Selasa, 20 Januari 2026

Mazmur 20 - Seruan doa kepada Allah sang sumber kehidupan

Shalom.....

Firman Allah untuk kita.
Mazmur 20 : 7
Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.
Mazmur 20 : 8
Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita.
Mazmur 20:10
Ya TUHAN, berikanlah kemenangan kepada raja! Jawablah kiranya kami pada waktu kami berseru!

Saudara saudari, dalam bacaan renungan harian kita saat ini, dapat kita lihat bahwa Daud sebagai seorang pemimpin besar menggubah sebuah nyanyian yang berisi doa bagi seorang pemimpin. Hal ini mengungkapkan kerinduan Daud sebagai pemimpin untuk mendapatkan dukungan berupa doa dari para pendukungnya. Daud membutuhkan doa dari para pendukungnya untuk 3 hal yang sangat penting, yang erat dengan tanggung jawabnya.

1. Ia membutuhkan pertolongan, kekuatan, dan bimbingan dari Tuhan untuk menghadapi kesulitan, tekanan, bahkan serangan dari berbagai pihak (2-3). Ia tidak memohon dihindarkan dari semua itu sebab ia menyadari bahwa salah satu tugas pemimpin adalah menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat walaupun pasti akan menimbulkan serangan dan tekanan terhadap dirinya.


2. Daud membutuhkan dukungan doa untuk kehidupan kerohaniannya (4). Sebab seorang pemimpin yang kehidupan kerohaniannya tidak sehat akan gagal mengemban tugas dan tanggung jawabnya (7-9).


3. Daud juga sangat membutuhkan pertolongan Tuhan dalam menyelesaikan seluruh program dan rencananya demi memajukan masyarakat. Sebab program yang baik tanpa penyertaan Tuhan tidak akan berarti bagi masyarakat.

Jadi, jelas kita ketahui bahwa Mazmur ini adalah doa yang di panjatkan para umat kepada Allah agar Allah melindungi raja (ayat 2, 10). Doa ini disertai dengan pemberian persembahan dan korban bakaran (ayat 4) sebelum berperang. Tujuannya bukanlah untuk meminta pengampunan dosa, melainkan untuk mencari perkenan Allah. Ketika Allah merespons, Ia akan menyatakan kehadiran dan perkenan-Nya dengan memberikan kemenangan kepada raja. Maka rakyat akan bersukacita atas kemenangan yang diraih oleh raja, sebab kemenangan itu terjadi bukan karena banyaknya kuda dan kereta perang yang dimiliki oleh raja. Bangsa yang memiliki bala tentara yang kuat dengan persenjataan yang lengkap pasti akan menyombongkan kekuatan mereka, dan menganggap bahwa itulah Tuhan mereka yang akan memberi kemenangan. Namun, hari ini Firman ini mengingatkan kita bahwa kekuatan semacam itu tidaklah abadi, dan Allah tidak berdiam di atas kesombongan.

Dalam perikop ini, sejarah mencatat dan membuktikan bahwa bangsa dan kerajaan adikuasa kemudian hancur menjadi debu karena kesombongan mereka.
Pemazmur tahu bahwa kekuatan Israel hanya terletak pada Allah, sebab, Dialah sumber kemenangan.

Demikianlah juga dengan kita, hanya Allah yang dapat menjamin kehidupan kita dan memberi kedamaian yang sejati. Oleh karena itu, janganlah takut untuk menaruh kepercayaan anda kepada Dia yang sanggup mendatangkan segala yang baik. Dan marilah kita juga turut mendoakan setiap orang yang ada bersama kita. Terlebih para pemimpin pemimpin kita, baik pemimpin kita dalam Iman, Kita harus berdoa secara khusus agar Tuhan turun tangan, memberkati dan memberi kedamaian agar kita juga beroleh sukacita dan melihat kuasa Allah lewat doa doa kita yang di dengar oleh Allah.

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Jumat, 16 Januari 2026

Renungan harian - Mazmur 17

Shalom.. 

