Sabtu, 20 Juni 2026

Khotbah Lutheran (Minggu III Set.Trinitatis) Matius 10:21-33 - Jangan Takut, Kristus menolong dan Menyelamatkan mu.

Khotbah Minggu III setelah Trinitatis 



Saudara-saudari yang dikasihi di dalam Tuhan Yesus Kristus, saat ini kita telah masuk ke Minggu ke 3 setelah Trinitatis yang artinya -Ke_Tritunggalan Allah. Sebelum kita masuk ke khotbah Minggu hari ini mari kita kembali mengingat khotbah kita pada Minggu lalu, Injil Matius mengatakan kepada kita "Beritakanlah Injil". Dan jikalau kita bandingkan dengan evangelium hari ini, apakah yang akan terjadi dalam pemberitaan Injil?, dan bagaimanakah hasil dari pemberitaan Injil itu?. Dalam evangelium hari ini kita akan dibawa ke dalam realitas pemuridan yang keras. Dimana Yesus tidak menjanjikan kehidupan yang makmur, tenang, atau tanpa konflik di dunia ini. Sebaliknya, Ia berkata: “Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku.”

Jikalau kita benar benar mendengar dan merenungkan perkataan ini tentu hati kita secara alami akan merasa gentar. Dan sesungguhnya disinilah Hukum Taurat akan bekerja menyingkapkan kedagingan kita. Kita sering kali menjadi penakut, bahkan kita sering lebih takut kehilangan reputasi, takut dikucilkan oleh keluarga, dan takut menghadapi penolakan dunia daripada takut kepada Allah. Ketakutan kita membuktikan bahwa sungguh betapa lemahnya iman kita dan betapa lebih seringnya kita mencari keamanan di luar Kristus.
Oleh karena itu, ditengah pergumulan hidup pada saat ini baik dalam memberitakan Firman dan menyatakan yang benar, hari ini Firman Allah Berkata dengan thema khotbah : 
Jangan Takut, Kristus menolong  dan Menyelamatkan mu.

1. Meskipun harus dibenci dan ditolak
Saudara saudari, dunia lebih sering memfitnah gereja dan melemparkan tuduhan palsu terhadap orang beriman, sama seperti mereka menyebut Yesus sebagai "Beelzebul." 
Namun dalam buku konkord kita sebagai ajaran Lutheran yang murni diyakini dan mengajarkan kepada kita bahwa kebenaran Allah tidak dapat dipenjara atau dibelenggu oleh siapapun. 
Yesus telah menegaskan bahwa dunia akan membenci para murid karena dunia terlebih dahulu membenci Yesus (Yohanes 15:18). Dengan demikian kita juga harus menyadari dan menerima bahwa kebencian dan penolakan adalah sebuah realitas karena kita mengikut Yesus. Ketika kita sungguh setia kepada kebenaran Injil, maka nilai-nilai kita juga akan bertabrakan dengan nilai-nilai dunia. Penolakan bukanlah tanda bahwa Allah meninggalkan kita, melainkan bukti bahwa kita telah berada berjalan bersama dengan Kristus, jadi jangan pernah takut jika kamu harus dibenci dan ditolak oleh karena Injil, sebab lewat Injil hari ini Yesus juga menegaskan bahwa segala kuasa yang ada didunia ini terbatas, seperti dalam ayat 28. Penolakan, penghinaan, pengucilan, atau bahkan kematian fisik yang bisa dilakukan oleh dunia kepada kita memiliki batas akhir. Namun, keselamatan dan status kita sebagai anak Allah yang dijamin oleh Kristus bersifat kekal dan tidak akan pernah bisa disentuh oleh siapa pun.

Dalam dunia kerja atau komunitas secara khusus di perantauan ini, ketika kita harus mengambil keputusan yang jujur dan benar secara moral namun tidak populer, maka tetaplah melangkah dalam kebenaran itu. Kita  tidak boleh mengorbankan integritas iman hanya demi kenyamanan sosial atau naik jabatan, ingatlah bahwa kita tidak lagi diperbudak oleh opini orang lain melainkan dipelihara oleh kebenaran Kristus.

Yesus berkata, "Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang" (34). Bagi sebagian orang kalimat ini tentu akan terdengar sangat mengejutkan. Bahkan dalam pikiran kita akan timbul pertanyaan - Bukankah Yesus adalah Raja Damai?. 
Martin Luther menjelaskan bahwa "pedang" di sini adalah efek dari pekerjaan Injil yang murni. Ketika kebenaran Allah diberitakan di tengah dunia yang dikuasai oleh dosa, maka dunia akan bereaksi dengan menghadirkan permusuhan. Secara sempurna Injil akan memisahkan antara terang dan gelap, antara iman dan ketidakpercayaan. Bahkan dalam ikatan keluarga yang paling intim sekalipun bisa retak karena nama Yesus (21).

