Kiranya Damai Sejahtera Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus memelihara kamu sekalian.... Amin
Minggu, 15 Maret 2026
Bagaimanakah kita Membangun Rumah Ibadah - Gereja "2 Tawarikh 2"
Jumat, 13 Maret 2026
Acara Ibadah pemuda/pemudi Lutheran - minggu Okuli
ACARA
IBADAH MUDA/MUDI GKLI
GKLI Baloi Kolam, 14 Maret 2026
1. Bernyanyi dari kidung jemaat No. 08 :
1 – 3 (Bagimu Tuhan Nyanyian ku)
1.
BagiMu, Tuhan, nyanyianku, kar'na setaraMu siapakah ?
Hendak kupuji Kau selalu; padaku Roh Kudus berikanlah,
Supaya dalam Kristus, PutraMu, kidungku berkenan kepadaMu.
2.
O tuntun aku ke PutraMu, agar padaMu 'ku dituntunNya:
dan RohMu diam dalam rohku, membuat mata hatiku cerah,
sehingga kurasakan damaiMu dan kuungkapkan dalam kidungku.
3.
Beri berkatMu, Maha Tuhan, agar benar kudus puianku,
dan doa juga kulagukan di dalam Roh dan kebenaranMu,
jiwaku pun padaMu bersyukur, bersama bala sorga bermazmur.
2.
Doa
Pembuka
Bapa kami yang di sorga, pada malam hari
ini, kami para anak anak Mu yang telah Engkau tebus melalui darah Mu yang kudus
itu. Kini kami datang merendahkan hati di hadapan_Mu. Kiranya berilah kami
kekutan, hadirlah Engkau dalam hati kami, ajarlah kami akan Firman Mu dan
ingatkan kami melalui kuasa Roh Kudus Mu agar kiranya kami menjadi pemuda pemudi
yang hidup di dalam kebenaran Firma_Mu. Pada saat ini juga kami teringat dengan
kedua orang tua kami, dan juga saudara sadudari kami, berkatilah mereka Tuhan,
berikan umur yang panjang dan kesehatan bagi orang tua kami, dan kami juga
berdoa unntuk malam hari ini, berkati kami semua yang telah hadir di tempat
ini, jangan biarkan pikiran kami menjauh dari pada_Mu. Begitu juga Tuhan Ibadah
kami besok, ingatkan kami dan semua jemaat_Mu agar kami dapat bersama sama
hadir di tempat ini, untuk menerima kehadiran Mu melayani kami akan keampunan
dosa kami dan menerangi hati kami. Demikian juga dengan dosa dosa kami, Tuhan
kami adalah orang orang yang hina di hadapanMu, ampunilah kami akan dosa kami
itu, dan kuatkan kami agar kami dapat hidup di dalam pertobatan yang benar.
Dalam nama Bapa, Putera dan Roh kudus. Amin
3.
Bernyanyi
dari kidung jemaat No. 454 : 1 – 3 (Indahnya saat yang teduh)
1.
Indahnya saat teduh menghadap takhta Bapaku:
kunaikkan doa padaNya, sehingga hatiku lega.
Di waktu bimbang dan gentar, jiwaku aman dan
Segar; 'ku bebas dari seteru di dalam saat yang teduh.
2.
Indahnya saat yang teduh dengan bahagia penuh.
Betapa rindu hatiku kepada saat doaku.
Bersama orang yang kudus kucari wajah Penebus;
Dengan gembira dan teguh kunanti saat yang teduh.
3.
Indahnya saat yang teduh penampung permohonanku
kepada yang Mahabenar yang bersedia mendengar.
Sejak kulihat wajahNya, 'ku yakin pada firmanNya
dan menyerahkan bimbangku di dalam saat yang teduh.
4.
Renungan
Nats : Mazmur 95 : 1 - 9
Thema
: Sujud menyembah dihadapan Tuhan
Tujuan : Supaya kita senantiasa
datang menyembah dia :
1.
Marilah kita bersukacita karena kita
menyembah Dia
2.