Firman Allah untuk kita. 
Mazmur 17:2
Dari pada-Mulah kiranya datang penghakiman: mata-Mu kiranya melihat apa yang benar.
Mazmur 17:3
Bila Engkau menguji hatiku, memeriksanya pada waktu malam, dan menyelidiki aku, maka Engkau tidak akan menemui sesuatu kejahatan; mulutku tidak terlanjur.
 *Mazmur 17:7* 
Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.

Saudara saudari, dalam bacaan Mazmur kita hari ini dapat kita lihat bahwa pemazmur sedang dikejar-kejar oleh musuh yang tak kenal belas kasihan. Itu sebabnya pemazmur meminta agar Allah bertindak untuk menghakimi musuhnya (ayat 2), menyatakan kasih setia-Nya (ayat 7), menjalankan penyelamatan dan penghukuman-Nya (ayat 13-15). 

Pemazmur memohon agar Allah menghukum dengan adil yang di dasari atas ketaatannya, hal itu bukanlah semata mata ia mengklaim dirinya sempurna atau taat tanpa cacat. Namun sebagai orang beriman yang konsisten, ia berani diperiksa oleh Tuhan tentang kesetiaannya dalam memelihara firman Tuhan dalam sikap serta tindakannya (ayat 3-4). Dan bukan juga berarti bahwa kebenarannya menjadi dasar untuk mendesak agar Tuhan membelanya. 
Sebab perlu kita tahu bahwa, tidak ada dasar bagi kita untuk memaksa atau menyampaikan kepada Tuhan Allah untuk langsung menghakimi atau menghukum orang fasik atau orang jahat atas dosa dosanya, seperti yang terjadi dalam Joh 8:1-11. Melainkan dasar satu-satunya bagi setiap orang percaya untuk memohon keadilan Tuhan adalah untuk mewujudkan kasih setia Tuhan (ayat 6-7) yang akan membuat orang bertobat dan kita beroleh penguatan dan sukacita atas pertobatan sesama kita. 

Dalam ayat selanjutnya dapat juga kita lihat bahwa pemazmur kemudian mengadukan kejahatan para musuhnya kepada Tuhan. Ia mohon Tuhan melindungi dia dari berbagai kejahatan musuh. Dalam ayat 14 Pemazmur meminta agar Tuhan memuaskan musuh-musuhnya dengan nafsu mereka. Bagi pemazmur, ini bukan merupakan hukuman yang mengerikan. Melainkan agar mereka juga dapat memandang wajah Allah dalam kebenaran (ayat 15). Jika pemazmur meminta supaya musuhnya "puas" (ayat 14) dengan keinginan mereka, maka sesungguhnya pemazmur juga akan merasa "puas" (ayat 15b) dengan memandang rupa Tuhan. Kepuasan pemazmur bukan terletak pada dendam yang terbalaskan, melainkan pada perwujudan keadilan dan kasih setia Allah. 

Lalu bagaimanakah sikap kita ketika menghadapi kekelaman hidup?, atau hidup dengan orang orang jahat atau fasik? 
Adakah hasrat seperti doa pemazmur yang mengisi doa dan tindakan kita?. 
Sesungguhnya, kita tidak memiliki hak untuk menjadi hakim atas dosa orang lain. Meski hidup mereka terlihat aman-aman saja bahkan makmur. Tak perlu iri atau merasa tidak adil. Yang terpenting kita harus hidup benar di hadapan Tuhan "taat kepada Firman Tuhan-menjadi terang atas kegelapan" Seperti yang dilakukan oleh pemazmur, dalam kebenaran akan tetap kupandang wajah-Mu (15).

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua..amin 🙏🙏

Kamis, 15 Januari 2026

Renungan harian - Yohanes 7 : 37 - 45

Damai sejahtera Allah, dan kasih setia Allah Bapa, serta penyertaan Roh Kudus, itulah yang memelihara dan menolong saudara saudari sekalian.. Amin 🙏
Firman Allah untuk kita

Yohanes 7:37
Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!
Yohanes 7:38
Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."

