Kamis, 18 Juni 2026

Takhta Herodes vs Takhta Kristus (Kesombongan dihancurkan, Firman yang Tidak Dapat Dibelenggu). Kis.P Rasul 12:21-25

Shalom...
Firman Allah untuk kita.
Kisah Para Rasul 12:21
Dan pada suatu hari yang ditentukan, Herodes mengenakan pakaian kerajaan, lalu duduk di atas takhta dan berpidato kepada mereka.
Kisah Para Rasul 12:22
Dan rakyatnya bersorak membalasnya: "Ini suara allah dan bukan suara manusia!"
Kisah Para Rasul 12:23
Dan seketika itu juga ia ditampar malaikat Tuhan karena ia tidak memberi hormat kepada Allah; ia mati dimakan cacing-cacing.
Kisah Para Rasul 12:24
Maka firman Tuhan makin tersebar dan makin banyak didengar orang.
Kisah Para Rasul 12:25
Barnabas dan Saulus kembali dari Yerusalem, setelah mereka menyelesaikan tugas pelayanan mereka. Mereka membawa Yohanes, yang disebut juga Markus.

Saudara saudari, kita tahu bahwa segala Kuasa politik, kekayaan, dan kesombongan manusia memiliki batas yang mutlak di hadapan Allah, sedangkan Firman Tuhan tidak dapat dibelenggu oleh penganiayaan duniawi.

Dalam renungan kita saat ini, dapat kita lihat bahwa Allah sendiri yang menghakimi penyembahan berhala terhadap Raja Herodes, dan lewat firman ini Allah menyatakan bahwa salib dan Firman Kristus senantiasa menang, bertumbuh, dan memberikan kehidupan yang kekal.

Saudara saudari, sejak manusia jatuh ke dalam Dosa. Manusia lebih sering mencari mencari kemegahan, kuasa, dan pengakuan duniawi di luar kuasa Kristus. Dalam perikop ini, Herodes adalah contoh ekstrem dari cor curvum in se (hati yang melengkung ke dalam diri sendiri). Dengan kisah ini, hukum Allah menegur kita supaya jangan kita mencuri kemuliaan Allah saat sukses, menyombongkan pencapaian rohani kita, atau senang dipuji seolah-olah keberhasilan kita adalah karena kehebatan kita sendiri terlebih dalam kesuksesan di Gereja Tuhan, baik lewat jemaat yang bertambah tambah ataupun bangunan Gereja yang semakin mewah dan bagus di lihat mata.

Tahukah anda, apakah yang terjadi setelah Herodes berdiri di atas kesombongannya ?.
Seketika itu juga, Herodes ditampar oleh malaikat Tuhan karena ia tidak menghormati Allah dan tidak memberi-Nya kemuliaan. Ia mati mengenaskan karena dimakan oleh cacing-cacing.

Dalam pandangan teologi Lutheran, Kematian Herodes menunjukkan bahwa Allah tidak membiarkan kemuliaan-Nya dirampas oleh siapa pun (Yesaya 42:8). Setiap manusia, baik sekaya atau sekuasa apa pun mereka di dunia, harus tetap mengingat bahwa di hadapan Allah mereka hanyalah debu dan tanah yang dihidupkan oleh Allah dengan anugerahNya. Setiap kutipan kutipan tokoh reformasi Martin Luther yang saya sampaikan dalam khotbah khotbah kita sering mengingatkan kita bahwa Hukum Allah menghancurkan kesombongan manusia oleh karena itu, marilah kita sadar bahwa kita rapuh, berdosa, dan sepenuhnya membutuhkan anugerah-Nya. Penghakiman atas Herodes adalah pengingat bahwa menempatkan diri kita di tempat yang seharusnya milik Allah akan berujung pada kebinasaan.

