi sekarang aku sedang dalam perjalanan ke Yerusalem untuk mengantarkan bantuan kepada orang-orang kudus.
Roma 15 : 26
Sebab Makedonia dan Akhaya telah mengambil keputusan untuk menyumbangkan sesuatu kepada orang-orang miskin di antara orang-orang kudus di Yerusalem.
Roma 15 : 30
Tetapi demi Kristus, Tuhan kita, dan demi kasih Roh, aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, untuk bergumul bersama-sama dengan aku dalam doa kepada Allah untuk aku,
Roma 15 : 31
supaya aku terpelihara dari orang-orang yang tidak taat di Yudea, dan supaya pelayananku untuk Yerusalem disambut dengan baik oleh orang-orang kudus di sana,
Roma 15 : 32
agar aku yang dengan sukacita datang kepadamu oleh kehendak Allah, beroleh kesegaran bersama-sama dengan kamu.

Saudara saudari, kita tahu bahwa Tugas Gereja ataupun setiap orang percaya adalah Bersaksi, bersekutu, dan berdiakonia atau saling melayani. Oleh karena itu, Injil yang utuh tidak hanya berbicara IMAN dan KESELAMATAN JIWA melainkan Injil juga berbicara tentang pemenuhan kebutuhan hidup secara Jasmaniah. Kita lihat semangat penginjilan Paulus memang diarahkan untuk keselamatan jiwa bagi orang-orang non Yahudi sesuai dengan panggilannya. Namun kepeduliannya kepada sesama saudara seiman yang sedang kesulitan ekonomi juga tinggi. Paulus rindu, sebelum ia berkunjung ke Roma dalam rangka penginjilan ke Spanyol ia boleh menjadi saluran berkat jasmani bagi jemaat di Yerusalem. Berkat itu berupa persembahan uang dari jemaat di Makedonia dan di Akhaya, yaitu jemaat nonYahudi yang di kumpulkan untuk menolong orang orang miskin di Yerusalem. Persembahan persembahan yang di kumpulkan oleh jemaat-jemaat nonYahudi kepada jemaat-jemaat Yahudi itu menunjukkan adanya persekutuan sejati umat Tuhan yang tidak memandang suku, bangsa, bahasa, dll. Oleh karena itu, Paulus juga mau melibatkan jemaat Roma dalam persekutuan ini dengan meminta dukungan doa mereka bagi perjalanan pelayanan diakonianya ini. 
Ada dua hal yang ingin dicapai Paulus. Pertama, agar jemaat Roma belajar MAKNA PERSEMBAHAN dan PERSEKUTUAN SEJATI. Kedua, agar melalui dukungan doa jemaat di Roma, Paulus mengharapkan pelayanannya diterima dengan baik oleh jemaat di Yerusalem. Juga agar ia terhindar dari orang-orang Yahudi nonkristen yang tidak senang terhadap Paulus dan pelayanannya, yang berupaya menghalangi bahkan menyingkirkannya paulus(31). 

Oleh karena itu, kesalahan kita orang Kristen saat ini adalah Sering kita mengajak orang mengenal SURGA atau membicarakan SURGA tetapi mengajak orang yang kelaparan untuk makan kita sangat susah/sulit. Jadi, seharusnya orang percaya tidaklah demikian dan kita juga tidak boleh membeda-bedakan diri karena denominasi, suku, bahasa, status sosial, dll. Sebab Yesus Kristus juga tidak pernah membeda bedakan kita orang percaya hanya karna perbedaan suku, bahasa atau status miskin dan kaya. Semua kita sama di hadapan Allah asal sungguh sungguh percaya. Kasih Tuhan harus dibagikan kepada semua orang. Sebab Kasih itu adalah persekutuan sejati yang diwujudkan melalui Iman yang benar. Hiduplah saling tolong menolong dan saling mendoakan. 

Kiranya kasih Setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. 
Amin 🙏🙏🙏🙏

Kamis, 01 Agustus 2024

Bermegah di dalam Yesus Kristus - Roma 15 : 14 - 21

Selamat pagi
Firman Allah untuk kita hari ini. 

