Rabu, 17 Juni 2026

Allah yang bertindak dalam kegelapan - Khotbah Lutheran - Kisah para rasul 12:1-8

Shalommm...

Firman Allah untuk kita.
Kisah Para Rasul 12:1
Kira-kira pada waktu itu raja Herodes mulai bertindak dengan keras terhadap beberapa orang dari jemaat.
Kisah Para Rasul 12:2
Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang.
Kisah Para Rasul 12:3
Ketika ia melihat, bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi, ia melanjutkan perbuatannya itu dan menyuruh menahan Petrus. Waktu itu hari raya Roti Tidak Beragi.
Kisah Para Rasul 12:4
Setelah Petrus ditangkap, Herodes menyuruh memenjarakannya di bawah penjagaan empat regu, masing-masing terdiri dari empat prajurit. Maksudnya ialah, supaya sehabis Paskah ia menghadapkannya ke depan orang banyak.
Kisah Para Rasul 12:5
Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah.
Kisah Para Rasul 12:6
Pada malam sebelum Herodes hendak menghadapkannya kepada orang banyak, Petrus tidur di antara dua orang prajurit, terbelenggu dengan dua rantai. Selain itu prajurit-prajurit pengawal sedang berkawal di muka pintu.
Kisah Para Rasul 12:7
Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: "Bangunlah segera!" Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus.
Kisah Para Rasul 12:8
Lalu kata malaikat itu kepadanya: "Ikatlah pinggangmu dan kenakanlah sepatumu!" Iapun berbuat demikian. Lalu malaikat itu berkata kepadanya: "Kenakanlah jubahmu dan ikutlah aku!"


Saudara saudari, lewat khotbah khotbah yang saya sampaikan kepada kita, sering saya mengutip pernyataan Martin Luther yang mengatakan bahwa mengikut Kristus bukan berarti jalan kita akan selalu mulus atau penuh kemakmuran duniawi. Sebaliknya, setiap orang percaya dan gereja Tuhan di dunia ini (ecclesia militans) akan sering kali mengalami penderitaan atau tantangan dan harus siap memikul salib.

Dalam teks kita hari ini, kita melihat bahwa kuasa duniawi yang diwakili oleh Raja Herodes mulai bertindak keras terhadap jemaat jemaat, bahkan terhadap Yakobus, saudara Yohanes telah dibunuh dengan pedang. Dan Petrus sendiri dijebloskan ke dalam penjara terdalam, dirantai di antara dua prajurit, dan dijaga ketat. Secara manusiawi, situasi ini tanpa harapan untuk lepas. Dan kelihatannya Dimata orang orang jahat Kuasa maut dan hukum dunia tampak menang mutlak.

Saudara saudari, tahukah anda bahwa mengikat Petrus dan dinding penjara yang tebal dalam teologi Lutheran diajarkan kepada kita bahwa itu adalah lambang penderitaan saat ini, dimana dosa, maut, dan ketakutan mengurung hidup kita??.
Bahkan dalam kejadian itu, Mengapakah Yakobus mati dipenggal, sementara Petrus dibebaskan? 
Saudara saudari, disinilah akal budi manusia membentur tembok misteri kedaulatan Allah. Hukum Taurat meremukkan kesombongan kita agar kita sadar bahwa kita tidak dapat memegang kendali atas hidup, mati, atau hari esok kita.

Dengan keadaan yang seperti ini, tentu membuat seluruh murid akan ketakutan bahkan orang percaya sekalipun. Pada saat itu, Jemaat mula-mula berkumpul di rumah Maria, ibu Yohanes Markus. Mereka sangat cemas namun tetap bertekun dalam doa. Mereka menyadari bahwa doa bukanlah sebuah "transaksi magic" untuk memaksa Tuhan dalam menolong mereka, melainkan dengan doa doa yang mereka sampaikan menjadi suatu bentuk jeritan iman dari manusia yang kehabisan daya di hadapan kuasa maut.

Ketika manusia berada di titik nol (tidak berdaya), di situlah Injil (Gospel) menyatakan kuasanya secara murni sebagai Sola Gratia (anugerah). 
Dalam keterpurukan mereka, Allah lebih dahulu ber inisiatif untuk menolong. Perhatikanlah bahwa ketika Petrus sedang tertidur pulas pada malam sebelum ia dieksekusi. Petrus tidak sedang berusaha mendobrak pintu penjara. Ia pasrah dan pembebasan dari Allah itu datang dengan murni dari luar dirinya (extra nos). Malaikat Tuhan datang, terang bersinar di dalam sel, dan rantai-rantai itu gugur dengan sendirinya. 
Sama seperti Petrus yang awalnya mengira pembebasan itu hanya mimpi, maka marilah kita juga percaya bahwa sungguh betapa besar kasih karunia Allah untuk kita. Injil yang memerdekakan kita bukan karena usaha kita, sungguh hanya karena kuasa Kristus yang telah menerobos penjara dosa dan maut bagi kita sehingga kita bebas dan merdeka.

Oleh karena itu, marilah kita menghidupi realita iman. Sebab dengan Iman kita akan dituntun untuk bersandar kepada Tuhan. Baik saat kita mengalami akhir hidup seperti Yakobus (penderitaan/mati martir) maupun seperti Petrus (pembebasan fisik), kita akan tetap percaya bahwa keselamatan kita tetap aman di dalam Kristus. Kematian Yakobus adalah bukti tugas pelayanannya di dunia telah selesai, sedangkan Petrus masih diberi waktu. Keduanya tetap menang di dalam Kristus.

Ketika Malaikat membangunkan Petrus dan menyuruhnya untuk memakai ikat pinggang serta kasutnya. Demikianlah juga Kristus memanggil kita untuk bangkit dari ketakutan rohani, dan mengenakan perlengkapan senjata Allah, serta melangkah keluar dari "penjara-penjara" atau segala bentuk pengandalan diri dan kekhawatiran dunia dalam hidup.

Marilah kita terus tekun dalam bersaksi, saling mendoakan dalam persekutuan jemaat, dan mempercayai bahwa dalam hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.


Kiranya kasih setia Allah Bapa Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua amin 🙏🏾

Tidak ada komentar:

theologi Lutheran

Allah yang bertindak dalam kegelapan - Khotbah Lutheran - Kisah para rasul 12:1-8

Shalommm... Firman Allah untuk kita. Kisah Para Rasul 12:1 Kira-kira pada waktu itu raja Herodes mulai bertindak dengan keras te...

what about theologi luther ?