Selasa, 16 Juni 2026

"Anugerah yang Meruntuhkan Batas dan Menggerakkan Kasih" - Kisah para rasul 11:15-30

"Anugerah yang Meruntuhkan Batas dan Menggerakkan Kasih" - Kisah para rasul 11:15-30

Shalom...
Firman Allah untuk kita.
Kisah Para Rasul 11:23
Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan,
Kisah Para Rasul 11:24
karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.
Kisah Para Rasul 11:25
Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia.
Kisah Para Rasul 11:26
Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.
Kisah Para Rasul 11:27
Pada waktu itu datanglah beberapa nabi dari Yerusalem ke Antiokhia.
Kisah Para Rasul 11:28
Seorang dari mereka yang bernama Agabus bangkit dan oleh kuasa Roh ia mengatakan, bahwa seluruh dunia akan ditimpa bahaya kelaparan yang besar. Hal itu terjadi juga pada zaman Klaudius.
Kisah Para Rasul 11:29
Lalu murid-murid memutuskan untuk mengumpulkan suatu sumbangan, sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing dan mengirimkannya kepada saudara-saudara yang diam di Yudea.
Kisah Para Rasul 11:30
Hal itu mereka lakukan juga dan mereka mengirimkannya kepada penatua-penatua dengan perantaraan Barnabas dan Saulus.

Saudara saudari, Salah satu dasar penting gereja adalah Terang Yesus Kristus , dimana gereja itu adalah persekutuan orang orang percaya yang telah dipanggil Allah lewat Injil dan Kuasanya untuk keluar dari kegelapan kedalam
terang Kristus, yang akan diperlengkapi lewat Injil dan sakramen, dan diutus kembali ke tengah dunia dengan misi Allah. Misi itu adalah membawa setiap orang menjadi murid Kristus.

Saudara saudari, pernahkah anda berpikir bagaimana sebuah komunitas rohani dapat bertahan ketika badai penderitaan itu datang? 
Secara manusia, penderitaan itu sering memecah belah. Namun, di dalam rencana dan Kuasa Allah, badai justru menjadi angin yang menerbangkan benih firman-Nya ke tempat-tempat yang tak terduga.

Lewat khotbah ini kita di ingatkan kembali akan sejarah gereja mula-mula. Dimana Injil yang adalah kekuatan Allah dan sarana keselamatan kini melintasi batas bangsa Yahudi dan memeluk bangsa-bangsa non-Yahudi. Melalui perikop ini, kita akan melihat bagaimana Allah bekerja secara berdaulat demi menyelamatkan manusia berdosa hanya oleh karena kasih karunia-Nya.

Setelah penganiayaan Stefanus, jemaat terpisah pisah, beberapa orang pergi ke Antiokhia bahkan ada yang ke kota metropolitan ketiga terbesar di Kekaisaran Romawi yang hidup mereka dipenuhi dengan penyembahan berhala dan moralitas yang rusak. Di tengah kegelapan moral tersebut, jemaat mula-mula mulai memberitakan Injil kepada orang-orang Yunani. Dan lewat firman ini dinyatakan bahwa "Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan"(21).
Keberhasilan mereka dalam memberitakan Injil pertobatan sesungguhnya bukanlah kefasihan berkhotbah atau strategi hebat para murid yang mempertobatkan kota rohani yang mati itu. Melainkan "tangan Tuhan" dimana kuasa Roh Kudus yang bekerja aktif. Iman timbul dari pendengaran akan firman Kristus. Ketika Injil diberitakan, Allah yang akan membuka hati mereka yang terhilang. Barnabas tidak melihat kepada latar belakang masa lalu orang-orang Yunani itu, dan Ia tidak menuntut mereka menjadi orang Yahudi terlebih dahulu, sebab Ia hanya melihat belas kasih karunia Allah. Barnabas, yang namanya berarti "anak penghiburan", menasihati mereka agar mereka tetap setia dan berpaut kepada Tuhan. Dan di Antiokhia pulalah, Barnabas menjemput Saulus (Paulus) untuk melayani bersama. Dan di kota inilah juga untuk pertama kalinya murid-murid itu disebut Kristen. Nama "Kristen" berarti "milik Kristus" atau "pengikut Kristus". Yang artinya identitas mereka bukan lagi didasarkan pada suku, ras, atau status sosial, melainkan sepenuhnya di dalam Kristus. Kita dibenarkan bukan karena siapa kita, melainkan karena kepada Siapa kita bersandar.

Martin Luther juga pernah menegaskan bahwa "Iman adalah hal yang hidup dan aktif, yang tidak mungkin tidak menghasilkan perbuatan baik."

Oleh karena itu, marilah kita 
menyadari bahwa Gereja adalah Pekerjaan Allah, sebab Gereja berdiri dan berkembang bukan karena kehebatan manusia, melainkan karena tangan Tuhan yang memegang dan memimpinnya, dan Janganlah kamu tawar hati saat menghadapi tantangan zaman. Jadilah pemberitaan Injil, jangan membatasi anugerahNya sebab Injil Kristus diperuntukkan bagi semua orang, tanpa memandang status, masa lalu, maupun latar belakang sosial mereka. 
Dan hiduplah sebagai seorang "Kristen" yang Sejati. Dimana identitas kita melekat pada Kristus. Marilah mewujudkan iman kita melalui perbuatan kasih yang nyata bagi sesama kita, sama seperti jemaat Antiokhia yang digerakkan oleh kemurahan hati.

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏🏻🙏🙏🏾

Tidak ada komentar:

theologi Lutheran

"Anugerah yang Meruntuhkan Batas dan Menggerakkan Kasih" - Kisah para rasul 11:15-30

"Anugerah yang Meruntuhkan Batas dan Menggerakkan Kasih" - Kisah para rasul 11:15-30 Shalom... Firman Allah untuk kita...

what about theologi luther ?