Roma 15 : 14
Saudara-saudaraku, aku sendiri memang yakin tentang kamu, bahwa kamu juga telah penuh dengan kebaikan dan dengan segala pengetahuan dan sanggup untuk saling menasihati.
Roma 15 : 15
Namun, karena kasih karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadaku, aku di sana sini dengan agak berani telah menulis kepadamu untuk mengingatkan kamu,
Roma 15 : 16
yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.
Roma 15 : 17
Jadi dalam Kristus aku boleh bermegah tentang pelayananku bagi Allah.


Saudara saudari, jikalau diteliti hingga saat ini masih banyak orang yang salah mengerti alasan Paulus dalam menuliskan surat Roma. Karena surat yang satu ini merupakan salah satu warisan Paulus yang cukup detail menjelaslan DOKTRINAL tentang hidup orang percaya. Pada akhir suratnya kepada jemaat di Roma, Paulus merasa sangat perlu untuk menuliskan alasan mengapa dia menuliskan surat ini kepada jemaat Roma yang belum pernah dikenalnya.

Pertama, Paulus mengakui bahwa warga jemaat di Roma penuh dengan kebaikan, segala pengetahuan, dan sanggup untuk saling menasihati. Jadi surat Paulus ini hanya mau mengingatkan akan kebenaran yang sudah mereka ketahui, meskipun ia sendiri bukan guru mereka. Namun Paulus, sebagai pelayan Yesus Kristus bagi bangsa non-Yahudi, namun Paulus mengingatkan bahwa segala sesuatu yang kita miliki, kesehatan, harta benda, dan semuanya adalah berasal dari Allah. 

Kedua, alasan Paulus menuliskan suratnya adalah karna keberhasilan pelayanannya di tengah bangsa non-Yahudi merupakan bukti nyata dari pengutusannya sebagai rasul. Tetapi, Paulus juga menyatakan bahwa semuanya itu merupakan HANYA OLEH KARNA KARYA KRISTUS melalui dirinya. Dan itulah yang hendak Paulus beritakan dalam suratnya: "Jadi dalam Kristus aku boleh bermegah tentang pelayananku bagi Allah. Sebab aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus lewat Paulus, yaitu untuk memimpin bangsa-bangsa lain  taat akan pemeliharaan Allah, oleh perkataan dan perbuatan bahkan oleh kuasa tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh kuasa Roh" (17-19).

Sama halnya dengan perkataan Bunda Teresa dengan kalimat berbeda: "Manusia hanyalah pensil di tangan Allah." Pensil tetaplah hanyalah pensil. Pensil tidak akan bermanfaat untuk apa pun, jika tidak dipakai untuk menulis. Pensil tidak bisa menggerakkan dirinya untuk menulis. Pensil akan memberikan kegunaannya kalau dipakai, artinya demikianlah kita, Firman Allah telah mengatakan bahwa kita adalah Suratan Allah yang hidup, maka hendaklah kita menyatakan atau memberi diri di pakai oleh Allah untuk menyatakan kasih setia Allah kepada sesama kita. 
Karena itu marilah kita meneladani Rasul Paulus yang setia kepada Allah. Kasih Kristus memungkinkan kita untuk saling peduli dan memperhatikan keadaan saudara-saudara seiman. Kasih mendorong kita untuk bersekutu dan saling berbagi berkat bagi sesama kita. Tetaplah hidup di dalam kasih Kristus dan jangan pernah menyerah untuk menceritakan kebaikan dan pemeliharaan Allah dalam hidup kita.. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa memelihara dan menolong kita semua... 
Amin

Rabu, 31 Juli 2024

Tetap Hidup dalam Pertobatan - tongtong di bagasan hamubaon ni roha - Jamita Minggu Adven II - LUKAS 3 : 1 – 20

 

 Minggu, 08 Desember 2024

MINGGU ADVENT II

Panomunomuon diharoro ni Tuhan Jesus

 

EVANGELIUM : LUKAS 3 : 1 – 20

 

Patujolo :