Datang kepadaNya dengan ucapan Syukur
3.
Jangan keraskan hatimu
4.
Beritakanlah perbuatan perbuatan
tangan Tuhan ke seluruh bumi
Hafalan
:
Mazmur 95 : 6 “masuklah, marilah kita sujud menyembah dihadapan Tuhan yang
menjadikan kita”.
5. Bernyanyi dari kidung jemaat No. 341
: 1 – 3 (KuasaMu dan namaMu lah)
1.
KuasaMu dan namaMulah hendak kami sebar dan kar'na itu,
ya Tuhan, kami takkan gentar. Bagaikan padi segenggam
mestilah mati dipendam, supaya tumbuh dan segar, di panas
surya mekar berbuahlah. Tuaian pun besar.
2.
Teladan sudah Kauberi demi deritaMu dan melalui salibMu
Kaut'rima kuasaMu! Bagian kami tak lebih, seperti segenggam
Benih, melintas kubur yang gelap, agar kelak 'kan menetap
BersamaMu di Firdaus gemerlap.
3.
Bagaikan padi, Tuhan pun dikubur, dipendam, kembali bangkit
merebut umatMu terkeram. Ya Tuhan, kirim apalah penabur yang
t'lah menyerah hidupnya untuk kuasaMu, memberitakan namaMu,
agar seg'ra buahnya milikMu.
6.
Doa
Penutup + Doa Bapa Kami
7.
Latihan
Koor
Kamis, 12 Maret 2026
๐๐ป๐ฎ๐ธ ๐ฎ๐ป๐ฎ๐ธ ๐๐น๐น๐ฎ๐ต - ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐ธ๐๐ฑ๐๐
Selasa, 10 Maret 2026
Bersyukur kepada Allah akan kasih setiaNya - Mazmur 66
Khotbah minggu Letare - Johanes 9 : 1 - 7
BAHAN SEMON MINGGU LETARE
15 Maret 2026
https://youtu.be/O5Q5RRuxClA
Evangelium : YOHANES 9 : 1 – 7
Pendahuluan : Jikalau kita kumpulkan dari ungkapan dan pandangan banyak orang hingga saat ini, sesungguhnya cukup begitu orang yang berpendapat bahwa penderitaan di bumi, termasuk sakit penyakit disebabkan oleh DOSA. Bagi kalangan orang-orang Yahudi pun mereka berpendapat demikian. Dengan demikian dalam perikop ini dapat kita lihat bahwa para murid Yesus juga mempertanyakan akibat dosa siapakah kebutaan yang dialami oleh orang buta dalam bacaan kita (ayat 2). Dalam keadaan yang sama seperti ini, sering juga kita asal menghakimi atas apa yang terjadi dalam kehidupan sesama kita, oleh karena itu bagaimanakah pandangan Tuhan atas kehidupan, dan segala penderitaan yang terjadi dalam kehidupan kita ??
Melalui Khotbah Ini Firman Tuhan mengingatkan kita :
Thema : Kuasa Allah dinyatakan dalam kelemahan Kita
Dibagasan Hagaleon lam patar do huaso ni Debata
Yesus secara tegas menyatakan bahwa kebutaan itu bukan karena dosa orang itu sendiri, bukan juga dosa orang tuanya (ayat 3). Dalam perikop ini, Yesus menolak pendapat dan pertanyaan para murid bahwa penyakit itu bukan disebabkan oleh dosa seseorang. Dengan sesungguhnya segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita tentu Tuhan tau, terlebih penyakit yang ada dalam diri kita Tuhan akan lebih tau dari pada para medis. Seperti dalam khutbah minggu lalu “Okuli” perjumpaan antara Yesus dengan orang samaria membuktikan bahwa di hadapan Yesus sungguh tidak ada yang dapat di sembunyikan dari diri manusia. Jadi hal positif yang perlu kita pahami dan yang diharapkan oleh Firman ini, hendaklah melalui penderitaan yang terjadi, kita berpengharapan bahwa segala bentuk penderitaan itu bukanlah Kutuk atau balasan atas dosa dosa kita, melainkan cara Tuhan dalam hidup setiap orang untuk menyatakan pekerjaan-pekerjaan-Nya, kemuliaan dan kemahakuasaan-Nya, terlebih untuk mengarahkan kita agar Kembali ke jalan yang benar dan datang bersandar kepada Tuhan.