Saudara saudari, bagaimanakah respon kita terhadap setiap perkataan Yesus lewat Firman yang kita baca-dengar??
Dalam perikop bacaan kita hari ini, Yesus memberikan undangan bagi orang banyak untuk menikmati kelimpahan air hidup "air sumber hidup", Air sumber kehidupan yang dimaksud dalam firman ini adalah Roh Kudus ditujukan kepada setiap orang yang percaya kepada Dia, ketergantungan kita dengan Allah lewat Yesus kristus. 

Janji akan sumber air kehidupan itu sejalan dengan peran Roh Kudus yang akan mengajar dan memberi pemahaman yang benar tentang siapakah Yesus. Dalam perikop ini, orang banyak tidak dapat mengenal Yesus dengan benar, hingga membuat mereka menjadi jahat - berencana untuk menangkap Yesus. 
Sesungguhnya, hanya kuasa Roh Kuduslah yang akan memimpin orang untuk sampai pada respons yang benar, yaitu mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Bila Roh Kudus sudah menolong kita untuk sampai pada respons itu, bersyukurlah. 

Namun jangan lupa, sebagai orang percaya kita juga memeiliki tugas untuk tetap mendoakan sesama kita agar Tuhan juga berbelaskasihan atas orang lain, agar mereka dapat memiliki pengenalan akan Yesus. 

Yesus adalah sumber kehidupan. 
Oleh sebab itu percayalah dan tetaplah berpengharapan yang benar kepadaNya. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Rabu, 14 Januari 2026

Mazmur 13 - memfokuskan diri pada kebaikan Allah

Shalom... 
Firman Allah untuk kita 

Mazmur 13-6a
Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu.
Mazmur 13:6b
Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.

Saudara saudari, dalam bacaan perikop ini dapat kita lihat bahwa Pemazmur merasa bahwa Allah tidak memperdulikan kehidupannya, namun satu hal yang pasti, meskipun kehidupan itu makin perih dan mengguncang Imanya terhadap Allah, pengakuan dan pujian pemazmur tidak berubah terhadap Allah. 

Dalam kehidupan kita, Penderitaan adalah merupakan bagian hidup manusia. Ketika kita mengalaminya, hanya Tuhan yang mau mengerti isi hati dan keluh kesah kita. 
Menanti di tengah ketidakpastian tentu sangat bisa menimbulkan keputusasaan. Namun demikian, sesungguhnya perkataan ataupun keyakinan seperti hal itu tidak berlaku bagi setiap orang percaya. Sebab Allah tidak pernah cuek ataupun tidak peduli terhadap umat-Nya. 
Memang segala bentuk kehidupan di dunia, baik sukacita dan penderitaan olrh Iman terkadang harus kita lalui dengan kepedihan dan air mata, tetapi mari kita mengingat dan percaya bahwa Allah pasti akan menjawab setiap doa dan permohonan kita. 

Oleh karena Itu, marilah kita belajar memfokuskan diri pada kebaikan Allah dalam hidup kita. 
Sebab dengan pengharapan yang benar akan Allah, Kuasa roh kudus akan memampukan kita agar tetap dapat bersorak-sorai memuji Allah sambil menanti jawaban doa dari Allah atas pergumulan hidup kita, seperti kata pemazmur: "kepada kasih setia-Mu aku percaya" 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏

Senin, 12 Januari 2026

PENGERTIAN PENTAKOSTA DAN SEJARAHNYA

Perayaan Pentakosta adalah salah satu perayaan yang ditetapkan Allah di Gunung Sinai. Juga disebut Perayaan Minggu, itu adalah semacam ucapan syukur di mana orang-orang membawa kurban untuk panen gandum. Perayaan ini jatuh lima puluh hari setelah Paskah dan juga dikenal dengan kata Yunani untuk lima puluh hari — Pentakosta. Karena banyak orang Yahudi dan orang-orang yang takut akan Allah melakukan perjalanan ke Yerusalem dari jarak jauh untuk merayakan Paskah, banyak juga yang tinggal untuk merayakan perayaan ini.