Sadarion masuk ma hita tu minggu Adven na pa II hon, ima ari panomunomuon di Tuhanta Jesus Kristus. Marhite turpuk jamita di ari sadari on, di pangkobasion ni si Johannes pandidi namamaritahon barita taringot tu hamubaon ni roha, mansai borat do sitaonon na niadopanna alani ulaon partondian i, jala hinorhon ni parbaritaon nai do gabe mago hosana alani barani manghatindanghon na sintong maradophon angka panggomgomi uju i. Marhite turpuk jamita sadari on sasintongna molo bagas do hita marningot, sian padan na robi nunga be sai marulak ulak di baritahon barita taringot tu hamubaon ni roha (Pertobatan) alai sahat tu tingki on, torop dope naso tulus paubahon roha di adopan ni Debata, godang dope angka parhaporseaon na golom ria ria. Alani marhite Jamita di minggu Adven na pa II hon sadari on, di sungguli Debata do hita marhite thema ni jamita na mandok

Manongtong ma hita di bagasan hamubaon ni Roha

 

THEMA : MANONGTONG MA HITA DI BAGASAN HAMUBAON NI ROHA

1.   AHA DO HAMUBAON NI ROHA I  ?

      Na parjolo tapuji ma Tuhan Debata ala naung sahat do hita nuaeng ima tu taon baru parhuriaon di ari sadari on, molo dung masuk tu minggu Adven di goari ma on Taon Baru Ni Huria tontu ingkon do tasadari bahwa sehat pe hita sahat tu tingki on ndang alani gogo ta i, alai ala ni denggan basa ni Debata do i na tongtong parorothon hita di siganup tingki. Adven marharoroan ma i sian hata latin ima Adventus na marlapatan ma i haroro ni Jesus Kristus tu portibi on jala minggu minggu Adven on di pamasa ma on andorang so sahat tu pesta Natal. Marhite minggu Adven na pa II hon on di paingot ma hita di angka na pinamasa ni Debata dohot na naeng pamasa on Na, di na parjolo ima haroro ni Jesus Kristus  tu portibion sorang gabe sahalak jolma marhite si Maria, jala mate laos hehe sian hamatean i pamonanghon hita ganup angka na jolma pardosa, di partingkianta nuaeng on di paingot do tongtong tu hita ima di na manomu nomu di haroro ni Jesus Kristus di ari parpudi, na ingkon ro do Jesus Kristus i padua halihon tu portibi on marhite huasona laho pasahathon tumpal hangoluan tu ganup angka na porsea, jala mangalehon uhum tu angka parjahat(Mat.16:27-28;Lukas 3:9).

     Hombar tu saluhut nai, di turpuk jamita sadari on jongjong do si Johannes pandidi ima na tinubuhon ni si Elisabet na ni alap ni si Sakaria, di totophon Debata do bahwa si Johannes pandidi ima na gabe patujolo ni Debata laho pature dalan di Tuhan i, mandidi Jesus Kristus di aek Jordan, jala mamaritahon hamubaon ni roha di angka jolma pardosa/keturunan Iblis(Mat.13:34;Lukas 3:7). Jala tujuan utama haroro ni si Johannes pandidi ima patulushon sangkap di Debata manang na misi ni Debata laho paradehon dalan di haroro ni Jesus Kristus(Jes.40:3-5), paingothon saluhut angka jolma asa sude paradehon diri marhite hamubaon ni roha, mangolu di bagasan hamubaon ni roha(Luk. 3:8). Di pangkobasion ni si Johannes pandidi sintong do ibana mangulahon ulaon na i, alai baliksa do na masa tu ibana, tung pe angka hasintongan i do di baritahon ibana, alai gabe sogo do roha ni si Herodias alani na di paingot ibana bahwa dang sintong ibana marroha roha tu raja Herodes. Molo tapatudos do tu namasa nuaeng, jotjot do gabe masa angka perselisihan, bahkan paraccitan ni roha di angka pardonganon ala na barani hita manghatindangkon hasintongan, alai dison ma ingkon do ta tantusi bahwa parbue ni hamubaon ni roha ingkon do barani manghatindangkon angka na sintong i, ingkon do adong hataridaan na sian hita namarpos ni roha di Debata, na olo pauahon roha ingkon do marparbue di ngoluna siganup ari(Luk.3:8). Ingkon do olo marbagi tu angka na hurangan(Gal.6:2;Luk.3:13;Matius 22:39). Jala marhite turpuk on di paingot do hita bahwa di angka hita naso olo paubahon roha na gabe ambolong do muse tu api narokko i(Mat.7:19;Luk.3:9).

2.   ASA SAHAT HITA TU TUMPAL HANGOLUAN I

      Ia tumpal hangoluan i, ima Surgo hasongan i, jala holan marhite Jesus Kristus do asa sahat hita tusi.