Melalui peristiwa penyembuhan orang buta oleh Yesus, banyak pihak yang berpendapat bahwa ini adalah kesempatan untuk melihat karya Allah dan meresponsnya dengan benar. Si buta yang baru saja dapat melihat, memberikan kesaksian bahwa Yesus adalah nabi (ayat 11, 17). Melalui kuasa kesembuhan yang telah dinyatakan oleh Yesus kepadanya, banyak orang yang bertobat dan datang kepada Yesus. Seluruh tetangganya yang menyaksikan bahwa dia dulu mengemis dalam kebutaan, kini telah celik (ayat 8-9). Demikian juga orang Farisi yang telah menyaksikan kuasa Yesus dalam kesembuhan itu membawa penguatan Iman untuk semakin percarya, walau sikap mereka terpecah antara yang kagum karena kuasa Allah dinyatakan dan yang sebagian lain mencerca Yesus sebagai pelanggar hari Sabat (ayat 16). Apa pun respons mereka, yang pasti karya Allah telah dinyatakan dan sesungguhnya Ia telah membuktikan bahwa Yesus sungguh anak Allah!
Jadi, pekerjaan-pekerjaan Allah tidak cukup hanya melalui hal-hal yang menyenangkan, tetapi juga melalui penderitaan. Penderitaan, kesengsaraan, sakit, kekecewaan, kehilangan, seluruhnya merupakan kesempatan dalam melihat pekerjaan-pekerjaan Tuhan. Dalam minggu minggu passion ini, Inilah juga yang perlu kita renungkan dan lihat di dalam perjalanan Yesus menuju salib yang ditempuh Yesus. Ia memilih jalan penderitaan untuk menyatakan pekerjaan-pekerjaan Allah. Supaya setiap orang yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal.
Apakah kita juga belajar melihat bahwa semua yang kita alami adalah dalam rangka pekerjaan-pekerjaan Allah yang akan dinyatakan?
Oleh karena itu, marilah kita belajar untuk bersyukur dan berharap atas kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita. Selagi Tuhan memberikan napas kehidupan itu artinya Tuhan juga akan menunjukkan kasih setiaNya kepada kita. Kalaupun di dalam dunia ini kita letih, ingatlah bahwa dengan datang kepada Tuhan adalah hal yang terpenting. Mari kita jangan menghakimi atas kehidupan orang, tetapi tetaplah berharap dan setia kepada Tuhan baik dalam susah maupun sukacita sebab Ia adalah sumber terang yang sesungguhnya.
Amin .
Kamis, 05 Maret 2026
Acara ibadah persekutuan Doa pemuda pemudi Lutheran di minggu Reminiscere
Acara Ibadah Kebaktian
Muda Mudi GKLI
1. Bernyanyi Kidung Jemaat No. 08 : 1 –
3 (Bagimu Tuhan Nyanyian ku)
1. BagiMu, Tuhan,
nyanyianku, kar'na setaraMu siapakah ?
Hendak kupuji Kau selalu; padaku Roh Kudus berikanlah,
Supaya dalam Kristus, PutraMu,
kidungku berkenan kepadaMu.
2. O tuntun aku ke
PutraMu,
agar padaMu 'ku dituntunNya:
dan RohMu diam dalam rohku,
membuat mata hatiku cerah,
sehingga kurasakan damaiMu
dan kuungkapkan dalam kidungku.
3. Beri berkatMu,
Maha Tuhan,
gar benar kudus puianku,
dan doa juga kulagukan
di dalam Roh dan kebenaranMu,
jiwaku pun padaMu bersyukur,
bersama bala sorga bermazmur.
2. Doa Pembuka
Bapa
kami yang ada di Surga, kini kami datang dengan penuh rendah hati kehadapanMu,
mengucap syukur atas segala Anugerah Mu dalam hidup kami satu minggu ini.