Pada hari Pentakosta, angin menarik perhatian orang banyak. Angin dan lidah api menjadi saksi kehadiran Roh Kudus. Allah menepati janji-Nya pada hari itu ketika Ia memberikan diri-Nya—pribadi ketiga Tritunggal—kepada seluruh Gereja. Roh Kudus tidak lagi hanya datang kepada para nabi, tetapi kepada semua orang percaya, muda dan tua, Yahudi dan bukan Yahudi, dari semua bangsa dan bahasa. Mereka semua berbicara dalam bahasa orang-orang yang berkumpul di Yerusalem, menyanyikan pujian kepada Allah. Gereja merayakan hari ini sebagai semacam hari ulang tahun. Pada hari itulah Injil mulai menyebar ke ujung bumi.

Baik kata Ibrani maupun Yunani untuk Roh berarti "Angin." Roh Kudus melayang di atas kekacauan sebelum Allah menciptakan Langit dan Bumi. Ketika Salomo membangun bait suci di Yerusalem, Roh Kudus berdiam di Ruang Mahakudus dalam bentuk awan. Ketika Nabi Elia melarikan diri ke Gunung Sinai, Allah mengirimkan angin kencang, gempa bumi, dan api untuk menarik perhatiannya. Pada baptisan

Yesus , Roh Kudus muncul dalam bentuk burung merpati.

Pencurahan Roh Kudus pada Hari Pentakosta menggenapi nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama ( Yoel 2:28-32 ), oleh Yohanes Pembaptis ( Matius 3:11 ) dan oleh Yesus ( Kisah Para Rasul 1:5 ). Dengan membaptis umat-Nya dengan Roh Kudus, Yesus memberi mereka kuasa untuk bersaksi tentang kasih Allah. Ia menyediakan bagi mereka seorang penasihat untuk memimpin dan membimbing mereka. Sama seperti para nabi Perjanjian Lama, setiap anak Allah sekarang dapat memberitakan pujian-Nya kepada semua orang.

Sabtu, 10 Januari 2026

Jamita Minggu I Setelah Epiphanias 2026 MATIUS 3: 13 - 17

 

EVANGELIUM DI MINGGU I DUNG EPIPHANIAS

 (MINGGU HAPAPATAR) 11 JANUARI 2026

 

EV :  MATIUS 3: 13 - 17

                Sinurathon ni : Pdt. Aladin Sitio, Grad.Dipl.Min,MTh

Pandita GKLI na mangula di GKLI Peniel Pasar IV Km.10 Marindal II.  Persiapan Resort Marindal Kec. Patumbak Deliserdang.

Patujolo,

            Memang sude hita nunga tardidi. Alai sungkunsungkun  ma jolo binahen; nunga torang di hita laba dohot lapatan ni silehonlehon ni Debata marhite pandidion I ? Beha, nunga torang di hita, sai olo pandidion I mandongani hita songon halinu sian ginjang ariari ro di ari sogot ? Ai dipatupa Debata do pandidion I di hita sadasada angka na porsea di huriaNa, ndada holan songon parningotan sambing I, alai dipatupa asa ditiop rohanta gabe tungkot di pandaraman (parngoluon) on ai marhitehite pandidion gabe marsambung / mardomu hita tu mual hangoluan na so ra suda (na salelengnilelengna). Asa na gabe ondolan (unok) ni jamita di hurianta di Minggu I Dung Epiphanias sadarion  I ma :

 

