Selasa, 02 Juni 2026

Pertolongan Kita adalah Anugerah Allah - Mazmur 124:1-8

Pertolongan Kita adalah Anugerah Allah - Mazmur 124:1-8

Shalom..

Firman Allah untuk kita.
Mazmur 124:2
jikalau bukan TUHAN yang memihak kepada kita, ketika manusia bangkit melawan kita,
Mazmur 124:6
Terpujilah TUHAN yang tidak menyerahkan kita menjadi mangsa bagi gigi mereka!
Mazmur 124:7
Jiwa kita terluput seperti burung dari jerat penangkap burung; jerat itu telah putus, dan kitapun terluput!
Mazmur 124:8
Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.

Saudara saudari, Pernahkah anda menoleh ke belakang  melihat badai hidup yang telah berlalu kemudian menghela napas lega sambil berkata : "Bagaimana mungkinkah saya bisa selamat dari semua itu? 
Khotbah Mazmur 124 adalah sebuah Nyanyian Ziarah (Song of Ascents). Lagu ini dinyanyikan oleh umat Israel saat mereka mendaki menuju Yerusalem untuk beribadah. Lewat mazmur ini, Raja Daud mengajak seluruh jemaat untuk melakukan kilas balik (flashback) atas sejarah hidup mereka. 
Dasar dari khotbah dan nyanyian ini bukanlah tentang kehebatan manusia yang berhasil dalam bertahan hidup. Melainkan atas dasar pengakuan iman yang radikal seperti yang dikatakan dalam perikop ini "Jika bukan Tuhan yang memihak kita..."

Lewat khotbah ini, dapat kita lihat bahwa Daud menggunakan tiga cara atau proses yang sangat mengerikan untuk menggambarkan penderitaan manusia dalam ayat 3-7
1. Ditelan hidup-hidup oleh amarah musuh (seperti monster purba).
2. Dihanyutkan oleh air banjir dan sungai yang meluap (melambangkan situasi chaos yang mengancam nyawa).
3. Burung yang terjebak dalam jerat pemikat burung (melambangkan ketidakberdayaan total).
Yang artinya, sama seperti burung yang masuk perangkap, ketika semakin ia mengepakkan sayap dengan kekuatannya sendiri, maka akan semakin erat jerat itu mencengkeramnya. Ini adalah gambaran yang sesungguhnya atas hidup kita dalam tantangan hidup bahwa kita tidak bisa menyelamatkan diri kita sendiri dari jerat dosa, iblis, dan maut.

Dan pertanyaannya, Siapakah yang mematahkan jerat itu?.Atau siapakah yang menyelesaikan tantangan itu ?.
Sesungguhnya, bukan manusia, melainkan Allah sendiri. Nagi kita yang telah di anugerahi oleh Allah marilah kita melihat bahwa penggenapan tertinggi dari Mazmur 124 ini di dalam Yesus Kristus. Di atas kayu salib, Yesus membiarkan Diri-Nya "ditelan" oleh maut dan murka Allah atas dosa demi menggantikan kita. Namun, melalui kebangkitan-Nya, Yesus mematahkan jerat maut itu untuk selama-lamanya. Keberpihakan Allah ditunjukkan secara nyata dan selesai dalam Kristus: "Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?" (Roma 8:31).

Oleh karena itu, berhentilaj mengandalkan diri sendiri. Sebab hidup kita adalah hidup yang berpaling dari ego (Incurvatus in se) menuju Kristus. Sadarilah bahwa keberhasilan kita, kesehatan kita, dan keselamatan kita hari ini bukanlah hasil jerih payah kita semata, melainkan karena pemeliharaan Allah.

Dalam hidup kita tiap tiap saat, marilah kita merenungkan hal ini, ikalau kita masih bisa berdiri, beribadah, dan bernapas hingga hari ini, itu bukan karena kita hebat, melainkan karena Tuhan memihak kita.
Marilah Puji Dia, bersyukurlah kepada-Nya, dan serahkanlah seluruh kekhawatiranmu ke dalam nama-Nya yang kudus. 

Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua....Amin

Tidak ada komentar:

theologi Lutheran

Indahnya pelayanan jikalau dipenuhi Anugerah Allah - Kisah para rasul 6:1-7

Shalommm.... Firman Allah untuk kita : Kisah Para Rasul 6:1 Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut...

what about theologi luther ?