Alani marhite goar ni mingguta sadari on di goari ma minggu Adven na pa duahon. Di tingki on pe, sai jot-jot do molo naung masuk tu taon baru parhurian (Adven) hampir sude do nasa na targoar Karisten di portibi on serba sibuk laho paradehon angka na hombar tu pesta Natal, lumobi ma di tonga tonga ni Huria adong ma na paradehon angka gaba gaba (Pernak pernik Natal), pembentukan panitia Natal, Latihan latihan Natal, nang lan angka na asing. Sasintongna angka na denggan jala na uli situtu do na taulahon i, alai ia di Debata ndang adong marguna saluhutna i molo rohanta on ndang taparade manomu haroro Nai, ingkhon do songon tema ni jamitanta sadari on na mandok “Tongtong Ma Hita Dibagasan Hamubaon Ni Roha”. Na hinirim ni Jesus Kristus sian hita jala na mansai ringkot ingkon do jumolo hita paradehon roha laho manjangkon Jesus Kristus, ima marhite hamubaon ni roha (Pertobatan). Ia hamubaon ni roha i sasintongna ulaon ni Tondi Porbadia doi, jala ndang tarulahon hita paubahon roha ianggo so mian tondi ni Debata di rohanta na tongtong manogar-nogari rohanta ganup. Songon na didok di Konfessi Augsburg artikel XII taringot tu hamubaon ni roha“na adong do hasesaan ni dosa di angka halak na madabu tu bagasan dosa dung tardidi, jala na olo di pauba tondi porbadia i rohana siganup ari, jala isi ni hamubaon ni roha holan dua do, ima Panolsolion di angka dosa, dohot haporseaon na polin na tinubuhon ni barita nauli”. Ai sian hamubaon ni roha ido, jumpangta ma hasesaan ni dosa molo sai tongtong martoruk ni roha hita manolsoli angka dosanta di adopan ni Debata, jala marhite sian hasesaan ni Dosa ido dapotta ma hasonangan ni tondi ta ima Surgo hasonangan i (sebab di dalam pengampunan dosa ada keselamatan).

      Taringot tu ulaon ni Huria, molo mamereng do hita secara teliti taringot tu angka aturan dohot ulaon ni Huria isarana pesta Natal. Molo antus do taparsiajari sasintongna ndang tingkos manang na ndang tepat dope molo di patupa di tonga tonga ni Huria angka pesta Natal di bagasan minggu minggu Adven, lumobi ma di masa minggu ta saonari. Alani i, ringkot do ingkon ihuthonon kalender tahun liturgi Gerejawi i di bagasan pardalananna na sintong jala hinorhon ni i singkop ma ta antusi aha do minggu Adven laos marhite ido gabe polin ma makna ni Natal i dihita lumobi ma di huria GKLI na manghajongjongon huria na liturgis (Lutheran). Isarana, sada hal na hurang marondolan do molo di patupa pesta Paskah di minggu Palmarum, manang na tapatupa perayaan minggu Adven di minggu trinitatis, songoni ma sasintongna nian, ala di bagasan minggu panomu nomuan dope hita ndang tingkos dope nian molo intor gabe pajolo hu hita di huria i patupahon Natal  di minggu paanomu nomuon sesui urutan di Kalender Gerejawi ni Huria i.

Alani asa bagas pangarimang-rimangionta jala bagas pangantusion ta di minggu Adven on, sude ma nian hita paturehon roha, paholanghon diri sian angka naso ture laho mamasuhi minggu Natal na badia i. Alana molo tabereng di angka namasa di tahun naung salpu laos di pesta natal na naeng ro on, dung sahat hita tu minggu Natal manang na malam Natal torop nama hita naso bergairah, bahkan godang nama manalpuhon tingki nauli i songon angka ari na biasa (dang ingot be hita songon dia Jesus Kristus i lahir di inganan na bernit, songon parsonggop ni Tondi porbadia di rohanta na so tingkos). Na ingkhon masa ma sisongoni ala naung loja hita mangihuthon saluhut angka pesta Natal di angka punguan, adong ma deba naung loja paradehon angka Natal na di patupa di minggu Adven, jala torop do na gabe so mar-Natal pas di mata ni pesta Natal i, alani paraccitan ni roha manang na parbada bada on holan alani angka persiapan Natal. Alani, di minggu minggu adven on ganjang do sasintongna pola do sampe 4 hali hita mar Adven, na marlapatan ma i asa jumolo ma ganjang jala bagas ma rohanta tapaias, tapauba ma rohanta ganup marhite panoguon ni Tondi porbada i, asa maria ia situtu hita marningot di pesta hatutubu ni Jesus Kristus i, lumobi ma naung mian jala jongjong mangarajai Tondi Porbadia i di rohanta ganup(ngolu na imbaru).