SILEHONLEHON DOHOT TUGAS NI PANDIDION

Sugari so tardidi Tuhan Jesus ujui, ra ndang saut hita tardidi sinuaeng on. Ala ni I tapamanat ma nuaeng “Pangargahonon ni Pandidion ni Tuhanta sandiri. Mulai sian ayat 13 :” Uju I ro ma Jesus sian Galilea tu batang aek Jordan”. Ganjang do batang aek Jordan. Jadi dao do dalan sian julu tu jae, di “Betania do si Johannes mandidi” (Joh 1:28). Asa hampir 100 batu (Km) do ganjang ni dalan sian Galilea tu Betania. Ingkon mardalan pat muse. Mangihuthon Evangelium ni si Mateus , on do aksi parjolo (na sinangajoNa sandiri). Taboto dung 12 taon umur ni Jesus rap dope Ibana dohot natorasna laho tu Jerusalem marpesta paskah. Jadi nuaeng 18 taon salpu muse, Ibana sandiri paputushon rohaNa laho umbege jamita ni si Johannes

1

 Pandidi di luat na dao. Ninna dison : “ Ro ma Ibana manopot si Johannes Pandidi laho padidihon Ibana di aek Jordan.” 

Sude angka Evangelium na opat (4) I mambaritahon pandidion di Tuhan Jesus :” paboa dohot nasida mangargahon langkaNa (aksi na parjolo) on, ai dipandang nasida pandidionNa I (Pandidion ni Jesus) songon pedoman ni ngoluNa (songon penerimaan) ni tugasna na gabe mula ni dalan ni panghophopon di hita jolma. 

Ala  ni  I dapot hita ma panudu ni Evangelium Johannes na mandok :” Ida ma; on do Birubiru ni Debata na mamorsan dosa ni portii on” (Joh 1: 29).

Jadi songon dia do pandapot ni situasina ? Mangihuthon Evangelium ni si Lukas :”Marroan be do halak na torop sian desa na ualu I manopot si Johannes, ai ditait jamitana roha ni halak”. Jadi ninna ma :”Jala idaon ni nasa daging haluaon ni Debata”. Alai ditanda si Johannes do angkal dohot bisuk ni roha ni natorop i. Ala ni I do diuduti muse :”Ise do mangajari hamu pasidingkon rimas na ro sogot ?” Tamba muse, dionjar ma rohanasida, ninna ma :”Nunga pola ampe tangke tu daling ni angka hau”. (Lukas 3:6-7).  Jadi dung songon I hata ni jamitana, siat ma hata tu rohanasida (mulak) tu bagasan, ai gabe tardapot do roha. Jadi tubu ma sungkunsungkun di tongatonga ni natorop I ninna ma : “Dia do sibahenonnami ?”.

Songon I ma sungkun-sungkun ni angka na terganggu di keamanan ni portibi. Disungkun angka na maradong, na marpangkat dohot na marsinadongan. Jadi topet dialusi si Johannes ma angka na mora :”Hamu angka na marbajubaju, patut dibagi/dilehon hamu tu na so ada bajuna. Jala na umpeop sipanganon, songon I ma dibahen.” Laos dialusi muse ma angka na marpangkat (sijalo pajak/beo), soridadu, ninna ma :”Unang susai, unang dobo hamu halak.” (Luk 3:10.14).

2

 

Asa sude angka natorop, nang pe saroha, sauduran nasida umbege jamita laho padidihonsa, ndang diloas si Johannes nasida paotootohon diri. Alai ditudu ibana dalan asa muba roha, asa marsaksi angka na tarsonggot. Mandok :” angka na tardidi, na sauduran manopot / umbege hata na badia I patut disungkun ariari :” Dia do sibahenonnami ? Patut do masijama tugas na ampe tu abarana be.

Alai adong dope udut ni barita on. Jadi apala I do na tau pangoluhon jala patiurhon pandidionta. I ma : Pandidion ni nasasada I (Jesus na ro sian na dao na ro sian ginjang).  Sude natorop na ro mardosa do (marangkal) jala tardapot. Alai na sasada on (Jesus)do na so mardosa. Jadi molo dohot Ibana (Jesus) olo lonong di aek pandidion I, muba do aek na somal gabe margogo / marpangkorhon gabe aek hangoluan (mual partondion) i. Tu hasimoon na badia I ditudutuduni  ayat 14 i. .  Ai ninna ma : “Dung ro Jesus manopot si Johannes, dilarang si Johannes pandidi, Ninna ma :”Ahu do patut didionmu. Hape Ho ro mandapothon au.” Tapaso ma jo satongkin. Tapingkiri ma jolo. Nda si Johannes parhata siat di halak natorop I ? Nda si Johannes dijou jala dipillit Debata sian bortian inana,? Nda amangna na manurirangkon hian :”Ibana gabe targoar panurirang ni Na tumimbo ? (Luk 1:79).