Terimaksih atas kesehatan dan kekuatan yang telah Engkau berikan kepada kami,
dan terimakasih juga pada saat ini Engkau telah mengingatkan kami, agar kami
datang ke tempat ini untuk dengar-dengaran akan FirmanMu. Sebentar kami akan
mendengarkan, belajar dan ingin melakukan FirmanMu, kiranya tuntun dan ajarlah
kami, agar kami selalu setia untuk melakukan kehendakMu. Kami juga berdoa untuk
teman teman kami yang tidak dapat datang di malam hari ini, berkatilah juga
mereka dan ingatkanlah mereka agar jangan menjauh dari hadapanMu, agar kiranya
kami dapat bersama sama di tempat ini untuk belajar akan kebenaran Firman Mu.
Bapa kami yang di Surga, kami juga memohon,
kiranya Engkau selalu memberkati kedua orang tua kami, berikan mereka kesehatan
dan kesabaran dalam mengajari kami, mendidik kami terlebih dalam mendoakan
kami. Atas segala dosa pelanggaran kami, Tuhan ampunilah kami dan kuatkan jugalah
kami agar kami kuat untuk melawan kuasa iblis yang membuat kami menjauh dari hadapanMu.
Inilah
doa dan permohonan kami, Dalam nama bapa dan Putera dan Roh Kudus kami telah
berdoa. Amin
3. Benyanyi Kidung Jemaat No. 402 : 1 –
2 (Ku perlukan Juru selamat)
1. Kuperlukan
Jurus'lamat, agar jangan 'ku sesat;
s'lalu harus kurasakan bahwa Tuhanku dekat.
Reff : Maka jiwaku tenang, takkan
takut dan enggan;
Bila Tuhanku membimbing, 'ku di
malam pun tent'ram.
2. Kuperlukan
Jurus'lamat, kar'na imanku lemah.
HiburanNya menguatkan; sungguh tiada bandingnya.
Reff : Maka jiwaku tenang, takkan takut
dan enggan;
Bila Tuhanku membimbing, 'ku di
malam pun tent'ram.
4. Renungan
Nats
: Roma 4 : 1 – 8 + 13 - 17
Thema : Berbahagialah kita sebab
Tuhan tidak memperhitungkan setiap kesalahan kita
Tujuan : Supaya anak remaja dan
Pemuda/I senantiasa bersyukur kepada Allah yang tidak memperhitungkan kesalahan
kita :
1. Dibenarkan
karena Iman
2. Allah
yang membenarkan kita
3. Pembenaran
dari Allah adalah anugerah Allah
4. Pembenaran
bukan karena perbuatan kita melainkan karena kasih Allah.
Hafalan : Roma 4:8
5. Bernyanyi Kidung Jemaat No. 340 : 1 –
3 (Hai Bangkit Bagi Yesus)
1.
Hai bangkit bagi Yesus, pahlawan salibNya! Anjungkan panji
Raja dan jangan menyerah. Dengan semakin jaya Tuhanmu ikutlah,
Sehingga tiap lawan berlutut menyembah.
2.
Hai angkit bagi Yesus, dengar panggilanNya! Hadapilah tantangan,
hariNya inilah! Dan biar tak terbilang pasukan kuasa g'lap,
semakin berbahaya, semakin kau tegap.
3.
Hai bangkit bagi Yesus, pohonkan kuatNya; tenagamu sendiri tentu
tak cukuplah. Kenakan perlengkapan senjata Roh Kudus;
berjaga dan berdoa supaya siap t'rus!