      Alani marhite turpuk on, nunga tung tangkas be barita manang na sejarah taringot tu hasosorang ni Jesus Kristus tu portibi on, sintong do i songon na didok di ayat 1 dohot 2 singkop do di patorang si Lukkas ro di angka sejarah ni hatutubu ni Jesus i di masa ni panggomgomi di tingki i, ro di si Johannes pandidi na mandidihon Jesus Kristus. Jadi, unang adong be hita na mangaraguhon taringot tu Jesus Kristus sipalua i. Marhite turpuk jamita sadari on, na porlu jala na paling utama si paradeon ta ima hamubaon ni roha, ima mamelehon diri tu Debata marhite angka parniluaonta. Sapala naung jongjong Jesus Kristus i, Tondi Porbadia i mangarajai di rohanta ganup, talehon ma roha na marpangoloion, jala sude ma hita hobas laho mangulahon angka na denggan, marsiurupan jala marsilehonan dame. Molo pe di tingki on tabereng godang dope angka naso perduli taringot tu angka dosana, manang na ndang apala di haringkothon be di manolsoli dosa di adopan ni Debata. Ianggo hita nian, ingkon do tontong mangolu di bagasan hamubaon ni Roha, ai ido ngolu ni angka na mananda Kristus Jesus i, jala hamubaon ni roha ido tanda naung mian Debata di hita, na mambahen jala pataruhon hita sahat tu asi ni roha ni Debata, ima surgo naung pinarade ni Debata di hita.

      Asi ni roha dohot dame ni Debata Ama, Anak dohot Tondi Porbadia ma na tongtong manogu nogu hita saluhutna. Amen!

                                                                                                                                Na sinurathon ni :

                                                                                                               Pdt. Ardianus Situmorang S.Th

Pandita GKLI Resort Baloi Kolam Batam

 

Bagaimanakah hidup orang percaya? - KRISTO SENTRIS - Roma 15 : 1 - 13

Selamat pagi... 
Firman Allah untuk kita 
Roma 15 : 1
Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri.
Roma 15 : 2
Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya.
Roma 15 : 3
Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku."
Roma 15 : 5
Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus,

Saudara saudari pada dasarnya orang Kristen-Yahudi di Roma merasa diri lebih kuat dari orang Kristen non-Yahudi. Sikap ini melahirkan tindakan yang menimbulkan perpecahan sebab tidak ada rasa tolong menolong antara kedua belah pihak. Dalam hal ini paulus mengajak mereka untuk memanfaatkan kelebihan atau kekuatan mereka secara positif. Bagaimana caranya? Pertama, mereka seharusnya membantu yang lemah (ayat 1a); kedua, tidak mencari kesenangan sendiri (ayat 1b) ketiga, berusaha untuk saling membangun (ayat 2), dan yang ke empat memakai kekuatan atau kelebihan untuk membangun orang lain (ayat 2). 

Saudara saudari, perlu kita sadar bahwa kekuatan dan kelebihan yang Tuhan karuniakan kepada kita, Allah memberikannya bukanlah hanya untuk kepentingan hidup kita saja, tetapi Allah bermaksud agar kita saling tolong menolong dan saling membantu di dalam kelemahan orang lain. 