Hape dison, dung ro Jesus mandapothon ibana (Johannes) asa tardidi didok ibana :” Ndang tau ahu. “Hurang tama do ahu mangharhari tali ni sipatuNa” ninna Johannes 1: 27 i. Songon I do perasaan ni si Johannes. Patut songon I perasaan ni pangula pamasahon pandidion di Huria, ai ia pandidion sai masa di bagasan Goar ni Tuhanta. Lapatanna : sai hadir do dohot Ibana na sasada I na dohot tardidi na gabe mual hangoluan na so ra suda.

Di ujungna gabe patar ma pangkal na 3 na tau gabe tungkot ni Huria di dalan ni parngoluon on, I ma : ….

3

 

1.    PandidionNa (Jesus) gabe hatigoranta, mandok :” PangoloionNa na marsaor dohot tu angka na mardosa, manghorhon hatigoran na dumenggan. Mandok : Songon na tigor dietong (dipandang) Debata angka na tardidi ala ni haroro ni Na sasada I na marsaor dohot hita di pandidion i. Ai dalan pangoloionNa di pandidion marujung do di na mate “pola tung mate tarsilang” (Pil 2:8). Asa di dalan pangoloionNa taruli hita di panghophopon ni Tuhanta, na “pajongjonghatigoran na imbaru i. (pat. Rom 6:1-4).

 

2.    Didok di ayat 16 : “Dung tardidi……mungkap ma langit….mijur ma Tondi songon darapati”. Molo mungkap langit binsar ma sinondang sian ginjang patiurhon dalan laho siboluson ni Tuhanta (dalan) sibolusonta. Molo songgop Tondi, adong ma na mangonjar roha tu pangoloion i. Songon I ma dipaherbang Debata ma tanganNa mangaramoti langka ni angka na porsea i.

 

3.    Dung I, ninna di ujungna. :”Tarbege ma hata ……Mangkuling ma soara sian ginjang. Didok ma : “On do Anakku……halomoan ni rohangku….”. Sian mula ni pandidion ni Tuhanta sai adong do halak na umbege hata (soara) sian ginjang. Sai adongadong do sisean (dongan) ni “angka na marpinggol umbege na nidok ni Tondi I” (Pangungkapon 2:22). Lapatanna : patut hita loja marsiajar (manangkasi) hata ni Debata di sandok Buku Na Nabadia I sampe taantusi pangkalna na nidok dison :” On do Anakku…..halomoan ni rohangku”.

 

3

 

 

Panimpuli, 

Tardidi do hita sude. Alai tahilala be do : ndang tuk holan pandidion parduru sahali. Alai na tardidi I gabe tarrahut tu Tuhanta di bagasan pangoloion tu hatigoran. Tarrahut do tu panogunoguon ni Tondi dohot tu parsiajaran di Hata na Badia i. Ai I do na nidok jala molo tajaha di Lapatan dohot uli ni Pandidion di Katekhismus Kecil Martin Luther . Didok disi: 

Aha do uli sian Pandidion I ? On do : Saluhut halak na porsea di Hata ni Debata dohot dibagasan bagabagaNa, dapotan hasesaan ni dosa dapotan dohot haluaon sian hamatean dohot sian sibolis jala dapotan hasonangan salelengnilelengna.

Jala didok muse :”Dia do lapatan ni tardidi ? On do : Siauponta do ganup ari hinorhon ni solsol ni roha dohot hinorhon ni paimbaruhon roha isara ni ompunta si Adam rap dohot dosanta  ro di angka sangkap ni roha na jahat asa mate sudena jala mulak mangolu hita ganup ari gabe jolma na imbaru na tigor jala na ias roha, na mangolu di jolo ni Debata salelenglelengna.