Saudara saudari, raja Herodes adalah memang raja yang jahat, sebab Herodeslah yang menghambat pemberitaan Injil, menganiaya jemaat (membunuh Yakobus dan memenjarakan Petrus) mati membusuk, tetapi kita harus percaya bahwa meskipun penderitaan itu dapat terjadi, atau dilakukan oleh orang orang jahat terhadap orang percaya, kita harus yakin dan percaya bahwa Injil Kristus justru semakin tidak terbendung. Seperti dalam perikop ini, setelah Allah membinasakan Horedes, maka dengan aman dan penuh semangat Iman - Barnabas, Saulus, dan Markus pun tetap melanjutkan misi pelayanan mereka.

Lewat renungan harian kita ini, kita juga di ingatkan terkhusus untuk seluruh jemaat GKLI (sebagai gereja lutheran) kita harus percaya bahwa Kekuatan gereja tidak terletak pada perlindungan politik, gedung yang megah, atau kepemimpinan manusia (pendeta/guru huria), melainkan hanya pada Kuasa Firman Allah (The Word of God). Walaupun kekuatan politik, para pemimpin gereja dapat membawa kepada kemajuan, sadarilah bahwa semua itu dapat terjadi oleh karena pemeliharaan Allah lewat Kuasa Injil baik secara umum maupun pribadi. Dan lewat kisah Herodes firman ini mengingatkan kita bahwa kuasa sekuler atau penganiayaan tidak akan pernah bisa membunuh Injil. Injil adalah Firman-Nya yang hidup sebab digerakkan oleh Roh Kudus, karena itu seluruh Gereja Tuhan juga harus berdiri di atas pengajaran dan pengakuan yang benar, memberitakan Injil dengan murni dan melayan alat alat Anugerah Allah (means of Grace) ke 2 sakramen itu.

Di tengah dunia yang sering kali mengancam iman Kristen, Injil menjamin bahwa Kristus tetap memegang kendali atas sejarah manusia dan GerejanNya bahkan jemaat jemaat-Nya. 

Oleh karena itu, marilah kita tetap hidup di dalam pujian kepada Allah, baik saat kita kecil maupun besar, tetaplah memuji Allah. 
Bahkan ketika kita diberkati dengan jabatan, kepintaran, atau harta, akuilah dengan rendah hati bahwa itu semua hanyalah anugerah (Sola Gratia). 
Dalam perjalanan Iman kita, marilah jangan gentar terhadap ancaman, krisis ekonomi, atau pergeseran budaya yang memusuhi iman Kristen. Meskipun para penguasa dunia bisa datang dan pergi, tetapi Firman Tuhan tetap tinggal untuk selama-lamanya (1 Petrus 1:25). 

Melalui baptisan dan iman, Roh Kudus telah mulai bekerja meluruskan kembali hati kita yang bengkok oleh karena dosa, sehingga mata kita seharusnya tidak lagi memandang kehebatan diri sendiri, melainkan memandang kepada Kristus. Kita tidak perlu lagi haus akan pujian dunia, karena di dalam Kristus, kita telah diadopsi menjadi anak-anak Allah yang dikasihi-Nya secara sempurna.

Jadi, sebagai orang orang yang telah ditebus, dibebaskan dan dibenarkan dihadapan Allah, tugas kita adalah mewartakan kesetiaan Allah. Tugas gereja yang paling utama adalah memberitakan Injil keselamatan dengan tetap melayankan firman dan sakramen dengan setia. Seperti Barnabas dan Saulus yang terus melangkah maju, maka marilah kita juga dengan setia menyebarkan Firman Tuhan di lingkungan tempat kita hidup sehari-hari, dan secara khusus di dalam keluarga kita.


Kiranya kasih setia Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara dan menolong kita semua. Amin 🙏🏾

Tidak ada komentar:

theologi Lutheran

Takhta Herodes vs Takhta Kristus (Kesombongan dihancurkan, Firman yang Tidak Dapat Dibelenggu). Kis.P Rasul 12:21-25

Shalom... Firman Allah untuk kita. Kisah Para Rasul 12:21 Dan pada suatu hari yang ditentukan, Herodes mengenakan pakaian keraja...

what about theologi luther ?