Kristus adalah dasar kebersamaan jemaat. Orang percaya sebenarnya tidak boleh hidup egois. Oleh karena itu, agar kita bisa memenuhi panggilan Kristen kita, maka kita harus mengikuti teladan hidup Kristus (ayat 3-4) dan memohon kekuatan dari Allah sendiri (ayat 5). Dengan berdasarkan kedua hal ini, mmaka hita harus bertindak sesuai dengan kehendak Kristus. Yesus Kristus tidak pernah mencari kepentingan-Nya sendiri atas kuasa yang Dia miliki tetapi justru Yesus setia dan taat atas kehendak Allah untuk memenuhi kepentingan kita umat tebusan-Nya, termasuk memberikan Nyawa_Nya hanya untuk menolong kita dari dosa kematian. Dalam hidup ini marilah kita hidup saling menerima akan kekurangan sesama kita, agar kiranya sikap kita yang serasi dengan sikap Kristus harus mendorong kita untuk saling menguatkan. Sebab itu setiap orang percaya hidupnya harus KRISTO-SENTRIS bukan EGO-SENTRIS, jikalau hidup kita berpusat di dalam KRISTO-SENTRIS (berpusat kepada Kristus) maka orang yang lemah akan tertolong, dan sungguh nyata bahwa kita benar benar saling mengasihi. 

Kiranya kasih setia Allah Memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏🙏🙏🙏

Jangan menjadi hakim atas makanan - NAMARGOTA-PARSOLAM Roma 14 : 13 - 23

Selamat pagi. 

Firman Allah Untuk kita.

Roma 14 : 13
Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung!
Roma 14 : 15
Sebab jika engkau menyakiti hati saudaramu oleh karena sesuatu yang engkau makan, maka engkau tidak hidup lagi menurut tuntutan kasih. Janganlah engkau membinasakan saudaramu oleh karena makananmu, karena Kristus telah mati untuk dia.
Roma 14 : 17
Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.
Roma 14 : 19
Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.
Roma 14 : 20
Janganlah engkau merusakkan pekerjaan Allah oleh karena makanan! Segala sesuatu adalah suci, tetapi celakalah orang, jika oleh makanannya orang lain tersandung!

Saudara saudari, menjadi batu sandungan bagi sesama jelas adalah merupakan hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh orang percaya. Mengapa? Karena akan menghalangi orang untuk datang kepada Kristus.

Dalam perikop sebelumnya Paulus mengingatkan pihak yang "kuat" dan yang "lemah" dalam jemaat untuk saling menerima dan tidak saling menghakimi. Dalam perikop ini, Paulus memberikan satu prinsip khususnya bagi pihak yang "kuat" agar tidak menjadi batu sandungan bagi pihak yang "lemah" dalam Iman(13, 21). Dalam hal makanan, Paulus menegaskan bahwa tidak ada makanan yang najis sebab Allah menciptakan segala sesuatunya dengan penuh kuasa-Nya(14, 20), maka pihak yang "kuat" Dalam Iman tidak perlu lagi merasa terikat oleh hukum tentang makanan haram atau najis (siallang namargota atau parsolam). Namun bisa saja kebebasan memakan segala sesuatu menjadi batu sandungan bagi jemaat yang masih mengharamkan makanan tertentu. Maka dalam hal ini Paulus mengingatkan bahwa kebebasan untuk melakukan segala sesuatu kiranya tidak menyebabkan lemahnya Iman saudara yang lain. Sebab jika ini yang terjadi itu berarti kita merusak pekerjaan Allah yang telah di bangun. 

Saudara saudari, Kebebasan harus dipraktikkan dalam KASIH kepada sesama orang percaya. Kebebasan harus ditundukkan pada prinsip damai sejahtera dan tujuan untuk saling membangun. Namun ingatlah suatu kebebasan untuk memakan segala sesuatu yang menjadi batu sandungan bagi orang lain maka itu berarti mengingkari esensi Kerajaan Allah, yaitu kebenaran akan ciptaanNya, damai sejahtera, dan sukacita oleh Roh Kudus (17). Yesus Kristus sudah membayar kita dengan harga yang begitu mahal, yaitu dengan mati bagi kita yang lemah Iman. Bagaimana mungkin pihak yang "kuat" tidak rela mengalah kepada yang lemah dalam hal-hal yang remeh supaya tidak menjadi batu sandungan?