 

Masa jala patupaonta do di tanggal 10 Nopember 2026 on di Huria Luther sedunia pesta parningotan 543 taon dung tubu Dr. Martin Luther  (10 Nopember 1483). Jadi adong do barita mangonai pangargaon ni pandidionna. Ninna  :”Tiaptiap hali molo targanggu jala marsak roha ni Reformator I, dibuat ma kafur (kapur). Disurathon ma dohot letter (tulisan) na balga tu media/buku (panuratan) :”BAPTISTATUS”. Lapatanna : Na tardidi do ahu”. , mandok :”Ndang tau ahu nian, alai dijou Tuhan I ahu tu HuriaNa dipadohot do ahu

5

taruli laho manjama tugasNa asa rarat haluaon na sian ginjang na niomohon ni Tuhanta.

 

Songon I ma hita saluhutna hita angka ParhaladoNa dohot ruasNa nunga dijou hita gabe parsidohot di HuriaNa ala nunga tardidi be hita naung manjalo asi ni roha dohot hasesaan ni dosa nang dohot hatigoran hangoluan na salelenglelengna sai tau ma hita manjama huhut mangulahon angka tugas parsuruonNa manang na dia pe angka siulaon dohot sihobasanta.

Antong, songon Hata ni Endenta sian Buku Ende No. 150: 3 I ma panutup na laos endehon hita I ma :

           

“ Ndang au nampuna au,/ Dung na tardidi au,/

               Di Goar ni Tuhanku ,/ Na manguloni au.

               Naung domu ahu tu Jesus I,/ Rap dohot HuriaNa

               Ginomgomanna i. “

 

  Amen.                           

Kamis, 01 Januari 2026

Jamita MInggu 1 Setelah Tahun Baru Lukas 2 : 40 - 52

 

Bahan Khotbah 04/01/2026

 

EVANGELIUM  : LUKAS 2 : 40 – 52

Selamat hari minggu ma di hita saluhutna,

Amang inang, sadari on nungnga be sahat hita tu minggu na parjolo di tahun 2026. Alani, patutuna do las rohanta, jala ingkhon sude do hita mangkirim di Debata anggiat ma nian taon na uli jala na gabe haroro ni las ni roha di taon 2026 on.

Sialani i, hata ni Debata di hita di minggu sadari on pasahathon tu hita, marhite Thema ni Jamitata on na mandok :

THEMA : TUHAN DEBATA MA DONGANTA DI TAHUN 2026 ON

 

1.       LOJA DO HITA MOLO SO DEBATA DONGANTA

Amang inang, molo taingot do angka ari arinta naung tabolus, tontu sahali boi do tor sadar hita, bahwa sude do jolma na di portibi on jotjot tardapot lupa di Tuhan Debata siala ni angka na masa di portibi on.

Isarana 1. Alani ulaonta na di portibi on, 2. Alani parungkilonta na di portibi on, 3. Alani angka na masa di tonga tonga ni keluarganta, 4. Alani hariburon dohot hasonangan na di portibi on dohot lan angka na asing.

 

Alani songon hata batak na mandok “Nilangka tujolo tinailihon tu pudi”. Marhite pandohan on, ingkon paingothon hita ma nian on, jala manungguli hita asa di na marningot hita di angka pardalanan ni ngolunta naung tabolus, nang pe lupa hita tu Debata, jala nang pe ndang tapangasahon gogo na sian Debata, ianggo Debata ima Tuhanta Jesus Kristus sipalua hita i, sasintongna ndang hea lupa Ibana di hita, lumobi ma maninggalhon hita. Hasetiaon ni Debata di hita ndang tarparar hita hajolmaon i, jala holan Tuhan Debata do sasintongna na setia di portibi on, songon hasetiaon na manaon hamatean na porsuk di hau pinorsilang i. Sialani i patut ma pujionta Tuhan Debata, jala anggiat ma manongtong holong ni rohanta tu tu dongan jolma, songoni nang tu Tuhan Debata silehon hosa hangoluan i.