6. Doa penutup + Doa Bapa Kami + Berkat
7. Latihan Koor
RAJA HIZKIA DAN PENGEPUNGAN RAJA ASYUR
Sebelum Raja Yosia , ada raja lain yang taat akan perintah Tuhan namanya ialah Hizkia. Kisahnya dikisahkan dalam 2 Raja-raja 18-20 . Di sana, penulis Kitab Raja-raja memberi tahu kita bahwa Hizkia melakukan apa yang benar di mata Tuhan , yaitu menebang tiang-tiang Asyera. Ia menyadari penyembahan berhala yang merajalela di antara rakyat. Yehuda bahkan sujud di hadapan ular tembaga yang dibuat Musa di padang gurun! Hizkia menghancurkannya berkeping-keping. Ia bersemangat untuk beribadah kepada Tuhan dengan benar.
Hizkia adalah raja Yehuda selama kehancuran kerajaan Israel utara oleh Asyur. Setelah kekalahan Israel, Yehuda berada dalam siaga tinggi. Negara adikuasa terbesar sedang mengetuk pintu mereka. Dan Asyur adalah alat yang dijanjikan Tuhan untuk menjatuhkan penghakiman atas umat-Nya .
Terima kasih telah membaca Apa Artinya Ini? ! Berlangganan gratis untuk menerima postingan baru dan mendukung karya saya. Rabsyake, juru bicara raja Asyur, berbicara kepada Hizkia, mengatakan kepadanya bahwa tidak ada dewa yang menyelamatkan negeri-negeri sekitarnya. Lalu, akankah Allah Hizkia menyelamatkan Yehuda?
Raja Asyur, Sanherib, menyebut dirinya sebagai dewa, yang mampu memberikan negeri yang baik, seolah-olah tidak lebih baik dari apa yang telah Allah janjikan kepada bangsa Israel sejak awal dalam janji-janji-Nya kepada Abraham, Ishak, dan Yakub, dan juga kepada bangsa itu saat mereka memasuki tanah Perjanjian.
Hizkia, meskipun ketakutan akan malapetaka yang akan menimpa Yerusalem, namun ia tetap melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang Kristen yang setia di masa-masa sulit. Ia berbicara dengan hamba Tuhan, Yesaya, dan bertanya kepada Tuhan dalam doa. Tuhan telah diejek dalam pidato Sanherib, dan Hizkia memohon agar Tuhan mendengarnya. Ia melakukannya dan memberikan kedamaian kepada Hizkia, berjanji bahwa Sanherib akan mati oleh pedang di negerinya sendiri.
Dalam Yesaya 37 mencatat bagi kita apa yang terjadi pada pasukan Asyur. Malaikat Tuhan memukul pasukan itu dan 185.000 orang tewas malam itu . Tuhan melindungi Hizkia dan Yerusalem untuk waktu itu.
Dari kisah Hizkia, kita dapat meneladani hidupnya yang selalu bersandar hanya kepada Allah, baik di masa sulit maupun di masa berlimpah. Nabi Yesaya dan kisah Yerusalem yang dikepung pada saat itu menjadi kesaksian bagi kita tentang hidup Hizkia untuk tetap bersandar hanya kepada Allah, sang sumber hidup dan kemerdekaan kekal. Allah juga memberi kita pengampunan dosa yang penuh berkat melalui karya penyelamatan Yesus di kayu salib, Yesuslah yang telah menyelesaikan kuasa iblis di kayu salib dan memenangkan bagi kita tanah perjanjian yang sejati, yaitu janji akan langit dan bumi baru yang akan datang.
theologi Lutheran
Bahan Persekutuan Doa - Ibadah Muda mudi Lutheran GKLI di minggu Letare
Acara Ibadah Kebaktian Muda Mudi GKLI 21 Maret 2026 1. Bernyanyi dari KJ No. 03 : 1 – 3 (Kami Puji dengan riang) 1. Kami puj...
what about theologi luther ?
-
PROLOG DAN LITURGI NATAL Liturgi I (Puji Pujian) Prolog : Puji pujian bagi Allah y a ng telah menciptakan Lang...
-
Markus 6 : 14 - 29 Thema : BARANI MA HITA MANGHATINDANGKON NA NASINTONG Patujolo : Jamita minggu VII dung Trinitatis di...
-
Pengertian Liturgi di Gereja Lutheran GKLI Sebagai Gereja Lutheran memahami bahwa : Ibadah adalah Pesta Al...