Perlu kita tahu bahwa sangat banyak hal hal yang harus orang Kristen lakukan, tetapi bukan berarti semuanya perlu dilakukan, khususnya supaya tidak menjadi batu sandungan bagi yang lemah Iman. Prinsip kasih dan saling membangun harus mengendalikan kebebasan kita dalam melakukan segala sesuatu. Apa artinya kita menang perdebatan tentang boleh makan semua makanan, tetapi kehilangan orang yang tidak setuju dengan hal itu? 
Kiranya hal ini menjadi pertimbangan kita sebab jika engkau menyakiti hati saudaramu oleh karena sesuatu yang engkau makan, maka engkau tidak hidup lagi menurut tuntutan kasih. Janganlah engkau membinasakan saudaramu oleh karena makananmu, karena Kristus telah mati untuk dia. Jikalau dengan apa yang kita makan, saudara seiman kita menjadi tersakiti hatinya, maka kita tidak lagi bertindak berdasarkan kasih. Kalau Kristus sudah mati untuk seseorang, janganlah membiarkan orang itu dirusak oleh apa yang Saudara makan, sebab makanan bukanlah sesuatu hal yang penting untuk sorga. 

Dalam Hal Kerajaan Allah, apa yang boleh dimakan atau diminum tidak lagi menjadi hal yang terpenting. Yang penting ialah setiap orang menuruti kehendak Allah, hidup dalam ketenangan hati, dan menerima sukacita yang diberikan oleh Roh Kudus (17). Oleh karena itu, segala pertentangan kepercayaan atau ajaran tentang larangan memakan dan meminum apa yang Tuhan ciptakan jangan jadikan itu menjadi pembatas persahabatan kita dengan sesama. Allah menciptakan segala sesuatu nya dengan baik, dan yang Allah ciptakan tidak ada yang najis, hanya hati orang yang tidak menghargai ciptaan Allah lah yang najis. Karna itu sekarang yang terpenting mengenai kerajaan Sorga adalah menjaga hati bukan menjaga mulut untuk hal makanan dan minuman. 
Oleh itu, jagalah hatimu dan jangan menjadi Hakim atas ciptaan Allah. Jika engkau adalah kelompok pemakan segala sesuatu (namargota) maka jangan menjadi hakim atas yang tidak memakan, terimalah dengan penuh ucapan syukur, dan jikalau engkau tidak pemakan segala (parsolam) hal itu baik jikalau untuk kesehatan, tetapi ingatlah jangan mengharamkan apa yang Tuhan ciptakan, dan jangan menjadikan  Hakim untuk melarang orang memakan apa yang Tuhan ciptakan. Jadilah sebagai orang yang Kuat di dalam Iman, sebab yang terpenting dalam Hal kerajaan Sorga bukanlah tentang hal makanan (namargota/naso marmudar). Terimalah dengan penuh ucapan syukur, dan lebih baik menjaga kenajisan yang masuk ke dalam hati dari pada menjaga apa yang masuk ke dalam perut sebab itu lari nya akan tetap ke jamban, namun Hati yang terjaga dengan segala kewaspadaan akan menuju kekekalan, dan itu adalah bukti nyata ciptaan Allah yang sesungguhnya. 

Kiranya kasih setia Allah, memelihara dan menolong kita semua. 
Amin 🙏🙏🙏🙏

Senin, 29 Juli 2024

JANGAN SALING MENGHAKIMI TETAPI HIDUPLAH SEBAGAI SESAMA - Roma 14 : 1 - 12

Selamat pagi.

FIRMAN ALLAH UNTUK KITA.
 Roma 14 : 1
Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya.
 Roma 14 : 2
Yang seorang yakin, bahwa ia boleh makan segala jenis makanan, tetapi orang yang lemah imannya hanya makan sayur-sayuran saja.
 Roma 14 : 3
Siapa yang makan, janganlah menghina orang yang tidak makan, dan siapa yang tidak makan, janganlah menghakimi orang yang makan, sebab Allah telah menerima orang itu.
 Roma 14 : 8
Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.

Saudara saudari salah satu strategi ampuh yang Iblis pakai untuk merusak Gereja adalah dengan menyebabkan perpecahan dalam tubuh Kristus. Perpecahan terjadi dalam jemaat Roma karena adanya pihak yang "kuat" (15:1)!dan yang "lemah" (14:1; 15:1). Pihak yang "kuat" adalah mayoritas, yaitu orang-orang Kristen Non yahudi yang merasa bebas dari hukum Musa, sedangkan pihak yang "lemah" adalah orang-orang Kristen Yahudi yang masih terikat tradisi sesuai hukum Musa (2, 5). Pihak yang "kuat" seringkali menghakimi pihak yang "lemah" dalam hal praktik-praktik tentang makanan seperti kita saat ini, Contoh "mangallang na margota dan parsolam dan perayaan hari-hari khusus contoh hari per Ibadahan hari minggu dan sabtu sering kali ini di pakai Iblis untuk merusak tubuh Kristus dalam Gereja. 