         Saleleng di portibi on hita, tung mansai ringkot do marsaor dohot Tuhan i, ai di dok Hata ni Tuhanta do di turpuk on. songon na somal, ujui  borhat  ma si Maria dohot si Josep mar-Ari Raya tu Jerusalem sian Nazaret rap dohot Tuhan Jesus, di tingki marumur 12 Taon. Dung sikkop diulahon nasida Pesta i, mulak ma si Maria dohot si Josep tu Nazaret. Alai dung sadari Pardalanan, diboto nasida ma dang rap dohot Tuhan  Jesus nasida di pardalanan i.

Sian on boi do hita marsiajar bahwa si Maria nang si Josep, setia do mamboan Jesus tu bagas joro ni Debata ima na di luat Jerusalem laho mar ari rayo. Songoni ma nang hita nian, di tahun 2026 on, hita pe ingkon setia do mamboan angka Gellengta tu adopan ni Debata, marhite panjahaion hata ni Debata di ganup angka bagasta, marhite mamboan tu parmingguan dohot marsuru tu angka parsaoran na mardomuan tu hata ni Debata.

Jala marhite turpuk jamita on pe boi do hita mangantusi bahwa molo so rap hita hape dohot Tuhan i, tung mansai loja situtu do hita. Songon na masa tu si Maria dohot si Josep tung loja do nasida ala so rap dohot Tuhan i. songoni ma nang di hita saluhutna, tung mansai loja situtu do hita molo so rap dohot Tuhan Debata. Jala alani halojaon i, sipata on ma na mambahen hita mandele, malas marminggu, dohot mandohoti angka partangianan, songoni nang taringot tu holong ni roha pe gabe ngali ma. Ianggo so rap hita dohot Tuhan Debata, ndnag ta antusi be laho manghaholongi angka donganta jolma.

 

2.       ASA DI HITA HASONANGAN NA SIAN TUHAN DEBATA

Amang inang dohot hamu dongan sahaporseaon. Marhite naung jumping si Maria dohot si Josep tu Tuhan i, gabe mago do sude biar ni roha dohot arsak nasida i, alani di hita pe ingkon songoni do nian, saleleng rap hita dohot Tuhan Debata di tahun 2026 on, aha pe namasa di hita ingkon manongtong do las ni rohanta, siala Tuhan Debata do donganta, baik di tingki las ni roha songoni ma nang di tingki na gale hita. Ala ni i asa unang loja jala lomos hita mandalani tahun 2026 on, na rumingkot ingkhon, jumolo ma ta pastihon Ingkon Rap Tuhan i do hita mandalani ari ari ni ngolunta di tahun 2026 on. Holan Tuhan ido na setia mandongani hita, alani hita pe ingkon setia do ti Debata. Ai Ibana do sigonggom portibion dohot saluhut nasa pangisina.

Porseama hita, dang adong na masa di ngolunta molo dang diloas Tuhan I, alani molo ro angka sitaonon unang pintor mura mura mandele, Tuhan Debata do donganta, jala molo masa angka las ni roha, unang pintor mura hita mangalupahon Tuhan Debata, ai Debata do mangalehon las ni roha I di hita, ai Ibana do haroro ni nasa pasu pasu na di Portibi on.

 

Alani di di minggu na parjolo di tahun 2026 on tapasahat ma nasa ngolunta tu Debata, jala Ibana ma tahaposi. Amen!.

 

 

 

Pdt. Ardi Situmorang S.Th

 

 

 

theologi Lutheran

acara ibadah pemuda minggu invocavit - dosa menjauhkan kita dari Allah

  Acara Ibadah Kebaktian Muda Mudi GKLI 28 Februari 2026   1.       Bernyanyi dari KJ No. 02 : 1 – 3 (Suci suci suci) Ø Suci, suci,...

what about theologi luther ?