Shalom..
Firman Allah untuk kita.
Yeremia 33:2
"Beginilah firman TUHAN, yang telah menjadikan bumi dengan membentuknya dan menegakkannya--TUHAN ialah nama-Nya-
Yeremia 33:3
Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.
Yeremia 33:4
Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel, mengenai rumah-rumah di kota ini dan mengenai gedung-gedung istana raja Yehuda yang dirobohkan untuk dipakai terhadap tembok-tembok pengepungan dan pedang:
Yeremia 33:5
Orang akan masuk pertempuran melawan orang-orang Kasdim dan kota ini akan penuh dengan bangkai-bangkai manusia yang telah Kupukul mati karena murka-Ku dan kehangatan amarah-Ku, sebab Aku telah menyembunyikan wajah-Ku dari kota ini oleh karena segala kejahatan mereka.
Yeremia 33:6
Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan kepada mereka kesehatan dan kesembuhan, dan Aku akan menyembuhkan mereka dan akan menyingkapkan kepada mereka kesejahteraan dan keamanan yang berlimpah-limpah.
Saudara saudari, Di manakah posisi nabi Yeremia saat menerima firman ini?
Dalam ayat 1 dikatakan “ketika ia masih terkurung di pelataran penjagaan itu”. Secara fisik, Yeremia sedang terpenjara dan secara situasi nasional, tentara Babel (Kasdim) sedang mengepung Yerusalem. Istana dirobohkan, kelaparan merajalela, dan pedang musuh sudah di depan mata.
Dalam logika manusia, tidak ada lagi harapan. Kematian dan pembuangan sudah pasti terjadi. Namun, justru di dalam ruang gelap penjara itulah, Firman Tuhan datang untuk kedua kalinya. Ini mengingatkan kita akan satu kebenaran teologis, sebab Allah kita tidak dapat dibatasi oleh jeruji penjara atau kehancuran dunia. Firman-Nya akan tetap berdaulat melintasi keputusasaan manusia.
Saudara saudari, apakah yang membuat Yerusalem hancur? Mengapa rumah-rumah diruntuhkan dan kota itu dipenuhi oleh bangkai manusia?
Dalam Ayat 5 dikatakan bahwa kehancuran Yerusalem terjadi karena murka Allah akibat dosa dan kejahatan manusia. Di sinilah nyata Hukum Taurat bekerja memperlihatkan bahwa penderitaan manusia adalah konsekuensi dosa. Saat Allah menyembunyikan wajah-Nya, manusia kehilangan perlindungan dan damai sejahtera. Secara nyata, kita mengakui bahwa dunia yang rusak dan penderitaan yang terjadi adalah dampak dosa, di mana manusia tidak dapat berdaya tanpa anugerah Allah. Dan ditengah kegagalan manusia, justru Allah datang Allah memanggil umat-Nya untuk berseru kepadaNya seperti dalam ayat 2 dan 3. Allah menyatakan diriNya kepada manusia sebagai Pencipta yang berdaulat di atas bumi. Seruan ini bukanlah usaha manusia untuk memanipulasi Allah, melainkan pengakuan iman akan ketidakberdayaan, dan merupakan kepasrahan total pada anugerah Allah (Sola Gratia).
Oleh karena itu, marilah kita menjadikan Renungan ini sebagai perhatian yang mendalam bagi hidup kita yang sering tidak setia kepada Allah, dan berhenti mengandalkan Diri, baik dalam hidup terlebih dihadapan Allah. Saat situasi dunia berubah ubah, percayalah pada kedaulatan Allah, bukan pada kekuatan manusia. Dan di atas segala pergumulan hidup kita, marilah kita tetap Berseru dalam Iman kepada Allah. Sebab Allah adalah sumber pemulihan hidup, dan bersandarlah pada janji-Nya dalam doa, sebab dihadapan Allah kita telah dibenarkan oleh anugerahNya melalui iman, yang akan berakhir pada kehidupan kekal.
Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏🏾
Tidak ada komentar:
Posting Komentar