Dalam perikop ini, Paulus mengacu pada dua isu, soal makanan (ayat 2) dan hari-hari khusus (ayat 5). Perbedaan pendapat muncul karena perbedaan latar belakang kelompok Kristen Yahudi dan bukan Yahudi. Daging yang dijual di tempat umum di kota-kota Romawi-Yunani dianggap tidak halal oleh orang Yahudi. Mungkin karena sudah dipersembahkan di kuil-kuil kafir. Maka orang Kristen Yahudi memiliki keberatan nurani untuk memakan daging. Terjadilah saling membenarkan diri, yang makan daging merasa lebih kuat Iman, yang tidak makan merasa lebih Rohani atau lebih Kudus. Dan permasalahan yang lain adalah perayaan hari-hari raya. Meski sudah Kristen, orang asal Yahudi masih merayakan hari raya sesuai tradisi keyahudian mereka. Jadi orang yang tidak berasal dari tradisi yang sama dengan mereka merasa tidak relevan merayakan hari raya tersebut. Maka terjadilah saling tuding menuding. Namun dalam hal ini perlu kita tahu bahwa Paulus menasihati agar kedua pihak itu saling menerima meskipun terdapat perbedaan. Menerima bukan sekadar mengakui keberadaan pihak lain, melainkan memperlakukannya sebagai saudara. Inilah ciri khas umat Allah. Tetapi hal ini sulit terjadi jika pihak yang "kuat" memaksakan kehendak kepada pihak yang "lemah."

Oleh karena itu, alasan yang terpenting mengapa anggota tubuh KRISTUS harus saling menerima satu sama lain adalah karena "Allah telah menerima kita di hadapan Allah tanpa memperhitungkan dosa siapa yang sedikit dan yang paling banyak. Maka siapakah kita sehingga merasa berhak menolak dan menghakimi orang yang telah diterima Allah? Karya Kristus yang telah memperdamaikan manusia dengan Allah janganlah dinodai dengan penolakan anggota tubuh Kristus satu sama lain termasuk saling membenarkan diri. Kristus telah mati dan membuktikan diri-Nya sebagai Tuhan yang telah bangkit dari kematian, maka sebagai Tuhan, Dia berhak menghakimi dan kepada-Nya setiap orang akan memberi pertanggungjawaban. 

Dalam perspektif pengadilan Allah, tidak ada seorang pun yang lebih berhak untuk menghakimi orang lain. Seringkali masalah-masalah yang di anggap remeh dalam Gereja menjadi penyebab perpecahan. Ada kelompok yang merasa lebih benar dibanding yang lain, ada yang merasa berkarya lebih banyak (sisuan Bulu) dari pada anggota jemaat yang baru bergabung. Karena itu ingatlah dalam perikop ini Allah mengingatkan kita bahwa dalam hal-hal yang tidak hakiki, yang paling penting bukan masalah siapa yang benar atau salah, melainkan bagaimana agar anggota tubuh Kristus tetap satu atau kita yang percaya tetap harus hidup sebagai sesama saudara yang telah menerima karya Kristus dan yang akan bersama-sama menghadapi pengadilan Kristus. Karena itu jangan saling menghakimi, tetapi lakukanlah kehendak Allah yang seutuhnya yaitu Hiduplah di dalam Kasih Kristus, kasihilah sesama mu dengan penuh Kasih dan janganlah saling menghakimi. 

Kiranya Allah Tritunggal memelihara dan menolong kita melewati hari ini dengan baik. 
🙏🙏🙏

theologi Lutheran

Kristus yang Membuka Pikiran dan Mengutus Gereja-Nya - KENAIKAN YESUS KRISTUS Lukas 24:44-53

Khotbah ibadah peringatan kenaikan Yesus Shalom.... Firman Allah untuk kita. Lukas 24:44 - 53 Saudara saudari, dalam bacaan kita...

what about theologi luther ?