Percayalah bahwa pada hari penghakiman, Allah akan membuka segala sesuatu. Injil yang hari ini ditolak dan disalahpahami oleh dunia akan dinyatakan sebagai satu-satunya kebenaran yang menyelamatkan. Oleh karena itu, Jangan pernah takut dalam menyampaikan Injil dan menyatakan kebenaran meskipun harus ditolak karena itulah kita harus siap dan berani untuk mengalahkan ketakutan kita kepada manusia. Ketika kita tahu bahwa Kristus mengakui orang benar di hadapan Bapa (ayat 32), maka penolakan seluruh dunia sekalipun tidak akan mampu menggoyahkan kedamaian di hati kita.

2. Akuilah Yesus Kristus dan siaplah untuk memikul Salib.
Saudara saudari, menurut pandangan Lutheran, seorang Kristen yang memikul salib telah dibentuk secara mendalam oleh Teologi Salib (Theologia Crucis), dan konsep ini dirumuskan oleh Martin Luther untuk melawan "Teologi Kemuliaan" (Theologia Gloriae) yang sering kali mencari Allah dalam kesuksesan, kekayaan, dan kejayaan duniawi. Meskipun bagi pandangan dunia, kesuksesan dan kemakmuran adalah tujuan hidup, namun bagi orang percaya terlebih dalam pandangan Lutheran diajarkan bahwa dunia adalah Medan Perang Rohani, Bukan Surga Duniawi yang artinya, kita harus memandang dunia sebagai tempat yang telah jatuh ke dalam dosa namun telah di anugerahi Allah lewat Kristus (simul iustus et peccator). Dengan demikian, mengikut Kristus tentu pasti akan mendatangkan penolakan dari dunia. Sukacita Kristen tidak akan dapat dipisahkan dari ketiadaan masalah, melainkan akan selalu mengalami penolakan dan penderitaan sebagai salib oleh karena iman. Dunia bukanlah tempat untuk bersantai, melainkan tempat di mana iman harus diuji dan dimurnikan. Lantar dengan pernyataan ini apakah kita akan menyerah atau takut ??.
Saudara saudari, Salib adalah pengorbanan ego demi kesejahteraan sesama manusia (the neighbor). Dunia akan memandang kesuksesan dari seberapa banyak orang yang melayani kita, tetapi perspektif salib memandang kesuksesan dari seberapa besar kita melayani orang lain sebagai bentuk penyaluran kasih Kristus.

Dalam bacaan Teks khotbah selanjutnya pada Minggu ini ditutup dengan panggilan tegas: "Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku" (ay. 38).
Artinya, marilah kita memandang bahwa salib bukanlah penderitaan umum manusia (seperti sakit penyakit biasa atau kemiskinan akibat kesalahan sendiri). Memikul salib bukan berarti mematikan manusia lama kita (keinginan daging, kesombongan, dan pembenaran diri) melainkan agar Kristus yang hidup di dalam kita. Sebab Salib adalah konsekuensi, cemoohan, dan beban yang kita pikul secara sukarela karena kita mempertahankan iman dan kebenaran Kristus di tengah dunia.

Saudara saudari, janganlah takut dan ragu sebab meskipun Yesus mengatakan bahwa kita harus memiliki salib, tetapi ketahuilah bahwa Kristus tidak pernah meminta kita memikul salib yang belum pernah Ia pikul sendiri. Ia telah berjalan memikul salib, menanggung murka Allah atas dosa-dosa kita, dan bangkit mengalahkan maut. Salib telah menjadi jalan keselamatan bagi kita, demikian setiap penderitaan dan penolakan menjadi jalan pemurnian iman bagi kita.
Sungguh Kita diselamatkan bukan karena kekuatan atau keteguhan hati kita sendiri, melainkan karena kasih karunia Bapa yang telah memilih kita. Jika Bapa memelihara burung pipit yang murah, tentulah Allah jauh lebih menjaga jiwa kita yang telah ditebus oleh darahNya yang mahal itu.  
Maka, jangan takut kepada mereka yang hanya bisa membunuh tubuh, tetapi tidak berkuasa atas jiwa (28). Sekarang baik hidup ataupun mati dalam penderitaan karna memberikan Injil Kristus kita berada di pihak Allah.

Lewat evangelium Minggu ini kiranya ketika kita merasa lemah dan tidak sanggup menghadapi "pedang" dunia, arahkan pandanganmu kepada Kristus. 
Kekuatan kita bukan berasal dari tekad kita, melainkan dari Sakramen dan Firman yang menguatkan kita setiap hari. Pikullah salibmu dengan penuh sukacita, sebab di balik salib ada mahkota kehidupan yang abadi yang akan kita peroleh.

Demikianlah Firman Allah.
Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏🏾 










 

Tidak ada komentar:

theologi Lutheran

Matius 10 : 21 - 33

Matius 10 : 21 - 23 Matius 10:21 Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak aka...

what about theologi luther ?